Share

Bab 2

Author: Echo
Setelan Armani hitam yang dijahit sempurna.

Pakaian yang sudah Victoria siapkan untukku bernilai 450 juta, lebih mahal daripada gaun mana pun yang pernah kupakai saat menjadi Nyonya Keluarga Mardana. Aku berdiri di depan cermin, menatap pantulan diriku. Usia tiga puluh tahun, masih cantik, tetapi mataku kosong.

"Sudah siap?" tanya ibuku dari ambang pintu.

"Sudah," jawabku sambil menoleh menghadapnya. "Untuk yang terakhir kalinya."

Kediaman Keluarga Mardana berdiri di atas lima puluh hektar di Kota Golda, Pulau Bahima. Selama enam tahun tinggal di sini, aku sudah mengadakan entah berapa banyak jamuan makan malam, menyambut para komandan dari kelima keluarga besar. Kini, aku melangkah masuk kembali sebagai seorang pengkhianat.

Para anggota inti keluarga sudah berkumpul di ruang tamu. Dante berdiri di dekat perapian, menggendong putra kami, Leo. Begitu Leo melihatku, ketakutan melintas di matanya, lalu segera berganti kemarahan.

"Kenapa dia kembali?" Bocah tujuh tahun itu mencengkeram leher ayahnya. "Papa, kamu bilang pengkhianat gila itu nggak bakal datang lagi!"

Setiap kata seperti menghantam perutku. Putraku, anak yang kukandung sepuluh bulan, menatapku seperti itu.

"Leo, Mama cuma datang untuk mengurus beberapa hal," kataku, berusaha menjaga suaraku tetap tenang.

"Aku nggak mau dengar!" Leo berteriak, air matanya menggenang. "Kamu mengkhianati keluarga! Kamu masuk TV dan mengatakan yang buruk-buruk soal Papa! Tante Angel bilang kamu seorang psikopat dan bakal menyakiti kami!"

"Tapi Leo, Mama nggak akan pernah menyakitimu ...." Aku berlutut, mencoba menangkap tatapannya.

"Pembohong!" Leo berbalik dan menenggelamkan wajahnya di dada Dante. "Papa, suruh dia pergi! Aku benci dia!"

Kenangan tiba-tiba menghantamku dengan kejam.

Malam itu turun hujan. Aku mendorong pintu ruang kerja dan melihat Dante bersama Angel, berpelukan satu sama lain di sofa. Gaunnya tergeletak di lantai, kemeja Dante terbuka lebar.

"Dante!" Suaraku membelah keheningan.

Mereka tersentak, buru-buru berpisah sambil merapikan pakaian. Dante mencoba menjelaskan, katanya itu hanya "momen kelemahan", dia "terlalu tertekan", Angel cuma "menghiburnya".

Aku tidak mendengarkan. Yang kurasakan hanya amarah dan kehinaan yang membakar dadaku. Aku meraih vas kaca dari mejanya dan menghantamkannya ke lantai. Pecahan kaca berhamburan. Rasanya seperti jantungku ikut pecah bersamanya.

Pergelangan kakiku tergores, darah mengalir, tetapi aku tak merasakan apa pun.

Kemudian, aku mendengar tangisan.

Leo berdiri di ambang pintu dengan piama biru kecilnya, matanya terbelalak ketakutan. Dia melihat semuanya, pemandangan buruk itu. Aku yang lepas kendali dan berdiri di tengah pecahan-pecahan.

Di saat itulah aku kehilangan dia.

"Livia." Suara Dante menarikku kembali ke masa kini. "Kamu membuat keluarga ini kehilangan banyak uang. Setelah media memberitakan video itu, saham kita turun 15 persen. Para mitra mulai menganggap kita lemah."

"Aku tahu," kataku sambil berdiri.

"Jadi, aku akan menandatangani surat cerai," lanjutku. "Aku melepaskan hak asuh Leo, semua klaim atas aset keluarga, dan nama Keluarga Mardana."

Ruangan itu sunyi.

Namun, aku melihat bahu Leo mengendur. Putraku lega karena aku akan pergi.

