Mag-log inAku seorang selir dari masa lalu, terbangun di tubuh wanita bernama Esme Andreas. Suaminya yang bernama Jason Hall, tidak sabar untuk menceraikannya dari waktu ke waktu. Siapa takut? Kehidupanku sudah menyedihkan di masa lalu. Sekarang aku memiliki kesempatan untuk mendapatkan kehidupanku kembali. Tidak kubiarkan pria seperti Jason menjadi beban hidupku. Aku akan hidup bahagia, mencintai diriku sendiri, dan aku tidak memerlukan pria untuk itu. Namun saat aku mengabulkan keinginannya, dia malah berkata, "Baik, kita akan bercerai, hanya dengan satu syarat. Entah aku yang memanjakanmu, atau kau yang memanjakanku, durasinya selama sepuluh ribu tahun." Itu GILA!
view more“Nona, Anda sudah bangun?”
Esme Andreas baru saja membuka matanya. Ketika suara seorang gadis muda menggema di telinganya, Esme belum merespon apa yang ada di sekelilingnya. Namun, panggilan ini terlalu asing. Bahkan jika dia masih menjalani kehidupan di istana, pelayan istana seharusnya memanggil dia dengan sebutan Niang Niang [referensi ke posisi Selir ekspansi]. Kenapa sekarang jadi berbeda? Dalam keadaan setengah sadar, Esme merasa tersesat. Bulu mata panjang yang tebal dan melengkung itu bergetar. Pupil hitamnya bergerak-gerak dalam kebingungan. Apakah dia tidak ‘dianugerahkan’ dengan tiga kaki sutra putih? [Tiga kaki sutra putih. Seperti dalam drama, Permaisuri atau Selir dianugerahi dengan kaki panjang sutra putih oleh Kaisar sebagai cara untuk mengatakan, ‘Saya tidak ingin menyakiti Anda, tolong bunuh diri’] Mengapa dia tidak merasakan sakit apa pun? Seluruh tubuhnya masih bisa dia rasakan dengan benar. Padahal dia masih ingat jelas jika dia mengalami kematian beberapa menit yang lalu. Apakah mungkin dia tidak mati? Tapi bagaimana dia masih hidup? Mengingat serentetan kejadian yang telah dialaminya, Esther Andreas merasakan sakit di lehernya. Seperti tercekik sampai sesak. Namun, tentu saja tempat yang paling menyakitkan tak diragukan lagi adalah hatinya. Dia telah menjalani hidup dan kematian yang begitu sulit. Pria yang dicintainya pernah berjanji pada Surga, di hari dia dinobatkan sebagai Kaisar, dia yang akan dinobatkan menjadi Permaisuri dan akan menjadi kekasih harem kekaisaran. Tapi setelah dia menemaninya di setiap langkah, pria itu datang untuk menikmati sumpah yang dia buat untuknya. Tidak hanya mengurungnya dalam istana, tapi pria itu memvonisnya bersalah sampai membunuh sembilan generasi keluarganya. Tidak cukup sampai di sana, pria yang dia cintai telah ‘menganugerahkan’ dia dengan tiga kaki sutra putih. Memikirkan ini membuatnya patah hati yang paling menyakitkan. “Nona, jangan berpikir lagi.” Emilia yang duduk di samping tempat tidur telah memperhatikan ekspresi Esme yang terlihat sangat menyedihkan. Kesedihan itu sampai bisa dia rasakan dalam hatinya. Emilia ikut merasakan kepedihan itu. Suara Emilia menarik jauh pikiran Esme kembali ke masa kini. Beberapa menit yang lalu, dia hampir melupakan wanita itu. Esme mengedipkan matanya dengan lembut, dan mencoba memahami sekelilingnya dengan baik. Langit-langitnya seputih salju. Ada juga cahaya putih yang menyilaukan mata, lalu bau desinfektan yang tersisa. Semua ini terlalu aneh. Dia berada di dunia yang berbeda, memaksanya untuk menerima keadaan, di saat dirinya baru saja mengalami kejadian mengerikan. Untuk sesaat, dia