Share

Bab 1521

Author: Angin
Tubuh Alden terhempas keras ke dinding besi. Ia pun terjatuh ke lantai. Seketika, darah segar tersembur dari mulutnya.

Chandra menatap Alden dengan wajah datar. Dia melangkah perlahan mendekati Alden. Alden berdiri pelan, mengusap darah di sudut mulutnya, dan menyunggingkan senyum tipis saat melihat Chandra mendekat.

"Sepuluh, sembilan, delapan, tujuh …." Alden mulai menghitung. Seketika itu juga, kegelisahan mulai menyelimuti hati Chandra. "Tiga, dua, satu."

Begitu kata terakhir terucap, Chan
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Jenderal Naga   Bab 2923

    Andai saja Chandra bisa menjadi pasangannya, maka hal itu akan menjadi karma baik bagi Ayu. Namun, Ayu hanya bisa memimpikan hal tersebut. Karena dia sadar kalau dirinya tidak pantas untuk Chandra. Sosok yang layak untuk Chandra hanyalah putri para tokoh dan para bangsawan. “Sekarang, ayo kita keluar,” ajak Chandra lalu meninggalkan Istana Abadi bersama Ayu. Kemudian mereka kembali ke Kota Tianja lalu ke Toko Pavilion Pil. Di sisi lain, Danya menggunakan jaringan intelijennya untuk mencari tahu segala hal tentang Chandra. Jarak Dunia Taniora dan Singhen relatif cukup dekat. Danya mengetahui kalau Chandra mengikuti kompetisi alkimia di Dunia Singhen. Danya seketika tercengang setelah mengetahui kalau pil yang dijual Chandra adalah hasil pemurnian Chandra sendiri. “Senjata tingkat Kaisar, tungku alkimia tingkat Kaisar .... Siapa pemuda ini sebenarnya?” gumam Danya lalu merenung selama beberapa saat. “Tok .... Tok ....”Sampai akhirnya, sebuah ketukan pintu membuyarkan renungannya. “

  • Jenderal Naga   Bab 2922

    Danya kembali ke ruang kantor setelah Chandra menunggu selama beberapa saat. Kemudian dia mengeluarkan sebuah tas yang sangat indah lalu menyerahkannya kepada Chandra. “Tas ini berisi batu roh hasil dari penjualan pil-pilmu,” ujar Danya. Chandra mengambil tas itu lalu membukanya. Walaupun tas itu tampak kecil, bagian dalamnya cukup luas. Chandra melihat ada banyak batu roh berwarna-warni yang sangat indah di dalamnya. Dia tidak berusaha menghitung jumlah batu roh di dalam tas karena sudah terlalu malas. Dia percaya kalau Pavilion Pil pastinya tidak akan menipunya. Akhirnya, dia menyimpan tas itu dengan tenang. Danya tampak tersenyum lalu bertanya, “Kamu sempat mengatakan kalau Senior itu berniat untuk bekerja sama dengan Pavilion Pil dalam jangka panjang?”Chandra langsung mengangguk seraya berkata, “Benar, senior itu masih memiliki sejumlah pil lainnya. Aku akan pergi ke sana dan kembali lagi ke sini dalam beberapa hari lagi.” Dia berdiri dan pergi setelah selesai melontarkan kat

  • Jenderal Naga   Bab 2921

    “Meningkat sembilan kali lipat?” ujar Danya terkejut. “Ya.”Chandra mengangguk seraya kembali bertanya, “Jadi, berapa harganya?”Danya kembali berpikir. Pil peningkat kekuatan dan pil penerobosan adalah dua jenis pil yang sangat sulit dimurnikan. Pil ini adalah pil tingkat satu Dewara. Selain itu, di dalamnya terkandung prasasti alkimia yang luar biasa hebat. Khasiat pil ini terjamin kemanjurannya karena ada prasasti alkimia. Pil ini bagaikan pil penyelamat hidup. Biasanya, para prajurit rela membayar tinggi untuk mendapatkan pil ini. Danya berkata sambil menatap Chandra setelah berpikir sejenak, “Kalau memang ini adalah pil tingkat satu Dewara, biasanya harganya adalah tiga miliar batu roh. Namun, pilmu ini mengandung prasasti alkimia di dalamnya, jadi harganya juga akan berlipat ganda. Sayangnya, Pavilion Pil adalah sebuah bisnis, jadi kami tidak bisa memberikan harga terlalu tinggi.”Dia kembali berkata setelah melihat ekspresi tenang Chandra, “Pavilion Pil bisa menjualnya dengan