Dante berjalan ke meja dan mengeluarkan setumpuk dokumen tebal. "Aku sudah menyiapkannya. Begitu kamu menandatangani ini, Livia, nggak ada jalan kembali. Kamu akan kehilangan semua hak istimewa dan perlindungan Keluarga Mardana. Termasuk ...." Dia berhenti sejenak. "Hak untuk bertemu Leo."

Aku menatap lembaran-lembaran kertas yang penuh dengan bahasa hukum itu. Setiap baris menghapus sepuluh tahun terakhir hidupku.

Aku mengatupkan bibir. "Aku akan tanda tangan."
Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Istri yang Dikhianati, Ternyata Konglomerat   Bab 11

    Dia terdiam sejenak, lalu berjalan ke jendela dan memandang kota di luar sana."Livia, aku ingin memberitahumu sebuah rahasia." Suaranya menjadi sangat lembut. "Aku sudah mengamatimu sejak lama."Aku membeku."Awalnya hanya karena Victoria sering menyebutmu, kesal karena kamu mengorbankan segalanya demi Dante." Elias menoleh menatapku. "Saat itu, aku setuju dengannya. Aku pikir kamu bodoh.""Jadi kamu menolongku karena kasihan pada perempuan bodoh?" Ada rasa geli yang hampir tak terasa di suaraku."Nggak." Dia menggeleng."Aku tersentuh. Aku menonton beberapa wawancaramu, videomu. Kamu bukan cuma sekadar mengandalkan kecantikanmu. Kamu pernah menghadapi bahaya bersama Dante, tapi selalu menjadi lebih kuat. Berapa banyak wanita yang setangguh itu? Bahkan di balik layar, kamu adalah partner yang luar biasa, mengelola urusan Keluarga Mardana dengan nyaris sempurna. Kamu istimewa, sungguh."Aku tidak berkata apa-apa, menunggu dia melanjutkan."Saat aku tahu Dante berselingkuh, aku nggak bi

  • Istri yang Dikhianati, Ternyata Konglomerat   Bab 10

    Tepat saat ketegangan hampir meledak, Leo berlari keluar dari lift."Lepaskan papaku!" teriaknya, menerjang Elias sambil memukul-mukul dengan kepalan kecilnya. "Kalian orang jahat! Mama, kenapa Mama bersama orang jahat!""Leo!" Dante meronta, berusaha menghentikan putranya.Namun, bocah itu sudah berbalik ke arahku, matanya berkaca-kaca, ekspresinya penuh amarah. "Mama pengkhianat! Mama mengkhianati keluarga kita! Guruku bilang orang yang mengkhianati keluarga akan masuk neraka!"Saat itu juga, sisa kehangatan apa pun yang masih tersisa di hatiku membeku menjadi es.Aku berlutut dan untuk pertama kalinya, wajahku dingin saat menatap anak itu. "Leo, kamu tahu nggak apa arti pengkhianat?"Ekspresiku membuatnya terkejut, tetapi dia tetap menatapku dengan keras kepala."Kalau orang yang mengkhianati keluarga masuk neraka, papamu harus antre paling depan, siap menerima siksaan abadi. Dan kamu juga, Leo." Suaraku lembut, tetapi setiap kataku terdengar jelas. "Keluarga ini dibangun di atas pe

  • Istri yang Dikhianati, Ternyata Konglomerat   Bab 9

    "Kalian berdua dekat?" desis Dante, matanya terpaku pada tanganku."Itu bukan urusanmu," jawabku tenang."Bukan urusanku?" Suara Dante meninggi. "Livia, kita baru dua bulan bercerai dan kamu sudah pindah ke 'dompet berjalan' berikutnya?"Para tamu lain mulai memperhatikan keributan itu. Elias mengernyit, hendak bicara, tetapi aku menghentikannya."Dompet berjalan?" kata-kata itu membuatku tertawa. "Dante, siapa kamu sampai berani menuduhku?""Menuduhmu? Aku mengingatkanmu apa itu kesetiaan!" Kecemburuan dan rasa posesifnya tak terkendali. "Kamu pikir ada pria di luar sana yang benar-benar akan mencintaimu? Mereka cuma menginginkan tubuhmu, atau memanfaatkanmu demi nilai yang kamu punya!"Ironinya menyesakkan.Aku meraih gelas anggur dan tanpa ragu menyiramkan isinya ke wajahnya. Cairan merah itu menetes di pipinya, membasahi kemeja mahalnya. Seluruh restoran mendadak sunyi."Kesetiaan?" Aku berdiri, menatapnya dari atas. "Dante, hak apa yang kamu punya untuk bicara soal kesetiaan padak

