ANMELDENDaren Grissham mencekik tenggorokan lelaki di depannya. Muka merah marun Eddy Lacoste akhirnya membuatnya mengendurkan cengkeraman.Laciste yang megap-megap akhirnya dapat mengeluarkan suara paraunya."Kau akan membayar ini, Johnson. Tak seorang pun yang memperlakukan…”Grissham kembali menghambat jalan pernapasan Lacoste. la mendengus mencoba mengendaliakan emosi yang dapat membahayakan penyamarannya. Kini ia mengatur nafas dengan wajah melunak supaya Lacoste bisa mengerti di balik deru keras di telinga pria yang tercekik itu. "Kukatakan sekali lagi. Kami kesini berniat mendapatkan seorang anak, tapi kau… atau siapa pun dari kalian tidak akan bisa memeras uangku. Kau sudah paham!?"Mata Lacoste hampir keluar dari kelopaknya, tapi ia berhasil mengangguk singkat tanda mengerti.Kemudian Grissham mengendurkan cengkeramannya. "Nah, terus kami bisa memilih calon putra kami?""Aku... aku akan berusaha mencari waktu yang tepat, paling lambat besok, tapi sudah bilang padamu tentang—”Lacoate
Dengan santai, Claire berbaring telungkup di atas kasur apung dan mengapung perlahan di kolam renang besar. Matahari menyinari punggungnya yang nyaris telanjang, menghangatkan kulitnya tapi sama sekali tak sanggup mengurangi ketegangan dalam diri Claire. Apa yang diharapkan dari mereka dalam sisa pekan ini? dan kapan mereka akan mulai beraksi?Meski Lacoste bilang akan membutuhkan beberapa hari untuk menemukan anak yang tepat untuk mereka, tapi mereka tahu mereka masih diawasi. Mereka dipersilakan tinggal sampai waktunya untuk memilih.Sejauh ini, mereka diperlakukan bagai tamu terhormat dan diurus dengan baik, dibiarkan berkeliaran di sekitar rumah, tapi tak diizinkan untuk pergi. Ponsel-ponsel mereka telah mereka serahkan sebagai syarat ketika pertama kali tiba dan tak diperkenankan untuk menghubungi dunia luar.Jemu, dan tahu kapan mereka bisa mulai bergerak, membuat Claire resah. la ingin mengakhirinya permainan ini, memenjarakan bajingan-bajingan itu.“Jangan sampai punggungmu ya
Sini mendekatlah padaku biar aku memelukmu.”Dengan tawa cekikikan seperti anak-anak melangkah mendekatinya, mata biru lembut wanita itu bersinar dengan cinta. “Ini… sedekat inikah?”Grissham menariknya lebih dekat dan menekan punggung bawah Claire dengan tepukan sayang sembari mencium mulutnya dengan ciuman keras. Ia menyadari pria muda yang dengan sabar menunggu mereka meningatkan mereka bahwa ia ada di sana, senyum simpul mengejeknya nyaris tak bisa disembunyikan.Grissham menjauhkan kepalanya dan mengedipkan mata pada pria itu. "Tak bisa menolak godaan, Nak?”Pria itu tersenyum dingin lalu berbalik menuju tangga. "Jika Anda bersedia, kurasa Mr. Lacoste sedang menanti Anda di ruang depan dengan makanan ringan."Menarik tangan Claire, Grissham meremas pelan serta menggenggamnya saat mereka mengikuti pengawal itu.Eddy Lacoste menemui mereka di tangga paling bawah. Claire nyaris tak sanggup menahan getar jijik saat ia mengawasi bajingan itu memandangnya dari ujung kepala hingga ujung
"Apa yang kau pikirkan, Kelinciku?"Claire nyaris tak bisa menahan diri untuk memutar bola matanya mendengar beberapa panggilan menggelikan Andi untuk Yvonne.la berbalik dari jendela lewat mana ia sedari tadi memandang tanpa arah. Mereka sepakat untuk tetap berpura-pura tak peduli di mana pun mereka berada. Besar kemungkinan ada kamera di kamar mereka. Tak seorang pun dari mereka yang ingin menggagalkan misi ini dengan mengambil risiko untuk tak berpura-pura sepanjang waktu.Dengan senyum polos dan dan gaya merajuk yang telah disempurnakannya selama dua hari terakhir, Claire berkata, "Aku masih tak mengerti kenapa kau tak mengizinkan aku memberimu seorang bayi. Kau tahu aku akan melakukan apa pun untukmu.”Claire mempersiapkan diri, tahu Grissham akan mempraktikkan sentuhan lembut yang telah diperingatkannya pada Claire. Selama beberapa hari belakangan ini mereka telah berusaha supaya Claire terbiasa dengan sentuhan-sentuhan itu, tapi ia selalu tegang. Claire tak bersedia melakukan i
102.Wilman Larue menopang kepala dengan tangan. Meski sudah gelap berjam-jam lalu, ia tak berusaha menyalakan lampu di sampingnya. Meja besar yang ia buat bertahun-tahun lalu tak memberinya kepuasan sedikit pun. Kursi kulit nyaman yang diberikan Caren padanya setelah mereka menghasilkan sejuta mereka yang pertama tak menawarkan kelegaan bagi tubuhnya yang letih. Hatinya hancur, tekadnya nyaris lenyap. Putra sulungnya meninggal dan putra bungsunya yang menjadi penyebabnya.Anthoni telah membawa wanita keji itu ke dalam rumah mereka. la makan makanan mereka, tidur di bawah atap mereka, diperlakukan dengan sangat terhormat. Mereka berniat untuk menyambutnya ke dalam keluarga mereka yang penuh kasih sayang dan akrab. Wanita itu bukan hanya mengkhianati mereka, ia hampir menghancurkan dan menghina kebaikan serta kemurahan hati mereka.Menculik putri Sebastian Clement dari hadapan mereka rnenjadi penghinaan tambahan. Pada akhirnya gadisItu dikembalikan ke keluarganya. Mereka telah menempat
"Claire Dannes, adalah Yvonne Donnatella Ferguson. Kau sudah menikah dengan Andi Johnson selama tiga tahun. Kau dua puluh tiga tahun... Andi jauh lebih tua darimu. Kau adalah istri ketiganya,” ujar Marcel MacDower.”Grissham, Andi Johnson pebisnis sukses berusia empat puluh lima tahun dari Atlanta, Georgia. Kau habiskan sebagian besar hidupmu dalam industri plastik. Emma, istri pertamamu, meninggal saat melahirkan... Bayinya juga tak selamat. Istri keduamu, Leigh, meninggalkanmu setelah menikah setahun. la sekarang tinggal di Montana dengan suami dan dua anaknya.”"Kau bertemu Yvonne di sebuah pusat perbelanjaan... Kau sedang membeli parfum untuk wanita simpananmu. Kau mengajaknya kencan dan tiga minggu kemudian menikah di Vegas. Kau mencintainya, tapi memperlakukannya seperti anak kecil.”"Claire, Yvonne tumbuh dalam latar belakang yang tak stabil. Ibu dan ayahnya sama-sama suka menyiksa dan pemabuk, Ia tak pernah punya seseorang yang benar-benar mencintainya, gadis malang. Yvonne m







