LOGINChandra memandang sekelilingnya, memperhatikan para prajurit yang sedang berlatih keras dengan bertanding satu sama lain. Kemudian, dia melambaikan tangan kepada mereka sambil berkata, “Terima kasih atas kerja keras kalian.”“Tidak sama sekali.” Sebuah jawaban yang jelas dan dengan suara lantang membahana.Ada rasa bersalah di dalam hati Chandra ketika melihat wajah-wajah yang familiar tapi juga terasa asing ini. Dialah yang telah mengurung 400.000 orang tersebut di Istana Abadi, membuat mereka terus berlatih tanpa henti sepanjang waktu.Chandra sendiri adalah seorang prajurit. Dia juga tahu kalau berlatih itu sangat membosankan dan monoton. Meskipun Chandra memang tidak pernah membatasi ruang gerak mereka. Mereka boleh berkeliaran bebas di Istana Abadi. Bagaimanapun juga, Istana Abadi tetaplah sebuah dunia tertutup yang terisolasi dari dunia luar. Seiring waktu, kehidupan di dalam Istana Abadi menjadi sangat membosankan. Hal itu yang akan menyebabkan mereka kehilangan percaya diri dal
Chandra tidak tertarik untuk menjadi tetua Pavilion Pil. Karena tujuan utamanya pergi ke Pavilion Pil adalah untuk menemukan Pil Leluhur Agung. Tardas sempat mengatakan kalau Pil Leluhur Agung berada di Pavilion Pil. Namun, dia tidak yakin kalau Pavilion Pil ini adalah tempat yang dicarinya. Oleh karena itu, dia ingin mencari tahu dengan cara mengikuti seleksi murid Pavilion Pil. Ini adalah satu-satunya cara yang bisa dilakukannya. Lagi pula, Chandra tidak terlalu menginginkan kekuasaan. Karena dia lebih menyukai kebebasan tanpa batas yang dimilikinya saat ini.Danya mulai bertanya tentang latar belakang Chandra, “Tuan Chandra, kamu pasti memiliki latar belakang yang luar biasa. Gurumu pastinya adalah seseorang yang sangat terkenal di Dunia Tawang. Bolehkah aku bertanya siapa gurumu? Apa mungkin aku pernah bertemu dengannya?”Danya menatap Chandra sambil terus tersenyum. Namun, Chandra membalasnya hanya dengan senyuman tanpa mengucapkan sepatah kata pun. Bagaimanapun juga, dia tidak b
Andai saja Chandra bisa menjadi pasangannya, maka hal itu akan menjadi karma baik bagi Ayu. Namun, Ayu hanya bisa memimpikan hal tersebut. Karena dia sadar kalau dirinya tidak pantas untuk Chandra. Sosok yang layak untuk Chandra hanyalah putri para tokoh dan para bangsawan. “Sekarang, ayo kita keluar,” ajak Chandra lalu meninggalkan Istana Abadi bersama Ayu. Kemudian mereka kembali ke Kota Tianja lalu ke Toko Pavilion Pil. Di sisi lain, Danya menggunakan jaringan intelijennya untuk mencari tahu segala hal tentang Chandra. Jarak Dunia Taniora dan Singhen relatif cukup dekat. Danya mengetahui kalau Chandra mengikuti kompetisi alkimia di Dunia Singhen. Danya seketika tercengang setelah mengetahui kalau pil yang dijual Chandra adalah hasil pemurnian Chandra sendiri. “Senjata tingkat Kaisar, tungku alkimia tingkat Kaisar .... Siapa pemuda ini sebenarnya?” gumam Danya lalu merenung selama beberapa saat. “Tok .... Tok ....”Sampai akhirnya, sebuah ketukan pintu membuyarkan renungannya. “
Danya kembali ke ruang kantor setelah Chandra menunggu selama beberapa saat. Kemudian dia mengeluarkan sebuah tas yang sangat indah lalu menyerahkannya kepada Chandra. “Tas ini berisi batu roh hasil dari penjualan pil-pilmu,” ujar Danya. Chandra mengambil tas itu lalu membukanya. Walaupun tas itu tampak kecil, bagian dalamnya cukup luas. Chandra melihat ada banyak batu roh berwarna-warni yang sangat indah di dalamnya. Dia tidak berusaha menghitung jumlah batu roh di dalam tas karena sudah terlalu malas. Dia percaya kalau Pavilion Pil pastinya tidak akan menipunya. Akhirnya, dia menyimpan tas itu dengan tenang. Danya tampak tersenyum lalu bertanya, “Kamu sempat mengatakan kalau Senior itu berniat untuk bekerja sama dengan Pavilion Pil dalam jangka panjang?”Chandra langsung mengangguk seraya berkata, “Benar, senior itu masih memiliki sejumlah pil lainnya. Aku akan pergi ke sana dan kembali lagi ke sini dalam beberapa hari lagi.” Dia berdiri dan pergi setelah selesai melontarkan kat
