ログインBarang pembuka lelang ini adalah Pil Kesengsaraan Kaisar yang mampu menahan Kesengsaraan Langit tingkat Kaisar. Pil ini dibuat dengan sangat teliti oleh Bani Kirana. Bani membutuhkan banyak sekali ramuan obat tingkat Kaisar dan Dewara untuk memurnikan pil ini. Kemunculan pil ini langsung memicu kegilaan penawaran di antara para Kaisar Agung. Para prajurit Kaisar Agung yang menawar umumnya berada di tingkat satu atau dua Alam Kaisar Agung. Tingkatan ini dianggap masih cukup rendah dalam hal kultivasi di Alam Kaisar Agung. Namun, mereka tetap saja berada di puncak jika dibandingkan dengan para prajurit kebanyakan. Bagaimanapun juga, Kaisar Agung berada di puncak piramida kultivasi. Di dunia luar, mereka semua adalah para prajurit kuat yang kehadirannya akan menggemparkan seisi dunia. Harga Batu Pionir dengan cepat meroket hingga mencapai tiga ratus Batu Pionir di tengah persaingan sengit para Kaisar Agung. Jika terus seperti ini, kemungkinan besar pil ini akan mencapai harga ribuan Ba
Kaisar Ceptra tentu saja tahu tentang Cairan Kesengsaraan yang merupakan harta karun yang sangat langka. Bahkan kemunculannya hanya sekali selama berabad-abad. Kekuatan jiwa rohnya pasti bisa pulih jika dia bisa mendapatkan cairan itu. “Chandra, kamu harus mendapatkan cairan itu, bagaimanapun caranya,” ujar Kaisar Ceptra. “Baiklah,” jawab Chandra cepat. Kemudian Chandra melanjutkan kembali untuk membaca gulungan itu. “Sesuatu yang tertinggal dari dunia kuno. Sepertinya ini adalah peta yang digali dari reruntuhan Gurun Langit,” gumam Chandra. Semua itu adalah informasi yang tercatat dari gulungan.“Kaisar, apa itu Reruntuhan Gurun Langit?” tanya Chandra.Namun, Kaisar Ceptra mengatakan kalau dia tidak tahu. Oleh karena itu, Chandra memutuskan untuk tidak lagi banyak bertanya. Lelang ini dipenuhi dengan banyak sekali benda-benda berharga. Bahkan Chandra sendiri sampai tergiur dibuatnya. Satu demi satu prajurit kuat dari seluruh dunia datang menghadiri acara lelang ini. Chandra meny
Yarika sudah tinggal di Pavilion Pil selama beberapa zaman, jadi dia sudah cukup familier dengan situasi di sana. Namun, ada banyak area terlarang yang tidak bisa dimasuki oleh sembarang orang, bahkan seorang Tetua Tamu sekuat Yarika. Namun, semua larangan itu tidak berlaku untuk Banyu. Dia justru bisa memasuki banyak area sesuka hatinya. Bahkan dia bisa keluar masuk berbagai puncak utama tanpa halangan sama sekali. Oleh karena itu, Yarika selalu berusaha mengingat formasi dari puncak-puncak utama selama dia mengendalikan Banyu. Dia bisa menghancurkan semua formasi itu setelah mengingatnya. Dengan begitu, dia bisa menghancurkan semua formasi itu dengan mudah ketika perang besar pecah. Tanpa perlindungan dari Formasi Penjaga Gunung, maka Pavilion Pil akan menjadi tidak berarti. Tiga hari berlalu dalam sekejap mata. Chandra pergi meninggalkan Kota Langit menuju Kota Pil yang berada di luar Pavilion Pil. Kota Pil adalah kota terkuat di dunia ini. Keadaan Kota Pil cukup ramai hari ini.
