首頁 / Romansa / Jangan Jatuh Cinta, Pengawal! / BAB 49: Riak di Balik Cakrawala

分享

BAB 49: Riak di Balik Cakrawala

作者: Startrek007
last update publish date: 2026-06-24 08:15:07

Keheningan siang di teras vila perlahan-lahan berganti dengan desau angin buritan yang membawa aroma garam lebih pekat dari biasanya.

Arkan meletakkan cangkir porselennya yang telah kosong, pandangannya beralih dari garis pantai menuju ke arah laptop taktis yang tersamar di balik meja kayu rotan.

Meskipun atmosfer di sekitar mereka tampak begitu damai dan meneduhkan, insting seorang mantan komandan elit tidak pernah bisa ben
在 APP 繼續免費閱讀本書
掃碼下載 APP
已鎖定章節

最新章節

  • Jangan Jatuh Cinta, Pengawal!    BAB 52: Barisan Awan Hitam

    Malam semakin larut ketika gumpalan awan hitam dari arah utara perlahan-lahan mulai menelan pendaran rembulan keperakan di atas langit Pulau Naga Tidur.Arkan melangkah cepat menyusuri koridor bawah tanah menuju ruang kendali taktis, di mana Bayu sudah menunggu dengan raut wajah yang dipenuhi oleh ketegangan militer yang sangat pekat.Layar monitor utama di dinding ruangan kini tidak lagi menampilkan citra satelit yang bersih, melainkan dipenuhi oleh garis-garis distorsi elektromagnetik berwarna merah darah."Kapten, anomali ini bukan sekadar penyamaran gaib biasa," ujar Bayu begitu melihat kehadiran Arkan, jemarinya bergerak tanpa henti di atas papan ketik virtual."Dewan tetua kota tampaknya telah mengaktifkan 'Sihir Pembalik Langit' untuk mematikan seluruh frekuensi satelit komersial yang mengarah ke koordinat kita," lanjut Bayu menjelaskan situasi.Arkan berdiri tegak di samping meja holografik, menatap riak-riak distorsi merah yang mulai bergesekan dengan ba

  • Jangan Jatuh Cinta, Pengawal!    BAB 51: Menjelang Badai

    Rembulan malam itu bersinar dengan pendaran yang tidak biasa, dikelilingi oleh lingkaran tipis berwarna keperakan yang menandakan atmosfer spiritual sedang mengalami distorsi.Arkan berdiri diam di balkon lantai dua vila utama, kedua tangannya bertumpu pada pagar kayu jati sembari membiarkan angin malam yang dingin menyapu wajah tegapnya.Di dalam genggaman jemarinya, Cincin Naga Tidur kuno memancarkan pendaran hawa hangat yang konstan, seolah memberikan peringatan dini akan adanya pergeseran energi kosmik yang masif.'Hadeuhhh... pesan dari pak tua itu beneran merusak jadwal tidur tenang gue malam ini. Gerhana spiritual itu tinggal menghitung hari, tapi persiapan kita masih banyak yang belum selesai,' batin Arkan menghela napas panjang.Meskipun batin komikalnya mengeluh karena kelelahan taktis yang terus menumpuk, sorot mata Arkan tetap memancarkan ketegasan seorang komandan elit yang tak kenal takut.Dari arah belakang, suara langkah kaki yang sangat halus ter

  • Jangan Jatuh Cinta, Pengawal!    BAB 50: Bisikan dari Masa Lalu

    Langkah kaki Arkan dan Aura perlahan membawa mereka ke ujung area perkebunan herbal, di mana barisan pohon rindang berbatasan langsung dengan tebing batu yang menghadap ke laut lepas.Angin sore mulai berembus sedikit lebih kencang, menerbangkan beberapa helai daun kering dan memainkan ujung jubah latihan abu-abu milik Arkan dengan irama yang tenang.Aura masih setia menggelayut di lengan pengawal pribadinya, namun sepasang mata bulatnya kini menatap lurus ke arah samudra luas yang dibatasi oleh riak keemasan perisai absolut."Arkan, jika suatu saat orang-orang dari dewan tetua kota atau sisa-sisa Elang Hitam berhasil menemukan cara untuk menembus pulau ini, apa yang akan kita lakukan?" tanya Aura, nadanya melembut, menyiratkan secercah kekhawatiran yang ia sembunyikan sejak tadi.Arkan menghentikan langkah kaki mereka tepat di bawah naungan pohon beringin tua yang akarnya mencengkeram kuat tanah tebing, lalu membalikkan tubuhnya agar bisa menghadap Aura sepenuhnya.

