Obsesi Gila Tuan Baskara

Obsesi Gila Tuan Baskara

last updateÚltima actualización : 2026-10-19
Por:  Madamme YellowActualizado ahora
Idioma: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
No hay suficientes calificaciones
8Capítulos
17vistas
Leer
Agregar a biblioteca

Compartir:  

Reportar
Resumen
Catálogo
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP

Tak lagi dapat menanggung tuntutan liar Bosnya, Aura akhirnya menyerah, membiarkan Baskara, atasannya yang berdarah dingin itu, mengambil alih seluruh kendali atas dirinya.

Ver más

Capítulo 1

Bab 1 Jebakan Sang Predator

“Aku terjebak, shit!” umpat Laura sebelum masuk ke aula pertemuan.

“Silahkan dimulai!” Suara pria gila itu, seketika membangunkan lamunan Aura.

Lampu aula pertemuan temaram, menyisakan sorot tajam yang jatuh tepat di atas podium tempat Aura berdiri.

Di layar besar di belakangnya, grafik keuangan perusahaan terpampang nyata, angka-angka yang menentukan hidup dan mati ratusan karyawan.

Namun bagi Aura, pertaruhan di ruangan ini jauh lebih intim dan mematikan.

Aura sempat menelan ludahnya sebelum mulai, ia memperhatikan wajah-wajah Direksi dan pemegang saham di ruangan ini.

Keringat dingin mulai membasahi punggung gaun formalnya yang ketat. Suaranya bergema melalui mikrofon, terdengar tenang dan profesional di telinga para pemegang saham yang duduk dalam kegelapan auditorium.

“Baiklah, Melalui akuisisi aset kuartal ketiga, kita memproyeksikan lonjakan keuntungan hingga dua puluh lima persen….”

Aura menahan napas. Kalimatnya terjeda di tenggorokan.

Di balik meja podium yang tinggi dan tebal, tersembunyi sepenuhnya dari pandangan audiens, sepasang tangan kekar dan dingin mulai bergerak.

Baskara berdiri tepat di belakangnya, begitu dekat hingga Aura bisa merasakan kehangatan dada pria itu menempel di punggungnya.

Aroma parfum mahal bercampur tembakau premium mengepung indra penciuman Aura, pekat dan mengintimidasi.

“Eugh!”

Jemari Baskara yang panjang dan dihiasi cincin stempel perak merayap perlahan, mengusap lekuk pinggang Aura dengan tekanan yang disengaja.

“Pak Baskara!” Peringatan dari Aura.

Sentuhan itu turun lambat, menelusuri pinggul hingga ke paha bagian dalam wanita itu, meremasnya lembut namun penuh tuntutan posesif.

“Lanjutkan, Aura,” bisik Baskara, sangat rendah, tepat di samping telinganya.

Napas pria itu terasa menggelitik sekaligus mengerikan.

“Ouhhhh, please!”

“Satu getaran pada suaramu, dan aku akan memastikan sisa utang suamimu berpindah ke kepalamu malam ini juga.”

Aura mencengkram sisi podium hingga buku-buku jarinya memutih.

“Sialan, Baskara!” umpatnya dalam hati.

Logikanya menjerit untuk berbalik dan menampar wajah arogan itu, namun kontrak kerja eksklusif dua puluh empat jam dengan penalti miliaran rupiah mengunci kakinya di lantai.

Ini kesalahan!

Pria ini bukan sekadar bos, dia adalah pemangsa yang tahu persis di mana harus menekan tanpa meninggalkan bekas luka fisik.

“Emm, S-strategi ini, ehem….”

Aura berdeham kecil, memaksa otot wajahnya tetap rileks, menjaga senyum profesional yang palsu di hadapan para investor.

“...strategi ini berfokus pada efisiensi biaya operasional.”

Baskara terkekeh rendah, suara baritonnya bergetar di dada yang menempel pada punggung Aura.

Jemarinya naik kembali, mencengkram rahang Aura dari belakang, memaksa kepala wanita itu sedikit mendongak tanpa mengubah posisi tubuhnya yang menghadap audiens. Shit!

Baskara jelas ingin membuatnya malu di depan umum.

“Pintar!”

bisik Baskara lagi, matanya yang sehitam obsidian menatap tajam profil samping wajah Aura yang tegang.

