LOGINSetelah mencapai Alam Dewara, Inti Kekuatan akan muncul di dalam tubuh. Begitu mencapai Alam Kekaisaran, Inti Kekuatan akan berevolusi menjadi Segel Durga. Sudah tidak diragukan lagi, Darsen adalah prajurit terkuat di dunia, tanpa terkecuali. Tingkat kekuatannya sudah di Alam Kekaisaran tingkat tujuh.Akan tetapi, Darsen belum fokus melatih tubuh fisiknya. Jadi kekuatan fisiknya jauh lebih rendah daripada tingkat kekuatannya sendiri. Di bawah serangan mendadak apalagi dengan kekuatan penuh dari Darun, serangan itu langsung menghancurkan Segel Durganya.Biasanya, Segel Durga hancur berarti mati. Namun, untuk seorang prajurit kuat super, dia dapat menggunakan kekuatannya untuk menstabilkan Segel Durga, mencegah Segel Durganya hancur. Dibawah kendali amarahnya, Darsen juga memukul dada Darun. Kekuatan yang mengerikan meresap ke dalam tubuh Darun. Kekuatan itu juga menghancurkan Segel Durga Darun.Dua prajurit kuat super Pavilion Pil terluka. Setelah Darun terluka, gumpalan aura hitam kelu
Darun melewati celah itu. Setelah masuk ke dalam formasi, dia tiba di Puncak Toria. Di Puncak Toria terdapat ruang terbuka dengan sebuah gubuk sederhana yang dibangun di sana. Di depan gubuk terdapat meja dan kursi sederhana.“Ketua,” panggil Darun berdiri di depan gubuk sambil mengatupkan kedua tangannya sebagai tanda hormat.Krek!Pintu kayu di depan Darun terbuka. Seorang pria tua berjalan keluar. Pria tua itu tampak sangat tua, dengan rambut putih lebat. Begitu melihat pria tua berambut putih itu, Darun segera menyapa dengan hormat, “Ketua.”Pria tua berambut putih itu tidak lain adalah Darsen, pendiri Pavilion Pil. Tingkat kekuatannya telah mencapai Alam Kekaisaran tingkat tujuh, yang menjadikannya prajurit kuat nomor satu yang telah diakui di dunia. Setidaknya, di antara prajurit-prajurit kuat yang ada, tingkat kekuatannya adalah yang tertinggi.Meskipun ada beberapa prajurit kuat berpengaruh dalam sejarah, mereka telah lama lenyap ditelan sejarah dan tidak lagi diingat.“Ada apa
Sosok perempuan yang datang adalah Yarika. Dia adalah Tetua Tamu Pavilion Pil yang memiliki kekuatan tingkat lima Alam Kaisar Agung. Kekuatannya setara dengan Ketua Pavilion Pil. Yarika menghampiri Dahun dan menyadari raut wajah khawatir laki-laki itu lalu bertanya, “Apa yang sedang kamu pikirkan?”Laki-laki paruh baya itu adalah pemimpin Pavilion Pil saat ini. “Badai akan datang,” ujar Dahun pelan. Yarika langsung bertanya dengan nada bingung, “Apa maksudmu?”Dahun berbalik lalu balik bertanya, “Apa kamu masih ingat, bencana yang terjadi seratus zaman yang lalu?”Yarika mengangguk lalu berkata, “Bagaimana mungkin aku lupa? Bencana itu terjadi ketika aku baru saja memasuki Alam Kaisar Agung seratus zaman yang lalu. Bencana yang menyapu seluruh dunia dan menyebabkan kehancuran yang sangat luas.”“Benar.”Dahun kembali berkata, “Istana Hitam adalah pemicu dari bencana besar itu. Konon katanya, pemimpin Istana Hitam membutuhkan banyak jiwa untuk mengembangkan kekuatan kutukan. Karena a
Chandra hanya menyaksikan semua penghinaan itu dengan tenang. Dia ingin membantah, tapi kekuatannya memang masih sangat lemah. Di sisi lain, Merzia tampak sangat kesal atas ucapan Tetua itu.“Master, kenapa kamu diam saja?” tanya Merzia. Chandra berkata dengan santai, “Memangnya apa yang harus kukatakan? Aku tidak perlu mengatakan apa pun. Biarkanlah semua terjadi apa adanya.”Perkataan Chandra sama sekali tidak meredakan amarah Merzia. Dia langsung mengentakkan kakinya dengan penuh amarah. Tetua Agung hanya melirik Chandra sebentar dan tidak terlalu memedulikannya. Dia menatap kembali ke arah Banyu lalu berkata, “Kamu sudah membuat banyak masalah di luar sana. Sekarang, tetaplah di Kota Langit dan jangan pergi ke mana-mana lagi karena perekrutan murid baru akan segera di mulai. Aku masih ada banyak urusan.”Tetua Agung langsung pergi setelah selesai berbicara. Tubuhnya melesat pergi dan menghilang dari pandangan mereka dalam sekejap mata. “Senior Chandra ....”Banyu berkata dengan
