Compartilhar

BAB 09

last update Data de publicação: 2026-10-01 12:37:56
Langit telah sepenuhnya gelap ketika Jessica masih berdiri di depan pintu masuk asrama. Sejak tadi ia mondar-mandir tanpa tujuan, sesekali menggigit kuku ibu jarinya sambil melirik gerbang yang tak kunjung memperlihatkan tanda-tanda kepulangan Estella.

“Kenapa gadis itu belum kembali juga?” gumamnya frustrasi.

Jessica kembali menatap gerbang. Kosong, tidak ada Estella. Pikirannya mulai dipenuhi berbagai kemungkinan yang justru membuatnya semakin gelisah.

“Jangan-jangan Benev membiarkan gad
Continue a ler este livro gratuitamente
Escaneie o código para baixar o App
Capítulo bloqueado

Último capítulo

  • Istri Polos Sang Mafia   BAB 10

    "Persiapkan pernikahan untuk satu bulan lagi, Damien." Ucap Benev pada asistennya tanpa menatap pria itu. “Mempersiapkan pernikahan?” Damien mengernyitkan dahi. “Pernikahan siapa, Tuan?” Benev tidak langsung menjawab. Pria itu masih duduk santai di kursi bar, menikmati wiski di tangannya. Setelah meneguknya, ia meletakkan gelas ke atas meja dengan gerakan tenang. “Untukku.” Damien terdiam, bola matanya membulat sempurna. “Untuk Anda?” ulangnya, seolah tidak yakin dengan apa yang baru saja didengarnya. “Anda akan menikah?” Benev hanya meliriknya sekilas. “Dengan siapa?” Damien menelan ludah. “Apa dengan Je—” “Estella.” Jawaban singkat itu langsung memutus kalimat Damien. “Nona Estella?” Damien dibuat kehilangan kata-kata. Namun, Benev sama sekali tidak berniat memberikan penjelasan lebih jauh. Ia turun dari kursi bar, meraih jasnya yang tersampir di sandaran kursi, lalu mengenakannya sambil berjalan meninggalkan ruangan. Damien segera mengejar. “Jadi benar, Tuan? And

  • Istri Polos Sang Mafia   BAB 09

    Langit telah sepenuhnya gelap ketika Jessica masih berdiri di depan pintu masuk asrama. Sejak tadi ia mondar-mandir tanpa tujuan, sesekali menggigit kuku ibu jarinya sambil melirik gerbang yang tak kunjung memperlihatkan tanda-tanda kepulangan Estella. “Kenapa gadis itu belum kembali juga?” gumamnya frustrasi. Jessica kembali menatap gerbang. Kosong, tidak ada Estella. Pikirannya mulai dipenuhi berbagai kemungkinan yang justru membuatnya semakin gelisah. “Jangan-jangan Benev membiarkan gadis itu tinggal di rumahnya?” Mata Jessica langsung membelalak. “Dan ... apa benar mereka akan menikah?” Ia buru-buru menggeleng, seolah ingin mengusir pikirannya sendiri. “Tidak mungkin. Pasti bukan mereka.” Jessica mendengus. “Benev baru bertemu gadis itu tadi pagi. Mustahil dia langsung berpikir untuk menikah.” Namun, semakin ia mencoba menyangkal, semakin jelas wajah Estella terbayang dalam ingatannya. Gadis itu terlalu kurus. Wajahnya pucat, tubuhnya lemah, bahkan pendidikannya pun n

  • Istri Polos Sang Mafia   BAB 08

    “Ben, jawab aku. Pernikahan siapa yang gadis itu maksud?” Jessica langsung mendesak Benev. “Kamu dan gadis itu, iya?” tangannya bahkan menarik lengan Benev agar pria itu menoleh kepadanya. “Jawab aku, Ben!” Benev menghela napas panjang. “Pelankan suaramu, Jes. Ada orang sakit di sini.” “Tidak peduli!” Jessica masih belum mau menyerah. “Aku ingin tahu pernikahan siapa yang dia maksud. Kamu harus menjawabnya.” Estella hanya bisa menatap keduanya secara bergantian. Ia tidak mengerti apa yang sebenarnya terjadi, tetapi melihat cara Jessica bereaksi, pikirannya mulai dipenuhi dugaan. Pasti ada sesuatu diantara mereka berdua. Hubungan yang spesial, mungkin. Benev memejamkan mata sesaat, seolah sedang mengumpulkan kesabaran. Ketika matanya kembali terbuka, tatapannya sudah berubah dingin. “Keluar.” Ucapnya singkat, namun tajam. Jessica terdiam. “Apa?” “Tinggalkan kami berdua.” “Tidak.” Jessica menggeleng tegas. “Aku tidak akan keluar sebelum mendapatkan jawaban.” Benev menatapnya l

