Setelah Aku Tiada, Tuan Mafia Memohon Cinta

Setelah Aku Tiada, Tuan Mafia Memohon Cinta

last updateLast Updated : 2026-07-17
By:  Risca AmeliaUpdated just now
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
10
7 ratings. 7 reviews
92Chapters
17.2Kviews
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Sabiya mencintai Roman dengan seluruh hidupnya. Selama tiga tahun pernikahan, ia tidak pernah diajak Roman menghadiri acara publik. Namun, Sabiya tidak pernah merajuk. Ia percaya pada alasan suaminya bahwa dunia mafia terlalu kejam, bahwa Roman hanya ingin melindunginya dari orang jahat. Hingga pada malam itu, ketika Roman diangkat sebagai pemimpin keluarga Valeriano, sebuah perayaan digelar. Untuk pertama kalinya Sabiya datang dengan harapan sederhana. Memberi kejutan bahwa ia sudah bisa bicara, bahwa ia tidak lagi menjadi wanita bisu yang memalukan. Namun, yang ia dengar justru menghancurkan segalanya. Dari balik pintu, Sabiya menyaksikan Roman menyematkan seuntai kalung berlian ke leher Clara— kakak perempuannya sendiri. Di hadapan teman-temannya, Roman mengakui sebuah kebenaran yang menyakitkan. Pernikahannya dengan Sabiya hanya sandiwara. Kasih sayangnya semu. Dan, satu-satunya wanita yang ia cintai adalah Clara. Saat itu juga… hati Sabiya benar-benar mati. Tak berselang lama, sebuah kapal terbakar dan tenggelam di tengah laut. Sabiya dinyatakan tewas, tetapi Roman tidak mau menerima kenyataan itu. Ia mencari Sabiya ke seluruh penjuru kota. Tak peduli bila orang-orang menganggapnya sudah gila. Lima tahun kemudian, seorang wanita cantik muncul di tengah pesta pengusaha ibu kota. Ia bersinar sangat terang, hingga membuat Roman kesulitan menghela napas. Roman pun berlutut, memohon agar istri yang ia rindukan kembali padanya. Namun, Sabiya tak ingin dicintai lagi. Bahkan, anak lelaki tampan yang berdiri di sisinya, mengusir Roman dengan tatapan dingin. “Minggir, Paman! Kalau Papa lihat Mama diganggu, Paman pasti akan dipukul habis-habisan!”

View More

Chapter 1

Wanita yang Dicintai Suamiku

Tiga tahun menikah dengan Roman Alister, pewaris tunggal keluarga Valeriano, Sabiya tidak pernah diajak ke acara publik.

Meski begitu, ia tidak pernah merajuk atau menuntut. Sabiya percaya sang suami melakukan itu sebagai bentuk cintanya yang luar biasa.

"Klan musuh selalu mencari kelemahanku, Sayang," kata Roman suatu malam, sambil mengusap rambut Sabiya yang hitam pekat. 

"Mereka tidak segan menculik orang yang kucintai. Aku tidak bisa mengambil risiko kehilanganmu."

Sabiya hanya mengangguk patuh, karena ia tak mampu menjawab dengan suara. 

Roman selalu menjaganya. Memberinya rumah megah di pinggiran kota yang tenang, dikelilingi taman mawar yang Roman tanam sendiri.

Sang suami membelikannya gaun-gaun mahal, perhiasan, dan mobil mewah meski Sabiya tak pernah memintanya. Bahkan seluruh keluarga tahu betapa Roman memanjakannya.

Sabiya tidak pernah merasa kurang. Ia adalah gadis bisu yang beruntung karena dicintai pria sehebat Roman.

Namun, malam ini, Sabiya melanggar kepatuhannya untuk pertama kali. Ia ingin memberikan kejutan pada suaminya, di perayaan pengangkatan Roman sebagai pemimpin tertinggi keluarga Valeriano.

Sambil memegang kotak beludru berisi pin platina dengan ukiran nama Roman, Sabiya melangkah menyusuri koridor Hotel Victoria. 

