مشاركة

Bab 92 Haikal Terdesak

مؤلف: Ratu As
last update تاريخ النشر: 2026-06-28 09:05:05

"Ibu malah tidak kepikiran yang seperti itu." Marta bicara jujur. "Ketika Ibu tahu gadis miskin itu hendak mengikuti kompetisi yang ada di kepala Ibu hanya bagaimana cara ia agar tidak lolos."

Tangan Azalea yang sakit memang menjadi alasan paling masuk akal juri yang ia suap untuk mencari celah. Hanya saja, Marta tidak tahu ada cerita lebih gelap tentang luka gadis itu.

"Untuk apa Ibu mengambil resiko yang seperti itu, belum tentu kalau tangannya cidera gadis itu akan kalah. Tapi kalau menyua
استمر في قراءة هذا الكتاب مجانا
امسح الكود لتنزيل التطبيق
الفصل مغلق

أحدث فصل

  • Jangan Sentuh Milik Raja Sekolah!   Bab 213 Kalian Pikir Aku Takut? Maju!

    "Zayn?" panggil Azalea begitu pemuda itu akhirnya tiba. Kedatangannya sedikit terlambat dari waktu yang mereka janjikan.​"Apa terjadi sesuatu?" tanya Azalea cemas.​"Tidak. Naiklah," titah Zayn pendek.​Azalea tak bisa membaca raut wajah Zayn karena terhalang helm full face yang dikenakan pemuda itu. Namun, dari sorot matanya yang terlihat samar dari balik visor, Azalea bisa merasakan ada yang berbeda—dingin dan menyimpan sesuatu.​Tanpa bertanya lebih jauh, Azalea langsung naik ke jok belakang. Begitu motor besar itu melaju membelah malam, Azalea mengeratkan pegangannya dengan memeluk erat pinggang Zayn, menyandarkan kepalanya di punggung tegap pemuda itu. Zayn, Ezra, Varan, dan Varel bertemu di persimpangan jalan, lalu berangkat bersama menuju lokasi yang telah dijanjikan dengan kelompok Yuda.​Begitu sampai, kedatangan mereka langsung disambut riuh sorak-sorai anggota geng Black Viper dan puluhan penonton. Azalea sedikit merinding. Jalan umum yang dijadikan arena balap ini sanga

  • Jangan Sentuh Milik Raja Sekolah!   Bab 212 Kecupan Kepatuhan

    ​"Benar kata Ezra, kamu dan yang lain mau datang ke arena balap malam ini?"​Azalea berdiri tepat di depan Zayn. Melihat keduanya sudah berhadapan, Ezra yang mengantar Azalea hanya berani mengintip dari balik pintu.​Ezra memilih tidak ikut masuk. Ia berharap Azalea berhasil membujuk Zayn, setidaknya agar pertarungan itu bisa dialihkan ke bentuk lain. Pertandingan basket, mungkin? Atau adu vokal? Ezra merasa masih bisa mengusahakannya, meski membayangkan menantang kelompok preman dengan kompetisi bernyanyi terdengar agak konyol.​Jujur saja, Ezra sangat takut pada ajang balap liar. Konsekuensi bertaruh nyawa di jalanan terlalu besar. Apalagi, Ezra tahu betul kalau Varan dan Varel memiliki cedera tangan lama yang bisa kambuh kapan saja. Akan sangat berbahaya jika tangan kanan Varel mendadak bermasalah saat balapan tengah berlangsung.​Ezra menggigit bibirnya, cemas menunggu respons Zayn. Namun, sejoli di dalam ruangan itu masih sibuk berargumen.​"Sedang apa kamu di sini? Mengintip ora

  • Jangan Sentuh Milik Raja Sekolah!   Bab 211 Tantangan dari Geng Yuda

    "Varel, kamu benar-benar gila! Jadi cewek yang kamu bawa kemarin itu pacar Yuda? Astaga—" Ezra bicara sambil menahan napas, lalu menyugar rambutnya gusar.​"Kita dapat masalah besar," imbuh Varan dengan helaan napas berat.​Meski tidak satu sekolah, siapa yang tidak kenal Yuda? Pemuda itu adalah salah satu anak paling berpengaruh dari sekolah sebelah yang terkenal sebagai ketua Black Viper—geng motor jalanan yang paling ditakuti.​"Baca ini baik-baik! Dia menantang kita!" Ezra menyodorkan ponselnya tepat di depan wajah Varel. Layarnya menunjukkan pesan ancaman yang dikirim Yuda. Sejak tadi Ezra yang terus membaca pesan itu dengan wajah panik, dialah yang paling heboh.​Varel yang semula menyandarkan punggungnya santai di sofa kini menegakkan duduknya. Ia malah tersenyum tipis tanpa beban, seolah tidak baru saja membuat masalah.​"Hei, ayolah. Kemarin aku cuma mengajaknya bersenang-senang. Lagipula Bella sendiri yang mengaku single dan mendatangiku," bela Varel santai. Sudah terlanjur,

