MasukHancur hati Naira kala memergoki suami dan sepupunya bergumul panas di apartemennya. Belum sempat ia bangkit, nasib kelam kembali mengujinya saat ia menjadi korban pemerkosaan oleh seorang CEO asing. Akibat peristiwa itu Naira mengandung janin yang bukan darah daging suaminya. Lalu, bagaimana Naira menjalani hidupnya, kala takdir seakan tidak berpihak padanya? “Pernikahan kita telah kehilangan kesakralannya. Kita sama-sama tahu, anak yang aku kandung bukanlah anakmu. Dan saat ini… ada anak lain yang membutuhkan tanggung jawabmu.” – Naira Ayu Lestari – “Darah akan menemukan leluhurnya. Bayi itu milikku, dan aku akan mendapatkannya dengan segala cara. Meskipun harus berdarah-darah menaklukkan hati ibunya.” – Alexander Quinn Vancroft –
Lihat lebih banyakLiburan ke Bali sepertinya memberi pengaruh besar pada Angelina. Hidupnya tak lagi berkubang pada dendam dan kebencian.Keputusannya menemui Peter di penjara menjadi titik balik terakhir. Melihat pria itu meringkuk di balik jeruji, layu dan kehilangan taringnya. Angelina tidak merasa menang, ia hanya merasa selesai. Itulah hukuman yang setimpal bagi Peter atas segala kekacauan yang telah ia buat.Bayang-bayang masa lalu sempat melintas, saat Angelina begitu dibutakan cemburu karena jebakan Peter yang membuat Edward tidur dengan seorang pelayan hingga melahirkan Alex.Dulu, setiap perhatian yang Edward berikan pada Alex selalu ia anggap sebagai sisa cinta untuk perempuan itu. Sebuah kesalahpahaman pahit yang membakar hatinya selama puluhan tahun.Namun, luka terdalam tetaplah kehilangan Samuel dan Leonard. Mengingat bagaimana Peter menyabotase mobil Samuel dan merusak speed boat Leonard hingga kedua putranya tiada, selalu sanggup membuat sesak di dadanya. Namun, Angelina sadar, tangisa
Hening, bukan sunyi tapi mencekam.Langit sore menggantung abu pucat di atas pemakaman. Angin bergerak pelan, membawa bau tanah basah dan bunga yang mulai layu.Angelina berdiri lama di depan dua nisan. Namanya terukir rapi. Samuel Nathaniel Vancroft dan Leonard William Vancroft. Jaraknya terlalu dekat, seperti hidup mereka yang direnggut hampir bersamaan.“Mama lelah,” bisik Angelina, suaranya lirih teredam oleh duka yang mendalam. “Kalian tahu itu.”Tidak ada jawaban. Hanya dedaunan yang saling bergesek.“Papa kalian,” lanjutnya lirih, “sekarang selalu sibuk. Dia masih memiliki anak dan cucu. Sedangkan mama sudah tidak punya siapa-siapa lagi. Mama kesepian.”Tangannya mengepal. Bahunya bergetar.“Mama sendirian di rumah sebesar itu,” katanya lagi. “Dan tidak ada yang peduli.”Air mata jatuh. Satu. Lalu banyak. Angelina menutup wajahnya. Tangisnya pecah tanpa sisa. Tangis seorang ibu yang kehilangan segalanya dan merasa ditinggalkan.Tiba-tiba, sebuah sentuhan lembut mendarat di bahu
"Maaf jika kejadian tadi siang sempat membuatmu salah paham," Emma berbisik pelan, berdiri di hadapan Naira dengan binar mata yang sulit diartikan.Naira membalasnya dengan senyum tipis yang sedikit canggung. Ia mulai menyadari bahwa di tanah ini, batas-batas moralitas yang ia bawa dari tempat asalnya seolah memuai.Kehamilan Emma di luar pernikahan bukanlah sebuah aib yang harus dibungkus rapat-rapat dengan rasa malu. Di sini, itu adalah sebuah kehidupan baru yang disambut dengan perayaan dan suka cita.Malam ini mereka merayakan dengan makan malam mewah.Meja makan panjang itu malam ini terasa hidup. Lampu gantung memantulkan cahaya hangat ke porselen mahal yang jarang benar-benar dinikmati dengan tawa.Angelina duduk tegak. Sendok dan garpunya bergerak pelan. Terlalu pelan. Biasanya dialah pusat percakapan. Malam ini dia hanya pendengar. Wajahnya tenang, tapi matanya gelisah. Merasa tidak lagi punya tempat Istimewa di keluarga Vancroft."Berapa lama kau harus berjemur untuk mendapa
“Lucas.”Pria bertubuh tegap itu melangkah masuk. Setelan hitam. Wajah yang terlalu tenang untuk ukuran seseorang yang akan dituntut tanggung jawab.Edward mendekat. Tanpa diduga, ia mendaratkan pukulan ringan di lengan Lucas, gestu akrab seorang pria tua yang menyimpan rasa bangga di balik teguran formalnya."Anak nakal," gerutu Edward, meski tawanya pecah seketika. "Aku menugaskanmu untuk menjaga Emma, bukan untuk mencuri hatinya."Lucas tidak menghindar. Ia tersenyum tipis, sebuah ekspresi yang jarang ia tunjukkan namun terasa begitu tulus."Maafkan saya, Tuan. Tapi cinta tidak pernah mengirim alarm sebelum ia menyerang."Tawa Edward menggema, mengisi sudut-sudut mansion yang biasanya kaku dan sunyi.Di sisi Edward dan Lucas, Emma berdiri dengan binar mata yang tak sanggup disembunyikan. Ada rasa lega yang menghangat di dadanya. Pria yang selama ini selalu berdiri satu langkah di belakangnya sebagai bayangan pelindung, kini berdiri sejajar di sampingnya.Edward tertawa lepas. Suara
Sidang demi sidang Peter jalani. Media besar maupun kecil selalu memberitakan. Antusias warga untuk mengikuti perkembangannya tidak pernah surut. Seolah mereka ingin memastikan penjahat kelas kakap level internasional mendapat hukuman yang setimpal.Peter digiring polisi memasuki ruang sidang,Ini
Malam itu, topeng ketenangan yang selama ini menjadi ciri khas Alex retak sepenuhnya.“Pelan-pelan, Sayang,” bisiknya, namun langkah kakinya sendiri justru lebar dan tergesa, hingga membuat Naira sampai menyeret langkahnya.Naira mencengkeram lengan kemeja Alex saat mereka melangkah masuk ke dalam
Ruang perawatan hangat oleh cahaya pagi. Naira sudah setengah duduk. Wajahnya pucat, tapi matanya hidup. Terlalu hidup untuk ukuran perempuan yang baru saja dibelah perutnya.“Aku mau gendong,” ucap Naira memohon.Alex, yang sedari tadi berdiri kaku di samping ranjang dengan kemeja yang sedikit kus
Pintu penthouse tertutup perlahan, mengunci kebisingan kota di luar sana. Keheningan itu hanya bertahan sedetik sebelum sebuah suara cadel memecah suasana."Dadda!"Archie muncul dari balik pilar ruang tengah. Langkah balita itu masih goyah, sedikit miring ke kiri dan kanan, namun tujuannya sangat












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Peringkat
Ulasan-ulasanLebih banyak