MasukChandra mengangguk sambil menatap Ayu, lalu bertanya, “Kali ini, sudah berapa lama aku mengasingkan diri?”Chandra berlatih di Ruang Waktu. Tingkat kekuatannya terus meningkat. Dia tahu selama di Ruang Waktu, dia telah menghabiskan waktu yang lama. Namun, dia tidak tahu berapa tahun telah berlalu di dunia luar.“Nggak lama, baru 50 tahun,” kata Ayu.“50 tahun?” gumam Chandra pelan. Dia pikir sudah lama, tapi ternyata baru 50 tahun. Setelah berlatih selama bertahun-tahun, Chandra merasa sedikit bosan.“Kita sudah sampai di mana? Ada nggak dunia yang lebih besar di dekat sini? Kita istirahat dulu, yuk,” ujar Chandra.Ayu segera mengaktifkan sistem navigasi antarbintang. “Ada Dunia Roh Sejati nggak jauh di depan.”“Dunia Roh Sejati?”Chandra tampak bingung. Nama yang aneh. Dia tidak tahu apa pun tentang Dunia Tawang, oleh karena itu dia tidak tahu seperti apa Dunia Roh Sejati itu.“Dunia Roh Sejati adalah salah satu dunia teratas di Dunia Tawang, kedua setelah Dunia Suci. Selain itu, Dewi
Di Dunia Tawang, seseorang mungkin tidak tahu nama-nama kaisar yang ada. Namun, ada satu orang yang harus dikenal. Orang itu adalah Dewi Kurniawan. Ketenaran Dewi sangat besar. Kehidupannya sendiri merupakan sebuah legenda. Dari lahir hingga menjadi Kaisar Semu, dia hanya membutuhkan waktu 30.000 tahun.Menjadi seorang Kaisar Semu hanya dalam 30.000 tahun. Itu adalah sesuatu yang sangat menakutkan. Di mana ada Dewi, di situ ada legenda. Jalan yang dilaluinya juga jadi legendaris.Setiap kali membicarakan Dewi, Ayu tak kuasa menahan kekagumannya pada Dewi. “Dewi memiliki bakat yang luar biasa. Dia bisa menjadi Kaisar Semu hanya dalam waktu puluhan ribu tahun. Ini belum pernah terjadi sebelumnya sepanjang sejarah Dunia Tawang.”“Dewi?” gumam Chandra.Meskipun mereka memiliki nama belakang yang sama, yakni Kurniawan, orang itu seharusnya tidak ada hubungannya dengan Nova. Dia pun tidak membahas tentang Dewi lebih lanjut.“Masih ada waktu 200 tahun lagi. Aku mau mengasingkan diri dulu. Aku
Perubahan ekspresi Ayu sedikit mengejutkan Chandra. Ayu juga tidak tahu dirinya mendapat keberanian dari mana. Tanpa ragu, dia menghambur ke dalam pelukan Chandra dan memeluk pria itu erat-erat. Napasnya pun tersengal oleh emosi yang membuncah.“Masih ada waktu 200 tahun lagi, Pak. Bukankah sebaiknya kita cari kegiatan untuk isi waktu?”Chandra langsung diam tercengang. Apa yang sedang terjadi?Beberapa detik kemudian, Chandra baru tersadar. Dia spontan mendorong Ayu menjauh darinya dan duduk di kursi terdekat. Setelah itu, dia mengeluarkan sebatang rokok yang dia bawa dari Bumi. Dia menyalakan rokok itu dan menghisapnya, sambil menatap Ayu dengan ekspresi serius.Saat ini, Ayu berdiri di samping. Dia sudah menurunkan gaunnya. Wajah cantiknya memerah, matanya tidak berani menatap Chandra secara langsung.“Jangan begini,” kata Chandra dengan serius.“Ka-kamu nggak suka aku?” Ayu serentak mengangkat wajahnya untuk melihat Chandra.Chandra menggaruk kepalanya yang tidak gatal dengan ekspr
Seratus tahun bukanlah waktu yang lama, bukan pula waktu yang singkat. Bagi seorang prajurit, seratus tahun hanyalah sekejap mata. Bagi orang biasa, seratus tahun adalah seumur hidup.Kali ini, Chandra tinggal di Istana Abadi selama 105 tahun. Dia menekan kekuatan kutukan di dalam tubuhnya selama lebih dari seratus tahun. Sedangkan Ayu tetap berada di piring terbang untuk mengendalikan piring terbang itu.Untungnya, piring terbang itu sepenuhnya otomatis. Setelah menetapkan tujuan, piring terbang itu akan terbang secara otomatis, tanpa memerlukan pengawasan terus-menerus. Hanya butuh pengecekan sesekali terhadap lintasannya.Selama Chandra pergi, Ayu juga memanfaatkan waktu dengan berlatih. Dia bisa berlatih hingga ke Alam Ajaib, itu menunjukkan kalau dia memiliki potensi yang cukup besar. Namun, kurangnya bimbingan, teknik ajaib dan latar belakang yang kuat mengakibatkan kecepatan latihannya sangat lambat.Selama seratus tahun ini, Ayu terus menantikan kedatangan Chandra. Dia sudah be
