"Tapi ini sudah di luar sekolah, apa aku harus tetap jadi babumu?" Azalea membenarkan posisi duduknya, dia baru sadar sedang naik mobil mewah yang sepanjang hidupnya baru kali ini. Di luar, Ezra dan Haikal masih berdiri dengan tercengang, melihat mobil mewah itu melaju bahkan tanpa menyapa mereka sedikit pun. "Apa ini? Kamu lihat? Tuan muda itu bahkan tidak menggubris kita!" Heboh Ezra, seolah tidak terima dengan sikap dingin Zayn, meski sudah tahu persis watak temannya itu.Yang Ezra tidak habis pikir, Zayn mengacuhkannya dan malah mengajak si udik naik mobil itu. Haikal tersenyum miring, menepuk pundak Ezra. "Sudahlah, ayo pulang!"***"Zayn, tidak perlu sambung rambut. Aku rasa bakal ribet dan aku tidak yakin bisa merawatnya nanti," ujar Azalea ragu saat Zayn membawanya ke penata rambut ternama itu.Zayn hanya mendengus tipis, matanya menatap datar pantulan Azalea di cermin. "Terserah," sahutnya singkat. Tanpa membuang kata, Zayn menggerakkan dagunya sedikit, sebuah instruk
Zuletzt aktualisiert : 2026-05-26 Mehr lesen