“Meningkat sembilan kali lipat?” ujar Danya terkejut. “Ya.”Chandra mengangguk seraya kembali bertanya, “Jadi, berapa harganya?”Danya kembali berpikir. Pil peningkat kekuatan dan pil penerobosan adalah dua jenis pil yang sangat sulit dimurnikan. Pil ini adalah pil tingkat satu Dewara. Selain itu, di dalamnya terkandung prasasti alkimia yang luar biasa hebat. Khasiat pil ini terjamin kemanjurannya karena ada prasasti alkimia. Pil ini bagaikan pil penyelamat hidup. Biasanya, para prajurit rela membayar tinggi untuk mendapatkan pil ini. Danya berkata sambil menatap Chandra setelah berpikir sejenak, “Kalau memang ini adalah pil tingkat satu Dewara, biasanya harganya adalah tiga miliar batu roh. Namun, pilmu ini mengandung prasasti alkimia di dalamnya, jadi harganya juga akan berlipat ganda. Sayangnya, Pavilion Pil adalah sebuah bisnis, jadi kami tidak bisa memberikan harga terlalu tinggi.”Dia kembali berkata setelah melihat ekspresi tenang Chandra, “Pavilion Pil bisa menjualnya dengan
Ruang kantor Danya sangatlah luas dengan perabotan yang bergaya retro. Danya duduk terlebih dahulu lalu menunjuk sebuah kursi yang mengisyaratkan agar Chandra duduk. Perempuan itu terus memperhatikan Chandra setelah Chandra duduk. Ada banyak Kaisar Agung di Dunia Tawang, tapi senjata tingkat Kaisar sangatlah sedikit. Dia merenung dan mencoba untuk mencari tahu, senjata tingkat Kaisar yang mana yang berbentuk pedang panjang seperti itu. Namun, dia tidak mendapatkan jawabannya, sekalipun sudah merenung cukup lama. Hal yang diketahuinya saat ini adalah siapa pun yang bisa memiliki senjata tingkat Kaisar pastinya bukanlah sosok sembarangan.“Siapa namamu? Kamu tampak asing,” ujar Danya sambil mengembangkan senyuman indah yang memperlihatkan lesung pipi di wajahnya. Dia mengenakan gaun dan duduk dengan menyilangkan kakinya. Hal ini menyebabkan gaunnya tersingkap sampai pahanya dan menunjukkan kakinya yang jenjang dan putih. “Namaku Chandra. Aku hanyalah orang biasa, jadi wajar saja kalau
Yura merasa sangat iri kepada Nova. Memangnya sebaik apa karma Nova sampai dia bisa mendapatkan perlindungan dari Chandra?Chandra menaiki motor listriknya menuju kediaman keluarga Kurniawan melewati gang kecil, tapi tiba-tiba ada satu mobil jeep yang menghalangi jalan, dan Chandra melihat Arya turun
Di luar villa keluarga Kurniawan.“Cukup.”Nova tiba-tiba melepaskan tangan Chandra dan menatapnya dengan mata berkaca-kaca, “Chandra, kamu masih belum cukup berulah? Di sini keluarga Kurniawan. Kalau kakek suruh kamu berlutut, kamu harus berlutut. Kenapa kamu begitu keras kepala?”“Nova, aku ....”“Kam
Nova segera meletakkan surat lamaran yang dia bawa tadi ke atas meja. Detik yang sama lelaki itu mengangkat wajahnya dan membelalakkan matanya ketika melihat wajah Nova.“Tunggu sebentar.”“Iya?”Nova yang baru saja hendak melangkah pergi setelah meletakkan surat lamarannya langsung menghentikan langka
Apa? Helen bertemu dengan Chandra, menantu Keluarga Kurniawan yang terkenal dengan kemalasan dan tidak berguna itu?Mustahil, bagaimana menantu pecundang sepertinya bisa makan bersama Jenderal Abdul?Helen sulit mencerna semua kejadian ini. Dia menutup mulutnya sambil membelalak.Ketika menoleh ke samp







