Home / Romansa / JEJAK HASRAT / Bab 3 Ketagihan Penagih Hutang

Share

Bab 3 Ketagihan Penagih Hutang

Author: Irbapiko
last update Last Updated: 2025-09-25 21:13:36

Setelah pertukaran pesan yang intim itu, Supri dan Dania meletakkan ponsel mereka dengan perasaan hangat di hati. Mereka tahu bahwa hubungan mereka adalah rahasia yang harus dijaga dengan baik, dan mereka berharap suatu hari nanti, mereka bisa bersama tanpa ada rahasia yang menyelubungi mereka. Hingga saat itu tiba, mereka akan terus menjalani momen-momen obrolan rahasia di malam hari seperti ini, di bawah bayangan Sopyan yang tertidur pulas.

***

Hari itu adalah hari yang seperti biasa bagi Supri. Dia mengenakan setelan rapinya dan memegang daftar tagihan untuk ke rumah Sopyan dan Dania. Setelah sempat memberi salam kepada Sopyan yang baru saja berangkat kerja, Supri pun duduk bersama Dania di ruang tengah rumah petak itu.

Dania terlihat khawatir ketika Supri membuka daftar tagihan. "Mas Supri, saya harus jujur dengan mas," ujar Dania dengan suara pelan, "Kami sedang kesulitan keuangan. Mas Sopyan belum memberi saya uang untuk membayar tagihan ini."

Supri memandang Dania dengan simpat
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • JEJAK HASRAT   Bab 1 Dahsyatnya Menikah dengan Darah Muda

    Seorang wanita cantik dan dewasa usia 35 tahun bernama Tina yang telah menjanda selama 5 tahun karena telah bercerai dengan suaminya karena ketidakcocokan prinsip hidup. Tina adalah pemilik beberapa cabang usaha pengiriman barang.Setiap cabang unita usahanya ada kepala cabangnya. salah satu kepala cabang yang cukup akrab dengannya bernama Andi usia 25 tahun. Andi sebenarnya sebentar lagi akan menikah dengan tunangannya tapi sejak bertunangan malah sering bertengkar dan mulai muncul ketidakcocokan dengan sang kekasih yang bernama Dena itu.Dena belakangan terlalu banyak menuntut kepada Andi sehingga Andi menjadi ragu untuk melanjutkan hubungnnya dengan Dena. Andi yang masih sangat muda itu pun sering cuhat kepada Tina selaku bos sekaligus sahabatnya itu.***Tina duduk di balik meja kerjanya yang luas, menyibukkan diri dengan tumpukan berkas dan laporan. Kepalanya terasa berat, terbebani oleh berbaga

  • JEJAK HASRAT   Bab 4 Nikmatnya Jepitan Janda Muda

    Hari itu, di ruang tamu rumah ortu Tini, Haji Agus duduk di hadapan Haji Tini dengan wajah yang penuh ketegangan. Dia tahu bahwa apa yang akan dia katakan akan mengubah segalanya."Tini, aku harus berbicara denganmu tentang sesuatu yang penting," ucapnya dengan suara serius.Haji Tini menatap suaminya dengan rasa waspada. Dia merasakan bahwa ada sesuatu yang tidak biasa dari ekspresi wajah Haji Agus. "Apa yang terjadi, Agus? Apa yang ingin kamu bicarakan?" tanya Bu Haji Tini dengan nada penasaran.Haji Agus menarik napas dalam-dalam sebelum akhirnya mengungkapkan apa yang telah lama dia simpan di dalam hatinya. "Tini, aku merasa bahwa hubungan kita belakangan ini tidak seperti dulu. Aku merasa bahwa kamu menjauh dariku, terutama dalam hal keintiman. Kamu jarang sekali melayaniku saat aku ingin bercinta, padahal itu adalah kewajiban seorang istri," ucapnya dengan suara yang penuh kekecewaan.Haji Tini

