LOGINSaat Kelly mendengar ucapan Jason, dia langsung memalingkan kepalanya. Tanpa berpikir, dia langsung mengulurkan tangannya untuk merebut ponsel Jason. Panggilan pun langsung diputuskan.Raut wajah Jason kelihatan muram. “Sayang, kembalikan kepadaku!”“Nggak!” Kelly menatap Jason dengan emosi. “Jason, jangan ikut campur sama masalahku. Apa kamu merasa, kalau aku mengalami kesulitan dalam pekerjaan, aku mesti curhat sama kamu, supaya kamu bantu aku selesaikan masalah itu? Kalau aku kekurangan uang dalam membuka studio, aku juga mesti pinjam sama kamu?”“Aku tahu, kamu bisa ganti atasanku hanya dengan satu ucapanmu. Tapi kalau atasan baru selanjutnya juga nggak suka sama aku, apa kamu akan menggantinya lagi? Aku memang lagi jadian sama kamu, tapi aku nggak ingin selalu mengandalkanmu dalam segala hal, apalagi jadi seekor parasit!”“Setiap orang pasti akan mengalami berbagai masalah dalam awal bekerja. Aku nggak merasa semua ini adalah masalah yang sulit. Aku hanya menganggap proses ini seb
Jason meletakkan tangannya di atas setir mobil. Ucapan yang ingin dilontarkan seketika tersangkut di tenggorokan. Suasana di dalam mobil berubah tegang dan tertekan. Beberapa saat kemudian, Jason berkata dengan suara datar, “Kenapa kamu tidak beri tahu aku masalah kamu ditindas oleh atasan baru?”Kelly membalas, “Aku bisa selesaikan sendiri!”“Jadi, kenapa Kenneth bisa tahu?”Kening Kelly berkerut. “Aku nggak tahu.”Selama beberapa waktu ini, Kelly hanya pernah bertemu Kenneth sekali, yaitu saat makan bersama Paman Edwin. Setelah itu, mereka hanya membahas soal studio. Mereka berdua juga tidak pernah membahas soal pekerjaan masing-masing.Kelly juga tidak tahu bagaimana ceritanya Kenneth bisa tahu masalah dia dipersulit oleh Meagan. Kelly sendiri juga merasa sangat syok ketika Kenneth mengatakannya tadi. Jason bertanya, “Kalian mau buka studio bersama?”Kelly tertegun sejenak, lalu mengangguk. “Iya.”Suara Jason terdengar berat. “Kenapa aku juga tidak tahu?”Kelly menarik napas dalam
Tidak lama kemudian, Jason menuruni mobil, lalu berjalan ke dalam kafe. Di bawah tatapan kaget Kenneth, dia duduk di samping Kelly.Tatapan dingin Jason menyapu ke sisi Kenneth. Matanya hanya menatap Kelly saja. Dia bertanya, “Bukannya kamu bilang kamu janjian sama Christie?”Kenneth menjawab, “Apa Tuan Jason lagi salahin Kelly? Aku ini kakak seniornya Kelly. Aku kenal Kelly lebih dulu daripada Tuan Jason. Kami hanya berhubungan secara normal. Apa Tuan Jason juga tidak mengizinkannya?”Wajah tampan Jason kelihatan dingin. “Aku lagi ngomong sama kekasihku. Tuan Kenneth sendiri sadar kamu itu kakak seniornya. Setelah tahu Kelly punya kekasih, seharusnya kamu lebih jaga batasan!”Kelly segera menjelaskan, “Kak Christie lagi di perjalanan. Dia akan segera kemari.”Kenneth mendengus dingin. “Ketika Tuan Jason lihat Kelly duduk sama cowok lain, kamu pun merasa tidak senang dan datang untuk menyalahkannya. Kalau begitu, aku juga ingin tanya sama Tuan Jason. Semalam saat kamu di bar, siapa wan
Setelah panggilan terhubung, suara lembut Christie pun terdengar. “Kelly, selamat berakhir pekan!”Kelly membalas dengan tersenyum, “Selamat berakhir pekan!”Christie berkata, “Apa kamu ada waktu di pagi hari? Masalah buka studio yang aku katakan sama kamu waktu itu, kebetulan ada temanku ingin menyewakan studionya. Harga dan lokasinya sangat cocok. Kita bisa pergi lihat hari ini.”Kelly tidak menyangka akan secepat ini. “Hari ini?”Christie berkata, “Tempat sebagus itu sangat laris. Kita pergi lihat dulu. Kalau cocok, kita langsung panjar. Kamu jangan bimbang lagi. Aku sudah bilang masalah modal itu bukan masalah.”Kelly berpikir sejenak. “Ketemuan di mana?”Christie berkata, “Aku akan kirim titik studio kepadamu. Kamu cukup ke sini sekarang.”Setelah Kelly janjian dengan Christie, panggilan pun diakhiri.Christie mengirim lokasi kemari.Kelly melihat jam sekilas. Dia memberi tahu Jason dulu, kemudian pergi mengganti pakaiannya, baru keluar rumah.Saat sampai di lokasi yang dikirim Ch
