MasukKelly duduk di atas bangku panjang. Wajah bulatnya kelihatan manis dan bersih. Dia menemani Iwan dengan terdiam sembari mendengar kisah orang-orang di dalam panti jompo dari Iwan.Matahari perlahan semakin tinggi. Kelly yang duduk di bawah pohon itu juga mulai berkeringat. Dia pun mendorong Iwan kembali ke kamar.Tiba-tiba Iwan menoleh dan bertanya, “Kamu tidak lagi bertengkar dengan Tuan Jason, ‘kan?”Langkah kaki Kelly seketika berhenti. Dia membalas dengan tersenyum, “Nggak, tenang saja.”…Sore harinya, Kelly merapikan lukisan desain Perusahaan Prima Jaya, lalu kembali memeriksa ulang beberapa data. Setelah selesai sibuk, langit pun sudah gelap.Kelly mengerutkan keningnya. Dia mengambil ponsel untuk mengirim pesan kepada Jason. [ Kenapa masih belum antar Yana pulang? ]Jason langsung membalas. [ Minta maaf dulu sama aku. Aku akan langsung pulang bersama Yana. ]Kelly mengetik dengan kesal. [ Kamu lagi ancam aku dengan Yana? ]Jason membalas. [ Tergolong iya! ]Kelly tidak menghira
Tiba-tiba Saskia mengatakan bahwa ada urusan mencarinya. Jason mengira demam Yana kambuh lagi. Itulah sebabnya dia pun langsung bergegas pergi begitu memasuki apartemen.Kening Saskia berkerut. “Justru karena aku tidak bisa mengatakannya dari telepon, aku baru suruh kamu pulang.”Jason bertanya, “Sebenarnya masalah apa?”Saskia menyerahkan sebuah amplop untuk Jason. “Hari ini, ada orang yang mengantar amplop ini kemari. Coba kamu lihat.”Jason menatap Saskia dengan bingung. Dia membuka amplop dan raut wajahnya menjadi muram dalam seketika. Di dalam amplop terdapat belasan lembar foto. Semuanya adalah foto Kelly dengan Kenneth.Kelly sedang turun dari mobil Kenneth. Kenneth sedang memberi barang kepada Kelly. Mereka berdua kelihatannya mesra. Saat berdiri di bawah gedung perusahaan Kelly, mereka berdua kelihatan mengobrol dengan tersenyum. Dicantumkan juga tanggal pengambilan foto di atas foto. Foto diambil pada dua hari lalu.Jason membuang foto ke atas meja, lalu berkata dengan nada d
Saat Kelly mendengar ucapan Jason, dia langsung memalingkan kepalanya. Tanpa berpikir, dia langsung mengulurkan tangannya untuk merebut ponsel Jason. Panggilan pun langsung diputuskan.Raut wajah Jason kelihatan muram. “Sayang, kembalikan kepadaku!”“Nggak!” Kelly menatap Jason dengan emosi. “Jason, jangan ikut campur sama masalahku. Apa kamu merasa, kalau aku mengalami kesulitan dalam pekerjaan, aku mesti curhat sama kamu, supaya kamu bantu aku selesaikan masalah itu? Kalau aku kekurangan uang dalam membuka studio, aku juga mesti pinjam sama kamu?”“Aku tahu, kamu bisa ganti atasanku hanya dengan satu ucapanmu. Tapi kalau atasan baru selanjutnya juga nggak suka sama aku, apa kamu akan menggantinya lagi? Aku memang lagi jadian sama kamu, tapi aku nggak ingin selalu mengandalkanmu dalam segala hal, apalagi jadi seekor parasit!”“Setiap orang pasti akan mengalami berbagai masalah dalam awal bekerja. Aku nggak merasa semua ini adalah masalah yang sulit. Aku hanya menganggap proses ini seb
Jason meletakkan tangannya di atas setir mobil. Ucapan yang ingin dilontarkan seketika tersangkut di tenggorokan. Suasana di dalam mobil berubah tegang dan tertekan. Beberapa saat kemudian, Jason berkata dengan suara datar, “Kenapa kamu tidak beri tahu aku masalah kamu ditindas oleh atasan baru?”Kelly membalas, “Aku bisa selesaikan sendiri!”“Jadi, kenapa Kenneth bisa tahu?”Kening Kelly berkerut. “Aku nggak tahu.”Selama beberapa waktu ini, Kelly hanya pernah bertemu Kenneth sekali, yaitu saat makan bersama Paman Edwin. Setelah itu, mereka hanya membahas soal studio. Mereka berdua juga tidak pernah membahas soal pekerjaan masing-masing.Kelly juga tidak tahu bagaimana ceritanya Kenneth bisa tahu masalah dia dipersulit oleh Meagan. Kelly sendiri juga merasa sangat syok ketika Kenneth mengatakannya tadi. Jason bertanya, “Kalian mau buka studio bersama?”Kelly tertegun sejenak, lalu mengangguk. “Iya.”Suara Jason terdengar berat. “Kenapa aku juga tidak tahu?”Kelly menarik napas dalam