Meskipun pohon besar itu tidak hancur, pohon itu mulai layu dengan cepat. Dalam sekejap mata, pohon itu berubah dari pohon yang subur menjadi pohon mati.“Kalau bisa bunuh, berarti pasti bisa kasih kehidupan baru,” gumam Chandra dalam hati.Namun, pemahaman Chandra tentang Jurus Reinkarnasi Kutukan masih sangat kurang. Pemahamannya tentang Prasasti Kutukan boleh dibilang masih nol. Dia tidak mungkin bisa menghidupkan kembali pohon yang sudah mati. Namun, Chandra merasa jika dia bisa menguasai Jurus Kutukan hingga maksimal, semua ini tidak akan menjadi masalah. Kutukan mencakup segala hal. Jika dilatih sampai puncak, apa pun mungkin terjadi.“Tingkat kekuatanku saat ini terlalu lemah. Aku setidaknya harus mencapai tingkat Dewara baru bisa benar-benar pahami kemampuan mahasakti yang tak terkalahkan ini,” gumam Chandra.Chandra memiliki terlalu banyak kemampuan. Dia juga memiliki banyak benda pusaka. Ada Tugu Langit Tanpa Batas, Sumber Lima Elemen, Pengubah Lima Elemen, seni pedang Leluhu
Chandra terlalu meremehkan kekuatan kutukan 400.000 orang. Kekuatan kutukan gabungan dari 400.000 orang itu sangat menakutkan. Sekarang, dia sendiri kewalahan menghadapi kekuatan tersebut.Tubuh Chandra telah dipenuhi luka. Di bawah pengaruh sifat penghancur dari kutukan itu, kondisi mentalnya pun ikut memburuk. Keteguhannya mulai kabur. Kepalanya terasa pusing, seolah ada orang yang memukulnya dengan benda yang berat.Chandra mengerahkan kekuatan di dalam dirinya. Dia memaksa dirinya untuk tetap sadar. Kemudian, dia mengaktifkan Segel Kerajaan untuk menekan kekuatan kutukan di dalam tubuhnya.Medan magnet yang mengelilingi tubuh Chandra juga sangat menakutkan. Para prajurit yang kekuatan kutukannya telah terserap langsung berdiri dan mundur, menjauh dari Chandra. Namun, mereka tidak pergi terlalu jauh, melainkan mengamati dari kejauhan.“Nggak apa-apa, kan?”“Raja Naga sudah serap kekuatan kutukan di dalam tubuh kita. Dia nggak akan kenapa-kenapa, kan?”“Seharusnya nggak apa-apa. Aku
Teuku tahu bahwa dia tidak bisa berbuat apa pun kepada Chandra di Someria. Dia juga tidak punya kemampuan untuk membunuh Chandra. Teuku bahkan pernah berpikir menggunakan Nova untuk mengancam Chandra. Namun, setelah mengalami begitu banyak hal, dia menyadari bahwa Chandra sangat mementingkan Nova da
"Plak!" Dandi menampar anak buahnya.Memang ada banyak wanita cantik di sini, tetapi Dandi tidak boleh menyentuh mereka. Dandi tidak mau memperbesar masalah, lagi pula yang lain tidak menyinggung Dandi.Dandi hanya ingin memberikan pelajaran kepada Chandra, Nova, dan Sandra.Selain mereka bertiga, Dand
Tak lama kemudian, Abdul sudah memasuki kamar pasien. Dia melirik Abraham sekilas, lalu langsung masuk ke topik utama. “Sekarang Keluarga Winata sudah menangkap Chandra. Kalian kira dengan video itu, Chandra bisa dijatuhkan hukuman? Kalian tahu sendiri siapa si Chandra itu. Semua ini sangatlah sepel
Tindakan Ken sontak membuat semua orang membelalak.Ken adalah artis besar yang sangat dihormati. Sepertinya tak ada wanita yang sanggup mengabaikan ketampanan Ken.Ken terpaksa mengesamping semua harga dirinya, tak ada pilihan lain, dia tidak mau mati.Ken berlutut dan meminta maaf, "Nona Nova, aku sa