Dengan wajah yang tersamar di balik syal sutra dan topi hitam, Sabiya memilih memutari hotel menuju pintu belakang. Ia sengaja menghindari anak buah Roman yang berjaga di sekitar lobi utama.

Sambil berjalan cepat, Sabiya merasakan jantungnya berdebar kencang. Bukan hanya karena ia melanggar perintah untuk tetap diam di rumah, tetapi karena ia membawa hadiah yang jauh lebih besar dari sekadar perhiasan.

Setahun terakhir, Sabiya menjalani terapi wicara yang menyiksa secara diam-diam.

Dokter Evelyn, seorang spesialis terapi langka di kota Aldena, terkejut saat Sabiya menuliskan permintaannya.

"Anda ingin mencoba terapi pita suara? Tapi, prosesnya akan sangat menyakitkan."

Sabiya menulis : “Saya tidak peduli. Saya ingin suami saya mendengar suara saya.”

Akhirnya, dimulailah ritual bulanan yang mengerikan. Dokter Evelyn menyuntikkan cairan kortikosteroid langsung ke pita suara Sabiya, menimbulkan rasa terbakar yang menjalar dari tenggorokan hingga ke dada.

Ada kalanya Sabiya muntah-muntah di kamar mandi, menahan tangis agar asisten rumah tangga tidak mendengar. Terkadang, ia bahkan tidak dapat menelan apa pun selain bubur dan air hangat.

Meski begitu Sabiya tetap bertahan. Setiap kali rasa sakit itu datang, ia membayangkan wajah Roman saat pertama kali mendengar suaranya. Ia yakin sang suami akan terkejut, lalu memeluknya penuh rasa haru.

Malam ini, Sabiya akhirnya bisa mengeluarkan suaranya yang telah mati selama lima belas tahun, sebagai persembahan cinta untuk Roman.

Tanpa pikir panjang, gadis itu berjalan menuju ruang private party yang terletak di lantai paling atas. Sabiya cukup mengenali seluk-beluk Hotel Victoria, karena ia dan Roman pernah merayakan ulang tahun pernikahan di sini.

Sabiya tahu di area private party, Roman tidak mengizinkan anak buahnya berkeliaran. Meski begitu, tangan kanannya tetap meremas kotak hadiah dengan gugup,

Setelah menyusuri koridor yang sepi, Sabiya akhirnya tiba di ambang pintu ruang pesta. Namun, langkahnya terhenti sejenak.

Khawatir kehadirannya akan mengganggu, Sabiya memutuskan untuk mengintip lebih dulu melalui kaca kecil yang terletak di atas pintu.

Sedikit berjinjit, ia melayangkan pandangan ke dalam ruangan.

Mata Sabiya langsung tertuju pada sosok Roman yang menjadi pusat perhatian. Namun, suaminya itu tidak duduk sendirian sebagai pemilik pesta.

Di samping Roman, ada seorang wanita cantik yang menempati kursi kehormatan. Wanita itu mengenakan gaun merah marun yang menonjolkan lekuk tubuhnya dengan sempurna. 

Sabiya sempat menarik napas.

Ah, Roman mengajak Clara lagi. Wajar saja, sebab kakak tirinya itu masih berduka usai kehilangan suaminya enam bulan lalu. Roman hanya ingin menghiburnya.

Selain itu, Clara juga bekerja sebagai karyawan baru di Valeriano Corp. Tidak ada yang aneh bila dia ikut serta dalam pesta ini.

Sabiya sudah hampir mendorong pintu untuk memberi kejutan. Ia ingin Roman melihatnya di sini, melihat betapa ia berusaha keras untuk hadir di momen penting sang suami.

Akan tetapi, percakapan yang ia dengar dari dalam ruangan, membuat Sabiya membeku di tempat.

"Bersulang untuk Roman dan Clara! Pasangan paling serasi di kota Aldena!" seru Marco, rekan bisnis sekaligus teman baik Roman. “Sepertinya, takdir memang berpihak pada kalian."

