Share

90. Luka Dalam Naira

Penulis: Henny Djayadi
last update Terakhir Diperbarui: 2025-09-16 11:58:27

Dengan wajah menegang, Naira melangkah ke arah mobil yang sudah menunggu di depan. Mobil itu berkilat, mencolok, dan seakan sengaja diparkir dengan percaya diri di hadapan siapa pun yang lewat. Jantungnya berdebar, antara marah, takut, dan enggan, tapi langkahnya terus melaju.

Ia meraih gagang pintu kabin belakang, menariknya dengan kasar. Terkunci. Naira mendengus, mencoba sekali lagi. Tetap tak bisa, seolah Alex memang sengaja menguncinya.

Dengan hati yang semakin panas, Naira bergeser ke kabin depan. Kali ini pintu terbuka dengan mudah. Nafasnya tercekat, tapi ia tidak punya pilihan lain. Dengan tatapan menusuk, ia menjatuhkan tubuhnya di kursi penumpang.

“Bagus,” ucap Alex, senyum miring tersungging di bibirnya. “Aku bukan sopirmu, Naira. Aku ayah dari anakmu.”

Naira menoleh cepat, sorot mata tajam, dan bibirnya bergetar menahan amarah. Ia bergegas menarik sabuk pengaman, memasangnya saat melihat Alex bergerak mendekat.

“Aku bisa sendiri.”

Gerakan cepat itu membuat tangan Alex ber
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (4)
goodnovel comment avatar
Dimas rengga permana Firmansyah
Aamiiinnnmnnn. untuk doa Alex. keren nih bule mempertaruhkan harga diri demi anaknya.
goodnovel comment avatar
Nindry Ayangcrut
Alex sabar dikit napa ..
goodnovel comment avatar
Luly Chan
Naira butuh proses buat penyembuhan traumanya. Alex harus lebih sabar dan beri perhatian jangan memaksa
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Istri yang Ternoda: Mengandung Benih Tuan Vancroft   357. Terror untuk Peter

    Peter berdiri di depan cermin besar di kamar tidurnya.Lampu kuning jatuh tepat di wajahnya. Bayangan itu menatap balik tanpa berkedip. Garis usia di sekitar mata semakin jelas. Rahang yang dulu tegas kini terlihat kaku. Untuk pertama kalinya sejak lama, Peter tidak menyukai apa yang dia lihat.“Ada yang tidak beres,” gumamnya.Suara itu keluar pelan, tapi berat. Seperti pengakuan yang terlalu lama ditahan. Ia memiringkan kepala, menatap bayangannya dari sudut lain, seolah jawaban bisa muncul dari pantulan kaca.“Aku harus segera menemukan jawabannya.”Peter meraih ponsel. Jarinya bergerak cepat, tanpa ragu. Satu nama. Satu sambungan.“Lakukan tes darah pada Regina,” perintahnya tanpa salam pembuka begitu sambungan terhubung. “Lengkap. Kimia darah, toksikologi, semuanya. Sekarang.”“Siap, Tuan,” sahut suara di seberang, dingin dan patuh.Peter memutus sambungan. Ia menyadari tangannya sedikit gemetar, sebuah pengkhianatan dari syarafnya sendiri. Ia mengepalkan tangan, kuku-kukunya mem

  • Istri yang Ternoda: Mengandung Benih Tuan Vancroft   356. Harapan Regina

    Peter merenggut kerah jubah tidur Regina dengan satu sentakan kasar. Kain sutra itu berderit, memutus keheningan kamar yang pengap oleh ketegangan."Ah…!"Regina tersentak. Matanya terbuka setengah, sayu dan sarat akan kelelahan yang dalam. Secara refleks, tubuhnya meringkuk, mencoba melindungi sisa harga diri yang masih melekat di kulitnya. Rasa nyeri menjalar dari pinggang, naik mencekik dadanya. Napasnya tertahan di tenggorokan, sebelum akhirnya pecah menjadi desis perih."Besok lagi, Om," bisik Regina parau, matanya kembali terpejam rapat. "Aku... aku capek sekali."Hening. Tapi itu bukan keheningan yang menenangkan. Itu adalah kesunyian yang salah, jenis sunyi yang biasanya mendahului badai."Apa yang kau sembunyikan dariku, Regina?"Suara Peter rendah, nyaris datar, namun mengandung getaran yang berbahaya. Dingin. Tajam. Seperti ujung belati yang sedang mencari titik paling lunak di nadi korbannya untuk disayat.Regina membuka matanya perlahan. Sudut bibirnya yang pucat meleng

