Estella menggeleng cepat. “Bibi, bukan begitu ... aku tidak melakukan apa-apa.” PLAK! Sebuah tamparan mendarat di pipi kiri Estella. Kepala Estella terlempar ke samping, panas menyengat di pipinya. Ia terdiam, tak mampu berkata-kata. “Dasar jalang!” umpat Lauren. “Bibi, aku tidak melakukan apa-apa ….” “Masih berani berbohong?” bentak Lauren. “Dasar perempuan tidak tahu malu! Anak tidak tahu diuntung!” Lauren terus menyalahkannya, tak memberi kesempatan untuk Estella membuka suara. Magnus berdiri di belakang istrinya sambil memperbaiki pakaiannya sendiri. Pukulan datang tanpa ampun, Lauren tidak memberi ruang pembelaan. Rambut Estella dijambak, tubuhnya diseret, lalu ditampar berulang kali hingga pipinya panas dan perih. Magnus langsung maju dan menarik istrinya sambil mencoba menenangkannya, seolah kejadian ini bukan kesalahannya. “Kami sudah membesarkanmu selama delapan tahun,” ucap Lauren dengan suara penuh emosi. “Menampungmu setelah orang tuamu tidak ada. Member
Last Updated : 2026-09-30 Read more