  • Jenderal Naga   Bab 2920

    Ruang kantor Danya sangatlah luas dengan perabotan yang bergaya retro. Danya duduk terlebih dahulu lalu menunjuk sebuah kursi yang mengisyaratkan agar Chandra duduk. Perempuan itu terus memperhatikan Chandra setelah Chandra duduk. Ada banyak Kaisar Agung di Dunia Tawang, tapi senjata tingkat Kaisar sangatlah sedikit. Dia merenung dan mencoba untuk mencari tahu, senjata tingkat Kaisar yang mana yang berbentuk pedang panjang seperti itu. Namun, dia tidak mendapatkan jawabannya, sekalipun sudah merenung cukup lama. Hal yang diketahuinya saat ini adalah siapa pun yang bisa memiliki senjata tingkat Kaisar pastinya bukanlah sosok sembarangan.“Siapa namamu? Kamu tampak asing,” ujar Danya sambil mengembangkan senyuman indah yang memperlihatkan lesung pipi di wajahnya. Dia mengenakan gaun dan duduk dengan menyilangkan kakinya. Hal ini menyebabkan gaunnya tersingkap sampai pahanya dan menunjukkan kakinya yang jenjang dan putih. “Namaku Chandra. Aku hanyalah orang biasa, jadi wajar saja kalau

  • Jenderal Naga   Bab 2919

    “Tekanan kekuatannya sungguh menakutkan.”“Aku merasa seperti sedang menghadapi prajurit tingkat atas ketika melihat senjata itu.”“Terlalu menakutkan.”*** Para Peramu Pil yang berbaris di belakang, mulai melangkah mundur. Di sisi lain, Chandra masih menggenggam Pedang Suci Zuwei sambil menatap para penjaga di sekitarnya lalu mengalihkan pandangannya ke arah Jeno. Dia mendengus dingin lalu berkata, “Aku datang ke sini karena ketenaran Pavilion Pil. Aku pasti tidak akan mungkin menginjakkan kaki ke sini kalau saja aku tahu hal seperti ini akan terjadi.”“Siapa yang membuat keributan?”Sebuah suara tiba-tiba saja terdengar. “Nona,” ujar Jeno dengan penuh hormat tanpa kesombongan sama sekali ketika melihat sosok yang datang. Chandra menoleh dan melihat sosok perempuan muda berusia sekitar dua puluh tahunan sedang berjalan mendekat ke arahnya. Perempuan itu mengenakan gaun warna-warni dengan tubuh ramping dan wajah yang cantik. Dia juga tampak mengenakan lencana berkilau di dadanya.

  • Jenderal Naga   Bab 2918

    Di depan Chandra, ratusan Peramu Pil sedang mengantre untuk penilaian pil mereka. Para peramu pil ini adalah prajurit independen yang menjual pil buatan mereka ke Pavilion Pil karena sangat menguntungkan. Pavilion Pil selalu membeli pil-pil mereka dengan harga yang lebih tinggi daripada tempat lain. Proses penilaian pil di sini terbilang cukup lambat. Karena Chandra belum juga mendapat gilirannya setelah menunggu hampir sepanjang hari. “Hari ini sampai di sini saja. Silakan datang lebih awal esok hari.”Namun, seorang Peramu Pil muda tiba-tiba saja melangkah ke depan ketika hampir tiba giliran Chandra. Pemuda itu menyampaikan pesan agar para Peramu Pil yang tersisa untuk datang esok hari. Kemudian pemuda itu berbalik untuk pergi. Chandra seketika merasa cukup kesal. Bagaimanapun juga, dia sudah menunggu sepanjang hari. Jadi, bagaimana mungkin penilaian pil untuk hari ini berakhir sekarang?“Berhenti!” seru Chandra cepat. Si Peramu Pil langsung berbalik lalu mencibir dan menghampiri

  • Jenderal Naga   Bab 22

    Melihat kebahagiaan Nova membuat Chandra juga ikut bahagia.“Chandra, aku sudah bisa pulang! Aku sudah bisa pulang!” seru Nova tanpa henti seperti seorang gadis kecil yang baru saja dihukum dan mendapatkan maaf dari keluarganya. Tanpa berkata banyak, Chandra hanya memeluk Nova dengan erat.Setelah Har

  • Jenderal Naga   Bab 84

    Hendro terdiam tanpa berani mengeluarkan suara sedikit pun. Dalam hatinya dia sangat membenci Chandra. Ibunya dulu tidak seperti ini, dulu perempuan itu akan menurut dan memohon pada keluarga Kurniawan demi uang. Sekarang justru dia menolak uang yang datang begitu saja.Perubahan Ibunya ini disebabka

  • Jenderal Naga   Bab 76

    Ruang kerja.Raden sudah membuka baju kemejanya dan melangkah menuju toilet. Dia mendorong pintu toilet dan menyadari bahwa pintu dikunci dari dalam.“Ternyata alarm siaganya cukup kuat.”Dengan seruan keras lelaki itu berteriak sambil mengetuk pintu, “Nova! Bukakan pintunya!”Nova yang berada di dalam

  • Jenderal Naga   Bab 118

    Setelah mengetahui ada beberapa mafia yang terlibat selain Empat Keluarga Besar untuk menghancurkan keluarga Atmaja sepuluh tahun yang lalu, wajah Chandra menjadi sangat seram.Paul segera menghubungi Kepala Setan dan karena status sosialnya yang menakutkan, tidak butuh waktu lama, dia sudah selesai

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status