merasa jika sudah berada di Surga. Ketika dia melihat Emilia, alisnya berkerut. Mengapa gadis ini berpakaian sangat aneh? Apakah dia benar-benar mati? Jika dia belum meninggal, seharusnya dia masih berada di istana. Bagaimana dia bisa berada di sini? Lalu gadis yang duduk di sebelah tempat tidurnya ini … siapa dia? “Anda ….” Esme menatap Emilia dengan lembut. Matanya penuh kebingungan. “Nona, apakah Anda ingin minum air?” Ketika mendengar suara Emilia yang serak, Esme bertanya penuh kesedihan. “Kau menangisiku?” Emilia sangat terkejut dengan respon Esme. Untuk beberapa saat, dia melihat Esme yang diliputi kebingungan. Pikiran buruk mulai terlintas dan dia menjadi emosional. “Nona, apakah Anda baik-baik saja?” “Saya ….” Awalnya Esme ingin bertanya siapa dia, tapi kemudian rasa sakit tiba-tiba datang dari kepalanya. Kerutan di keningnya semakin dalam. Sementara wajahnya pucat dengan ekspresi menyakitkan. Hal ini tentu saja langsung membuat Emilia panik bukan main. “Nona, apakah Anda baik-baik saja? Di mana Anda merasa tidak nyaman?” Emilia secara refleks kebingungan sekaligus merasa takut jika terjadi sesuatu pada Esme. “Saya akan menghubungi dokter.” Tubuh wanita itu langsung meloncat ke atas untuk menggapai tombol darurat. “Tunggu.” Esme memegang kepalanya, mencekram rambutnya sendiri demi menghalau rasa sakit yang luar biasa itu. Seperti ada sebuah batu besar yang menghantam kepalanya berulang kali. Bersamaan dengan itu, ada potongan gambar tak berujung di benaknya. Ya, ini sebuah kenangan. Dari potongan-potongan kenangan yang terputus-putus, Esme akhirnya tahu mengapa dia berbaring di tempat tidur ini. Sepertinya jiwanya telah melintasi waktu. Dia telah merasuki tubuh wanita lain, dan mewarisi ingatan wanita tersebut. Saat ini dia bernama Esme Andreas yang dikenal sebagai putri manja keluarga Andreas. Akan tetapi, Esme Andreas ini telah menikah dengan seorang pria yang menguasai Ford Country―Jason Hall. Rupanya, pemilik tubuh asli ini sejak kecil sudah memiliki mimpi untuk menikah dengan Jason Hall. Karena itu, dia sudah menggunakan segala cara untuk menggapainya. Pada akhirnya, setelah dia mendapatkan apa yang dia impikan, Jason Hall membencinya sampai ketulang. Jason Hall tidak dapat menghadapi istri yang tidak patuh, sulit diatur, egois, dan memiliki pemikiran yang sempit. Sampai tiga bulan yang lalu, pemilik tubuh asli ini tidak bisa menahannya lagi. Dia mengambil tindakan nekat, membius Jason agar mereka bisa tidur bersama. Rencananya berhasil, dia hamil. Pada awalnya Esme ingin menggunakan anak itu untuk meraih cinta Jason, tapi pria itu dengan kejam menyuruhnya melakukan aborsi. Penolakan Esme membuat Jason yang marah semakin jengkel. Kebencian dalam diri pria itu naik hingga level tertinggi. Di kehidupan asli Esme sebelumnya, wanita ini akan mengeluh pada Tuan Besar Hall tentang Jason jika dia menghadapi kemarahan pria itu. Bahkan kadang-kadang Esme akan muncul di perusahaan, membuat onar dan memicu keramaian. Hanya melihat seorang wanita yang sedang bicara dengan Jason saja, itu bisa menjadi keributan besar. Esme akan memperlakukan pihak lain sebagai saingan cintanya. Bukan hanya itu, dia juga mengutuk wanita yang berani mendekati Jason. Hal seperti ini membuat Jason semakin bersikeras untuk menceraikannya. Mendengar kata perceraian, Esme