  • Istri yang Ternoda: Mengandung Benih Tuan Vancroft   355. Di Tangan Peter

    Getar ponsel di telapak tangan Alex terasa seperti sengatan listrik yang mengganggu ritme jantungnya. Ia mengangkat perangkat itu dengan gerakan seminimal mungkin.Alex tak ingin mengusik posisi Naira, istrinya yang tengah bersandar manja di dadanya, mencari perlindungan di balik kehangatan tubuhnya yang sebenarnya sedang tegang.“Tuan,” suara Revan menyusup rendah, sarat dengan nada waspada yang tertahan. “Kami sudah di Puncak.”Alex mengalihkan tatapan pada langit-langit kamar hotel yang remang. Cahaya lampu kota yang tipis masuk melalui celah gorden, menciptakan bayangan panjang yang tampak seperti jeruji.“Lanjut,” perintah Alex singkat, suaranya sedingin es.“Orang-orang Selo Ardi sudah mengepung vila yang diduga tempat Peter bersembunyi,” lapor Revan. “Penjagaan di sana terlalu ketat untuk sekadar persembunyian sementara. Ini markas, Tuan. Peter sudah membangun bentengnya.”Rahang Alex mengatup rapat. Otot-otot lengannya mengeras, reaksi naluriah saat predator merasakan kehadira

  • Istri yang Ternoda: Mengandung Benih Tuan Vancroft   354. Istirahat Sejenak

    "Hati-hati, Alex..." Suara Naira nyaris tercekik, terpecah di antara deru napas yang memburu saat Alex bergerak di atasnya.Mungkin ini adalah euforia. Kabar mengenai hasil pemeriksaan yang negative, sebuah kelegaan yang luar biasa, bercampur dengan hasrat yang tertahan sejak semalam, membuat Alex seolah kehilangan kendali diri.Ayah satu anak itu sejenak lupa bahwa di dalam rahim istrinya, sebuah kehidupan baru yang rapuh sedang kembali bersemi.Awalnya, sentuhan Alex terasa seperti belaian angin pagi; ragu, lembut, dan penuh pemujaan. Namun, ketika mereka hampir menyentuh ambang puncak, ritme itu berubah.Alex bergerak dengan intensitas yang mendesak, seolah sedang mengejar sesuatu yang hampir luput dari genggamannya, membuat Naira kewalahan namun sekaligus terhanyut.Hingga akhirnya, mereka jatuh bersama dalam ledakan kenikmatan yang sunyi.Lampu temaram di sudut kamar hotel menyisakan rona jingga yang lembut, menyelimuti sisa-sisa keintiman yang baru saja usai.Udara masih terasa

  • Istri yang Ternoda: Mengandung Benih Tuan Vancroft   353. Ganti yang Semalam

    Langkah kaki Alex dan Naira bergema seirama di koridor rumah sakit yang dingin. Jemari mereka saling mengunci, begitu erat hingga buku-buku jari memutih. Bagi Alex, genggaman itu adalah satu-satunya jangkar yang menahannya agar tidak hanyut; seolah jika terlepas satu inci saja, dunia yang baru saja ia tata akan runtuh untuk kedua kalinya. ​Dokter spesialis yang kemarin mengambil sampel darah Alex mendongak, lalu tersenyum tipis saat melihat mereka ambang pintu. Sebuah senyum yang sulit diterjemahkan maknanya. “Silakan duduk.” Alex mendaratkan tubuhnya di kursi, sementara Naira tetap merapat di sampingnya, seolah ingin menyalurkan seluruh kekuatannya lewat sentuhan tangan yang tak kunjung lepas. ​ Di atas meja, sebuah map cokelat tampak begitu mengintimidasi. Sang dokter membukanya perlahan, mengeluarkan selembar kertas yang aromanya seperti bau obat dan kecemasan. Dokter itu menatap Alex, lalu senyumnya melebar, kali ini lebih tulus. ​“Hasil pemeriksaan awal Anda... negati

  • Istri yang Ternoda: Mengandung Benih Tuan Vancroft   352. Pengen

    "Seberapa besar kemungkinan kamu... tertular?"Suara Naira bergetar. Kalimat itu menggantung di udara, dingin dan mencekam. Di hadapannya, Alex terpaku.Mata Alex yang biasa memancarkan ketegasan kini meredup, kehilangan binar yang biasanya selalu menenangkan Naira."Aku tidak berani mengira-ngira, Nai." Alex menjawab lirih.Ada nada kepasrahan yang menyakitkan. Dia tidak ingin memberi harapan palsu, namun kejujuran ini terasa seperti belati yang dihunus ke jantung istrinya.Naira merasakan badai berkecamuk di benaknya. Marah, cemburu, dan rasa takut yang melumpuhkan berpilin menjadi satu.Tentang masa lalu Alex yang hidup bersama perempuan lain tanpa ikatan, Naira sudah mencoba berdamai.Mita bisa paham latar belakang budaya mereka berbeda. Lagi pula, ia sendiri tidak datang ke pernikahan ini dengan lembaran yang sepenuhnya putih.Namun, pengakuan Alex barusan mengubah segalanya.Naira mengusap perutnya yang mulai membuncit. Di sana, ada kehidupan yang sedang bertumbuh, bayi kembar m

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status