Home / Rumah Tangga / Istri Yang Kau Anggap Mandul / Bab 93 - Pertanyaan Raja

Share

Bab 93 - Pertanyaan Raja

Author: Eladzaky
last update publish date: 2025-12-30 09:29:32

"Baik, pertanyaan saya adalah... apakah setelah ini Mbak Alya masih membuka hati untuk pria lain?"

Sontak kedua mataku membola dan sekujur tubuhku menegang, mendengar pertanyaan Mas Raja yang sungguh diluar dugaan.

Dan di saat yang sama seluruh audiens kompak bersorak "Ciiiieeeee......!!!!" Diiringi tawa yang bergemuruh.

Seketika itu juga ruangan jadi gaduh, pertanyaan dari Mas raja sukses membuat suasana yang tadi cukup serius berubah menjadi meriah. Malah tak sedikit juga yang melontarkan kat
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Istri Yang Kau Anggap Mandul   Bab 173 - Akhir Bahagia

    Empat tahun berlalu begitu cepat. Rumah Bu Nurma hari itu penuh tawa, canda, dan suara anak-anak kecil yang berlarian di antara para tamu yang sibuk mempersiapkan pernikahan Alfa dan Zahra.Alya tersenyum dari jauh, menggandeng dua buah hatinya yang kini berusia 3,5 tahun—Aidan dan Alana. Si kembar itu tumbuh menjadi anak-anak yang tidak hanya manis dan tampan, tapi juga pintar, kritis, dan selalu membuat semua orang di rumah tertawa dengan pertanyaan-pertanyaan polos mereka.Raja, suaminya, menghampiri, membantu membetulkan pita di rambut Alana, lalu mengusap kepala Aidan dengan penuh sayang. Hubungan mereka makin kuat dari hari ke hari, terikat oleh cinta yang tulus dan perjuangan panjang yang kini berbuah manis.Alina, adik Alya, datang sambil menggendong bayi laki-lakinya. Rey setia di sampingnya, tak pernah jauh. Mereka tampak sempurna, pasangan yang tumbuh bersama dari cinta sederhana di kampus hingga kini menjadi orang tua muda yang bahagia.Tak jauh dari sana, Yogi dan Sabrina

  • Istri Yang Kau Anggap Mandul   Bab 172 - Maaf Yang Sudah Lama Diberikan

    Minggu-minggu menjelang pernikahan Laras dan Erwin, aktivitas di rumah Azam mulai terlihat sibuk. Suara kain digunting, paku dipasang, dan pembicaraan tentang daftar undangan terdengar dari pagi sampai malam.Laras tampak cerah setiap kali membicarakan rencana pernikahannya, dan Azam selalu terlihat tersenyum bangga melihat adik yang sebentar lagi akan menempuh hidup baru.Namun di tengah semua kesibukan itu, satu panggilan dari rumah perawatan Aurora Haven mengubah semuanya.Azam yang saat itu sedang membantu menata undangan, menerima panggilan dari nomor tak dikenal. Di ujung telepon, suara lembut tapi tegas menyapanya. Dan Azam langusng mengenali kalau si pemilik suara adalah dr. Miranda, dokter yang selama ini menangani ibunya, Mayang."Ada yang perlu saya sampaikan, Pak Azam," ucap dokter itu dengan nada hati-hati. "Bu Mayang beberapa waktu terakhir menunjukkan penurunan kondisi fisik yang cukup signifikan. Beliau didiagnosa gagal ginjal stadium lanjut dan harus menjalani hemodi

  • Istri Yang Kau Anggap Mandul   Bab 171 - Pernyataan Cinta Rey

    Alina melangkah cepat menyusuri koridor fakultas sambil membawa tumpukan makalah hasil bimbingan kelas. HIjabnya sedikit berantakan, dan kacamata bulatnya sedikit melorot ke ujung hidung. Ia kelihatan seperti karakter anime yang kelebihan energi. Ceria, banyak bicara, dan… agak cerewet kalau sedang semangat."Eh, Rey!" serunya saat melihat Reynaldi keluar dari ruang kelas, membawa laptop dan berjalan santai ke arah parkiran.Rey hanya mengangguk kecil. "Hmm."Alina cengar-cengir, seperti biasa tak ambil pusing dengan sikap jutek cowok itu. Ia sudah terbiasa. Dulu sempat kesal, tapi lama-lama, seperti candu, justru jadi penasaran. Kenapa sih Rey selalu dingin kayak freezer fakultas? Pikirnya."Masih sibuk, Rey?" tanya Alina, mengejar langkah Rey."Ya… Mahasiswa S2 mana yang nggak sibuk," jawab Rey, datar.Alina menahan tawa. "Iya juga, sih. Tapi kayaknya kamu mah sibuknya beda. Sibuk mikirin cewek ya?" Goda Alina.Gadis itu memang kerap menggoda Rey, karena lelaki itu menurutnya terla

