بيت / Urban / Istri Taruhan Sang Dosen / Alia diperjualbelikan

مشاركة

Alia diperjualbelikan

مؤلف: Pulungan
last update آخر تحديث: 2026-01-08 14:11:39

"Pak ..." panggil Alia dibalik pintu

"Masuk,"

Deg! Alia merasa tidak asing dengan suara itu, namun ia tidak begitu yakin.

Ceklek!

"Kamu yang bersihkan kamar saya?" tanya laki-laki berotot kuat itu, tanpa melihat Alia yang berada di belakangnya.

"Iya pak,"

" Berapa ratus kali saya harus bilang, kalau membersihkan kamar saya, jangan coba-coba memindahkan barang saya dari posisi semula!" ujarnya dengan nada sedikit tinggi membuat Alia langsung meremas jarinya.

"Maaf pak--

"Huh ... Saya paling muak dengan orang yang kerjanya tidak becus, di mana sih mereka menemukan orang-orang seperti ini," lanjutnya lalu ia berbalik.

Deg! Untuk beberapa saat pandangan mereka berdua bertemu, Alia tampak begitu shock melihat orang yang di hadapan itu adalah dosen kematian di kampus.

"P--pak--

"Kenapa?" Tanya Fras dengan jutek membuat Alia langsung menunduk.

"Saya minta maaf pak, saya akan kembaliin semua barang bapak ke posisi semula," ujarnya membuat Fras langsung melempar akan charger di tangannya ke atas kasur, lalu ia menjauh dari Alia.

"Kerjakan!" Suruhnya tanpa melihat Alia, membuat Alia langsung buru-buru mengerjakannya, beberapa kali ia terdiam karena sudah tidak ingat di mana posisi barang itul.

"Pak maaf ... Ini dimana ya?" Tanya Alia sambil takut membuat Fras menghela nafas.

"Diatas meja kecil," jawabnya yang dibalas anggukan oleh Alia.

"ALIAAA ..." terdengar panggilan yang begitu kencang membuat Alia kaget, ia hampir saja terjatuh.

"Em ... Iya nyonya," jawab Alia

"Tamu pengen ketemu sama kamu, seperinya perjanjian mereka sudah fix. Kamu bakal tinggal di rumah baru lagi hahaha ... Seru ya di rebutin banyak orang," jawab perempuan itu dengan tatapan menggoda dari atas sampai bawah, membuat Alia kembali sedih.

Sebelum keluar dari kamar Fras, terlihat alia mengusap air matanya.

"P--pak ini belum selesai, saya keluar dulu ya," ucap Alia dengan suara yang bergetar membuat Fras yang mendengar itu hanya acuh.

Dengan sekuat hati Alia kembali menghadap bosnya, bahkan tatapannya sudah kosong.

'Aku pasrah tuhan ...' ucap Alia dalam hati.

"Halo cantik ... besok kita pindah ke rumah om ya, disana enak kok tinggalnya, nggak secapek di sini," ucap laki-laki hidung belang itu membuat Alia diam seribu bahasa.

"Hahah ... lihatlah dia Alex, diam artinya iya kan sayang," lanjutnya yang dibalas anggukan oleh Alex.

Saat laki-laki itu hendak menarik Alia duduk disebelahnya, tiba-tiba saja Fras duduk di sebelahnya terlebih dahulu membuat tamu itu tertawa.

"Hahah Fras ... Sejak kapan kamu mau keluar kamar kalau om datang,"

"Sekarang om," jawabnya lalu kemudian ia melihat Alex membuat Alex mengerutkan keningnya.

"Kenapa kamu ngelihat papa seperti itu?" tanya Alex membuat Fras diam sejenak sambil melirik Alia sekilas.

"Fras punya satu permintaan untuk papa," ucapnya membuat Alex tertawa.

"Hahaha ... Tumben tumbenan kamu mau repot-repot ketemu papa, biasanya juga tinggal telepon papa, semua keinginan kamu dikabulkan," ujar Alex membuat temannya tertawa.