  • Istri yang Dikhianati, Ternyata Konglomerat   Bab 8

    Akhirnya, manajer restoran berhasil membujuk Dante dan Leo untuk menjauh dari meja kami. Mereka enggan, tetapi harga diri mereka menang."Kamu masih peduli padanya?" tanya Elias sambil dengan hati-hati meletakkan sepotong daging di piringku.Aku tidak menjawab, memilih mengalihkan pembicaraan."Ibuku baru-baru ini menceritakan sesuatu padaku," kataku pelan. "Dua tahun lalu, Dante membuat keputusan buruk dan Keluarga Mardana terjerembap dalam masalah keuangan serius. Dia meminta bantuan ayahku, meski tahu ayahku sudah punya keluarga baru dan sama sekali nggak peduli padaku ...."Aku menggeleng, senyum getir terukir untuk kebodohan diriku sendiri.Elias mendengarkan dalam diam."Lalu ibuku menemuinya. Ibuku memberinya uang, tapi berbohong dengan mengatakan sudah menjual properti-propertinya untuk mendapatkannya, berharap Dante akan memperlakukanku lebih baik. Tapi dia nggak pernah menceritakan semua itu padaku."Entah itu pergi ke ayahku di belakangku atau diam-diam menerima uang ibuku,

  • Istri yang Dikhianati, Ternyata Konglomerat   Bab 7

    Kembali di Cimago, aku duduk di kursi belakang sebuah Rolls-Royce, mengenakan mantel Hermes warna cokelat, memandangi kota yang terasa begitu familier tetapi sekaligus asing saat melintas di hadapanku."Uang 750 miliar itu membutuhkan tanda tanganmu," kata Elias, duduk di sampingku sambil membolak-balik berkas. "Rekening Zwiss Keluarga Waluyo aman, tapi proses pemindahannya harus dengan otorisasi langsung."Aku mengangguk. Selama dua bulan terakhir, Elias bukan hanya menata hidupku di Landan, tetapi juga membantuku memahami kerajaan bisnis ibuku. Kekayaan Keluarga Waluyo jauh lebih besar dan tersembunyi daripada yang pernah kubayangkan."Aku ingin mengajakmu makan malam malam ini," kataku sambil menatapnya. "Sebagai ucapan terima kasih resmi.""Kamu nggak perlu begitu.""Ini bukan soal perlu atau nggak. Ini karena aku mau."Aku memilih Restoran Alana, restoran paling eksklusif di Cimago. Setiap malam hanya menerima segelintir tamu dan reservasinya harus dilakukan berbulan-bulan sebelum

  • Istri yang Dikhianati, Ternyata Konglomerat   Bab 6

    "Universitas Ekonomi Landan." Ibuku meletakkan surat penerimaan di hadapanku. "Kamu butuh pendidikan bisnis formal untuk mengambil alih aset Keluarga Waluyo."Aku menatap surat bersegel emas itu. Alamatnya tertulis untuk Livia Waluyo. Bukan lagi Mardana, melainkan Waluyo."Usiaku tiga puluh tahun. Ibu mau aku duduk di kelas bareng anak muda?""Nggak pernah ada kata terlambat untuk belajar," kata ibuku sambil menyesap anggur dengan anggun. "Lagian, kamu butuh kesempatan untuk memulai dari awal."Keesokan harinya, kami terbang ke Landan.Kediaman ibuku di Landan adalah rumah bergaya barat dekat Taman Dinari. Dari luar tampak sederhana, tetapi di dalamnya murni kemewahan."Seseorang akan datang menemuimu malam ini," kata ibuku saat aku sedang membongkar koper. "Temanku, sekaligus rekan bisnis. Dia punya pengaruh besar di Landan. Aku ingin dia melindungimu selama kamu kuliah."Pukul delapan malam, bel pintu berbunyi.Pria yang masuk berusia sekitar tiga puluh lima tahun, berdarah Ivalia te

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status