Home / Romansa / JEJAK HASRAT / Bab 5 Efek Bertukar Pasangan

Share

Bab 5 Efek Bertukar Pasangan

Author: Irbapiko
last update Last Updated: 2025-09-23 14:13:34

Dendi (pesan singkat): Dek Silvi, apa pendapatmu jika kita mencoba bertemu lagi suatu saat?

Silvi (pesan singkat): Itu akan sangat berisiko, mas Dendi. Tapi jika kita bisa menjaga rahasianya, mungkin kita bisa mencari waktu yang tepat.

Dendi (pesan singkat): Aku setuju, dek Silvi. Kita harus sangat berhati-hati. Tapi aku merasa kita membutuhkan ini.

Silvi (pesan singkat): Aku juga, mas Dendi. Kita akan mencari cara.

Malam itu berakhir dengan janji diam-diam untuk mencari kesempatan lain untuk bertemu, untuk merasakan kembali momen intim yang hanya mereka berdua yang tahu. Mereka tahu bahwa mereka harus sangat berhati-hati, tetapi rasa keinginan dan rindu telah mengambil alih, dan mereka merasa bahwa ini adalah sesuatu yang mereka butuhkan untuk menjaga semangat mereka hidup dalam pernikahan mereka yang penuh tantangan.

Hari itu, matahari bersinar terang, dan udara terasa panas. Dendi duduk di ruang tamunya, hatinya berdebar-debar dan perasaannya campur aduk. Dia tahu apa yang dia renc
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • JEJAK HASRAT   Bab 4 Naksir Sama Pengangguran

    Di dalam kamar Lisa, suasana menjadi semakin panas dan intim. Pakaian mereka berguguran satu per satu, menyisakan tubuh mereka yang telanjang di hadapan satu sama lain. Mereka menemukan kebahagiaan dalam keintiman yang mereka bagi, merasakan sentuhan kulit satu sama lain dengan penuh gairah.Desahan dan erangan halus mereka memenuhi ruangan, menciptakan sebuah simfoni keintiman yang memabukkan. Mereka menyatu dalam cinta dan nafsu, hilang dalam dunia mereka yang penuh dengan kehangatan dan kasih sayang.Setiap sentuhan, setiap ciuman, terasa begitu nyata dan begitu sempurna. Mereka mengeksplorasi tubuh satu sama lain dengan penuh keinginan, membakar api gairah yang semakin berkobar di dalam diri mereka."Kau membuatku gila, Dion," bisik Lisa dengan suara yang bergetar."Dan kau membuatku kehilangan akal sehat," jawab Dion sambil tersenyum.Mereka kembali terdiam, membiarkan kehen

  • JEJAK HASRAT   Bab 3 Naksir Sama Pengangguran

    Hari berikutnya setelah kejadian di mall, Lisa memutuskan untuk memejamkan hatinya dari Dimas. Setiap kali ponselnya berdering dengan panggilan atau pesan dari Dimas, dia memilih untuk mengabaikannya. Hatinya masih terluka dan dia tidak ingin memberi kesempatan kepada Dimas untuk menambah luka tersebut.Namun, ketika Dimas mencoba untuk menemui Lisa di rumahnya, Lisa merasa tidak siap untuk menghadapinya. Dia tahu bahwa pertemuannya dengan Dimas akan memicu emosi yang dalam dan mungkin akan membuatnya semakin hancur.Saat Dimas tiba di depan rumahnya, Lisa yang merasa kesal melihatnya berusaha untuk tetap tenang saat membuka pintu. Namun, ketika dia melihat ekspresi Dimas yang masih mencoba untuk berbohong, rasa kesalannya semakin memuncak."Kenapa kamu di sini, Dimas?" tanya Lisa dengan suara yang bergetar.Dimas mencoba untuk bercengkerama dengan Lisa, "Lisa, Aku kangen sama kamu."