"Huh ... Iya, biasanya begitu. Gadis ini melakukan kesalahan di kamarku Pa, dan aku akan menghukum dia selamanya," ucap Alex sambil menatap alia dengan tatapan tajam, membuat alia buru-buru manunduk sedangkan Alex dan temannya kaget.

"Kesalahan apa nak? Kamu nggak perlu repot-repot menghukum dia, tadi dia udah dibeli sama om ini," ucap Alex membuat Alia langsung meremas bajunya.

"Hum ... Gak bisa pa, papa tau sendiri kan Fras ini seperti papa, kalau belum puas menghukum orangnya ... Ya jangan dilepas," ujarnya membuat alex menghela nafas panjang lalu ia mengangguk.

"Baiklah,"

" Mau berapa lama kamu menghukum dia?"

"Lama ... Jadi Fras tidak mengijinkan dia untuk dijual," ucap Fras membuat tamu itu murka.

"Gak bisa gitu Alex!" bantahnya, namun tidak dihiraukan oleh Fras, ia langsung berdiri lalu menarik tangan Alia kembali ke kamarnya lalu mengunci kamar itu.

"ALEX ...!"

"Sorry bro ... Percuma saja kita melawan Fras, dia sama saja kayak aku, gak bakalan bisa dibantah, buat yang kali ini kita batalkan aja ya," ucapnya membuat tamu itu sangat tidak terima.

"Gak bisa!"

"Kita obrolin besok lagi,"

Disisi lain, Alia masih shock dengan semua kejadian itu, ia melihat Fras sudah kembali fokus pada lap topnya membuat Alia bingung harus bagaimana.

"Pak ... saya ingin sekali ke kamar mandi, saya boleh keluar kah?" Tanya Alia dengan hati-hati membuat menghela nafas panjang.

"Kamar mandi di sampingmu, pake mata," ucap Fras membuat Alia langsung mengangguk, lalu buru-buru ke kamar mandi untuk semua tangis nya lalu ia mencuci wajahnya.

Tidak lama kemudian ia keluar dari kamar mandi, terlihat Alex dan fras sedang ngobrol disitu membuat Alia kembali ketakutan.

"Kamu yakin?" tanya Alex.

"Iya pa, besok aku akan pindah ke rumah baru itu dan dia akan jadi pembantuku," ujar Fras yang dibalas anggukan oleh Alex.

"Ya sudah kalau begitu," jawab Alex lalu ia keluar dari kamar putranya itu, tanpa melihat Alia.

Alia sudah mengantuk berat setelah seharian perjalanan dan bekerja, namun ia bingung harus istirahat dimana, sedangkan Fras masih berkutat dengan lap topnya.

Karena terlalu lelah, Alia duduk di dekat tiang meja lalu ia menyandarkan kepalanya. Tidak butuh waktu lama, ia langsung terlelap dalam mimpi.

Beberapa menit kemudian, Fras menyadari sudah tidak ada suara bersih-bersih membuatnya menoleh ke samping.

"Malah tidur," gumamnya pelan lalu ia menarik kasur bawah tempat tidurnya.

Fras melihat jam sudah menunjukkan pukul 10.00 malam membuatnya langsung menghela nafas panjang.

"Bangun ..." Ucapnya membuat Alia langsung terbangun, lalu ia hendak berdiri namun di tahan oleh Fras

"Bapak butuh apa biar aku siapkan?" Tanya Alia membuat Fras menghela nafas dalam-dalam.

"Tidur disitu," suruhnya lalu kembali ke meja kerjanya.

Alia langsung buru-buru bangkit dari duduknya karena ia juga sudah kedinginan karena suhu AC.

"Pak terima kasih banyak," ucapnya yang tidak di balas apapun oleh Fras.

Beberapa saat kemudian saat ia melihat Alia dari kaca, ternyata gadis itu sudah kembali tertidur membuat Fras menghela nafas panjang.

'Entah apa yang kamu lakukan sampai berurusan dengan ayahku,' ucap Alex dalam hati.

"Ayah ibu ... Kalian baik-baik ya, kakak baik-baik saja disini," ucap Alia yang tiba-tiba mengigau, membuat Fras tidak bisa fokus kerja dan akhirnya ia memilih untuk menutup lap topnya.

