Se connecterSetelah kembali memergoki suamiku, Dante, di ranjang bersama asistennya, Angel, aku melakukan sesuatu yang bodoh. Aku membocorkan videonya. Aku ingin seluruh dunia melihat mereka apa adanya. Namun, yang kudapat malah gugatan dari pihak keluarga dan hukuman penjara enam bulan dan sebuah esai dari putraku yang berjudul "Mamaku Seorang Psikopat". Saat itulah aku benar-benar hancur. Aku mengajukan gugatan cerai dan menyerahkan hak asuh putra kami. Pada hari keberangkatanku, Dante menyeringai sinis padaku. "Kamu mau ke mana tanpa aku, Livia? Belum terlambat kalau kamu mau merangkak kembali." Yang tidak dia ketahui adalah ibuku mengendalikan Keluarga Waluyo, keluarga dan organisasi terbesar di Ivalia ... dan aku adalah satu-satunya pewarisnya.
Voir plusI DEDICATE THIS STORY TO MY BEST FRIEND Dr NANCY WHO DIED A FEW MONTHS BEFORE DUE TO COVID.
FEW WORDS TO BE KNOWN BEFORE READING THE BOOK.
SINCE IT IS AN Indian Story written in English, some words are written here with meanings to help all the readers.
CHACHI is someone a child calls to father's sister in law.
CHACHA is someone a child calls to a father's brother.
BHAI/BHAIYA means brother.
MAMA is someone a child calls to mother's brother.
MAMI is someone a child calls to mother's sister in law.
BEHEN means sister.
SARI is a dress worn by Indian women consisting of very piece of thin cloth wrapped around the body.
NAMASTE is a respectful form of greeting any guests, relatives or strangers.
It was her cousin little Meenakshi's fifth birthday and Ria decided that since she was back from the hostel, she could help them.
Ria stood in a long simple grey dress, along with her mother, welcoming the guests. Her mother, on the other hand, wore a dark blue silk sari.
Ria disliked wearing such clothes. It was too uncomfortable for her to walk around. She wore it for the freshers day and could not walk with it comfortably like other students. Moreover, she fell on the stage in front of others and broke her heels. A part of the cloth was even poking out from below the sari, near her feet after her great fall.
'After I fail, my mother will have no option but to take me back to my birthplace.' thought Ria, as she wished namaste to a tall, bald man who appeared in front of her wearing a black, knee-length coat, which closed up to the neck on top of white trousers.
"Ah Ria, I always wanted you to meet my friend. He was like my brother in school," said Mrs Singh.
"Natasha, how are you? It's been so long ." said the tall man.
" I am great. Ria, this is Dr Hari Prasad. He teaches anatomy in a medical college."
"Which college sir?" asked Ria, trying her best to be polite.
"Lakshmi Narayan Medical College."
Ria looked at him shocked. Her mother gasped so loudly that many people turned to look at her.
'Oh God, He teaches at my college!!! I was missing his classes and he even turned out to be mom's friend. Oh no my mission will fail now. No, I need to do something.' thought Ria, nervously.
She turned to say any excuse but with one look at her mother, she began to sweat.