benar-benar mendapat pukulan mental yang besar. Setelah ancaman jika dia akan bunuh diri sudah tidak berguna bagi Jason, Esme yang dalam kegilaan mengemudi ke Hall Manor. Harapan terakhirnya hanya Tuan Besar Hall. Dia berharap Pria Tua itu akan menegakkan keadilan untuk dirinya dan cucunya kelak. Sayangnya, hal-hal tak direncanakan selalu muncul tak terduga. Dalam perjalanan, Esme mengalami kecelakaan parah yang membuatnya koma selama delapan hari di rumah sakit. Dia juga kehilangan anak dalam rahimnya. Selama itu juga Jason Hall tidak pernah mengunjunginya di rumah sakit. Tidak sekalipun! Memikirkan hal ini, dia menangkap jika Jason begitu membenci pemilik tubuh asli sampai ingin meninggalkan darah dagingnya sendiri. Setelah memilah-milah kenangan ini dan memahami siapa dia sekarang, rasa sakit di kepalanya tadi berangsur mereda. Ekspresi kaget dan kebingungan tadi berubah ganas. Apakah itu di kehidupan dia sebelumnya atau saat ini, jelas dia telah salah mencintai seseorang. Pemilik tubuh asli ini juga telah mencintai Jason di usianya yang masih tiga belas tahun. Sungguh pemilik tubuh asli telah menghabiskan seluruh hidupnya dengan sia-sia. Setelah dokter memeriksa keadaan Esme, dia berkata jika kesembuhannya berjalan dengan sangat baik. Menunggu beberapa hari untuk observasi, dan setelah itu dia bisa pulang sesuai prosedur. Esme duduk di tempat tidur dan masih mencoba menyerap semuanya. “Nona, apakah Anda lapar? Apa Anda ingin memakan sesuatu? Saya akan mendapatkannya untuk Anda.” Melihat Esme yang lebih baik, Emilia bertanya dengan lega. “Aku tidak lapar.” Esme menggelengkan kepalanya. Mungkin karena terlalu lama koma, suaranya jadi sedikit serak. “Tolong beri aku segelas air.” Tenggorokannya terasa kering seperti kulit pohon. Emilia mengangguk dan segera mendapatkan itu. Esme memperhatikannya diam-diam ketika Emilia menuangkan air. Dalam ingatannya, wanita ini adalah pelayan keluarga Andreas. Usianya tidak jauh berbeda dengan dirinya sendiri. Dalam keluarga Andreas, Emilia adalah satu-satunya orang yang baik baginya. Jadi ketika dia menikah dengan Jason, dia juga membawa Emilia bersamanya. Delapan hari dia dalam keadaan koma, jangan bertanya apakah Jason mengunjunginya atau tidak. Bahkan tidak satu pun keluarga Andreas yang datang menemuinya. Hanya Emilia yang tetap berjaga siang dan malam untuk merawatnya. Emilia menuangkan segelas air, dan tepat dia hendak berbalik, dia melihat siluet tinggi di pintu seperti Dewa yang turun dari langit. Melihat orang ini, Emilia tertegun beberapa saat sebelum dia sadar lalu dengan cepat menyambut hormat, “Tuan Muda Hall?” ***Keesokan harinya, Esme pergi ke perusahaan dengan seluruh tubuhnya yang terasa sakit.Jason adalah binatang buas! Dadanya terluka, tapi dia masih begitu ganas.Jantungnya berdebar kencang, dan ada sedikit rasa manis di dalamnya.Dia sedikit mengangkat dagunya dan mengerutkan kening. Bukankah dia sudah berjanji tidak boleh jatuh cinta padanya?Mengapa jantungnya berdebar kencang saat bersamanya sekarang?Dia duduk di sana, tenggelam dalam pikiran. Ah, dia terperangkap oleh cinta.Ponsel di atas meja menyala, dan tatapan Esme beralih ke sana.Itu adalah pesan dari Jason. Pesan suara.Pria itu tidak fokus saat bekerja.Esme mendengus dalam hati. Dia mengetuk layar dengan ringan dan pesan pun muncul.“Apa yang harus aku lakukan? Punggungku sakit dan kakiku kram.”Esme tak kuasa menahan tawa saat mendengarnya. Ia menjawab, “Apa lagi yang bisa kulakukan? Kau mungkin sedang menstruasi.”Emilia mendengar ucapan Esme begitu dia masuk dan bertanta, “Nona, apakah Anda sedang mengobrol dengan Sho