"Huh ..." Alex bangkit dari duduknya, lalu kemudian ia mengambil selimut dari dalam lemari.

Entah kenapa Alex benar-benar tidak terima saat mengetahui orang yang bekerja di rumahnya itu adalah muridnya sendiri di kampus, terlebih saat mengetahui orang tuanya akan melakukan perdagangan muridnya itu sendiri.

"Ba--bapak ngapain?" tanya Alia tiba-tiba terbangun dari tidurnya, membuat Alex langsung menjauhkan tubuhnya yang sedang menyelimuti Alia.

"Kamu nggak usah geer, Saya nggak suka sama kamu," ucapnya dengan tegas membuat Alia langsung mengangguk.

"Pak saya boleh ngambil tas saya ke dapur tidak?" Tanya Aldi membuat Fras kesal.

"Kamu ini ya banyak permintaan, sudah sana cepat ambil... Jangan lama-lama," ucapnya yang dibalas anggukan oleh Alia.

"Um pak, kenapa saya tidak tidur di dapur aja?" tanya Alia lagi, membuat Fras langsung menatapnya dengan tatapan yang sangat tajam.

"Kamu ini siapa? Berani mengatur saya? Suka-suka saya lah, kamu mau tidur dimana, lebih dari 5 menit kalau kamu tidak kembali ke sini, maka saya akan memberikan hukuman ke kamu," ujar Fras, Alia langsung buru-buru keluar kamar untuk mengambil tasnya yang berada di dapur.

"Gadis ngeyel," dumel Fras

استمر في قراءة هذا الكتاب مجانا
امسح الكود لتنزيل التطبيق

أحدث فصل

  • Istri Taruhan Sang Dosen   Nikah Kontrak?

    "Hahah ... Sepertinya anakku ini sedang bercanda, jangan dimasukin hati Pak Edi," ucap Alex, membuat Fras mengerutkan keningnya, lalu ia bangkit dari duduknya, kemudian menarik tangan Alia yang sudah di pegang oleh Edi."Aku tidak bercanda, Pa," tegas Fras"Fras ... Menikah itu sekali seumur hidup, Papa tahu kamu mungkin mau nyelamatin dia tapi---"Fras hanya akan menikahi dia," jawab Fras tanpa ragu.Alia mendongak melihat Fras, ia bingung dengan tindakan nekat dosennya itu.'Ini beneran ngomong kayak gini?' ucap Alia dalam hati"Fras ... Kamu mau mengecewakan papa? Setelah apa yang udah papa lakukan--"Cukup Pa, jangan mengungkit masa lalu apapun itu. Silakan Papa melakukan perdagangan manusia manapun, tapi untuk yang kali ini Fras tidak akan mengizinkan Alia dibawa oleh siapapun, kecuali sama Fras," tegasnyaPlak!"Hah?"Satu tamparan keras melayang di pipi Fras membuat Alia dan Edi kaget.Alex yang selama ini terkenal sangat menyayangi anak-anaknya, tiba-tiba tersadar setelah ia m

  • Istri Taruhan Sang Dosen   Tidak kuliah

    keesokan harinya Alia terbangun dari tidurnya, ia bingung boleh keluar kamar atau tidak. Alhasil, Alia memutuskan untuk tetap di kamar sambil membereskan kerjaan yang tadi malam belum selesai. "Den ... Den Fras ..." panggil mbok dari depan. Alia yang mendengar itu langsung melihat ke arah Fras yang sedang menggeliat. Baru saja Pras membuka matanya, ia kaget melihat ada Alia di kamarnya membuatnya langsung buru-buru bangkit dari ranjang kemudian menuju ke kamar mandi. "Den ..." "Hum ..." dehem Fras "Pak, saya keluar ya," ucap Alia dari depan pintu kamar mandi. "Hum," dehem Fras lagi Baru saja Alia keluar dari kamar Fras, mbok terlihat shock membuatnya langsung menarik tangan Alia ke dapur. "K--kamu ngapain di kamar pak bos? Seumur-umur Saya bekerja belum pernah ada perempuan yang tidur di kamar pak bos? kamu lagi ngerayu?" Tanya mbok panjang lebar, membuat Alia bingung harus menjelaskan dari mana. "Enggak kok Mbok, Saya lagi jadi tawanan aja di sini tapi saya nggak

