Mag-log inKelly menambahkan nama Nick dan istrinya juga di dalam daftar nama. Selain itu, ada juga Christie dan Kenneth.Seandainya Kenneth benar-benar menyukai Kelly, Kenneth pasti akan menghadiri acara pertunangannya. Setidaknya dia bisa putus asa, jangan membuang-buang waktu dan tenaga di diri Kelly lagi.Setelah dipikir-pikir, Kelly menambahkan lagi satu nama teman kuliahnya, Ella.Ella adalah teman satu kelas dan satu jurusan Kelly. Hubungan mereka berdua pernah sangat bagus. Saat ayahnya meminjam uang dari Ella, Ella juga meminjamkannya.Iwan menyembunyikan masalah ini dari Kelly. Dia bukan hanya meminjam uang dari satu teman kuliahnya saja. Teman-teman yang lain mulai menjauhi Kelly. Waktu itu, hanya Ella saja yang terus berhubungan sangat baik dengannya.Namun, Kelly takut ayahnya akan meminjam uang dari Ella lagi. Dia pun terpaksa menjauhi Ella dengan menggunakan alasan sibuk bekerja paruh waktu.Setelah dipikir-pikir sekarang, Kelly benar-benar merasa sangat bersalah. Sekarang, Kelly a
“Tidak apa-apa!” Iwan menaikkan nada bicaranya berusaha untuk menegaskan. Dia pun berbicara dengan sedikit panik. “Aku cuma tidak ingin kamu terlalu capek saja. Aku baik-baik saja di sini. Ada yang menemani dan menjagaku, kamu juga tidak perlu khawatir. Kalau kamu datang, bisa jadi kamu akan mengganggu waktu aku bermain catur dengan yang lain.”Kelly mengangguk. “Emm, oke.”“Sementara ini, kamu tidak usah datang dulu. Aku tidak ada waktu untuk menemanimu. Aku dan temanku mau mengikuti perlombaan catur di panti jompo. Aku mesti latihan setiap hari,” pesan Iwan sekali lagi.Kelly pun tersenyum. “Aku sudah tahu. Kalau begitu, kamu latihan dengan baik sana. Setelah dapat hadiah, kita temani kamu untuk ambil hadiah.”Nada bicara Iwan terdengar santai. Terdengar suara tawa dalam suaranya. “Kamu sibuk sana.”Kelly mengakhiri panggilan. Dia merasa panggilan Iwan sangat aneh. Setiap kali mereka pergi, Iwan pun akan merasa sangat gembira. Dia bahkan kelihatan seperti anak kecil ketika memeluk Ya
Sandora yang menunjukkan ekspresi murung itu tidak berbicara.Kenzo melanjutkan, “Sewaktu di rumah sakit waktu itu, kita juga sudah sepakat. Aku akan mengurusmu, sedangkan Kelly mengurus Ayah. Surat tanggung jawab menafkahi orang tua juga sudah kami tanda tangan. Kamu jangan ikut campur dalam masalah Kelly lagi. Kehidupan Kelly sudah tidak ada hubungannya sama kita lagi.”Sandora tersenyum dingin. “Aku tidak peduli kalian tanda tangan surat perjanjian apa. Kelly itu putriku. Kenyataan ini tidak bisa diubah!”Kenzo langsung menghentikan mobilnya dan berkata dengan suara berat, “Apa kamu masih menginginkan putramu lagi?”Mata Sandora terbelalak tanda tidak percaya. “Kenzo, apa kamu lagi mengancamku? Ibu melakukannya juga demi kebaikanmu!”“Kamu melakukannya bukan demi kebaikanku, lebih tepatnya kamu sudah mencelakaiku! Seandainya kita sekeluarga bisa menghadapi suka dan duka bersama, apalagi tidak mengkhianati Kelly, kita masih bisa menjadi keluarga yang harmonis. Justru karena kamu pili
Saking marahnya, Iwan hampir saja berdiri. Wajahnya kelihatan sangat gusar. “Apa ucapanmu patut dikatakan seorang manusia? Waktu itu, aku lagi berbaring di dalam ruangan ICU. Setelah kamu datang, kamu takut disuruh ganti rugi, makanya kamu segera memutuskan hubungan sama aku, lalu mendorong semua beban ke diri Kelly. Sekarang, kamu malah memutarbalikkan fakta!”Sandora berkata dengan murka, “Kalau yang aku katakan itu bukan omongan manusia, jadi apa yang kalian lakukan itu perbuatan manusia? Saat hidup susah, aku berusaha untuk bertahan. Sekarang giliran kehidupan sudah membaik, kalian semua malah menyembunyikannya dariku. Kalian diam-diam menikmati rezeki ini.”Iwan berkata, “Kenapa kami bisa menyembunyikannya darimu? Kamu sendiri juga jelas!”Terlihat ekspresi sedih di wajah Sandora. “Iwan, kamu punya hati nurani tidak. Saat masih muda dulu, kamu berjudi dan berutang. Aku yang membantumu untuk membayar utangmu. Aku sendirian membesarkan dua anak, sedangkan kamu hanya bersembunyi dan
