LOGINSuami pengangguran. Mertua yang membencinya. Dan seorang bos duda yang diam-diam mencintainya. Karin rela mengorbankan segalanya demi keluarga. Namun ketika cinta dibalas dengan kecurigaan dan pengkhianatan, apakah seorang istri masih punya alasan untuk tetap bertahan?
View MoreAku berdiri beberapa detik di depan lobi kantor baruku.Gedung ini hampir mirip bangunannya dengan kantor lamaku yang sudah delapan tahun menjadi tempatku bekerja. Namun memang masih lebih luas kantor lama.Dan pagi ini rasanya seperti hari pertama aku diterima sebagai karyawan.Tanganku menggenggam tali tas sedikit lebih erat."Semangat, Karin," gumamku pelan.Begitu pintu kubuka, deretan meja kerja langsung menyambut pandanganku. Suara ketikan keyboard, dering telepon, dan percakapan pelan memenuhi ruangan.Di sini hampir semua wajah masih asing.Beberapa orang hanya melirik sekilas sebelum kembali sibuk.Ada pula yang memperhatikanku lebih lama.Seolah sedang menebak-nebak siapa aku."Selamat pagi. Mbak Karin, ya?"Aku menoleh.Seorang perempuan berusia sekitar tiga puluh tahun menghampiriku dengan senyum ramah."Perkenalkan. Aku Vira. Nanti mejanya di sebelah aku."Aku membalas senyumnya dengan lega."Terima kasih."Setidaknya... ada satu orang yang membuat langkahku terasa sedi
Pagi itu, aku terbangun agak kesiangan dari biasanya. Sholat shubuh pun di jam setengah enam. Entah karena semalam tidurku tak pernah benar-benar lelap, atau karena bayangan yang kulihat di kafe terus berulang di kepalaku. Alka masih tertidur pulas. Sedangkan ibu mertuaku sudah pulang kerumahnya setelah aku bangun tidur tadi. Teringat pak Franky sempat menawarkan dirinya untuk mengantarkan aku pulang semalam. Namun aku menolak dengan senyum. Beliau beralasan tak ingin membiarkan wanita hamil pulang seorang diri. Akhirnya dia beliau berinisiatif untuk meminta sopirnya mengantarku pulang lebih dulu. Sementara beliau pulang bersama Pak Irwan Asisten pribadinya. Akhirnya aku menyetujuinya. Karena kulihat masa Aldo dan Sherly sudah tidak lagi berada di mejanya. Entah sejak kapan. Sekarangpun Mas Aldo belum pulang. Aku melirik jam dinding. Hampir pukul enam.Biasanya, kalau pulang larut karena pekerjaan, setidaknya ia akan mengirim pesan. Sekadar memberi tahu bahwa ia baik-baik s
Malam Minggu itu, aku tiba paling akhir. Sengaja aku biarkan Alka tertidur lebih dulu dan ada ibu mertuaku yang hari ini menginap dirumah. Sedangkan Mas Aldo sejak sore sudah keluar rumah. Dia bilang ada urusan yang menyangkut proyeknya. Mas Aldo keluar dengan pakaian rapih tapi santai. Kaos berwarna gelap dan bawahan celana jeans dengan sobekan di kedua lututnya. Apapun yang di kenakannya tidak pernah mengurangi kegagahannya.Sampai saat ini aku selalu bangga bila berjalan disampingnya. Begitu membuka pintu kafe, suara tawa teman-teman langsung menyambutku. Aroma kopi yang baru diseduh bercampur wangi makanan memenuhi ruangan, membuat suasana terasa hangat."Nah, bintang tamunya datang!" seru Kiki sambil melambaikan tangan.Semua mata langsung beralih kepadaku.Aku tersenyum kecil lalu menghampiri meja panjang yang sudah mereka pesan sejak tadi."Maaf ya, agak telat. Tadi Alka susah ditinggal.""Nggak apa-apa." sahut Rani sambil menarik kursi di sampingnya.Aku duduk di antara mer
Aku datang ke kantor lebih pagi dari biasanya.Entah karena ingin segera menyelesaikan semua urusan sebelum mutasi, atau karena aku memang tidak sanggup berlama-lama berada di rumah setelah melihat Sherly berdiri di sana pagi tadi.Bayangan senyum perempuan itu terus mengusik pikiranku.Kenapa dia bisa berada di rumahku?Kenapa Mas Aldo tidak pernah menceritakan apa pun?Aku mengembuskan napas pelan sebelum turun dari mobil."Bu Karin!"Suara beberapa rekan kerja langsung menyambutku."Wah, bentar lagi pindah, ya?""Iya, Bu. Jangan lupain kita ya.. nanti jangan lupa main ke sini.""Kita bakal kehilangan orang paling cantik dan sabar di tim."Aku memaksakan seulas senyum."Ah, paling juga cuma pindah ruangan."Padahal hatiku sama sekali tidak seringan ucapanku.Belum selesai menjawab pertanyaan mereka, staf HRD menghampiriku."Bu Karin, nanti jam sepuluh diminta ke ruang Pak Franky. Sekalian penjelasan mengenai penempatan baru.""Terimakasih."Aku mengangguk pelan.Tepat pukul sepuluh












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.