  • Istri Taruhan Sang Dosen   Alia diperjualbelikan

    "Pak ..." panggil Alia dibalik pintu "Masuk," Deg! Alia merasa tidak asing dengan suara itu, namun ia tidak begitu yakin. Ceklek! "Kamu yang bersihkan kamar saya?" tanya laki-laki berotot kuat itu, tanpa melihat Alia yang berada di belakangnya. "Iya pak," " Berapa ratus kali saya harus bilang, kalau membersihkan kamar saya, jangan coba-coba memindahkan barang saya dari posisi semula!" ujarnya dengan nada sedikit tinggi membuat Alia langsung meremas jarinya. "Maaf pak-- "Huh ... Saya paling muak dengan orang yang kerjanya tidak becus, di mana sih mereka menemukan orang-orang seperti ini," lanjutnya lalu ia berbalik. Deg! Untuk beberapa saat pandangan mereka berdua bertemu, Alia tampak begitu shock melihat orang yang di hadapan itu adalah dosen kematian di kampus. "P--pak-- "Kenapa?" Tanya Fras dengan jutek membuat Alia langsung menunduk. "Saya minta maaf pak, saya akan kembaliin semua barang bapak ke posisi semula," ujarnya membuat Fras langsung melempar akan

  • Istri Taruhan Sang Dosen   Dijadikan Taruhan

    Setelah selesai perkuliahan, Alia bangkit dari duduknya lalu pergi begitu saja, tanpa menyapa Rendi. "Eh si Alia kemana, kita kan masih ada rapat kelas buat ngobrol masalah uang kas yang kemarin loh," ucap bendahara kelas itu membuat Rendi menghela nafas panjang. "Gaes maafin Alia ya, sepertinya dia lagi ada masalah di rumah. Dari pagi yang murung terus, tadi juga yang ditegur sama pak Fras kan dia," ucap Rendi. Sesampainya di rumah, sesuai dugaan Alia. Di sana sudah ada anak buah dari alex membuatnya menarik nafas dalam-dalam, lalu ia meyakinkan dirinya akan keputusannya kembali. "Assalamualaikum," "Nah ini anaknya, dikirain kamu udah kabur aja," ujar mereka membuat Alia tersenyum. "Enggak kok Pak, keluarga kami bukan keluarga pembohong, saya hanya pergi kuliah tadi," jawab Alia. "Halah ... Sok sok an kuliah, abis ini juga jadi babu," ujar mereka membuat Alia terdiam. " Saya kemasi baju saya dulu ya Pak," ucap Alia. "Halah ... Tidak penting, bilang aja kamu cari car

  • Istri Taruhan Sang Dosen   Terlilit Hutang

    "Bagaimana Suryo ... Ini sudah 1 bulan setelah perjanjian, dan kamu belum juga bisa membayar hutangmu," "Maaf pak, tapi saya dua minggu kemarin dapat musibah, istri saya sakit, makanya uangnya habis buat biaya ke dokter," ucap Suryo dengan takut karena ia sedang berurusan dengan ketua gangster. "Itu bukan urusanku kau-- "Ayah ... Makan siang udah beres, ayo kita makan dulu," panggil seorang gadis dari balik pintu membuat Suryo dan Alex menoleh. "Wow ... Siapa itu?" "Itu putri saya pak, dia juga bekerja setelah pulang kuliah, untuk membantu biaya pengobatan istri saya," ucap Suryo membuat alex mengangguk, lalu kembali menghisap rokoknya. "Huh ... Suryo Suryo, Kamu tahu kan saya tidak suka berurusan dengan penderitaan orang lain. Saya tidak punya empati, jadi percuma saja kamu menceritakan hal yang menyedihkan ke saya nggak berguna," "Tapi pa-- "Tidak ada tapi-tapian, ini pilihan terakhir karena kalau tidak seperti ini, Kamu tidak akan menyelesaikan hutangmu. Saya

فصول أخرى
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status