Tidak lama kemudian, Jason menuruni mobil, lalu berjalan ke dalam kafe. Di bawah tatapan kaget Kenneth, dia duduk di samping Kelly.Tatapan dingin Jason menyapu ke sisi Kenneth. Matanya hanya menatap Kelly saja. Dia bertanya, “Bukannya kamu bilang kamu janjian sama Christie?”Kenneth menjawab, “Apa Tuan Jason lagi salahin Kelly? Aku ini kakak seniornya Kelly. Aku kenal Kelly lebih dulu daripada Tuan Jason. Kami hanya berhubungan secara normal. Apa Tuan Jason juga tidak mengizinkannya?”Wajah tampan Jason kelihatan dingin. “Aku lagi ngomong sama kekasihku. Tuan Kenneth sendiri sadar kamu itu kakak seniornya. Setelah tahu Kelly punya kekasih, seharusnya kamu lebih jaga batasan!”Kelly segera menjelaskan, “Kak Christie lagi di perjalanan. Dia akan segera kemari.”Kenneth mendengus dingin. “Ketika Tuan Jason lihat Kelly duduk sama cowok lain, kamu pun merasa tidak senang dan datang untuk menyalahkannya. Kalau begitu, aku juga ingin tanya sama Tuan Jason. Semalam saat kamu di bar, siapa wan
Setelah panggilan terhubung, suara lembut Christie pun terdengar. “Kelly, selamat berakhir pekan!”Kelly membalas dengan tersenyum, “Selamat berakhir pekan!”Christie berkata, “Apa kamu ada waktu di pagi hari? Masalah buka studio yang aku katakan sama kamu waktu itu, kebetulan ada temanku ingin menyewakan studionya. Harga dan lokasinya sangat cocok. Kita bisa pergi lihat hari ini.”Kelly tidak menyangka akan secepat ini. “Hari ini?”Christie berkata, “Tempat sebagus itu sangat laris. Kita pergi lihat dulu. Kalau cocok, kita langsung panjar. Kamu jangan bimbang lagi. Aku sudah bilang masalah modal itu bukan masalah.”Kelly berpikir sejenak. “Ketemuan di mana?”Christie berkata, “Aku akan kirim titik studio kepadamu. Kamu cukup ke sini sekarang.”Setelah Kelly janjian dengan Christie, panggilan pun diakhiri.Christie mengirim lokasi kemari.Kelly melihat jam sekilas. Dia memberi tahu Jason dulu, kemudian pergi mengganti pakaiannya, baru keluar rumah.Saat sampai di lokasi yang dikirim Ch
Kemunculan Yandi membuat rencana ibu dan anak ini telah gagal total. Surat pengalihan saham itu otomatis tidak berlaku!Setelah rapat berakhir, Yandi mendorong ayahnya meninggalkan ruangan. Ketika melewati sisi Gina, Yandi menghentikan langkahnya dan berkata dengan tatapan sinis, “Apa kamu tahu? Sebe
Frida yang sedang dilindungi di belakang Johan menyadari Sonia sedang mencarinya. Dia segera menggeleng mengisyaratkan dirinya baik-baik saja.Sejak Valencia mengeluarkan pisau, Johan pun menyadari Reza diam-diam berjalan ke sisi Sonia. Jadi, saat kaca lampu berjatuhan, dia pun hanya melindungi Frida
Setelah mereka berjalan jauh, Giselle pun segera berkata, “Sonia itu memang kurang ajar. Tadi seharusnya aku telepon Tuan Reza. Tuan Reza pasti nggak bakal lepasin dia!”Tatapan Thalia semakin muram. Dia pun membalas, “Sudahlah, masalah sepele seperti ini nggak usah repotin dia.”“Jangan-jangan kamu b
Tak lama kemudian, terdengar suara pintu terbuka dalam ruangan yang kosong itu. Ada yang berjalan ke depan laptop, lalu mengutak-atiknya mencari data penyimpanan rekaman CCTV.Ketika semua orang melihat bayangan tubuh orang di dalam laptop, mereka terkejut hingga kedua mata terbelalak. Mereka semua s







