Share

BAB 48

Author: Langit Parama
last update Petsa ng paglalathala: 2026-10-11 00:01:22

PLAK!

Tamparan itu membuat kepala Estella terlempar ke samping. Pipinya langsung terasa panas, tetapi gadis itu tidak membalas. Ia hanya berdiri terpaku, satu tangan perlahan terangkat menyentuh pipinya.

Jessica menatapnya tajam. “Puas?”

Estella mengangkat wajah. “Maksud Madam apa?”

“Jangan pura-pura tidak tahu.” Nada suara Jessica dingin, nyaris tanpa sisa kelembutan. “Jonathan dipukul Benev karena ulahmu.”

Estella te
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Istri Polos Sang Mafia   BAB 104

    Estella mematung. Sementara pria itu meletakkan dokumen di tangannya, lalu menyandarkan punggung ke kursi dengan tatapan yang sulit diartikan. Seolah kedatangan Estella bukanlah sesuatu yang mengejutkannya, seolah ia memang sudah menunggu gadis itu sejak tadi. “Selamat pagi, Nona Cardenza.” Suara Benev terdengar tenang, begitu formal hingga terasa asing di telinga Estella. Ia melirik papan nama di pintu yang masih terlihat dari tempatnya berdiri, kemudian kembali menatap pria di hadapannya. Bibirnya terbuka, tetapi tak ada satu pun kata yang berhasil keluar. Benev justru mengulurkan tangan, menunjuk kursi di depan mejanya. “Silakan duduk.” Tatapannya tidak beranjak dari wajah Estella. “Sepertinya kita perlu membicarakan masa depan perusahaan ini.” Ia berhenti sejenak, lalu menambahkan dengan suara rendah. “Dan masa depanmu juga, Estella.” “Kenapa har

  • Istri Polos Sang Mafia   BAB 103

    Pagi itu, Estella memutuskan untuk pergi ke perusahaan milik mendiang ayahnya. Sudah cukup lama ia ingin ke sana tapi tak memiliki kesempatan. Setelah mengenakan blus putih dan rok hitam selutut, Estella berangkat dengan mobilnya sendiri. Rambut panjangnya dibiarkan tergerai, sementara riasan tipis membuat wajahnya terlihat lebih segar daripada beberapa hari terakhir. Setidaknya, ia ingin terlihat pantas sebagai putri pemilik perusahaan. Hampir empat puluh menit kemudian, mobil Estella memasuki halaman gedung perkantoran dengan logo Cardenza Group yang terpasang megah di bagian depan. Ia sempat terdiam di balik kemudi. Gedung itu jauh lebih besar daripada yang dibayangkannya. Beberapa mobil mewah terparkir di depan lobi, sementara para karyawan berlalu-lalang dengan pakaian formal dan wajah serius. Estella menarik napas panjang sebelum turun. Baru beberapa langkah memasuki lobi, seorang petugas

  • Istri Polos Sang Mafia   BAB 102

    “Aku bertanya kepadamu, Jessica!” Wanita itu masih bungkam. Benev tertawa pendek tanpa humor. Ia menatap Jessica lekat-lekat, mencoba memahami alasan di balik tindakan nekat tersebut. “Apa ini soal perasaanmu padaku?” Jessica akhirnya mengangkat wajah. Matanya berkaca-kaca, tetapi kali ini ia tidak berusaha menyangkal. “Iya!” jawabnya tegas. “Aku tidak mau kau kembali kepadanya, Benev. Aku tidak mau Estella kembali ke sini dan mengambil tempatku!” Rahang Benev mengeras. “Jadi, kau tega membuatnya menderita hanya karena kau tidak bisa menerima kenyataan bahwa aku tidak mencintaimu?” Jessica terdiam, air matanya mulai mengalir. Namun, Benev sama sekali tidak melunak. “Dengarkan aku baik-baik, Jessica. Apa pun perasaanmu kepadaku, kau tidak berhak menghancurkan hidup Estella untuk memuaskan keinginanmu sendiri.” _____ Sebuah taksi berhent

  • Istri Polos Sang Mafia   BAB 101

    Damien baru saja meninggalkan kamar hotel setelah menjelaskan hasil penyelidikannya mengenai akta perceraian palsu yang diterima Estella. Begitu pintu tertutup, Benev menghembuskan napas panjang. Ia menoleh kepada Estella yang duduk di sofa dengan wajah dingin, seolah seluruh penjelasan tadi sama sekali tidak berarti baginya. “Aku tidak akan menyalahkanmu karena kesalahpahaman ini,” ujarnya. “Aku tahu kau belum memahami proses perceraian dengan baik. Itu sebabnya kau langsung mempercayai dokumen tersebut.” Estella mengangkat wajah, menatapnya lurus sebelum menyunggingkan senyum tipis yang sama sekali tidak mengandung kehangatan. “Sandiwara yang bagus.” Kening Benev berkerut. “Sandiwara apa maksudmu?” Estella tidak menjawab. Ia bangkit, mengambil tasnya dari atas ranjang, lalu menyampirkannya ke bahu. “Kau membuang waktuku semalaman di sini hanya untuk menyaksikan kebohonganmu sen

  • Istri Polos Sang Mafia   BAB 100

    Cahaya matahari pagi menyelinap melalui celah tirai, menerangi kamar Fablo yang masih sunyi. Pria itu perlahan membuka mata, tetapi alih-alih segera bangun, ia justru menatap langit-langit dengan pikiran yang kembali terseret pada kejadian semalam. Kedatangan Benev di hotel. Pertengkaran mereka. Dan pengakuan pria itu bahwa dirinya belum menceraikan Estella. Fablo mengusap wajahnya kasar. “Apa maksudnya? Kenapa semuanya begitu rumit?” Fablo menghembuskan napas panjang, lalu menyingkirkan selimut dan beranjak dari ranjang. Ia membersihkan diri sebelum turun ke lantai satu untuk sarapan. Namun, begitu tiba di ruang makan, langkahnya melambat. Tidak ada Estella. Hanya seorang pelayan yang sedang menata hidangan di atas meja. Fablo menarik kursi, tetapi sebelum duduk, ia menoleh kepada wanita itu. “Estella belum pulang?” Pelayan tersebut menggeleng sopan. “Belum, Tuan. Sampai pagi in

  • Istri Polos Sang Mafia   BAB 99

    Estella menyeka air matanya dengan kasar, lalu berbalik dan masuk kembali ke kamar. Ia tak ingin melihat wajah Benev lebih lama. Pria itu sudah cukup menyakitinya, dan ia tidak punya tenaga untuk menghadapi kebohongan lain darinya. Fablo hendak menyusul, tetapi Benev segera menghadangnya. “Biarkan dia sendiri,” ujar Fablo dingin. “Justru kau yang harus pergi.” Benev menatapnya tajam. “Ini urusan suami istri. Jangan ikut campur.” Fablo mendengus. “Suami istri? Kau baru saja mengatakan sendiri bahwa kau tidak menceraikannya. Lalu, di mana kau ketika dia menangis karena merasa dibuang olehmu?” Rahang Benev mengeras. “Jangan menguji kesabaranku, Fablo.” Suaranya merendah, tetapi ancaman di dalamnya terdengar jelas. “Pulanglah sebelum aku kehilangan kesabaran dan membuatmu menyesali keputusanmu untuk ikut campur dalam rumah tanggaku.” Fablo terdiam. Ia ingin membalas, tetapi dari soro

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status