Share

Bab 44 Membagi Miliknya

Author: Ratu As
last update Petsa ng paglalathala: 2026-06-11 09:31:44

"Zayn, apa kamu ingin aku ambilkan minum?" tanya Azalea saat ia merasa bingung tidak ada kerjaan, sementara sejak tadi Zayn hanya diam saja dan sibuk dengan ponsel.

"Tidak."

"Atau kamu butuh sesuatu? Aku akan--"

"Duduklah," titah Zayn sambil menggerakan dagunya ke arah sofa.

Azalea meringis canggung, namun ia tetap menurut dengan duduk di seberang Zayn. Gadis itu kembali menunggu sambil sesekali melirik ke arah jam.

"Kudengar kamu dan Ezra taruhan?" Zayn memulai obrolan dengan topik yang me
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Jangan Sentuh Milik Raja Sekolah!    Bab 96 Ciuman Zayn dan Naura

    Ezra tidak mengerti, di saat ia mulai memaklumi Azalea, Haikal justru bersikap sebaliknya. Tidak ada tugas yang bisa dikerjaan, Ezra iseng mengirim pesan pada sahabatnya yang lain--Varan dan Varel. Si kembar itu biasanya akan sangat heboh jika diajak bicara soal Naura. [Hei, apa kamu tahu? Naura si peri kecil yang manis dan imut idaman kita dulu? Kurasa ia sudah banyak berubah.] Pesan itu berisi sama, namun terkirim ke nomor masing-masing secara pribadi. Ezra tidak ada niat menjelekan Naura, ia hanya ingin mengungkapkan kekecewaannya. Pasalnya, dulu Naura menjadi teman perempuan mereka yang paling mereka kagumi. Tak lama Varel membalas. [Apa yang berubah darinya? Apa semakin centik? Hahahaha] Dari ketikannya, Varel membalas dengan candaan. Tentu saja berbanding terbalik dengan apa yang hendak Ezra kasih tahu. [Bukan itu sih, kalau cantik memang iya. Hanya saja sikapnya tidak secantik dulu. Sekarang ia lebih mirip penyihir!]Varel [??? ] Ezra menghela napas, balasan Varel hany

  • Jangan Sentuh Milik Raja Sekolah!    Bab 95 Kecurigaan Ezra

    Adinata melengos, ia sama sekali tidak menghiraukan gurauan cucunya. "Ayolah, Kek. Jangan sampai cucumu ini terlibat kasus pencurian karena menginginkan itu!" Adinata semakin geregetan, ia lalu mengusir Zayn untuk pulang saja. "Lebih baik pulang dan istirahat di rumah! Jangan terus di sini dan memancing emosi Kakek!"Zayn menarik napasnya dalam lalu mengembuskannya dengan berat, sengaja agar kakeknya mendengar helaan yang menyedihkan itu. "Baiklah." Zayn menurut. "Tapi aku tunggu Kakek kasih lukisan itu sebagai hadiah ulang tahunku!" Zayn bicara setengah berteriak dan berjalan cepat meninggalkan ruangan itu. Ia tidak menunggu respon dari kakeknya yang tahu jelas pasti bakal sensi. Adinata menghela napas, asisten pribadi di sebelahnya tampak tersenyum dan menggelengkan kepala melihat interaksi dua manusia berbeda usia itu. ***Pihak kepolisian sudah mengamankan tukang ojek yang menyiram air panas pada Azalea. Mereka juga sudah menginterogasi dan menyelidiki secara detail. Namun

  • Jangan Sentuh Milik Raja Sekolah!    Bab 94 Suka Lukisannya Suka Orangnya!

    Segera Azalea menarik tangannya, pipinya terasa memanas, bahkan sekarang sudah memerah seperti kepiting rebus. Zayn tersenyum geli melihat gadis itu salah tingkah. "Aku mau ke kasir dulu!" Azalea memilih kabur dari hadapan Zayn. Ia buru-buru membayar belanjaannya. Tidak sampai di situ, Zayn juga menemani Azalea ke toko kain dan perlengkapan alat jahit. Gadis itu sangat perhatian pada ibunya, ia belikan kebutuhan ibunya selagi punya uang lebih. "Apa ibumu bisa membuat baju lelaki juga?" tanya Zayn santai, ia berdiri dengan bersandar di dekat rak. Sedangkan Azalea sedang melihat gulungan kain. "Bisa, tapi tentu tidak untukmu," jawab Azalea cepat. Sebelah alis Zayn terangkat, seolah mempertanyakan perkataan Azalea. "Baju yang kamu pakai kan harganya puluhan juta! Tentu tidak cocok menjahit baju di tukang amatiran seperti ibuku." Zayn tersenyum miring, ia lihat Azalea yang bicara sambil menyindirnya. Azalea pasti ingat momen pertama mereka bertemu. Gara-gara seragam berharga ma

  • Jangan Sentuh Milik Raja Sekolah!    Bab 93 Kamu Lebih Mesum!