Kenzo segera berkata, “Aku mengerti. Aku akan berlagak tidak tahu apa-apa.”Bahkan saat Kelly bertunangan dan menikah, Kenzo juga tidak berencana ke sana.Sebagai seorang abang, Kenzo sangat pengecut dan tidak berdaya. Dia tidak sanggup melaksanakan tanggung jawabnya menjadi seorang abang. Tentu saja dia tidak memiliki muka untuk muncul di hari besar dalam hidup Kelly.Pintu kamar tidak ditutup rapat. Saat Kenzo membuka pintu kamar, dia dan Iwan pun terbengong di tempat.Sandora sedang duduk di sofa. Ketika melihat mereka berdua kembali, dia segera berdiri untuk menyambut kedatangan mereka. Tampak senyuman yang sudah lama tidak diperlihatkan Sandora di wajahnya. “Iwan, gimana kabarmu?”Iwan bertanya dengan kaget, “Kenapa kamu bisa ada di sini?”“Aku …,” Sandora terbata-bata tidak bisa menjawabnya.Semalam, saat Sandora menguping pembicaraan Kenzo, dia takut Kenzo akan benar-benar memberikan uang itu kepada Kelly. Jadi saat melihat Kenzo keluar rumah hari ini, dia pun diam-diam mengikut
Satu bulan kemudian, Jason mengakuisisi Perusahan Desain Mirza untuk dijadikan hadiah tunangan kepada Kelly.Mengenai apa yang terjadi berikutnya, sementara tidak diungkit dulu.…Kenzo baru saja pulang kerja dan memasuki rumah. Saat ini, Sandora sedang memasak. Pintu kamar utama sedang tertutup rapat. Tanpa perlu ditebak, Kenzo juga tahu bahwa Wilona sedang berbaring di atas ranjang sembari menonton sinetron.Kenzo memberi salam kepada Sandora, lalu masuk ke kamar sebelah. Setelah pintu kamar ditutup, dia mengeluarkan ponselnya untuk menelepon Kelly, “Kelly, apa kabarmu?”Suara Kelly terdengar lembut dan datar. “Apa Kak Kenzo ada urusan?”Kenzo merendahkan suaranya. “Aku baru dapat bonus, ada 100 juta. Aku akan transfer ke kamu. Kamu jangan buru-buru untuk menolak. Aku tahu biaya bulanan Ayah di panti jompo sangat besar. Kamu tidak mungkin terus meminta dari Tuan Jason. Ayah itu tanggung jawab kita berdua. Sudah seharusnya aku mengeluarkan bagianku.”Kelly tetap menolak. “Nggak usah.
Sonia menaruh skenario di atas mesin fotokopi, lalu berkata dengan wajah sinis, “Aku nggak butuh! Bagusan kamu pikir cara buat jilat Reviana saja. Bagaimanapun, kalian nggak punya hubungan darah. Kalau kamu nggak mencuri hatinya, nanti kamu bakal diusir dari rumah!”Raut wajah Stella menjadi muram. D
Johan menatap ibunya dengan tatapan terkejut. “Kenapa Ibu lebih sayang sama menantu?”Maria langsung memelototi Johan. “Pokoknya besok kamu pergi cari Frida. Ajak dia nonton atau jalan-jalan! Jangan pulang sebelum malam!”Selesai berbicara, Maria langsung naik ke lantai atas!Johan berkata dengan tidak
Setelah mereka selesai menonton bioskop, hari pun sudah malam. Jason bertanya pada Kelly, “Gimana? Suasana hatimu sudah baikan?”Kelly tersenyum sambil mengangguk. “Emm, sudah baikan. Orang tuamu pasti sedang menunggumu. Kak Jason cepat pulang sana!”“Aku antar kamu pulang!” ucap Jason.Kelly memasuki
Ketika Sonia kembali ke aula acara, acaranya telah berakhir.Mandy bertanya, “Kamu ke mana tadi? Aku nggak menemukanmu di mana pun.”Sonia berkata, “Aku ke taman di luar, keluar untuk menghirup udara segar.”“Yah, baguslah kalau kamu nggak tersesat,” ujar Mandy dengan bercanda. “Acara akan segera berak







