Share

Disekap

Author: Pulungan
last update publish date: 2026-02-15 22:21:07

Keesokan harinya Alia bangun, namun ia bingung karena dari pagi tidak melihat Rendy dan Al.

"Tante ... Rendy sama kak Al kemana?" tanya Alia.

"Nggak tahu tuh tiba-tiba pamit katanya ada urusan penting," jawab Mama membuat Alia mengangguk.

"Di sini dulu aja sayang, Mama juga sendirian di sini," ucapnya.

Tok! Tok! Tok!

Tiba-tiba suara pintu diketuk membuat Mama langsung buru-buru ke depan untuk mengecek siapa yang datang.

Ceklek!

"Nyari siapa?" tanya Mama Rendy.

"Alia," jawabnya membuat mama Re
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Istri Taruhan Sang Dosen   Kecelakaan

    Bukannya kasihan melihat Rifki Lidya malah membabi buta membuat siapapun tidak ada yang berani mendekat karena dia ancam."Kalian coba mendekat, awas ..." ucapnya sambil menodongkan pisau ke arah orang-orang. "Ya ampun kasihan banget itu harus ditolongin,""Telepon ambulans telepon ambulans ...""Jahat banget ya ampun padahal perempuan lo itu,""Justru karena perempuan, otaknya nggak dipakai,""DIAM! KALIAN NGGAK PERNAH TAHU YA RASANYA JADI SAYA, ASAL KALIAN TAHU ... ORANG YANG JAHAT ITU BERASAL DARI ORANG YANG BAIK. KAMU TANYA SAMA LAKI-LAKI YANG BERLUMURAN DARAH INI, KURANG BAIK APA SAYA SAMA DIA, TANYA! DARI SAYA YANG KAYA RAYA, SAMPAI GEMBEL SAYA MASIH TETAP BAIK SAMA DIA.JADI KE DEPANNYA SAYA TIDAK INGIN MENDENGAR ADA MULUT YANG MENGATAKAN DIA JAHAT BANGET, SEBELUM KALIA NGEJUDGE SESEORANG ITU JAHAT COBA CARI TAHU DULU, RASA SAKIT APA YANG PERNAH IA DAPAT SEBELUMNYA," ucap Lidya dengan mata yang penuh amarah membuat semuanya langsung terdiam. "Lidya ... Maaf," ucap Rifki mem

  • Istri Taruhan Sang Dosen   Balas dendam

    Hari demi hari berlalu, Lidya benar-benar tidak merasa tenang di rumahnya ia terus dihantui dengan harta pemberian Alex yang habis tiba-tiba. Ia juga merasa dendam pada teman-temannya.Malam ini ia keluar diam-diam dari rumah.Disisi lain, Rifki dan teman-teman tongkrongannya sedang asyik ngobrol di tempat tongkrongan mereka yang baru. "Gimana kabar Lidya Bos? Ngeri juga lu ninggalin dia gitu aja,""Lu bisa diam aja nggak sih, lu nikmatin aja tuh uang yang udah gua kasih, nggak usah banyak ngomong," ucap Rifki."Kita kan cuma nanya kabar, apa salahnya sih," "Gua kan nggak ada hubungan apa-apa ya sama dia, lu berdua kalau mau sama dia ya tinggal pergi aja sana, teman-temannya aja nggak ada yang setia sama dia," jawab Rifki selalu menghisap rokoknya. "Elu udah tahu teman-teman yang nggak setia, terus kenapa lu ikut-ikutan nggak setia bro?""Cah hahah ... Lu pakai logika deh sekarang, menurutku emangnya gua wajar sama dia? Dia itu mantan istri orang bro, lebih bagus memilih gadis da

  • Istri Taruhan Sang Dosen   Psikiater

    Sekarang Lidya sedang berdua dengan dokter Zira di kamar, ia sudah berniat untuk menutup diri dari dokter itu karena ia tahu orang tuanya pasti merencanakan hal yang tidak dia suka. "Dokter udah dibayar belum?" tanya Lidya."Belum,""Tapi dokter pasti nunggu bayaran kan setelah ini?" Tanya Lidya yang dibalas anggukan oleh dokter itu."Iya dong Mbak, saya datang ke sini buat bekerja,""Sama, saya datang ke sini juga bukan buat membebani Mbak. Saya nggak perlu cerita apa-apa, saya nggak gila ... Saya baik-baik aja Mbak, Mbak keluar aja setelah waktunya selesai. Mbak minta bayarannya tapi bagi sama saya setengah," ucapnya membuat dokter itu diam sejenak."Kok gitu mbak?""Nggak ada yang perlu saya ceritakan Mbak, cerita hidup saya nggak ada yang adil ... Semuanya jahat, bahkan orang tua saya juga. Jadi percuma saja kalau saya ceritakan juga, Mbak pasti bingung dan ngerasa heran kenapa ada alur seperti ini, ?" Ujarnya panjang lebar membuat dokter itu mengangguk paham."Oke, sekarang Mba

