LOGINSonia berjalan ke sana. Dia melihat kembang api di luar sana sudah padam. Jamuan di dalam taman bunga juga sudah dibersihkan tanpa ada orang sama sekali.Sonia berjongkok perlahan di hadapan Reza. “Kenapa duduk di sini?”Jari tangan panjang Reza mengusap wajah Sonia. Dia tersenyum lembut. “Lihat kembang api!”“Lihat kembang api?” Kening indah Sonia mulai berkerut.Reza mencondongkan tubuhnya untuk mencium hidung mancung Sonia. “Coba berdiri, apa ada kembang api?”Sonia berdiri dan bersandar di atas pagar batu. Dia memandang ke luar kastil dan tidak menemukan kembang api, bahkan kebanyakan lampu di luar sana juga sudah dipadamkan. Hanya tersisa sedikit bayangan lampu yang kabur di tengah kegelapan. Di kejauhan, tampak pegunungan yang megah dan berlapis-lapis.Saat Sonia hendak bertanya pada Reza, tubuhnya tiba-tiba menegang. Tangan pria itu menyentuh pahanya, disusul dengan sedikit sentuhan dingin di bibir.Ada beberapa hal yang bisa dipahami tanpa perlu kata-kata, sehingga hanya dengan
Sonia berhitung sebentar. “Sudah sepuluh tahun!”Sepuluh tahun kedengarannya sangat jauh. Namun, ketika mengenang kembali, semuanya terasa seperti sesaat saja.Reza mengulurkan tangannya kepada Sonia. “Ayo, pergi, Nyonya Sonia. Kegilaan dan kehidupan khusus kita berdua baru saja resmi dimulai!”Sonia meletakkan tangannya di dalam telapak tangan Reza. Bola matanya terlihat berkilauan. “Asalkan kamu nggak merasa bosan, aku nggak akan meninggalkanmu sampai kapan pun!”Reza menggenggam tangan Sonia, lalu memeluk Sonia ke dalam pelukannya. “Tenang saja. Seumur hidup ini, kita berdua tidak akan berpisah lagi!”Sonia bersandar di atas pundak Reza, lalu mengangkat kepalanya untuk melihat kembang api di atas langit. “Terima kasih, Reza.”Terima kasih sudah membawa Sonia berjalan keluar dari kegelapan dan memiliki kehidupan yang berbeda!Reza menggendong Sonia berjalan ke dalam kastil. Lampu di seluruh kastil terang benderang. Akhirnya malam ini menyambut sang pemiliknya.Mereka terus naik hingg
Tasya yang berada di samping bertanya dengan penasaran, “Gimana caranya buat onar di kamar pengantin? Aku juga mau bikin onar ….”Belum sempat Tasya menyelesaikan omongannya, dia pun menyadari tatapan sinis dari pamannya. Senyuman cerah di atas wajahnya seketika menghilang. Dia langsung mendekat ke sisi Yandi.Reza berkata, “Kak George dan Kak Diana juga sudah pergi istirahat. Yandi, kamu bantu aku jagain Tasya, suruh dia juga cepat istirahat.”Lantaran mendapat pesan langsung dari pengantin pria, tentu saja Yandi tidak bisa menolak. Dia mengangguk dengan perlahan. “Tenang saja!”Setelah mendengar ucapan Reza, hati Tasya langsung berbunga-bunga. Dia pun tidak peduli lagi dengan masalah kamar pengantin.Matias sudah berjalan ke sisi Ranty. Dia menggendong Ranty, lalu berkata, “Trik kamu dalam bikin onar di kamar pengantin juga tidak dianggap sulit bagi mempelai pria dan mempelai wanita. Kita jangan cari masalah, pergi tidur saja.”Setelah dipikir-pikir, Ranty merasa ucapan Matias benar
Sonia bertanya kepada Ranty dengan kaget, “Melvin juga bawa Kase pergi?”Ranty mengangkat alisnya. “Kase sudah mabuk dan terus ribut ingin tanding minum alkohol dengan Reza. Melvin pun bawa dia pergi, sepertinya dibawa pulang Kota Jembara, biar nggak tambah masalah.”Sonia mengangguk, lalu menyerahkan Kase kepada Melvin. Dia pun merasa tenang!Reza melihat kemari. “Apa yang diberikan Melvin kepadamu?”Sonia berterus terang. “Sebuah kastil!”Reza mengambil memo dari dalam kotak, lalu membacanya sekilas. Nada bicaranya terdengar dingin. “Dia memang pandai dalam cari muka!”Sonia mengangkat alisnya. “Kenapa? Dari maksudmu, Tuan Reza tahu masalah keluarganya Melvin?”“Tuan Reza?”Pria itu mengangkat kelopak matanya, lalu berkata dengan nada rendah dan magnetis.Sonia sudah mengerti dirinya telah salah bicara. Dia pun segera memperbaikinya, “Suamiku!”Kali ini, Reza baru menjelaskan dengan senyum lembut. “Sebelumnya ayahnya Melvin sudah berbicara seperti itu, kamu kira keluarganya Hana bakal