    Ardi mengangguk. "Katakan.... " Ia lalu menyuruh sekretarisnya untuk keluar agar obrolan dengan putranya lebih privasi. Haikal mendekat, lalu membungkuk ke depan dengan tangannya menumpu ke meja. Tatapannya tajam pada ayahnya. "Aku tidak akan bicara pada siapa pun soal ini, tapi aku minta bantuan Ayah--"Ardi tampak fokus, ia seolah sedang melakukan negosiasi yang serius dengan putranya. "Apa itu?" Haikal merasa datang di waktu yang tepat, meski benci melihat ayahnya berselingkuh di depan mata, namun situasi seperti inilah yang membuat Haikal diuntungkan. "Aku terlibat dengan kasus seorang siswi, aku ingin Ayah menutupnya. Aku tidak ingin sampai ketahuan oleh pihak kepolisian--"Kening Ardi berkerut, pengakuan putranya membuat Ardi sedikit heran. "Tunggu--" Ardi berpikir keras, ucapan putranya sontak membuatnya teringat dengan berita viral dari sekolah putranya. "Apa maksudmu kasus penyiraman gadis pelukis itu ... kamu yang melakukan?" Haikal tidak langsung menjawab, namun diam

  • Jangan Sentuh Milik Raja Sekolah!    Bab 92 Haikal Terdesak

    "Ibu malah tidak kepikiran yang seperti itu." Marta bicara jujur. "Ketika Ibu tahu gadis miskin itu hendak mengikuti kompetisi yang ada di kepala Ibu hanya bagaimana cara ia agar tidak lolos." Tangan Azalea yang sakit memang menjadi alasan paling masuk akal juri yang ia suap untuk mencari celah. Hanya saja, Marta tidak tahu ada cerita lebih gelap tentang luka gadis itu. "Untuk apa Ibu mengambil resiko yang seperti itu, belum tentu kalau tangannya cidera gadis itu akan kalah. Tapi kalau menyuap jurinya langsung, sudah bisa dipastikan semua beres!"Alya mengerti jalan pemikiran ibunya. Namun awalnya ia mengira semua yang terjadi pada Azalea, Ibunya yang mengatur. Kalau bukan, berarti ada pihak lain yang tak kalah benci dengan gadis itu! "Baiklah, kalau bukan Ibu yang melakukan itu. Karena di media sosial sedang sangat ramai." Alya masih belum bisa tenang. "Tapi, Bu, jika kasus Azalea diselidiki polisi, bukankah bisa jadi penilaian juri yang Ibu suap itu juga bisa terendus?" Marta t

  • Jangan Sentuh Milik Raja Sekolah!    Bab 91 Dalang Dibalik Kasus Azalea

    "Ah, haha ... tidak Zayn." Ezra tertawa bodoh, ia menggaruk kepalanya yang tidak gatal. "Aku rasa tidak akan meminjam Azalea lagi, aku akan cari teman wanita lain saja!" ucapnya bergeser beberapa langkah lalu memilih kabur dari ruangan itu. Ezra memilih pergi ketimbang harus mendapat pelototan Zayn. Ia kembali ke kelas, di saat itu lagi-lagi ia mendengar suara Naura dan keributan di kelasnya. "Al, kamu jangan sampe deket sama Lea lagi. Dia cuma parasit yang nggak tahu diri!" Suara Naura keras. Gadis itu duduk di meja Alvano dengan beberapa siswa duduk di sekitarnya. "Sekarang saja Lea sedang coba mendekati Zayn! Aku tahu, diam-diam Lea sering merayu dan menggoda pacarku!" "Serius? Pantas saja sekarang kamu nggak deket lagi sama Lea dan memilih pindah tempat duduk!" Naura tersenyum miring dengan mimik wajah menunjukan ketidaksukaan saat nama Azalea disebut. "Ya iyalah, aku udah tahu belangnya! Cuma aku diem ajah pura-pura tidak tahu. Aku cuma tidak mau ribut. Soalnya dia lebi

  • Jangan Sentuh Milik Raja Sekolah!    Bab 67 Karena Bisa Hamil?

    "Zayn, berhenti!" tegur Azalea.Ia sudah mundur dan terpojok ke dinding, namun Zayn terus mendekat, seolah memang sengaja ingin memojokkan Azalea. "Lea." Zayn membungkuk, sebelah tangannya menumpu ke dinding dan mengunci pergerakan gadis itu. Azalea mendekap

  • Jangan Sentuh Milik Raja Sekolah!    Bab 64 Obat Dalam Minuman

    Ia lalu mendekat sambil mendorong troli. Gadis bertopeng bulu putih itu hendak meminta minuman. ​Di tengah suasana yang ramai dan padat, Azalea sudah melangkah sehati-hati mungkin. Sialnya, kakinya tetap tersandung sesuatu. Ia tersungkur, lalu tidak sengaja mendorong trol

  • Jangan Sentuh Milik Raja Sekolah!    Bab 63 Kekasih yang Bertengkar

    Azalea bingung mencari jawaban, ia menunduk dengan rasa bersalah. "Zayn, kamu marah padaku?" Azalea balik bertanya. Ia menatap Zayn lekat-lekat, dan sebaliknya Zayn juga menatapnya dalam diam.Keduanya seperti sepasang kekasih yang sedang bertengkar. Suasananya j

  • Jangan Sentuh Milik Raja Sekolah!    Bab 61 Mau Pulang Atau Menginap?

    Diam-diam, Azalea tersenyum, matanya masih memejam namun ia merasakan nyaman bersender pada Zayn. Perjalanan yang hampir memakan waktu dua jam terasa cepat sekali. Azalea bahkan masih memejam saat taksi yang dinaikinya berhenti di jalan utama sebelum masuk ke jalan

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status