Jason mengira Esme lapar di tengah malam dan turun ke bawah untuk mencari seuatu yang bisa ia makan, jadi dia menyusulnya.Dia turun ke bawah tetapi tidak melihatnya.Wanita itu pasti tidur di kamar lain.Jason pergi ke kamar yang biasa ditempati wanita itu dan menyalakan lampu. Benar saja, dia melihatnya berbaring di tempat tidur.Di bawah cahaya, kulitnya tampak lebih cerah daripada di siang hari.Dia tidak tahu apakah suara guntur di luar membangunkannya atau apakah dia sedang bermimpi, tetapi alisnya sedikit berkerut dalam tidur. Dia tampak sangat gelisah.Jason berdiri di depan tempat tidur dan menatapnya.Ketika dia memikirkan bagaimana wanita itu dengan dingin menembaknya dengan panah dalam mimpi, hatinya terasa sedikit sakit.Mungkinkah karena dia telah mengarahkan panah ke arahnya di peternakan Seth sehingga dia mengalami mimpi seperti itu?Dasar perempuan! Di luar hujan dan dia tidak menutup jendela. Angin bertiup masuk melalui jendela, tapi dia tidak menutupi dirinya dengan
Ketika Esme mendengar itu, dia terkejut sejenak.Pada saat itu, sebuah mobil polisi lalu lintas datang.Suara itu datang dari jauh, dari pelan hingga keras.Dia berkata, “Itu suara mobil polisi lalu lintas, bukan suara tapak kuda.”Esme menarik tangannya dan memeriksa kepalanya.Dari luar, kepalanya tampak utuh dan tidak terluka.“Apakah ini sangat menyakitkan? Apa kamu ingin pergi ke rumah sakit?” Esme melihat bhawa dia telah menutup matanya dan mengerutkan kening. Dia sedikit khawatir.Jika Jason tidak menggunakan tubuhnya untuk melindunginya, dia akan menabrak kaca depan seperti dirinya.Jason membuka matanya. Tampaknya ada lapisan kabut hijua muda di bawah matanya. Lapisan itu begitu tebal sehingga bagian bawahnya tidak terlihat.Dia menatap Esme dan mengerutkan kening. “Kau salah menginjak pedal gas!”Mengapa orang selalu membuat kesalahan fatal ketika panik?Esme sedikit malu.Jason bertanya, “Apa kamu baik-baik saja?”“Aku sudah katakan aku baik-baik saja.”Mobil polisi sudah b
Matahari terbit sangat terang.Meskipun tirai tebal ditutupi, sinar matahari tidak bisa dihalau.Layla, yang biasanya tidur menggunakan penutup mata, tidak memakainya karena ia bermalam di hotel. Cahaya yang masuk melalui tirai sangat menyilaukan, dan dia merasa sangat tidak nyaman.Dia mengedipkan bulu matanya agar matanya terasa lebih nyaman dan meregangkan tubuhnya.“Ah ….” Begitu dia mengangkat lengannya, dia merasakan sakit yang menusuk di seluruh tubuhnya.Rasa sakit itu membuatnya segera menyadari apa yang sedang terjadi.Tadi malam, dia dan Alexander ….Layla menatap langit-langit dengan tatapan kosong.Semalam, alexander memperlakukannya seperti serigala buas. Dia sangat lapar hingga ingin menelannya hidup-hidup.Suara air mengalir terdengar dari kamar mandi. Layla menenangkan diri.Alexander belum pergi?Dia mengerutkan bibirnya dan memperlihatkan senyum jahat.Bukankah lebih baik pria itu tidak pergi? Dia bisa berngosiasi dengannya sebentar lagi.Setelah sepuluh menit kemud






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Mga Ratings
RebyuMore