Share

27. Jarak yang Sangat Lebar

Penulis: Henny Djayadi
last update Terakhir Diperbarui: 2025-08-16 20:51:40

Seperti saat datang, Revan dan Theo juga pergi secara bersamaan. Meski ada ganjalan besar, tapi mereka tidak berani menolak titah Alex.

Kini keduanya sedang berdiri berhadapan di area parkir, tepatnya di dekat mobil Theo.

“Mengapa Pak Alex begitu berbeda dalam masalah yang berhubungan dengan perempuan yang tidur dengannya malam itu?”

Ya, untuk seorang pria dengan kekuasaan dan kekayaan seperti Alexander Quinn Vancroft biasanya sesuatu yang berhubungan dengan perempuan bukanlah masalah yang besar. Semua bisa diselesaikan dengan uang atau ancaman.

Tapi kali ini, Alex justru seperti kelimpungan untuk bisa menemukan perempuan yang menghabiskan malam dengannya. Dan Revan yakin, ini bukan hanya sekadar untuk mengucap kata ‘maaf’.

“Ini semua berhubungan dengan masa lalu Boss. Dalam bisnis dia tampak bersih, tapi dia punya musuh yang justru berada sangat dekat dengan hidupnya. Mereka siap menghancurkan Boss kapan saja. Dan jika masalah ini sampai tercium mereka, dan benar anak dalam kandunga
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (1)
goodnovel comment avatar
Luly Chan
sedih bgt nasib Naira mana hamil pula
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Istri yang Ternoda: Mengandung Benih Tuan Vancroft   353. Ganti yang Semalam

    Langkah kaki Alex dan Naira bergema seirama di koridor rumah sakit yang dingin. Jemari mereka saling mengunci, begitu erat hingga buku-buku jari memutih. Bagi Alex, genggaman itu adalah satu-satunya jangkar yang menahannya agar tidak hanyut; seolah jika terlepas satu inci saja, dunia yang baru saja ia tata akan runtuh untuk kedua kalinya. ​Dokter spesialis yang kemarin mengambil sampel darah Alex mendongak, lalu tersenyum tipis saat melihat mereka ambang pintu. Sebuah senyum yang sulit diterjemahkan maknanya. “Silakan duduk.” Alex mendaratkan tubuhnya di kursi, sementara Naira tetap merapat di sampingnya, seolah ingin menyalurkan seluruh kekuatannya lewat sentuhan tangan yang tak kunjung lepas. ​ Di atas meja, sebuah map cokelat tampak begitu mengintimidasi. Sang dokter membukanya perlahan, mengeluarkan selembar kertas yang aromanya seperti bau obat dan kecemasan. Dokter itu menatap Alex, lalu senyumnya melebar, kali ini lebih tulus. ​“Hasil pemeriksaan awal Anda... negati

  • Istri yang Ternoda: Mengandung Benih Tuan Vancroft   352. Pengen

    "Seberapa besar kemungkinan kamu... tertular?"Suara Naira bergetar. Kalimat itu menggantung di udara, dingin dan mencekam. Di hadapannya, Alex terpaku.Mata Alex yang biasa memancarkan ketegasan kini meredup, kehilangan binar yang biasanya selalu menenangkan Naira."Aku tidak berani mengira-ngira, Nai." Alex menjawab lirih.Ada nada kepasrahan yang menyakitkan. Dia tidak ingin memberi harapan palsu, namun kejujuran ini terasa seperti belati yang dihunus ke jantung istrinya.Naira merasakan badai berkecamuk di benaknya. Marah, cemburu, dan rasa takut yang melumpuhkan berpilin menjadi satu.Tentang masa lalu Alex yang hidup bersama perempuan lain tanpa ikatan, Naira sudah mencoba berdamai.Mita bisa paham latar belakang budaya mereka berbeda. Lagi pula, ia sendiri tidak datang ke pernikahan ini dengan lembaran yang sepenuhnya putih.Namun, pengakuan Alex barusan mengubah segalanya.Naira mengusap perutnya yang mulai membuncit. Di sana, ada kehidupan yang sedang bertumbuh, bayi kembar m