Seorang perempuan di belakang mereka sedang menaiki tangga ketika Banyu memandu Chandra dan Merzia memasuki kota. Perempuan itu mengenakan gaun ungu panjang dan berjalan dengan sangat cepat. Dia menaiki tangga dan muncul di gerbang Kota Langit dalam sekejap mata.Banyu berbalik lalu berkata dengan penuh kegembiraan, “Master, kamu sudah keluar dari pengasingan?”Perempuan itu adalah Yarika. Sebelumnya, dia sudah mendapatkan perintah untuk melukai Mantan Pemimpin Pavilion Pil dengan parah. Yarika adalah seorang Kaisar Agung tingkat lima sekaligus guru dari Banyu. Semua kemampuan dan jurus yang Banyu miliki berasal darinya. Yarika mengangguk seraya berkata, “Ya.”“Master, kamu jarang sekali datang ke Kota Langit. Kalau begitu, izinkan aku untuk memperkenalkan seseorang. Dia adalah Senior Chandra.”Banyu mulai memperkenalkan Chandra kepada gurunya, begitu pun sebaliknya dengan berkata, “Senior Chandra, dia adalah guruku yang bernama Yarika. Dia adalah Tetua Tamu terkuat di Pavilion Pil. K
Chandra berpikir sejenak lalu memutuskan kalau dia akan mencari Nova setelah urusan perekrutan murid baru Pavilion Pil selesai. Dia ingin menggabungkan Jarum 81 Langit dengan Jarum 81 Penghancur untuk membentuk Lorong Waktu sekaligus menyebarkan berita tentang kedatangannya. Dengan begitu, para prajurit kuat yang melindungi Pil Leluhur Agung akan mendengar tentang kemunculannya dan dengan sukarela akan mencarinya.“Senior Chandra, ada apa? Apa yang sedang kamu pikirkan?” tanya Banyu setelah melihat raut wajah Chandra yang tampak bingung. Chandra langsung tersadar dari lamunannya lalu berkata, “Tidak, tidak apa-apa, kok. Aku hanya memikirkan beberapa hal saja.”“Oh,” ujar Banyu sambil mengangguk. Kemudian dia mulai menjelaskan secara panjang lebar tentang Pavilion Pil. Tanpa mereka sadari, mereka telah tiba di kota inti dari Dunia Pil, yaitu Kota Pil. Kota ini adalah tanah suci bagi para Peramu Pil. Di sinilah, para Peramu Pil dari kalangan elite berkumpul. Peramu Pil tingkat Dewara
“Aku juga tidak tahu tentang itu. Pak Damendra yang sudah menyembuhkannya. Master Damendra sekarang berada di Gunung Rinto dan aku akan mengantarmu sekarang. Kamu bisa bertanya padanya sekarang,” ujar Basita lalu berbalik dan pergi membawa Chandra meninggalkan Gunung Belakang.Mereka berdua dengan ce
Setiap orang tenggelam dalam pikiran mereka masing-masing. Di tengah ketegangan, Robi dan Titan memerintahkan Chandra untuk mencari Pil Emas Sembilan Putaran. Di hadapan mereka ada sebuah pintu rahasia. Di bawah tatapan penuh harap, Chandra melangkah menuju pintu itu dan mulai mendorongnya perlahan.
"Nova, kamu luar biasa." Begitu masuk ke dalam rumah, Toni langsung memuji Nova. "Kamu benar-benar berkah bagi keluarga Kurniawan. Karena kamu, keluarga Kurniawan bisa mencapai kejayaannya. Sekarang kita bisa tinggal di Diwangsa, aku yakin keluarga Kurniawan akan semakin maju dan menjadi salah satu
Tidak ada yang melihat dengan jelas bagaimana Chandra mengayunkan pedangnya. Bahkan ahli tingkat tinggi yang hadir, seperti Robi dan Titan, tidak bisa melihatnya dengan jelas. Mereka hanya melihat kilatan cahaya pedang, dan tiba-tiba pedang di tangan Bhadra sudah terpotong, dan tubuhnya terlempar.Ke