“Kau menyusup ke sarangku seperti tikus kecil yang haus darah, mengira aku tidak tahu siapa kau sebenarnya, hmm? Katakan padaku, jalang kecil ... bagaimana rasanya mempresentasikan kemenangan pria yang menghancurkan hidupmu?”

Sambil mempertahankan sentuhan sensual yang menyiksa itu, ingatan Aura terlempar kembali pada malam terkutuk beberapa minggu lalu.

Malam di mana rumah keluarganya disita, ibunya menangis histeris dan ayahnya terserang stroke. Keluarganya terpaksa menumpang di rumah kontrakan sempit di pinggiran kota

Aura harus menahan semua ini, keluarganya sekarang bergantung padanya.

Semua itu karena Reno, bajingan yang berstatus sebagai suaminya, kalah judi dan terjerat hutang dua miliar pokoknya saja pada jaringan rentenir kelas kakap.

Namun, Aura bukan wanita bodoh. Dari sisa berkas transaksi ilegal milik Reno, ia menemukan satu nama yang mengendalikan seluruh aliran uang gelap tersebut.

Baskara Aditya!

Didorong oleh dendam membara dan keputusasaan finansial, Aura menyusun rencana rapi. Ia menggunakan kecerdasannya untuk melamar menjadi asisten pribadi Baskara, berniat mencari bukti untuk menjatuhkan sang CEO dari dalam.

Namun, Aura meremehkan kegelapan pria di belakangnya.

Baskara tidak butuh waktu lama untuk menyadari umpan yang masuk ke perangkapnya.

Pria itu justru menikmati permainan ini, menjerat Aura dengan kontrak kerja yang tak ubahnya rantai besi tak kasat mata, mengisolasinya dari dunia luar dan perlahan mengikis kewarasannya.

“Pak Baskara ... kumohon,” lirih Aura hampir tak terdengar, memanfaatkan jeda saat slide presentasi berganti secara otomatis.

Matanya menatap lurus ke depan, menatap kegelapan aula, sementara tubuhnya gemetar di bawah dominasi pria itu.

Baskara menarik jemarinya dari paha Aura, bergerak naik untuk mengusap bibir bawah wanita itu dengan ibu jarinya, menghapus sedikit lipstik merah yang dikenakan Aura.

“Presentasikan bab terakhirnya dengan lancar, Asistenku!” perintah Baskara dingin, namun matanya memancarkan kepuasan yang sadis.

“Setelah ini, kita punya urusan panjang di ruanganku. Dan kau tahu betul ... aku tidak suka budakku yang tidak patuh.”

Budak?

Aura memejamkan mata sesaat, menelan ludah yang terasa menyumbat tenggorokan.

Kebencian di dadanya bergejolak hebat, namun anehnya, ada sensasi lain yang mulai menyelinap, sebuah sengatan gairah terlarang yang dipicu oleh rasa takut dan ketergantungan.

Ia menarik napas dalam, membuka mata dan kembali berbicara ke arah mikrofon dengan suara yang kembali tegas, melangkah lebih dalam ke dalam sangkar emas yang dirancang khusus untuk menghancurkannya.

“Rapat selesai, keluar semuanya!” Baskara menatap tajam seluruh audiens.

“Kecuali kau Asistenku!” perintah Baskara mutlak. Aura mencengkram laporan di depannya sampai ruas buku-buku jarinya memutih.

“Ahhh, kau mau apa?” Aura mendesah saat Baskara menarik pinggangnya sampai dada mereka bertabrakan.

“Apa lagi, Asisten kecilku! Pekerjaan kita belum selesai.” Baskara mendudukan aura ke meja dan membuang semua kertas di meja hingga lembaran kertas itu berantakan di lantai.

“Lebarkan kakimu Aura!”

Pundak aura menegang. Pria gila ini jelas-jelas tidak ingin melepaskannya.

“Apa maumu, ahhhh! Lepaskan Baskara!” Baskara menyeringai saat jemarinya mulai menelusup bagian paling intim tubuh Aura.

Expandir
Siguiente capítulo
Descargar

Último capítulo

Más capítulos

A los lectores

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

Sin comentarios
8 Capítulos
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status