  • Jangan Jatuh Cinta, Pengawal!    BAB 49: Riak di Balik Cakrawala

    Keheningan siang di teras vila perlahan-lahan berganti dengan desau angin buritan yang membawa aroma garam lebih pekat dari biasanya. Arkan meletakkan cangkir porselennya yang telah kosong, pandangannya beralih dari garis pantai menuju ke arah laptop taktis yang tersamar di balik meja kayu rotan. Meskipun atmosfer di sekitar mereka tampak begitu damai dan meneduhkan, insting seorang mantan komandan elit tidak pernah bisa benar-benar tertidur, terutama ketika perisai absolut baru saja diaktifkan. Aura yang menyadari perubahan ekspresi pada wajah tegap Arkan perlahan menegakkan posisi duduknya, melepaskan sandaran kepalanya dari bahu bidang sang pengawal dengan enggan. "Arkan, ekspresi wajahmu kembali berubah kaku seperti itu. Apakah ada sesuatu yang mengganggu pikiran taktis Jejaring Naga milikmu?" tanya Aura penuh perhatian. Arkan menatap sepasang mata

  • Jangan Jatuh Cinta, Pengawal!    BAB 48: Desau Ombak Selatan

    Kendaraan taktis pantai itu kembali melaju, meninggalkan jejak-jejak roda yang beririang rapi di atas hamparan pasir putih Pantai Barat yang kini telah terlindungi sepenuhnya oleh perisai spiritual. Arkan memutar kemudi dengan gerakan yang sangat lihai, mengarahkan moncong kendaraan taktis melewati jalur berbatu landai yang memotong langsung menuju ke arah sektor Pantai Selatan. Aura duduk di sampingnya sembari sesekali memandangi Cincin Naga Tidur di jari manisnya yang kini memancarkan pendaran cahaya keemasan yang jauh lebih stabil, hangat, dan menenangkan jiwa. *Deggg...* Getaran frekuensi tinggi dari inti cincin yang baru saja disinkronkan di menara kuno tadi masih terasa mengalir halus, menyatu dengan detak jantung dan hembusan napas taktis mereka berdua. "Arkan, setelah semua pos pertahanan di pantai ini aktif, apakah itu berarti kita bisa sedikit bersan

  • Jangan Jatuh Cinta, Pengawal!    BAB 47: Pondasi yang Mengakar

    Deru halus mesin kendaraan taktis listrik itu perlahan menjauh dari Pantai Selatan, membawa Arkan, Aura, dan Bayu kembali menyusuri jalan setapak di bawah rindangnya vegetasi tropis pulau. Aura menyandarkan punggungnya di kursi penumpang dengan lemas namun raut wajahnya memancarkan kepuasan yang luar biasa. Topi jerami lebarnya sengaja diletakkan di pangkuan, membiarkan angin sepoi-sepoi menerpa wajah cantiknya yang mulai kembali merona segar. Di sampingnya, Arkan tetap fokus pada kemudi, meski sesekali pandangan matanya melirik ke arah jemari Aura yang tampak masih memerah akibat luapan energi Qi saat proses penyegelan kolam karang tadi. Deggg... Cincin Naga Tidur di jari manis Arkan berdenyut lembut, menyalurkan gelombang sirkulasi hawa hangat pelindung secara otomatis untuk meredakan rasa pegal pada urat-urat tangan sang nona besar. "Arkan, rasanya seperti mimpi ya. Beberapa m

  • Jangan Jatuh Cinta, Pengawal!    BAB 38: Ruang Hampa Qi

    Ketegangan di depan pintu baja raksasa ruang penyimpanan inti cincin terasa begitu mencekik leher.Arkan berdiri kaku, sementara Bayu masih berkutat dengan komputer tablet taktisnya, mencoba meretas sistem enkripsi militer tingkat tinggi milik mantan organisasi mereka.Aura berdiri

  • Jangan Jatuh Cinta, Pengawal!    BAB 37: Menyusup ke Sarang Elang

    Matahari mulai meninggi di ufuk timur,

  • Jangan Jatuh Cinta, Pengawal!    BAB 36: Rencana di Balik Bayangan

    Suasana di dermaga rahasia itu terasa begitu sunyi dan mencekam. Langit pagi yang cerah seolah tak mampu mengusir kegelapan yang menyelimuti hati Arkan dan Aura. Mereka berdiri tegak di depan jendela kaca besar kapal pesiar perak,

  • Jangan Jatuh Cinta, Pengawal!    BAB 35: Jejak di Pelabuhan

    Kapal pesiar perak itu melaju membelah ombak malam, meninggalkan Pulau Naga Tidur yang perlahan menghilang di balik cakrawala.Suasana di dalam kabin utama terasa begitu tegang, hanya diterangi oleh pendaran cahaya holografik biru dari meja konsol radar utama di tengah ruangan.Arkan

更多章節
探索並免費閱讀 優質小說
GoodNovel APP 免費暢讀海量優秀小說,下載喜歡的書籍,隨時隨地閱讀。
在 APP 免費閱讀書籍
掃碼在 APP 閱讀
DMCA.com Protection Status