  • JEJAK HASRAT   Bab 2 Naksir Sama Pengangguran

    Suatu hari saat Lisa meminta tolong kepada Dion untuk mengantarnya pake motor menuju sebuah mall tanpa sengaja Lisa melihat Dimas sedang bergandengan tangan dengan seorang cewek cantik dan bertubuh montok.Hati Lisa hancur saat dia melihat Dimas bergandengan tangan dengan seorang cewek cantik di depan mata. Dia tak bisa mempercayai apa yang dia lihat. Rasanya seperti sebuah pukulan yang menyakitkan di dalam hatinya, membuatnya hancur berkeping-keping."Dion, aku minta maaf, aku harus mengikuti mereka," ucap Lisa dengan suara yang gemetar, matanya masih terpaku pada pemandangan di depannya.Dion, yang memahami situasi dengan cepat, mengangguk. "Tentu saja, Lisa. Aku akan menemanimu."Mereka berdua segera mengejar Dimas dan cewek itu yang sudah melaju ke arah sebuah kamar hotel. Lisa merasa dadanya sesak, sulit bernafas, tetapi dia terus mengejar, dipicu oleh keingintahuannya yang mendesak.&nbs

  • JEJAK HASRAT   Bab 1 Naksir Sama Pengangguran

    Lisa melangkah dengan langkah yang cepat dan mantap, tas ranselnya bergoyang di punggungnya. Hari itu udara begitu panas di Jakarta, menyengat wajahnya yang masih terlihat segar setelah seharian di kampus. Pikirannya masih terhanyut dalam aroma buku dan catatan kuliahnya. Dalam benaknya, ada bayangan kembali ke rumah, ke Bogor, tempat di mana ia bisa bersantai sejenak dari hiruk-pikuk kehidupan perkotaan.Namun, tepat di depannya, pos ronda yang biasanya sepi kini menjadi saksi dari tiga pemuda yang duduk di sana, bermain kartu sambil menenggak minuman keras. Lisa mengernyitkan keningnya. Tak ada yang aman di kota besar ini, termasuk jalanan yang ia lalui setiap hari."Ssst, lihat itu," bisik salah satu dari mereka, sementara mata mereka melirik ke arah Lisa yang berjalan melewati pos ronda.Lisa merasa tidak nyaman, namun dia terus berjalan, berusaha untuk tidak memperhatikan mereka. Tetapi, seakan tak ingin dibiarkan b

  • JEJAK HASRAT   Bab 4 Pembalap yang Jago Bercinta

    Setelah pertemuan di ruang konferensi, atmosfer di kantor TV swasta itu terasa tegang. Medina merasa sedikit cemas dengan beragam reaksi yang mereka terima dari rekan-rekan kerjanya. Namun, dia merasa lega karena sebagian besar dari mereka tampak memahami dan menerima hubungannya dengan Arga.Pak Dharma, sang pimpinan redaksi, memberikan tatapan serius kepada Medina. "Medina, saya harap Anda tetap memahami pentingnya menjaga profesionalitas di tempat kerja. Hubungan pribadi Anda dengan Arga tidak boleh mempengaruhi kinerja Anda di sini."Medina mengangguk dengan serius. "Ya, Pak Dharma. Saya akan memastikan untuk tetap profesional dalam setiap tindakan saya di kantor."Arga memberikan senyuman menguatkan kepada Medina. "Saya akan selalu mendukung Medina dalam menjaga profesionalitasnya di tempat kerja. Anda bisa percayakan padanya, Pak Dharma."Pak Dharma mengangguk, menunjukkan bahwa dia percaya pad

  • JEJAK HASRAT   Bab 3 Pembalap yang Jago Bercinta

    Medina tidak bisa menahan senyum bahagianya. "Saya juga, Arga," jawabnya dengan suara yang bergetar karena emosi.Mereka saling memandang sejenak, sebelum akhirnya merangkul satu sama lain dan beralih ke kasur yang terletak di ujung kamar hotel. Ketika mereka berada di atas kasur, ciuman dan belaian mereka semakin intens. Arga dengan lembut mencumbu bibir, leher, dan seluruh tubuh Medina, sementara Medina menanggapi dengan erangan halus yang memperdalam keintiman mereka."Pakaianmu," bisik Arga di telinga Medina, suaranya dipenuhi dengan desiran gairah.Medina hanya tersenyum tipis, mengetahui apa yang diinginkan Arga. Dengan gerakan gemulai, dia membiarkan Arga melepaskan pakaian satu per satu, membiarkan keintiman antara mereka semakin dalam dan tak terhindarkan.Saat keduanya telanjang bulat di atas kasur, kehangatan tubuh mereka saling bersentuhan, menciptakan sensasi yang tak terlukiskan dengan

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status