Saskia merasa sangat bersalah. “Semuanya salah aku. Setelah makan malam tadi, Yana bilang dia ingin main air. Aku pun suruh pelayan untuk bawa dia berenang di kolam renang. Dia pasti masuk angin karena pakai baju renang. Setelah membawanya pergi mandi, aku menyadari tubuhnya panas sekali.”Aldrich menenangkannya. “Kalau dia masuk angin gara-gara main air, juga tidak masalah. Yang penting sekarang demamnya sudah reda.”Jason mengangguk. “Aku temani Yana. Kalian pergi istirahat sana.”Saskia bertanya, “Bukannya kamu mau pergi jemput Kelly pulang kerja?”Jason membalas, “Aku sudah suruh sopir untuk pergi menjemputnya. Aku belum beri tahu dia masalah Yana jatuh sakit. Kita bicarakan lagi esok hari.”Kalau sampai Kelly tahu, dia pasti akan datang untuk menemani Yana. Bisa jadi, dia tidak akan tidur nyenyak semalaman. Jason hanya ingin Kelly tidur nyenyak malam ini. Dia bisa menemani Yana sendiri.Setelah Yana meminum obat pereda demam, Jason malah tidak berani tidur. Dia terus mengusap keni
Orlando berkata, “Kalau begitu, aku pergi pesan tiket pesawat sekarang.”Mereka berdua pun tertawa. Kali ini, Orlando baru berkata bahwa putra dari teman ayahnya mengadakan pernikahan. Dia datang kemari untuk menghadiri acara itu.Berhubung bukan urusan pekerjaan, Orlando juga tidak pergi melapor ke Gunawan Group. Setelah datang ke Kota Jembara, dia pun mengajak Jason untuk bertemu di sini.Mereka berdua mengobrol masalah pekerjaan sejenak. Orlando pun diundang seorang wanita untuk menari. Saat ini, hanya tersisa Jason sendiri di meja bar.Jason melihat jam tangannya. Masih ada waktu satu jam sebelum menjemput Kelly. Tiba-tiba tercium aroma wangi dari samping. Jason memutar bola matanya untuk melihat kesana, ternyata si Syifa.Syifa mengenakan sepotong terusan panjang berwarna biru keperakan. Di bawah cahaya lampu, lekuk tubuh wanita itu kelihatan semakin menonjol. Warna biru yang indah itu juga membuat kulit si wanita kelihatan semakin putih saja.Syifa memesan dua gelas alkohol. Dia
Entah siapa yang menutup lampu sebelah sini, saat orang-orang sedang ricuh di ujung sana, mereka berdua pun masih saling berciuman hingga ngos-ngosan.Beberapa saat kemudian, terdengar suara jerit kegirangan lantaran ada yang memenangkan permainan.Sonia pun terkejut dan segera menghentikan gerakannya
Sonia duduk di hadapannya dan menuangkan alkohol yang tadi dibawa olehnya sambil berkata, “Aku nggak takut kamu memakanku, tapi aku takut kamu membohongiku lagi.”Melvin tertawa dan berkata, “Mau bohongi kamu apa lagi? Nggak mungkin aku dua kali ulang tahun dalam satu tahun.”“Memangnya kamu nggak bis
Jason melirik lelaki itu dan tersenyum penuh arti. “Sebenarnya apa hubungan kalian berdua sampai kamu harus kasih dia penjelasan?”Ekspresi Reza biasa saja dan menjawab, “Justru hubungan pertemanan makanya butuh penjelasan yang jelas.”“Teman?” Jason menghela napas dan melanjutkan kembali ucapannya, “
Vivian pasti akan berusaha untuk mencari gelang giok, supaya Maxwell bisa semakin memercayai Rendi. Di sisi lain, Sonia juga ingin membantu Reza.Sore hari tadi Sonia baru mengetahui kabar cedera Rendi. Katanya dia terjatuh dari tangga dan kepalanya terantuk.Mengingat Reza pergi menemui Rendi tadi, d







