LOGINChandra membelai dagunya lalu bergumam, “Apa mungkin tempat ini adalah Istana Dewa Perang di zaman hemel kuno? Bukankah Dewa Perang adalah ayah Sasa? Apa mungkin tempat ini adalah tempat Sasa tinggal saat kecil?”“Kita lihat saja langsung ke dalam,” ajak Gurji. Kemudian Chandra mencoba untuk mendorong pintu gerbang itu. Namun anehnya, pintu gerbang itu sama sekali tidak bergeming. Bahkan setelah Chandra mengerahkan seluruh tenaganya.“Biar aku coba,” ujar Gurji.Dia mencoba mendorong pintu itu. Namun, pintu itu sama sekali tidak bergeming, sekalipun dia mengerahkan seluruh tenaganya.Sampai akhirnya, Gurji berkata, “Aku juga tidak bisa membukanya. Mungkin, ada formasi di sini yang membuat kita tidak bisa membukanya.”“Lalu apa yang harus kita lakukan?” tanya Chandra. Gurji langsung merentangkan tangannya seraya berkata, “Mana aku tahu.”Kemudian Sonia menunjuk ke arah sebuah patung seraya berkata, “Apa mungkin patung itu adalah kunci untuk membuka pintu ini? Aku pernah mendengar dari
Chandra tidak menyangka kalau Gurji mengerti aksara zaman hemel kuno. Gurji menatap lempengan batu kuno lalu berkata, “Tulisan ini berisikan beberapa sejarah di zaman hemel kuno.”“Jelaskan padaku,” ujar Chandra penasaran. Gurji mengangguk lalu berkata, “Alam semesta berada dalam masa kekacauan dan penuh penderitaan di awal masa hemel kuno. Sampai akhirnya, Kaisar Batu Cadas muncul dan menjadi kekuatan paling menakutkan sekaligus pengendali seluruh alam semesta pada masa itu.”“Lempengan batu ini menjelaskan beberapa pencapaian Kaisar Batu Cadas dan memuji kebesarannya. Sejarah mencatat, dia berhasil melewati delapan belas ribu bencana selama 33 ribu tahun, sampai akhirnya dia naik takhta menjadi pemimpin Hemel.”Gurji menjelaskan secara singkat tentang beberapa peristiwa yang tercatat di lempeng batu. Pada dasarnya, lempengan batu itu berisikan pencapaian dari Kaisar Batu Cadas.“Apa ada yang lainnya?” Chandra kembali bertanya, “Apa tidak ada catatan yang menuliskan, bagaimana cara
Chandra menatapnya lalu bertanya, “Apa kamu juga akan pergi ke reruntuhan Hemel Kuno?”“Tentu saja, bagaimana mungkin aku melewatkan keramaian ini?” balas Sonia antusias. Nova menatap Sonia tajam. Bagaimanapun juga, dia tahu betul seperti apa Sonia.“Kak Nova,” sapa Sonia manis.Nova hanya mengangguk untuk membalas sapaan Sonia. Kemudian Nova menghampiri Chandra lalu merapikan kerah baju suaminya itu. “Pergi dan berhati-hatilah. Aku menunggumu kembali dengan selamat di bumi,” ujar Nova. Chandra tersenyum lalu berkata, “Tenanglah, semuanya pasti akan baik-baik saja.”Chandra berbalik lalu pergi setelah selesai berbincang singkat dengan Nova. Di depan Gerbang Langit Selatan, orang-orang sudah berkumpul menunggu Chandra. “Chandra, kamu sudah siap?” tanya Gurji. “Ya,” jawab Chandra sambil mengangguk.Kemudian Elsa berkata dengan raut wajah penuh harap, “Hemel Kuno adalah kekuatan yang sungguh menakutkan di zamannya sekaligus nakhoda seluruh alam semesta. Hemel Kuno pastinya bukanlah t
Elsa tidak tahu, apa yang harus dikatakannya tentang Chandra. Laki-laki ini telah menipunya dan menikahinya hanya untuk mencuri Pohon Bodhi, benda yang sangat berharga bagi Klan Loman. Bagaimanapun juga, Elsa harus mendapatkan kembali Pohon Bodhi demi keberlangsungan hidup Klan Loman. Sampai saat ini, Elsa masih belum terlalu memikirkan nasib pernikahannya dengan Chandra. Walaupun mereka sudah menikah secara sah dan Elsa sudah menjadi istri dari Chandra, laki-laki ini masih belum mau mengakui pernikahan mereka. Oleh karena itu, Elsa juga tidak bisa berbuat apa pun. Gurji tersenyum bahagia seraya berkata, “Kak Chandra, ajaklah Kakak Ipar pergi bersama kita. Kakak kedua mengatakan kalau perempuan ini sungguh luar biasa. Bahkan dia akan menjadi orang pertama yang berhasil masuk ke tingkat Kaisar Agung di zaman akhir ini. Dia memilik keberuntungan yang tak terbatas. Kita juga pastinya akan mendapatkan banyak hal-hal luar biasa jika mengikutinya. Mungkin saja, kita juga bisa mendapatkan k
Josan menyeka darah dari mulutnya lalu berkata, “Aku tahu. Lagi pula, aku lahir terlalu cepat dan memang ditakdirkan untuk tidak bisa mendapatkan keberuntungan bumi.”Kemudian Chandra bertanya, “Apa ada yang mau kamu beritahukan kepadaku?”Josan menghela napas pasrah lalu berkata, “Ada banyak sekali kekuatan magis dan jurus rahasia di zaman hemel kuno. Tapi, jurus yang terkuat adalah jurus 3000 Teknik. Jurus ini adalah jurus rahasia kekuatan magis tertinggi yang dikuasai ayahku dari Sepuluh Ribu Jalan Langit”“Jurus 3000 Teknik?” tanya Chandra terkejut.Dia pernah melihat Sasa menggunakan jurus itu ketika mereka berada di Dunia Iblis. Sasa berhasil mengalahkan tiga prajurit kuat dan tak terkalahkan dengan jurus itu. “Benar.”Josan berkata, “Setahuku, ayahku menuliskan teknik itu di dalam kitab tanpa nama yang berasal dari zaman hemel kuno. Namun sayangnya, kitab itu tidak tercatat dalam sejarah.”“Aku curiga, kalau kitab tanpa nama itu berada di dalam reruntuhan Hemel Kuno.”“Kak Chan
Sebuah gerbang yang tampak megah, menakjubkan sekaligus dipenuhi dengan misteri. “Gerbang Langit Selatan.”Sebuah suara tiba-tiba saja muncul tepat ketika semua makhluk sedang membicarakan tentang Gerbang Abadi. Mereka semua langsung menoleh ke arah sumber suara. Seorang laki-laki berjubah putih dengan pedang di punggungnya berjalan mendekati Gerbang Abadi. “Josan?”Chandra langsung mengerutkan keningnya lalu bergegas menghampiri Josan dan bertanya, “Apa kamu tahu asal-usul dari gerbang ini?”Banyak makhluk yang langsung menatap Josan dengan raut wajah penasaran. Di saat yang bersamaan, Josan menatap gerbang di depannya seakan sedang mengenang sesuatu. Bagaimanapun juga, gerbang ini sangat familier baginya. Dia pernah bermain di dekat gerbang ini. Dia mengangguk lalu berkata setelah terdiam selama beberapa saat, “Ya, aku mengetahui asal-usul gerbang ini.”“Dari mana gerbang ini berasal?”“Sudahlah, jangan bertele-tele. Cepat ceritakan pada kami.”“Apa gerbang ini ada kaitannya denga