  • Jangan Sentuh Milik Raja Sekolah!   Bab 210 Inseminasi

    Zayn segera mengambil alih sepasang sepatu flyboard yang terhubung dengan selang pendorong. Setelah memastikan semua alat pengaman terpasang sempurna di tubuh Azalea, ia menuntun gadis itu ke area air yang lebih dalam.​Zayn berdiri tepat di belakang Azalea, merapatkan tubuh mereka tanpa celah. Lengan kokohnya melingkar erat mengunci pinggang ramping Azalea, sementara kedua tangannya menggenggam jemari Azalea untuk membantu mengarahkan keseimbangan.​"Pegang lenganku dan jangan lepas," bisik Zayn tepat di samping telinganya. Suara mesin jet ski mulai mengudara, menandakan dorongan air siap dihentakkan.​"Zayn, kamu yakin kita tidak akan jatuh ke air kan?""Kamu meragukanku?" Zayn merespon dengan senyum santai. ​Belum sempat Azalea kembali meyakinkan diri, tekanan air berkekuatan tinggi menyembur dari bawah sepatu board.​Wushhh!​Sensasi hentakan keras langsung mendorong tubuh mereka terangkat dari permukaan laut. Azalea memekik kaget saat gravitasi seolah menghilang. Dalam hitungan

  • Jangan Sentuh Milik Raja Sekolah!   Bab 209 Posesif

    Keesokan harinya, liburan mereka di vila masih terus berlanjut. Kali ini suasana terasa berbeda karena hanya tersisa Azalea dan geng Zayn—Varan, Varel, serta Ezra yang masing-masing sudah ditemani oleh pasangan mereka.​Pagi itu, Azalea selesai bersiap di kamarnya. Gadis itu mengenakan gaun santai selutut khas pantai dengan topi lebar untuk menghalau teriknya sinar matahari. Gaun berbahan jatuh berwarna lembut itu terlihat sangat feminin—sebuah gaun yang diberikan Zayn. ​Langkah Azalea terasa agak berat saat berjalan menuju area ruang makan luar ruangan yang menghadap langsung ke pantai. Rasa gugup dan salah tingkah melingkupinya, membayangkan harus berhadapan dengan Zayn. ​Saat Azalea berjalan mendekat, atmosfer meja makan seketika berubah.​Zayn, yang semula sedang memangku segelas minuman sembari mendengarkan obrolan santai teman-temannya, menghentikan pergerakannya. Pemuda itu menatap Azalea tanpa kedip, menyapu penampilan feminin gadis itu dari atas hingga bawah dengan binar

  • Jangan Sentuh Milik Raja Sekolah!   Bab 208 Pasangannya

    Azalea tertegun. Ucapan Zayn sungguh berhasil membuat Azalea linglung untuk sesaat. Suasana mendadak hening, hanya tatapan mereka yang saling bertaut. Bibir Azalea bergetar namun tidak ada suara yang berhasil ia keluarkan. Jantungnya berdebar kencang hingga membuat gadis itu bahkan hanya mendengar detak jantungnya saat ini. ​Melihat Azalea yang membisu dengan pipi merona merah, sudut bibir Zayn terangkat tipis. Bagi cowok yang terbiasa mendapatkan apa pun yang diinginkannya dan tak pernah mengenal kata penolakan, diamnya Azalea berarti setuju dengan ucapan Zayn. ​Tanpa mengalihkan pandangan, Zayn mengikis sisa jarak di antara mereka. Tangan kokohnya meraih jemari Azalea, menyatukannya satu per satu hingga genggaman itu terikat erat. Azalea tersentak pelan saat rasa hangat dari telapak tangan Zayn merayap di kulitnya, memicu getaran manis yang mendadak liar di dalam dadanya.​Belum sempat Azalea menghela napas, Zayn dengan lembut menarik tangan yang tertaut itu, memutar pelan tubuh

  • Jangan Sentuh Milik Raja Sekolah!   Bab 12 Gosip Murahan

    Ezra langsung bicara blak-blakan.​"A—pa? Aku trending?" Azalea menunjuk dirinya sendiri dengan wajah cengo.​Ezra menghentak napasnya kasar, lalu mengeluarkan ponsel dan memperlihatkan layarnya tepat di depan hidung Azalea.​"Hah, beli kuota internet saja pasti kamu tidak mampu, kan? Makanya kudet

  • Jangan Sentuh Milik Raja Sekolah!   Bab 6 Aku Masih Butuh Babu

    "Lea, aku minta maaf! Lea, aku minta maaf!"Enam anak perempuan itu berlari di tengah halaman sembari berteriak meminta maaf. Tidak ada perlawanan apa pun, bahkan ratu sekolah harus menerima hukuman ini. Sementara Zayn memperhatikan mereka dari jauh, dari ruang eksklusif di lantai tujuh. "Zayn, a

  • Jangan Sentuh Milik Raja Sekolah!   Bab 5 Minta Maaf Pada Babuku!

    Yiyi dan temannya saling lirik lalu menelan ludah. Meski bukan mereka yang memotong rambut Azalea secara langsung, namun mereka yang memprovokasi Alya. "Zayn, tidak ... kamu salah," Azalea buru-buru menyela, takut jika masalahnya semakin melebar. "Kamu salah paham, tidak ada satu pun dari mereka--

  • Jangan Sentuh Milik Raja Sekolah!   Bab 4 Anak Ini Milikku

    Bruuuk! Alya mendorong tubuh Azalea sampai terbentur pintu toilet lalu tersungkur ke lantai. "Sebenarnya apa salahku? Kenapa kalian berbuat kasar begini?" tanya Azalea lagi sambil meringis perih."Jangan berlagak polos!" bentak Alya. "Kamu sengaja melakukan itu, kan? Sengaja ngilangin kertas ulan

فصول أخرى
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status