MasukSeth menunggang kudanya mengelilingi peternakan itu dua kali dan akhirnya berhenti di depan patung besar tersebut.Dia memegang kendali kuda dengan kedua tangan, dan angin mengacak-acak poni rambutnya. Dia menyipitkan mata dan memandang patung ikan dengan seksama.Terakhir kali, Esme menabraknya, yang menyebabkan dia mengalami cedera serius.Tatapan Seth tanpa sadar tertuju pada tempat Esme berbaring.Adegan saat itu kembali terlintas di benaknya. Wajahnya yang penuh penderitaan dipenuhi kesedihan yang mendalam.Matanya begitu kosong dan putus asa. Suaranya yang lemah memanggil Dong Fang Xuan—Di belakangnya, terdengar suara derap langkah kaki kuda. Semakin dekat dan dekat.Shofia menunggang kuda putih, masih mengenakan pakaian yang sama seperti pagi harinya di rumah Nyonya Jier.“Kakak, aku melihat Kak Esme di vila Bibi Jier hari ini.” Nada suara Shofia penuh kegembiraan.Ketika Seth mendengar nama ‘Esme’, dia yang tadinya linglung, kembali sadar. Matanya yang indah seperti bunga per
Detak jantung Esme semakin cepat.Tanpa menunggu wanita itu mengucap apa-apa, Jason menundukkan kepalanya. Bibir tipisnya menempel pada kedua bibir lembut Esme.Astaga … dia dicium lagi!Mata Esme membelalak dan otaknya seakan berhenti bekerja saat ia menatap wajah yang tepat di depannya dengan takjub.Ketika Emilia melihat ini, dia berpikir, ‘Ya ampun … sungguh memalukan!’Hal yang memalukan seperti itu tidak pantas untuk dilihatnya. Dia pun keluar dari ruangan dengan tenang.Karena khawatir Esme akan menghindarinya, Jason menangkup bagian belakang kepala Esme dengan satu tangan.Ciuman itu semakin dalam.Lidahnya yang panjang menjulur masuk dan menguasai hatinya. Dia menghisap dan menggigitnya, sangat menikmati momen itu.Pikiran Esme kosong dan jantungnya berdebar kencang. Tubuhnya yang kaku semakin melunak, dan napasnya semakin terburu-buru.Setelah serangkaian ciuman yang penuh g4irah, Jason memperlambat gerakannya. Seolah-olah dia sedang mencicipi makanan penutup saat dia menghi
Wajah Adam dipenuhi dengan rasa malu dan canggung. Dia ragu-ragu saat berkata, “Jason, sekarang bank menolak memberikan pinjaman pada perusahaan Andreas. Aku ….”“Ayah mertua, silakan keluar. Aku akan pergi rapat.” Jason berdiri di depan Adam tanpa ekspresi.Sepertinya pria ini memang tidak mau meminjamkan uang padanya!Adam tiba-tiba mengangkat kepalanya dan menatap Jason seperti seorang mertua. “Jason Hall, apakah kau begitu tidak berperasaan?”Jason menatapnya heran. “Bagaimana mungkin aku tidak punya hati?”Adam terdiam tanpa kata mendengar kalimat itu.“Tahukah kamu berapa penghasilan Layla setiap bulan? Angka itu lebih tinggi daripada desainer papan atas kelas mana pun.”Adam tantu tahu bahwa gaji Layla cukup tinggi.Jason mengangkat pergelangan tangannya dan melihat jam di arlojinya. “Ayah mertua, aku akan pergi rapat. Jika kamu ingin tetap di kantorku, Noe akan menemanimu.”……Setelah kembali dari kantor Jason, Esme sibuk membuat pakaian. Akhirnya, dia telah membuat dua pesana
Adam merasa seolah-olah seseorang telah menampar wajahnya. Dia malu sekaligus marah. Namun saat ini, bukan waktu yang tepat untuk kehilangan kendali. Berada di hadapan Jason, dia tidak berani berteriak pada Esme.“Esme, semua ini adalah kesalahan Ayah di masa lalu.” Adam menurunkan sikapnya dan mengakui kesalahannya pada Esme.Tatapan Esme tenang saat ia menatapnya dengan diam. Kenangan yang ditinggalkan oleh pemilik tubuh asli tiba-tiba menbanjiri kepalanya. Kenangan itu bagaikan gelombang besar, berputar tak terkendali di benaknya.Esme manatap Adan dan bertanya, “Ketika aku berusia tujuh tahun, aku demam tinggi selama dua hari. Anita tidak mengizinkanmu membawaku ke rumah sakit, jadi kau benar-benar tidak melakukannya. kemudian, kepala pelayan diam-diam membawaku ke dokter. Tahukah kau apa hal pertama yang dikatakan dokter saat melihatku?”Adam merasa malu saat masa lalu diungkit. Dia mengerutkan bibir dan tampak merasa bersalah. “Ini semua salah Ayah karena terlalu sibuk dan menga
Pada saat yang sama, di Times Light.Jason dan Esme berdiri di depan pintu. Jason tampak acuh tak acuh. Dia memandang pemandangan di depannya seolah-olah sedang melihat seekor b4bi mati.Esme sedikit mengerutkan kening. Meskipun dia telah memenangkan pertempuran selama delapan tahun di kehidupan sebelumnya, melihat Clara tergeletak di tanah dan membusuk, dia tidak bisa menahan rasa jijik.Clara mengenakan celana pendek putih dan kemeja sifon tanpa lengan. Kulit yang terlihat sudah membusuk. Wajahnya, lehernya, lenngannya, dan kakinya … itu mengerikan!Dua hari yang lalu, dia masih hidup dan sehat. Hari ini, dia telah meninggal.Selain itu, seluruh tubuhnya membusuk.Dia dan Jason sedang bekerja di perusahaan ketika tiba-tiba mereka menerima telepon dari pengawal yang mengatakan bahwa Clara telah meninggal.Ketika mereka bergegas datang dari perusahaan, mereka mengira Clara telah bunuh diri dengan membenturkan diri ke dinding atau menggores nadinya.Siapa sangka dia akan mati dengan me
Tadinya Esme memang berniat istirahat, tapi saat dia sampai di kamar dan berbaring di ranjangnya, dia sama sekali tidak bisa tidur.Dia mengambil bantal dan menyandarkannya di punggung, duduk sambil bermain dengan ponselnya.Era ini sungguh hebat! Saat seseorang merasa bosan, mereka bisa mendapatkan berbagai macam hiburan untuk mengisi waktu.Banyak sekali berita yang muncul dalam beberapa hari, dan salah satu di antaranya menarik perhatiannya.‘Kehidupan Pribadi Busuk Clara Andreas, Putri Kedua Keluarga Andreas, Terungkap!’Begitu caption yang ditulis tebal di bagian paling atas.Kehidupan pribadi Clara?Esme sedikit mengangkat alisnya. Dari yang dia ingat, meskipun Clara sombong dan angkuh, dia menjaga dirinya tetap bersih dan kehidupan pribadinya tidak akan busuk.Dia mengkliknya karena penasaran.Terdapat foto-foto berbagai klub malam dan berbagai pria di tempat tidur di hotel maupun wisma. Dia tidak bisa melihat wajah wanita itu dengan jelas. Bahkan jika itu foto tampak depan, ga