Dia terdiam sejenak, lalu berjalan ke jendela dan memandang kota di luar sana."Livia, aku ingin memberitahumu sebuah rahasia." Suaranya menjadi sangat lembut. "Aku sudah mengamatimu sejak lama."Aku membeku."Awalnya hanya karena Victoria sering menyebutmu, kesal karena kamu mengorbankan segalanya demi Dante." Elias menoleh menatapku. "Saat itu, aku setuju dengannya. Aku pikir kamu bodoh.""Jadi kamu menolongku karena kasihan pada perempuan bodoh?" Ada rasa geli yang hampir tak terasa di suaraku."Nggak." Dia menggeleng."Aku tersentuh. Aku menonton beberapa wawancaramu, videomu. Kamu bukan cuma sekadar mengandalkan kecantikanmu. Kamu pernah menghadapi bahaya bersama Dante, tapi selalu menjadi lebih kuat. Berapa banyak wanita yang setangguh itu? Bahkan di balik layar, kamu adalah partner yang luar biasa, mengelola urusan Keluarga Mardana dengan nyaris sempurna. Kamu istimewa, sungguh."Aku tidak berkata apa-apa, menunggu dia melanjutkan."Saat aku tahu Dante berselingkuh, aku nggak bi
Tepat saat ketegangan hampir meledak, Leo berlari keluar dari lift."Lepaskan papaku!" teriaknya, menerjang Elias sambil memukul-mukul dengan kepalan kecilnya. "Kalian orang jahat! Mama, kenapa Mama bersama orang jahat!""Leo!" Dante meronta, berusaha menghentikan putranya.Namun, bocah itu sudah berbalik ke arahku, matanya berkaca-kaca, ekspresinya penuh amarah. "Mama pengkhianat! Mama mengkhianati keluarga kita! Guruku bilang orang yang mengkhianati keluarga akan masuk neraka!"Saat itu juga, sisa kehangatan apa pun yang masih tersisa di hatiku membeku menjadi es.Aku berlutut dan untuk pertama kalinya, wajahku dingin saat menatap anak itu. "Leo, kamu tahu nggak apa arti pengkhianat?"Ekspresiku membuatnya terkejut, tetapi dia tetap menatapku dengan keras kepala."Kalau orang yang mengkhianati keluarga masuk neraka, papamu harus antre paling depan, siap menerima siksaan abadi. Dan kamu juga, Leo." Suaraku lembut, tetapi setiap kataku terdengar jelas. "Keluarga ini dibangun di atas pe
"Kalian berdua dekat?" desis Dante, matanya terpaku pada tanganku."Itu bukan urusanmu," jawabku tenang."Bukan urusanku?" Suara Dante meninggi. "Livia, kita baru dua bulan bercerai dan kamu sudah pindah ke 'dompet berjalan' berikutnya?"Para tamu lain mulai memperhatikan keributan itu. Elias mengernyit, hendak bicara, tetapi aku menghentikannya."Dompet berjalan?" kata-kata itu membuatku tertawa. "Dante, siapa kamu sampai berani menuduhku?""Menuduhmu? Aku mengingatkanmu apa itu kesetiaan!" Kecemburuan dan rasa posesifnya tak terkendali. "Kamu pikir ada pria di luar sana yang benar-benar akan mencintaimu? Mereka cuma menginginkan tubuhmu, atau memanfaatkanmu demi nilai yang kamu punya!"Ironinya menyesakkan.Aku meraih gelas anggur dan tanpa ragu menyiramkan isinya ke wajahnya. Cairan merah itu menetes di pipinya, membasahi kemeja mahalnya. Seluruh restoran mendadak sunyi."Kesetiaan?" Aku berdiri, menatapnya dari atas. "Dante, hak apa yang kamu punya untuk bicara soal kesetiaan padak
Akhirnya, manajer restoran berhasil membujuk Dante dan Leo untuk menjauh dari meja kami. Mereka enggan, tetapi harga diri mereka menang."Kamu masih peduli padanya?" tanya Elias sambil dengan hati-hati meletakkan sepotong daging di piringku.Aku tidak menjawab, memilih mengalihkan pembicaraan."Ibuku baru-baru ini menceritakan sesuatu padaku," kataku pelan. "Dua tahun lalu, Dante membuat keputusan buruk dan Keluarga Mardana terjerembap dalam masalah keuangan serius. Dia meminta bantuan ayahku, meski tahu ayahku sudah punya keluarga baru dan sama sekali nggak peduli padaku ...."Aku menggeleng, senyum getir terukir untuk kebodohan diriku sendiri.Elias mendengarkan dalam diam."Lalu ibuku menemuinya. Ibuku memberinya uang, tapi berbohong dengan mengatakan sudah menjual properti-propertinya untuk mendapatkannya, berharap Dante akan memperlakukanku lebih baik. Tapi dia nggak pernah menceritakan semua itu padaku."Entah itu pergi ke ayahku di belakangku atau diam-diam menerima uang ibuku,












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.