  • Istri Taruhan Sang Dosen   Dibawa pulang

    Dua bulan kemudian jatah kontrakan Lidya sudah selesai, ia sudah diperingatkan oleh pemilik kontrakan beberapa kali untuk meninggalkan tempatnya jika tidak membayar iuran selanjutnya. Lidya benar-benar frustasi, sekarang ia sudah tidak punya tenaga dan keuangan untuk mencari teman-temannya."Huh ... Ini nasib gua beneran begini, kok sial banget ya? Perasaan selama ini belum pernah gua ngerasanya sebahagia itu, apa yang gua mau tuh lu nggak kasih Tuhan! Jahat ... Berhenti gue berharap sama Tuhan, gak percaya gua!" teriaknya di dalam kontrakan."Sekarang gua harus ke mana coba? Siapa yang mau nampung gua, gak ada ... Orang tua gua dari awal udah kecewa sama gua. Suami? Dia udah nggak tahu di mana keberadaannya," gumam Lidya sambil meringkuk di sofa.Setiap kali ia memejamkan matanya yang terlihat di pikirannya, Alex, Alia dan Fras membuatnya semakin frustasi. "Ini apalagi sih? Kalian nggak capek apa berbulan-bulan ngehantuin gue! Gua capek, gua bingung dan gua nggak tahu harus kayak g

  • Istri Taruhan Sang Dosen   Lidya Depresi

    Seminggu setelah kejadian itu Lidya mulai frustasi sendiri, ia bahkan suka teriak sendirian di rumahnya membuat para tetangganya khawatir. "Eh itu mbak yang di sebelah kenapa ya tadi malam jam 12.00 malam teriak-teriak, saya sampai bangun nangis-nangis kirain hantu,""Sama, awalnya suami saya mau keluar mau ngecekin gitu kan, tapi saya larang takutnya nanti modus penipuan atau apalah," "Ih serem tau, katanya kan dia tinggal sama pacarnya tuh. Terus saya dapat info pacarnya pergi, entah itu bawa barang dia atau apapun itu nggak tahu deh,""Ih serem ya anak sekarang, kok bisa sampai segitunya ya emang orang tuanya nggak ngelihatin?" "Ekhem ... Selamat pagi Bapak Ibu," ucap Abi dan Umi Lidya."Eh Bu, Selamat pagi,""Kalau boleh tahu lagi ngomongin siapa ya?""Oh ini Bu, tangga baru yang di sebelah ini udah dua hari ini teriak-teriak mulu di rumahnya.Kita warga ini kan resah ya tapi mau nanya juga bingung, soalnya dari pagi sampai nanti sore pintu rumahnya tuh ditutup," ujar mereka me

  • Istri Taruhan Sang Dosen   Kehancuran

    4 bulan telah berlalu, pagi ini Lidya marah-marah tidak seperti biasanya, ia bahkan melemparkan piring ke lantai hingga pecah. "Kamu ya ...!" kesalnya sambil menunjuk Rifki. "Apa sih? Kamu ya tiap hari itu marah terus, kayak nggak ada ruang nyaman di rumah ini," ucapnya membuat Lidya memejamkan matanya sejenak lalu ia menatap Rifki dengan tatapan tajamnya."Kenapa kamu gak ada ikan surat tanahku, hah?" teriak Lidya yang sudah habis kesabaran menghadapi Rifki."Yaelah sayang perkara digadein doang kamu sampai marah-marah kayak gini, baiklah banget kayaknya nolongin pacarnya,""Baiklah kamu bilang? 100 juta lebih uangku kamu ambil ya," Ucap Lidya dengan mata melotot."Oh jadi kamu hitung-hitungan nih, ya udah kalau gitu kita udahan aja,""Heh segampang itu kamu bilang udahan, balikin sini surat tanah yang udah kamu gadein," ucapnya membuat Rifki panik."Uhm ... Sebenarnya yang gadein itu tuh bukan aku tahu, tapi teman-temanmu sendiri. Mereka yang menyuruhku untuk menjual tanah--"Men

  • Istri Taruhan Sang Dosen   Marah lagi

    "What? Demi apa lu sama Pak Fras?""Eh bentar bentar, kok gua mulai curiga ya sama lu Al, jujur deh sama kita-kita lu tuh ada hubungan apa sama Pak Fras?" tanya Rendi dengan tatapan yang tidak biasanya membuat Alia menaikkan alisnya sebelah, lalu detik kemudian ia tertawa. "Apa sih kalian, gitu a

    last updateLast Updated : 2026-03-20
  • Istri Taruhan Sang Dosen   Presiden Mahasiswa

    Hari menunjukkan pukul 10.00 malam, Alia Baru saja sampai di rumah. Tidak seperti biasanya, kali ini Alia tidak disambut oleh fras membuatnya lega.'Huh syukurlah dia nggak ada disini setidaknya aku nggak denger yang marah-marah,' ucap Alia dalam hati lalu ia menuju ke kamar untuk bersih-bersih.S

    last updateLast Updated : 2026-03-20
  • Istri Taruhan Sang Dosen   Lidya Datang

    "Hah?""Telinganya masih berfungsi kan?" tanya Fras membuat Alia cengengesan."Heheh bapak duduk aja, saya kalo di bantuin bisa salting," ucapnya ceplas-ceplos lalu detik kemudian ia tersadar."Hehe maaf pak, bercanda jangan di masukin ke hati," ucapnya lagi Drt ... Drt ... Drt Ponselnya kembali

    last updateLast Updated : 2026-03-19
  • Istri Taruhan Sang Dosen   Trigger

    Melihat semua makanan berserakan di lantai, Alia mematung sejenak lalu detik kemudian ia mengusap dadanya."Gak apa-apa, tunggulah dulu semuanya tenang, setelah itu tanya Pak Fras kamu ini di sini sampai kapan," ucap Alia pelan lalu ia mengatur nafasnya pelan-pelan.Setelah ia merasa tenang, Alia m

    last updateLast Updated : 2026-03-19
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status