“Senior Chandra, aku sudah beri perintah. Kalau Senior butuh sesuatu, katakan saja. Semuanya akan turuti permintaanmu.”Usai berkata kepada Chandra, Banyu langsung pergi. Namun, begitu dia berbalik, Chandra tiba-tiba merasakan aura kutukan dari tubuh Banyu.“Tunggu sebentar.” Chandra menghentikan Banyu.Banyu berbalik dan bertanya, “Ada apa?”Chandra memperhatikan Banyu. Baru saja, dia merasakan kehadiran kekuatan kutukan. Meskipun hanya sesaat, Chandra merasakannya dengan jelas. Namun sekarang, dia sedang memperhatikan Banyu dan tidak mendapati ada jejak kutukan pada Banyu.“Ng-nggak ada apa-apa. Mungkin aku yang salah. Sudah, pergilah.”“Baik.” Banyu mengangguk dan langsung pergi.Setelah Banyu pergi, Chandra masuk ke Istana Abadi. Kaisar Ceptra masih mengasingkan diri. Lembu Dewa juga masuk ke Istana Abadi dan berlatih di Ruang Waktu. Lembu Dewa adalah seorang prajurit Alam Kekaisaran, bahkan Alam Kekaisaran tingkat empat. Dia ingin memurnikan Air Tian yang dia dapatkan yang bisa me
Banyu telah tiba di lokasi yang disepakati, tapi dia tidak melihat siapa pun di sana. Dia pun memanggil dengan suara keras. Sementara itu, di kejauhan, Yarika sedang mengamati sekitarnya. Dia sedang mengamati apakah ada prajurit kuat Pavilion yang mengikuti Banyu. Setelah mengamati selama sekitar sepuluh menit dan tidak melihat siapa pun yang membuntuti Banyu, Yarika baru keluar dari persembunyiannya.“Guru.”Begitu melihat Yarika, Banyu segera berjalan mendekati perempuan itu. Dia yang merasa bingung langsung bertanya, “Sebenarnya ada apa ini, Guru? Kenapa ayahku bawa prajurit kuat Pavilion Pil ke Gunung Rika tempat Guru tinggal?”Yarika mengenakan gaun ungu panjang. Dia tampak begitu memikat dengan tubuhnya yang ramping. Parasnya cantik menawan, memancarkan pesona menggoda. Sambil menatap Banyu, sebuah tawa ringan lolos dari bibirnya.“Memangnya bisa terjadi apa? Sebenarnya, nggak ada apa-apa.”“Kalau begitu, kenapa kamu pergi dari Pavilion Pil?” tanya Banyu lagi. Nalurinya mengataka
Banyu bermaksud mencari Yarika untuk mendapatkan penjelasan. Namun, setelah mencari selama beberapa hari, Banyu tidak dapat menemukannya.“Senior, bahan-bahan yang aku janjikan sementara belum bisa kasih ke kamu. Tunggu ayahku keluar dari pengasingannya, aku akan kenalkan kamu ke ayahku. Sekarang ayahku yang pegang kendali Pavilion Pil. Butuh izinnya untuk dapatkan bahan-bahan tersebut.”Chandra mengangkat tangannya dan berkata, “Nggak perlu buru-buru.”Alasan Chandra masih berada di Pavilion Pil adalah untuk mengumpulkan bahan-bahan yang dibutuhkan untuk membangkitkan Kaisar Ceptra. Kaisar Ceptra adalah prajurit kuat Alam Kekaisaran tingkat sembilan. Persyaratan untuk tubuh fisiknya sangat tinggi. Semakin kuat tubuh yang dibuat ulang, semakin kuat pula kekuatannya. Selain itu, kekuatannya akan pulih dengan semakin cepat.Pavilion Pil adalah kekuatan terkuat di dunia. Dengan bahan-bahan dari Pavilion Pil, Chandra telah menemukan sebagian besar bahan yang dibutuhkan. Sisanya akan jauh l
“Oke, nggak masalah,” kata Dorsi tanpa merasa keberatan sama sekali.“Aku sudah mendapatkan banyak Keberuntungan, dengan kata lain aku juga dapat banyak karma. Sebelumnya ada seorang Penguasa Kekuatan berkata kalau siapa pun yang mendekati aku akan berbagi karma denganku. Ini bisa saja bencana bagi
Satu jarum, dua jarum, Chandra terus menusukkan jarum demi jarum ke tubuh Juran. Tidak lama kemudian, 81 jarum selesai ditancapkan ke tubuh Juran. Namun, seluruh jarum itu tidak cukup untuk menyembuhkan Juran karena tubuhnya terluka karena guntur langit. Bahkan Jarum 81 Langit membutuhkan bantuan da
“Baik! Baik!”Juran tidak berani mengabaikan perkataan Dorsi. Dia langsung melambaikan tangannya ringan lalu sebuah botol kecil transparan muncul di telapak tangannya. Di dalam botol itu terdapat sebuah pil berwarna emas. Pil itu tidaklah besar, hanya sebesar ibu jari. Juran menuangkan pil itu deng
“Kak Trigali, kamu tahu monster apa itu?” tanya Koko sambil menatap Trigali yang sedang menonton video.Trigali menonton video itu cukup lama. Kemudian, dia menarik napas dalam-dalam. Ekspresi wajahnya menjadi serius. “Kalau aku nggak salah, itu pasti Pemakan Langit.”“Pemakan Langit?” Koko tersenta