  • Istri Yang Kau Anggap Mandul   Bab 170 - Kembali ke Aurora Haven

    Setelah acara lamaran Laras dan Erwin usai, tamu-tamu satu per satu pamit pulang. Senyum bahagia masih tersisa di wajah-wajah yang baru saja menyaksikan momen indah, namun ada sepasang suami istri yang diam-diam menatap satu sama lain, dengan mata yang masih menyimpan banyak luka—dan cinta yang belum sepenuhnya padam.Joyo duduk di samping Mayang yang masih di kursi rodanya. Malam mulai turun, dan hanya lampu temaram teras rumah yang menerangi wajah mereka. Suara di dalam rumah mulai mereda. Ayu sudah menemani Laras berganti baju, sementara Azam sibuk membereskan makanan dengan bantuan beberapa tetangga.Hening terasa lama, sampai akhirnya suara Mayang memecahnya.“Jadi... kemana aja kamu selama ini, Pak? Kenapa tak pernah datang menjengukku?”Pak Joyo menunduk. Ada beban besar di dada yang akhirnya menemukan ruang untuk bernapas.“Iya, Bu... Maaf. Aku... bukan suami yang baik. Bukan kepala keluarga yang sabar. Waktu kamu mulai sakit dan sering diam sendiri... aku takut. Takut kehilan

  • Istri Yang Kau Anggap Mandul   Bab 169 - Erwin Melamar Laras

    Satu minggu setelah kunjungan ke rumah perawatan Mayang, suasana di rumah Azam berubah menjadi lebih hangat. Mayang masih berada di klinik, namun komunikasi mulai terjalin lebih baik.Bahkan, setiap pagi, Ayu rutin mengirimkan voice note bacaan doa pagi untuk Mayang yang diperdengarkan oleh suster Reni. Dan Mayang, mulai meresponsnya dengan ucapan “Aamiin” kecil yang membuat suster Reni ikut haru.Dan sekarang Azam merasa sudah saatnya menyampaikan rasa terima kasih secara langsung pada orang-orang yang telah berjasa diam-diam dalam hidupnya. Dengan menenteng dua kotak pastel dan risol mayo buatan Ayu, Ia mengajak Ayu dan Laras berkunjung ke rumah Raja dan Alya.“Mas, kamu yakin mereka nggak keberatan kita datang?” tanya Ayu sambil merapikan kerudungnya.Azam mengangguk. “Mereka pasti kaget, tapi aku rasa ini penting. Kita harus tahu cara berterima kasih.”Rumah Raja dan Alya terletak di kawasan perumahan elit. Begitu mobil Azam berhenti di depan pagar yang tinggi menjulang, suasana

  • Istri Yang Kau Anggap Mandul   Bab 168 - Menjenguk Mayang

    Langit siang itu sedikit mendung. Udara agak gerah, tapi suasana hati Ayu, Laras, dan Azam justru dipenuhi kegugupan yang dingin. Mereka berdiri di depan gerbang sebuah klinik perawatan kesehatan mental tempat Mayang dirawat.Nama "Rumah perawatan Aurora Haven" terpampang di plang besi besar, dikelilingi tanaman rambat yang mulai menjulur ke mana-mana.Ayu menggenggam tangan Laras pelan. “Aku deg-degan…”Laras tersenyum mencoba menenangkan, “Tenang aja Mbak, santai aja...”Azam hanya diam, menatap gedung dua lantai yang lebih mirip hotel dibanding klinik itu. Ia menarik napas panjang sebelum berkata, “Hari ini... kita bawa kebenaran. Tapi tetap pelan-pelan, ya. Nggak bisa langsung.”Mereka masuk ke dalam. Ruangan resepsionis tercium aroma khas rumah sakit—campuran obat, antiseptik, dan bunga plastik yang entah kenapa selalu ada di pojokan. Setelah proses administrasi, mereka diarahkan ke taman belakang tempat pasien diperbolehkan duduk-duduk jika kondisi stabil.Di sanalah mereka mel

  • Istri Yang Kau Anggap Mandul   Bab 137 - Kesepakatan Soal Tempat Tinggal

    Setelah menandatangani beberapa dokumen pernikahan, Alya dan Raja menghampiri para orang tua mereka.Alya mencium tangan dan memeluk Ibunya dengan erat dan penuh haru. Memohon Doa restu yang tak pernah putus untuk mengiringi kehidupan rumah tangganya bersama R

    last updateLast Updated : 2026-04-02
  • Istri Yang Kau Anggap Mandul   Bab 129 - Dina Selingkuh

    Pukul 8.30 pagi, sesuai janji Dina sudah duduk manis di sebuah resto tempat dimana ia ada janji untuk bertemu dengan Boby, Seorang pengusaha tekstill yang tajir melintir.Mereka sempat bertemu di suatu kafe, saat itu Dina seperti biasa menghabiskan waktu

    last updateLast Updated : 2026-04-01
  • Istri Yang Kau Anggap Mandul   Bab 131 - Luka Lama Kembali Terbuka

    “Sekarang, tolong jelaskan duduk permasalahannya yang sebenarnya seperti apa. Kenapa kamu sampai tak mau menemui kakakmu sendiri, Ras?” tanya Erwin ketika mereka bertiga telah duduk di sofa ruang tamu lantai dua.

    last updateLast Updated : 2026-04-01
  • Istri Yang Kau Anggap Mandul   Bab 128 - Dina Semakin Bertingkah

    "Loh, Mau kemana Ma?" Tanya Azam begitu melihat Ibu mertuanya keluar kamar dengan berpakaian rapi sambil menggeret sebuah koper besar."Mama mau pulang kampung aja, mending disana banyak sanak saudara. Daripada disini tetap aja hidup susah" Sahut Sari ketus.Azam hanya terdiam disindir sedemikian t

    last updateLast Updated : 2026-04-01
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status