Mag-log inLidya tidak bisa menjawab pertanyaan itu selama kurang lebih 15 menit obrolan berlangsung, namun ia juga tidak tega melihat orang tuanya beberapa kali mengucapkan permintaan maaf kepada Alex. "Kalau dari Alex sendiri bagaimana?" tanya Abi membuat Alex terkekeh."Iya seperti yang terlihat aja, udah biasa sebenarnya jadi gimana ya, balik lagi ke lidya aja dia maunya seperti apa," jawab Alex membuat Lidya kesal."Ya aku juga kan kayak gini cuman hiburan Mas, nggak pernah aneh-aneh kan. Kamu jelasin dong rincinya seperti apa, biar orang tuaku nggak salah paham--"Apapun alasan kamu, di agama kita ini tidak diperbolehkan Lidya, kamu pikir Abi dan Umi akan menoleransi itu, nggak!Kalau suami mau berkata sudah saya selesaikan saja, kami kabulkan dari pihak perempuan," ujar Abi karena kesal melihat putrinya yang terus membela diri. Tidak lama kemudian kedua orang tua Lidya pamit pulang dan menyarankan mereka berdua agar berdiskusi kedepannya seperti apa dan apapun keputusan mereka kedua ora
Setelah kejadian itu Lidya malah mendiamkan suaminya selama hampir 3 hari membuat Mbok sangat kesal dan rasanya ingin mengingatkan Lidya."Lidya ..." Panggil Alex pada sore itu."Apa sih?" jawab Lidya dengan sangat ketus membuat Alex menghala nafas panjang. "Mau kamu apa sekarang?" tanya Alex membuat Lidya seketika tersinggung melalui ia berbalik melihat suaminya itu sambil berkacak pinggang."Apa? Kamu ngomong apa?""Huh ... Saya udah hubungin orang tua kamu,"Deg!Lidya langsung menurunkan kedua tangannya dari pinggangnya karena kaget dengan ucapan itu. "Buat apa? Biar apa kamu hubungin mereka? Mau ngasih tahu kalau aku nggak baik hah?" tanya Lidya "Nggak ada, Saya hanya berbasa-basi aja--"Halah nggak usah bohong nanti kamu, Aku tahu kamu tuh pengen ngasih tahu kalau aku bukan istri yang baik sama mereka kan? Kamu pengen banget kan ngelihat aku dimarahin sama orang tuaku hah? Otak-otak kayak kamu tuh kebaca, pasti kamu pengen ngasih tahu kan kalau aku ini suka dugem? Suka party
Hari pertama mereka menempati rumah baru itu, Alia sering senyum-senyum sendiri karena Ia tidak menyangka punya rumah sendiri yang bisa berdekatan dengan neneknya."Ekhem ..." dehem Fras membuat Alia kaget lalu menoleh. "Kamu Kenapa Mas?""Kebalik kali, kamu yang kenapa dari tadi senyum-senyum terus?" "Oh nggak hehe ... Aku masih nggak nyangka aja Tuhan ngasih hening banget yang luar biasa, aku sering bermimpi punya rumah pribadi tapi hari ini aku berdiri rumah pribadi itu," ucap Alia membuat Fras tersenyum lalu ia mengambil sesuatu di dalam tasnya "Nih," "Apa ini mas?""Bukalah dulu," suruhnya membuat Alia langsung membuka amplop coklat itu.Awalnya Alia santai aja, namun detik kemudian ia sedikit meletus saat melihat akta rumah itu atas namanya."Mas ...""Kenapa?""Ini beneran?""Iya dong,""Tapi kebanyakan nggak sih, kan kemarin hotel udah atas nama aku mah saya sekarang juga pakai atas namaku?" tanya Alia."Nggak apa-apa, semua harta benda aku insya Allah akan aku usahakan me
Seminggu kemudian, nenek mulai dirinya merasa membaik dan ia sekarang sedang membereskan rumahnya yang beberapa hari ini terbengkalai. Saat ia sedang menyapu teras, dari kejauhan ia melihat ada mobil datang. Nenek berhenti sejenak sambil memperhatikan mobil itu. "Assalamualaikum," ucap Alia begitu yang buka kaca mobil membuat nenek langsung girang dan hampir saja melompat."Walaikumsalam .. Eh kalian datang ... Nenek kangen banget," ucap nenek membuat Aliya dan Pras keluar dari mobil kemudian menyalim nenek."Apa kabar nek? Kami minta maaf ya lama banget biar datang ke sini, padahal janjinya Minggu kemarin harusnya pindahan tapi karena ada urusan jadinya diundur. Alhamdulillah hari ini kami akan tinggal di sini, rumah kita berdampingan kalau nenek mau tinggal bersama di sebelah ayo aja," ucap Fras membuat nenek langsung mengangguk sambil mengusap air matanya. Nenek merasa sangat senang akhirnya ia tidak sendiri lagi."Nenek minta maaf ini, soalnya nenek belum ada masak apa-apa ka