  • Istri Polos Sang Mafia   BAB 07

    “Bagaimana kondisinya?” Benev berdiri di sisi ranjang dengan kedua tangan terlipat di dada. Tatapannya tak lepas dari Estella yang masih terbaring lemah. Dokter Rowan, dokter pribadi Noir yang sudah bertahun-tahun menangani orang-orang di dalamnya, melepas stetoskop dari telinga dan mengalungkannya di leher. “Kondisinya cukup memprihatinkan.” Mata Benev menyipit. “Akibat syok?” “Syok memperburuk kondisinya, tapi bukan satu-satunya penyebab.” Rowan memeriksa beberapa catatan pemeriksaan sebelum kembali menatap Benev. “Dia mengalami demam tifoid. Tubuhnya juga menunjukkan tanda-tanda kekurangan cairan dan asupan makanan.” Rahang Benev mengeras. “Seberapa parah?” “Cukup parah. Saya menduga dia sudah beberapa hari tidak mendapatkan makanan dan cairan yang cukup. Tubuhnya kekurangan tenaga, ditambah tekanan fisik dan emosional yang mungkin dia alami sebelum sampai ke sini.” Rowan menghela napas pelan. “Gadis ini masih sangat muda. Dalam kondisi seperti ini, sedikit tekanan saja bi

  • Istri Polos Sang Mafia   BAB 06

    Estella membulatkan mata. “Me-menikah?” tanyanya terbata, seolah ingin memastikan bahwa pendengarannya tidak keliru. “Ya.” Jawab Benev singkat, membuat Estella semakin bingung. “Aku datang ke sini untuk bekerja. Kenapa tiba-tiba menikah?” tanya Estella. Benev mengembuskan napas panjang. “Tempat ini bukan untuk orang sepertimu.” Kening Estella langsung berkerut. “Lalu di mana tempatku sebenarnya?” ia maju selangkah. “Aku datang ke sini untuk bekerja, kan? Aku sudah diterima Madam Jessica. Hari ini juga aku seharusnya mulai latihan. Tapi sekarang Tuan bilang kita akan menikah.” Kedua tangannya meremas sisi gaun yang dikenakannya. “Tolong jelaskan padaku. Sebenarnya apa yang terjadi?” Tatapan Estella mulai dipenuhi kebingungan. “Bibiku mengirimku ke sini untuk bekerja. Katanya aku harus membayar semua biaya yang sudah dia keluarkan untukku selama ini. Aku juga sudah diterima di sini. Jadi kenapa sekarang Tuan bilang tempat ini bukan untuk orang sepertiku?” Benev menatapnya b

  • Istri Polos Sang Mafia   BAB 05

    Untuk beberapa saat, Estella hanya terpaku pada pria yang berjalan mendekatinya. Benev. Pria itu berhenti tepat di hadapannya dengan kedua tangan dimasukkan dalam saku celana. Tubuhnya yang tinggi menjulang dibalut setelan hitam yang rapi, sementara langkahnya yang tenang justru membuat kehadirannya terasa semakin menekan. Aura dominannya memenuhi ruangan. Tanpa perlu meninggikan suara, semua orang yang bicara dengannya pasti menurut tanpa berani membantah. Tatapan mereka bertemu. Benev tidak berkedip sedikit pun. Tatapannya lurus dan sulit dibaca, membuat Estella tanpa sadar membuka bibir. Namun, tak ada satu kata pun yang keluar. Ia justru menelan ludah dengan susah payah. “Ini bukan tugasmu, Ben.” Jessica segera angkat bicara. “Bagaimana mungkin kamu yang melatih anak baru ini?” Benev tidak menjawab. Tatapannya perlahan turun, menelusuri Estella dari ujung kepala hingga ujung kaki. Bukan dengan tatapan yang membuat gadis itu nyaman, melainkan seperti seseorang yang sedang me

Mais capítulos
Explore e leia bons romances gratuitamente
Acesso gratuito a um vasto número de bons romances no app GoodNovel. Baixe os livros que você gosta e leia em qualquer lugar e a qualquer hora.
Leia livros gratuitamente no app
ESCANEIE O CÓDIGO PARA LER NO APP
DMCA.com Protection Status