Jemmy malah tidak ingin Hallie pergi mengganggu Sonia dan temannya. “Hallie juga tidak kenal sama yang lain. Duduk di sana, malah jadi canggung, lebih baik dia kembali untuk tidur saja.”Hallie berkata dengan tersenyum, “Benar apa kata Kakek Jemmy. Aku merasa sedikit capek, ingin pulang untuk tidur.”“Kalau begitu, pergi bersama saja!” Aska juga tidak berkata lain lagi.Robi terus berjaga di samping. Saat ini, ketika melihat Jemmy dan yang lainnya berdiri, dia segera mengatur mobil kemari mengantar Jemmy dan Aska pulang untuk beristirahat.Reza juga berjalan kemari. Dia bersama Sonia pergi mengantar Jemmy dan Aska.Jemmy juga sengaja memanggil Reza ke depan mobil. Dia berpesan beberapa hal, Reza pun mendengar dengan serius.Setelah mobil mulai melaju, Sonia baru bertanya pada pria di sampingnya, “Apa yang Kakek katakan sama kamu?”Reza menggenggam tangan Sonia, lalu berjalan ke sisi jamuan. Dia memalingkan kepalanya, lalu tersenyum lembut. “Kakek memujiku!”Sonia telah mengganti mahkot
Hari ini, Aska merasa gembira. Dia juga tidak perhitungan terhadap Sonia.Hallie berjalan ke hadapan Sonia, lalu berkata dengan suara lembut, “Sonia, aku juga mau ngomong sama kamu, tapi nggak ada kesempatan.”Sonia menegakkan tubuhnya. Tatapannya kelihatan berkilauan. “Katakanlah!”Hallie berkata dengan tersenyum, “Pertama-tama, hari ini kamu cantik sekali. Pengantin pria juga tampan sekali!”Sonia pun tersenyum. “Terima kasih!”Tatapan Hallie semakin tulus. “Di dalam hatiku, selain Kakek, kamu adalah orang terpenting dalam hidupku. Tanpa kamu, aku pun sudah mati sejak awal, nggak mungkin akan datang ke Kota Jembara, apalagi kenal dengan Kakek. Hari ini, aku juga sudah ketemu sama Ibu. Aku benar-benar merasa sangat gembira!”Jemmy mengomel di samping, lalu berkata, “Di hari berbahagia ini, kenapa malah membalas soal mati? Semua orang bahas hal yang lebih menyenangkan saja!”Hallie tidak berhenti mengangguk. Dia mengangkat tangannya untuk menyeka ujung matanya. “Aku merasa agak emosion
Reza langsung membalas, dan memberi tahu Sonia untuk segera beristirahat. Kalau ada urusan, jangan ragu untuk memberi tahu Reza.Sekitar satu jam kemudian, akhirnya operasi sudah berakhir. Suster mendorong Yandi keluar dari ruangan operasi. Sonia pun segera berlari untuk menghampirinya.Dokter yang ke
Gina menggeleng dengan wajah muram. “Nggak pernah! King sangat misterius. Padahal aku itu pemeran utama dalam sinetron itu, aku tetap saja nggak diberi kesempatan untuk ketemu sama dia. Aku memang nggak pernah ketemu sama dia, tapi dia malah bisa bikin pakaian yang begitu cocok sama aku. Ajaib bange
Jason berkata dengan tersenyum, “Sini, cepat bantu Sonia! Dia kalah melulu!”“Oh ya?” Reza berjalan ke belakang Sonia, lalu bertanya, “Perlu bantuanku?”“Siapa juga tahu Kak Jason jago dalam main kartu. Sekarang Kelly dibantu sama Bondan. Kalau kamu bantu Sonia, bukankah aku bakal kalah?” ucap Gina de
Raut wajah Sonia berubah sinis. “Kelak jauhi aku. Kalau kamu berjanji, baru aku lepasin!”“Mimpi!” Melvin tersenyum, lalu tiba-tiba berteriak, “Pelecehan, pelecehan!”Melvin mengenakan pakaian norak, tangannya ditahan oleh seorang pelayan, lalu berteriak pelecehan.Orang yang melewati pun merasa kaget,







