MasukAroma wangi di tubuh Jason langsung menyingkirkan rasa letih di diri Kelly. Dia pun tersenyum. “Oke!”Jason mengendarai mobil untuk meninggalkan tempat. Satu tangannya memegang setir mobil, kemudian tangannya yang satu lagi menggenggam tangan Kelly. Dia berkata dengan tersenyum, “Malam ini kita tinggal di kediaman lama. Besok itu akhir pekan. Kita bawa Yana pergi memancing. Waktu itu, dia mainnya masih belum puas. Jadi, biarkan dia main dengan puas kali ini.”Belakangan ini, Kelly sangat sibuk. Dia juga ingin mencari sebuah kesempatan untuk santai.Kelly menggigit bibir bawahnya, lalu memalingkan kepalanya untuk melihat Jason. “Kak Jason, besok aku nggak bisa pergi main. Aku mesti lembur di perusahaan.”Kening Jason berkerut. “Besok malah lembur? Kamu sudah lembur selama ini. Apa kamu sibuk sekali?”Kelly menjelaskan, “Tiba-tiba ada proyek baru. Desainnya mesti ditampilkan hari Senin ini.”Jason mengangguk dan tidak berbicara.Kelly menggenggam tangan Jason. Dia menatap Jason dengan se
“Oke!” Setelah mengantar kepergian Levin, baru saja Nick ingin bersuara, Meagan sudah berebut untuk berkata di hadapannya, “Kelly, kamu mesti bekerja keras. Aku sudah meminta orang mencari tahu sebelumnya. Tenggat waktu proyek Tuan Levin sangat mendesak. Satu-satunya keunggulan kita untuk memenangkan kerja sama ini adalah dari segi waktu penyelesaian. Kamu sampingkan pekerjaan di tanganmu dulu, luangkan waktu untuk selesaikan desain proyek Tuan Levin. Aku akan suruh Laura dan yang lain untuk membantumu.”Kening Nick kelihatan berkerut. “Besok adalah hari Sabtu. Kita juga sama sekali tidak punya persiapan sebelumnya. Meskipun Kelly tidak istirahat di akhir pekan, dia juga tidak mungkin bisa menyelesaikan desain. Selain itu, kamu suruh orang lain untuk lembur bersama Kelly, orang lain juga belum tentu akan setuju.”Meagan berkata dengan serbasalah, “Jadi, gimana, dong? Aku sudah janji sama Tuan Levin!”Nick berkata dengan nada berat, “Sebelum Bu Meagan berjanji, apa kamu tidak kepikiran
Laura terbengong sejenak. Dia berkata dengan tersenyum tulus, “Pastinya si Kelly. Kemampuannya lebih hebat daripada aku!”Meagan mengangkat alisnya. “Aku nggak beranggapan seperti itu. Waktu kamu bergabung di perusahaan lebih lama, kamu lebih berpengalaman. Seorang desainer dengan pengalaman lebih banyak akan lebih stabil. Aku juga lebih suka.”Laura menunjukkan ekspresi gembira. “Terima kasih atas pengakuan Bu Meagan!”Meagan mengerutkan keningnya. “Tapi, aku baru datang ke perusahaan ini, aku mesti lebih banyak mendengar pendapat Pak Nick. Mungkin dia akan lebih berpihak sama Kelly.”Terlintas sedikit tatapan muram di dalam tatapan bersemangat Laura. Dia segera berkata dengan tersenyum, “Nggak apa-apa. Aku masih muda, masih ada kesempatan, aku juga akan lebih berusaha.”Meagan berkata dengan nada setuju, “Aku akan membantumu!”Laura menunjukkan ekspresi terharu.“Pergi bekerja sana. Aku baru datang kemari. Aku berharap kelak kita bisa bekerja bersama dengan gembira. Kalau ada masalah
“Aku merasa sangat senang bisa kembali ke perusahaan pusat di Negara Cendania untuk bekerja bersama semuanya. Mohon bantuan semuanya.”Semua orang bertepuk tangan untuk menyambut.Herry juga berkata, “Kemampuan bekerja Bu Meagan sangat kuat. Kelak, pasti bisa memimpin kami semua untuk meningkatkan prestasi dan reputasi perusahaan. Semua orang juga mesti bekerja sama dengan Bu Meagan.”Semua orang mengiakan.Rapat telah selesai. Semua orang mulai meninggalkan ruangan. Ketika melihat tatapan Herry, ada yang merasa berbahagia di atas penderitaannya, tetapi ada juga yang merasa kasihan. Semuanya memiliki pemikiran masing-masing.Tentu saja, ada juga sebagian orang segera mengubah haluan. Dengan alasan ingin melaporkan pekerjaan kepada Meagan, mereka segera mulai menjilat dan mengambil hati atasan baru itu.Kelly tidak langsung kembali ke meja kerjanya, melainkan pergi ke kantor Nick duluan. Sebelum Kelly sempat membuka mulutnya, Nick terlebih dulu tersenyum lebar dengan ekspresi santai dan