  • Istri yang Ternoda: Mengandung Benih Tuan Vancroft   351. Diamnya Naira

    Ujung jari Alex baru saja menyentuh dinginnya gagang pintu logam itu ketika suara datar sang dokter menahannya."Satu hal lagi, Pak Alex."Alex mematung. Punggungnya menegang, seolah setiap saraf di tubuhnya sedang bersiap menerima hantaman badai. Ia tidak berbalik, namun ia bisa merasakan tatapan tajam dokter itu menembus jas mahal yang ia kenakan."Kepanikan tidak akan mengubah angka di hasil laboratorium itu. Tetaplah tenang. Untuk keluarga yang Anda cintai, dan untuk diri Anda sendiri."Alex menoleh sedikit, hanya cukup untuk memperlihatkan profil wajahnya yang keras. Sebuah senyum tipis tersungging di sudut bibirnya, getir, hambar, dan sarat akan keputusasaan.Itu bukan senyum seorang pemenang, melainkan senyum seorang pria yang sadar bahwa ia sedang berdiri di tepi jurang, bertaruh habis-habisan dengan takdir yang tak pernah berpihak padanya."Saya tidak panik, Dok," bisik Alex. Suaranya rendah, nyaris tenggelam oleh deru napasnya sendiri yang terasa berat. "Saya hanya takut."A

  • Istri yang Ternoda: Mengandung Benih Tuan Vancroft   350. Bagiaman Menjelaskannya?

    Theo, yang sejak tadi menyimak dari sudut ruangan, akhirnya angkat bicara. “Saya tetap di sini.”Alex menoleh, alisnya bertaut sedikit. “Ya.”Theo mengangguk mantap.“Archie dan Naira tidak perlu beradaptasi dengan wajah-wajah baru dalam situasi genting ini. Anak buahmu sudah hafal setiap sudut rumah, rute perjalanan, hingga kebiasaan terkecil mereka. Keamanan domestik adalah prioritas.”Selo Ardi menambahkan, “Itu pilihan paling logis. Fokus Anda tidak boleh terbagi antara lapangan dan rumah.”Alex terdiam sejenak.“Theo, kau pegang kendali penuh di sini. Tidak ada kompromi, tidak ada celah. Mengerti?”Theo menepuk dadanya singkat, sebuah gestur loyalitas tanpa syarat. “Mengerti.”Alex beralih pada Revan dan Selo. “Kalian berangkat sekarang.”Revan menyambar kunci mobil di atas meja. “Jika Peter melawan?”Alex menatap Revan lurus-lurus, ada kilatan gelap di matanya yang dalam. “Dia sudah lama melawan, Revan. Akhiri saja.”Jawaban itu sudah lebih dari cukup. Tanpa kata lagi, Selo Ardi

  • Istri yang Ternoda: Mengandung Benih Tuan Vancroft   349. Rencana

    Alex terdiam. Kali ini, ketenangannya bukan topeng yang ia pasang dengan sengaja. Ada sesuatu yang runtuh pelan di dadanya.“HIV,” ulang Alex lirih.Satu kata itu menggantung di udara, dingin dan mematikan.Seketika, bayangan Naira melintas tanpa permisi. Ia teringat senyum istrinya pagi tadi. Tangannya yang melingkar di lehernya. Perut yang baru mulai menyimpan kehidupan.Belum lagi suara cempreng Archie yang meneriakkan "Dadda!" dan "Dede!" dengan binar mata yang membuat Alex merasa menjadi pria paling dibutuhkan di seluruh dunia.Alex menelan ludah. Tenggorokannya terasa seperti padang pasir yang tandus.“Sejak... kapan?” tanyanya akhirnya. Suaranya pecah, sebuah getaran ketakutan yang gagal ia sembunyikan di balik wibawanya.Revan menghela napas panjang, beban di pundaknya tampak semakin nyata.“Waktu di Bali, statusnya masih reaktif. Dokter belum berani memberi vonis final. Tapi dua kali pemeriksaan mendalam setelah itu...”Revan menjeda, menatap Alex dengan tatapan iba yang meny

  • Istri yang Ternoda: Mengandung Benih Tuan Vancroft   348. Sikap Alex

    Revan benci saat dia harus kembali ke apartemen tempat dia menyembunyikan Regina selama ini. Entah apa tujuan Alex mengajak mereka bertemu di tempat ini.Bagi Revan yang sudah keluar masuk apartemen ini merasa kedatangannya disambut dengan kesunyian yang mencekik. Bukan jenis sunyi yang menenangkan, melainkan kesunyian predator, kosong, dingin, dan penuh ancaman.Revan melangkah masuk, membiarkan pintu tertutup dengan dentum halus yang menggema di lorong yang hampa.Sepatu pantofelnya berhenti tepat di tengah ruang tamu. Ia mematung. Udara di sana terasa berat dan pengap, namun ada satu aroma yang menusuk indranya hingga ke ulu hati. Aroma white musk dan peony. Bau parfum Regina.Aroma itu masih tertinggal di sana, tipis, mewah, dan menyiksa karena pemiliknya tidak ada di depan mata.Ingatan kebersamaan dengan Regina menyerang Revan, bukan karena cinta atau rindu, tapi khawatir mengingat saat ini Regina memasuki kendang srigala sendiri.Kembali Revan membuka kertas yang ditinggalkan o

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status