Tawa riuh langsung memenuhi ruangan. Clara hanya tersenyum malu-malu, tanpa ada nada bantahan. 

"Jangan bicara begitu," ucapnya lembut sambil melirik Roman, "Bagaimanapun, Roman ini adik iparku. Dia masih menikah dengan adikku, Sabiya."

"Ayolah, Clara! Untuk apa kalian membohongi diri lagi?" sela Dimitri, sahabat Roman sejak kecil. Ia menepuk bahu Roman penuh semangat. 

"Jangan membuat diri kalian menderita hanya karena wanita seperti Sabiya. Kau pantas bahagia, Roman."

Ruangan menjadi hening sejenak. Roman menggenggam gelas wine-nya dengan ekspresi yang sulit dibaca.

Lutut Sabiya mendadak terasa goyah. Apa maksud perkataan teman-teman Roman itu?

"Benar," timpal Diana, adik sepupu Roman yang sejak dulu selalu bersikap sinis padanya. 

"Kak Clara, kau tahu kenapa Roman tidak pernah mengajak adikmu ke pesta? Bukan karena dia bisu, tapi Roman tidak ingin orang-orang tahu kalau Sabiya adalah Nyonya Valeriano."

Air mata mulai menggenang di pelupuk mata Sabiya. Ucapan Diana kali ini telah menghantamnya seperti pukulan telak di ulu hati.

"Sampai sekarang Roman juga tidak punya anak dengan Sabiya.” Diana melanjutkan dengan nada mengejek. "Itu karena dia selalu setia padamu, Kak Clara. Roman cinta mati padamu."

Clara tampak terkejut, matanya berkaca-kaca menatap Roman. "Roman, benarkah itu?"

Marco langsung menimpali sebelum Roman sempat menjawab. "Clara, kami akan memberitahumu sebuah rahasia besar. Roman menikahi Sabiya hanya agar dia bisa dekat denganmu.”

Beberapa teman Roman mengangguk bersamaan sebagai tanda persetujuan mutlak.

"Pengorbanan Roman selama tiga tahun ini sangat banyak. Sudah saatnya kalian berdua bersatu."

Saat itu juga, rongga dada Sabiya terasa sesak. Seluruh tubuhnya menggigil, meski udara di luar tidak terlalu dingin.

Ingatan demi ingatan berhamburan di kepalanya bagaikan serpihan kaca yang retak.

Setiap senyum Roman, setiap pelukan hangat di malam hari, setiap kali ia mengatakan "Aku mencintaimu", apakah semua itu hanya bagian dari sandiwara?

Di balik pintu, Sabiya masih menunggu Roman membela dirinya. Ia menunggu Roman mengatakan bahwa semua itu bohong. 

Namun, suaminya hanya terdiam, membiarkan setiap kata hinaan itu menguliti harga dirinya di depan semua orang. 

Roman justru menikmati setiap detik di mana ia menjadi bahan tertawaan dan olok-olok di antara teman-temannya.

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

reviewsMore

Niniq Wahyuni
Niniq Wahyuni
updatenya dikit bingit, sebiji sehari.
2026-07-11 21:25:04
0
0
Zizizaq
Zizizaq
Baca juga karya Zizizaq 1. Antara mencintai dan melupakan 2. Wanita ketiga duda kaya 3. Nikah kontrak berbuah cinta
2026-07-06 12:06:50
0
0
Mas Author
Mas Author
wah, ceritanya seru. baru baca bab pertama aja udah langsung dibikin penasaran. next cepet Thor! btw, mampir ke novelku juga ya. judulnya: Jangan Dikeluarin Dulu, Dok! by Mas Author nuhun Thor
2026-07-03 08:44:39
0
0
Eka Rahayu
Eka Rahayu
sukaaaa bangetttt
2026-06-23 08:13:39
0
0
Zakiah Hijab
Zakiah Hijab
novel baru, apa novel tuan putri akan habis?
2026-06-06 03:20:01
0
1
92 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status