  • JEJAK HASRAT   Bab 3 Nikmatnya Jepitan Janda Muda

    Sejak malam yang pertama mereka berbagi momen intim di kamar hotel, Haji Agus dan Idoh merasa sulit untuk menahan keinginan mereka yang semakin membara. Mereka seperti terjerat dalam pusaran nafsu yang tak terbendung, dan setiap kesempatan yang mereka dapatkan untuk bertemu, selalu berakhir dengan momen kebersamaan yang penuh gairah.Di sisi lain, Bu Haji Tini semakin sibuk dengan tanggung jawabnya sebagai pengurus pengajian ibu-ibu dan berbagai kegiatan sosial lainnya. Dia terlalu terlena dengan kesibukannya sehingga melupakan tugas utamanya sebagai istri, yaitu memberikan perhatian kepada suaminya.Haji Agus, meskipun merasa kesepian karena kurangnya perhatian dari istrinya, tetap menjaga rahasia tentang hubungannya dengan Idoh. Namun, kecemasan dan rasa bersalah masih menghantuinya setiap hari.Sementara itu, Idoh mulai melupakan kesedihannya sejak kepergian Marno, suaminya yang telah meninggal dunia. Kini, dia telah

  • JEJAK HASRAT   Bab 2 Nikmatnya Jepitan Janda Muda

    Hari yang ditentukan akhirnya tiba. Di dalam rumah, Haji Agus duduk gelisah di ruang tamu, matanya terus memperhatikan jam di pergelangan tangannya. Bu Haji Tini, yang sedang berdandan di dekat cermin, mencuri-curi pandang ke arah suaminya yang tampak gelisah."Hari ini kenapa kamu terlihat gelisah sekali, Agus?" tanya Bu Haji Tini, mencoba mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.Haji Agus mencoba menyembunyikan kegelisahannya dengan tertawa. "Ah, tidak apa-apa, Tini. Aku hanya menunggu pesan dari teman," jawabnya cepat.Namun, Bu Haji Tini tidak sepenuhnya yakin dengan jawaban itu. Dia bisa merasakan ada sesuatu yang disembunyikan oleh suaminya. Namun, dia memilih untuk tidak bertanya lebih lanjut, menyadari bahwa Agus pasti memiliki alasan untuk merahasiakannya.Sementara itu, di rumah kontrakannya, Idoh duduk di tepi tempat tidur, menatap layar ponselnya dengan gelisah. Dia menunggu dengan tidak s

  • JEJAK HASRAT   Bab 1 Nikmatnya Jepitan Janda Muda

    Idoh duduk termenung di teras rumah kontrakan, tatapan kosongnya mengarah pada langit yang mulai berwarna orange senja. Sinar matahari yang perlahan tenggelam itu seolah menambah kesan sepi yang melingkupi hatinya. Setahun pernikahannya dengan Marno, suaminya, terasa begitu singkat. Mereka belum sempat merasakan kebahagiaan yang sesungguhnya sebagai pasangan suami istri. Sekarang, Marno telah tiada, meninggalkan dirinya sendiri di dunia yang penuh kesedihan.Bu Haji Tini, pemilik rumah kontrakan tempat Idoh tinggal, duduk di sebelahnya dengan wajah prihatin. "Idoh, kamu harus kuat. Ini pasti tidak mudah bagimu, tapi kamu tidak sendiri. Kami di sini akan selalu mendukungmu," ucap Bu Haji Tini dengan lembut.Idoh tersenyum kecil, meskipun hatinya masih dilanda duka yang mendalam. "Terima kasih, Bu. Saya akan mencoba berusaha kuat," jawabnya pelan.Sementara itu, Haji Agus, suami Bu Haji Tini, datang membawa sebuah nampan b

  • JEJAK HASRAT   Bab 4 Goyangan Hot Ibu Mertua

    Setelah puas bercinta di kamar hotel, Luki dan Mama Diana buru-buru mandi dan segera meninggalkan kamar hotel tersebut. Mereka merasa seperti sedang melayang di awan, masih terhanyut dalam kenikmatan yang mereka rasakan, tapi juga merasa tertekan oleh kewajiban dan tanggung jawab yang menanti di luar sana.Luki mengucapkan terima kasih kepada Mama Diana sambil memeluknya erat. "Terima kasih, Diana. Ini adalah momen yang luar biasa."Mama Diana tersenyum tipis, tapi di balik senyumnya, dia merasa sedikit cemas. "Ya, ini memang momen yang tak terlupakan. Tapi sekarang kita harus kembali ke kenyataan."Mereka berdua meninggalkan kamar hotel dengan hati yang berat, tapi juga penuh dengan kenangan yang indah. Luki kembali pulang ke rumahnya, sementara Mama Diana berusaha menenangkan diri untuk menghadapi situasi yang menantinya di rumah sakit.Sebelum sampai di rumah sakit, Mama Diana segera mencarikan da

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status