Pagi-pagi sekali, Alia sudah bangun karena terbiasa bangun pagi saat tinggal di rumah Alex. "Mau kemana?" tanya Fras sambil menahan tangan istrinya itu membuat Alia menoleh."Aku mau ke dapur Mas bantuin--"Ssshhtt ... Kita di sini tamu, lagi capek istirahat aja nggak usah dipaksain," ucap Fras lalu kembali menarik istrinya itu agar berbaring di sebelahnya."Mas ...""Hum,""Sebelum kita tidur tadi malam aku deg-degan tahu,""Kenapa?""Nggak tahu kayak apa ya ... Aku ngerasa kesakitan aja gitu tiba-tiba, seperti teringat sesuatu--"Iya kamu ke trigger trauma waktu tinggal di sini, aku minta maaf ..." ucapnya membuat Alia terdiam."Um..."Terbaik untuk menghadapi trauma itu adalah dengan mendatangi tempatnya kembali, setidaknya kita bisa melihat apakah diri kita sudah berdamai apa belum," lanjut Fras membuat Alia mengangguk.Hari menunjukkan pukul 08.00 pagi, mereka baru saja keluar dari kamar karena mendengar suara Lidia yang tampak heboh dari pagi. "Gimana sih Mbok beresin aja ngga
Alex keluar dari kamar sambil memegangi dadanya yang tiba-tiba saja terasa sakit. "Mbok ...""Iya pak, eh kenapa pak?""Tolong ambilkan obat saya mbok," ucapnya yang baru saja duduk di sofa lalu menadahkan kepalanya ke atas. "Ini pak, aduh ... Kenapa lagi dada bapak?" tanya mbok terlihat sangat khawatir."Tidak apa-apa," jawabnya "Assalamualaikum," Terdengar suara salam dari depan membuat mereka berdua menoleh. "Walaikumsalam, eh masuk masuk ..." ucap Alex saat melihat yang datang adalah anak dan menantunya. "Kalian kenapa nggak ngabarin kalau datang, tau gitu kan tadi Papa beliin makanan dulu," ucap Alex membuat Fras terkekeh."Udah nggak usah repot-repot orang tua duduk aja udah, kami bawain makanan sendiri," jawabnya membuat Alia terkekeh."Sini nak sini," ucap Alex membuat Alia langsung duduk di samping Ayah mertuanya itu. "Papa kenapa?""Ah nggak, biasalah namanya juga nggak pernah sakit ya kan, kambuh sedikit aja mungkin efek udah lama nggak minum obat kali ya," ucapnya m
Seminggu telah berlalu, Alex semakin frustasi karena ia ingin kembali ke rumahnya, namun dia tidak mau berurusan dengan wartawan apalagi polisi. "Huh sampai sekarang belum ada nih kabar dari Fras?" tanya Alex pada anak buahnya itu yang dibalas anggukan oleh mereka."Belum ada Pak, kami mencoba mel
Lidya tidak tahu harus berbuat apa lagi sekarang karena langkahnya sudah dibatasi oleh keluarganya, sedangkan ia harus mencari keberadaan Alia."Huh ... Kenapa jadi berantakan semua sial! Pak Alex, bisa-bisanya dia nyebarin foto itu padahal aku juga lagi berusaha nyari," kesal Lidya lalu ia mengota
Dua hari kemudian, beredar kabar kalau Alex sudah di temukan dan sekarang ada di kantor polisi terdekat.Al dan Rendi yang mengetahui kabar ini sengaja tidak memberitahu Fras, supaya tidak menjadi beban pikiran."Kita ke kantor polisi bang?""Iya, kita ke sana aja berdua," ujarnya yang dibalas angg
Keesokan harinya Alia bangun, namun ia bingung karena dari pagi tidak melihat Rendy dan Al. "Tante ... Rendy sama kak Al kemana?" tanya Alia."Nggak tahu tuh tiba-tiba pamit katanya ada urusan penting," jawab Mama membuat Alia mengangguk."Di sini dulu aja sayang, Mama juga sendirian di sini," uca