Keesokan harinya, Jason membantu memilihkan hadiah untuk Nick. Setelah itu, mereka berdua membawa Yana untuk pergi ke panti jompo.Siang harinya, mereka bertiga menemani Iwan untuk makan siang bersama. Raut wajah Iwan kelihatan sangat bersemangat, terutama ketika melihat Yana. Dia merasa gembira hingga matanya menyipit.Selesai makan, mereka pun mengobrol. Iwan bertanya pada Kelly, “Apa kakak iparmu akan segera melahirkan?”Kelly mengangguk. “Sepertinya iya.”Kelly sudah lama tidak peduli dengan urusan Keluarga Samosir. Setelah meninggalkan panti jompo pada sore hari, Jason membawa Yana pergi bermain, membiarkan Kelly bekerja dengan tenang.…Keesokan harinya adalah hari Senin. Kelly pergi bekerja. Sepanjang perjalanan ke dalam ruangan, rekan kerja yang bertemu dengannya akan menyapanya dengan ramah.“Kelly, selamat pagi!”“Kelly, baru dua hari nggak ketemu, kamu semakin cantik saja!”“Kelly, aku traktiran siang hari nanti. Kamu mesti datang, ya!”…Kelly tersenyum manis, lalu membala
Jason merasa kehabisan kata-kata. “Aku tidak ingin kamu terlalu sengsara!”Kelly mengangkat wajah Jason, lalu menjinjit ujung kaki untuk mencium ujung bibirnya. “Aku tahu. Aku akan selesaikan dalam waktu satu jam. Kamu tidur dulu sana.”Jason menggenggam tangan Kelly. “Bukannya kamu ingin buka studio? Apa kamu sudah selesai berpikir?”Kelly merenung sejenak, lalu membalas, “Aku takut pengalamanku masih belum cukup, kesempatan juga masih belum ada. Lagi pula, sekarang aku lagi bekerja bareng Pak Guru. Aku juga merasa sangat gembira dan puas setiap harinya.”Nick telah menjadi guru Kelly. Awalnya semua ini hanyalah sebuah candaan belaka. Berhubung Nick telah memberi banyak arahan dalam pekerjaan dan desain kepada Kelly, Kelly mengatakan bahwa dirinya hendak mentraktir Nick sebagai tanda terima kasih. Namun, Nick malah berkata dengan nada bercanda, “Tidak usah berterima kasih. Kelak kamu panggil aku ‘Pak Guru’ saja. Dengan begitu, kelak aku pun bisa sering membantumu.”Kelly pun mengiaka
Tatapan Sonia telah menyatakan segalanya. Hati Melvin spontan terasa sakit. Dia segera berkata, “Sudahlah, sudahlah, kamu tidak menghargai kesempatan sebaik ini. Kelak meskipun kamu merengek dan menangis untuk minta jadian sama aku, aku juga tidak akan luluh.”Melvin melepaskan tangannya dari wajah S
Jeremy yang merupakan tokoh utama dalam sinetron kali ini berjalan mendekati. “Cantik sekali gaunnya!”Darren mengacungkan jempol ke sisi Sonia. “Sonia, kamu hebat sekali! Tak disangka kamu benar-benar bisa meminta gaun baru!”Hardy masih merasa bingung. “Gimana caranya kamu bisa melakukannya?”Sonia b
Gina tidak bisa menahan hasratnya lagi. Jari tangannya meraba ke bagian bawah. Dia memejamkan matanya, menunduk untuk mencium bibir si lelaki.“Tok tok tok!”Di malam yang hening ini, tiba-tiba terdengar suara ketuk pintu yang sangat keras. Gina terkejut langsung melihat ke sisi pintu. “Siapa?”“Bibi G
“Tenang saja, sebelum langit gelap, anggota Brown pasti bisa membunuhnya!”Matahari mulai terbenam. Pegunungan diwarnai dengan cahaya berwarna merah. Tubuh gadis itu telah dilumuri oleh darah. Sonia sendiri juga tidak bisa membedakan mana bekas darahnya dan mana bekas darah orang lain!Pertarungan mas







