Home / Young Adult / Jerat Cinta Dosen Killer / Hukuman Nikmat Atau Hukuman Tugas

Share

Hukuman Nikmat Atau Hukuman Tugas

Author: CitraAurora
last update Last Updated: 2025-12-27 11:37:17

Liburan telah usai. Kampus yang sempat sepi selama beberapa minggu kini mulai ramai kembali dengan para mahasiswa yang berdatangan. Suasana masih terasa santai, belum terlalu serius seperti biasanya. Banyak mahasiswa yang berkumpul di kantin atau taman, mengobrol tentang liburan mereka.

Natasya berjalan memasuki gerbang kampus dengan perasaan campur aduk. Di satu sisi dia senang bisa bertemu teman-temannya lagi, tapi di sisi lain dia merasa aneh harus berperan sebagai mahasiswa biasa padahal sekarang dia sudah menjadi istri salah satu dosen di kampus ini.

"Natasya!" terdengar teriakan dari kejauhan.

Natasya menoleh dan melihat Mira, sahabat baiknya, berlari kecil menghampirinya.

"Mira!" Natasya tersenyum lebar.

Mereka berpelukan dengan erat. Sudah hampir tiga minggu mereka tidak bertemu sejak liburan dimulai.

"Aku kangen kamu," ujar Mira sambil melepas pelukannya.

"Aku juga kangen kamu," balas Natasya.

"Ayo kita ke taman. Aku mau denger cerita liburanmu. Pasti seru kan?" ajak Mira sam
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Jerat Cinta Dosen Killer   Kakek Bertindak

    Suasana di ruang rapat dekan masih tegang meskipun klarifikasi sudah diberikan. Dekan memandang Kakek Sanjaya dengan tatapan penuh selidik, ada sesuatu yang mengganjal di benaknya sejak tadi."Maaf Pak Sanjaya, boleh saya tahu hubungan Bapak dengan mahasiswi bernama Natasya?" tanya Dekan dengan hati-hati. Pertanyaan itu membuat seluruh ruangan seketika sunyi.Kakek Sanjaya tersenyum tipis, seolah sudah menduga pertanyaan ini akan muncul. Beliau melirik sebentar ke arah Kakek Atmaja yang mengangguk pelan, memberi isyarat untuk menjelaskan."Natasya adalah cucu kandung saya," jawab Kakek Sanjaya dengan tenang.Dekan dan para petinggi kampus yang lain sontak terkejut. Mata mereka membulat tidak percaya. Wakil Dekan I bahkan sampai tersedak air putih yang sedang diminumnya."Cu-cucu kandung?" ulang Kepala Prodi dengan terbata. "Tapi setahu kami, Natasya adalah anak yatim yang dibesarkan oleh ibunya sendiri. Bahkan ibunya bekerja sangat keras untuk membiayai kuliahnya."Kakek Sanjaya mengh

  • Jerat Cinta Dosen Killer   Viral

    Tidak sampai dua jam setelah kejadian di kelas, seluruh kampus sudah dipenuhi dengan gosip tentang Pak Aron dan Natasya. Mahasiswa berkumpul di kantin, di taman, di koridor, semua membicarakan hal yang sama."Aku tidak percaya Pak Aron memanggil Natasya dengan sebutan sayang!" seru seorang mahasiswi pada kelompok temannya."Aku ada di kelas itu! Aku dengar sendiri! Pak Aron benar-benar bilang 'sayang' dan Natasya memanggilnya 'Mas'!" tambah temannya yang memang ada di kelas saat kejadian itu."Tapi kan Pak Aron sudah menikah. Istrinya artis terkenal itu lho," ujar mahasiswa lain dengan bingung."Sudah bercerai lah! Aku dengar gosipnya sudah lama mereka bercerai," sahut yang lain lagi.Di kantin, Alex dan Mira duduk di meja pojok sambil mendengarkan semua gosip yang beredar. Mereka saling berpandangan dengan ekspresi khawatir."Ini sudah menyebar kemana-mana," bisik Mira sambil melirik ke sekitar."Aku tahu. Dan sepertinya akan semakin besar," balas Alex dengan nada cemas."Kita harus

  • Jerat Cinta Dosen Killer   Beruntung

    Tidak ada yang berani bertanya lagi. Aron berjalan keluar kelas dengan langkah cepat, menggendong Natasya yang terus merintih kesakitan di pelukannya. Mira dan Alex langsung mengikuti dari belakang, mengambil tas Natasya dan tas Aron yang tertinggal."Pak Aron, kami ikut," ujar Mira sambil berlari kecil menyusul.Aron hanya mengangguk, terlalu panik untuk bicara banyak. Dia terus berjalan cepat menyusuri koridor kampus menuju parkiran. Beberapa mahasiswa dan dosen yang berpapasan menatap mereka dengan pandangan bingung dan khawatir."Bertahanlah sayang, kita akan segera sampai rumah sakit," bisik Aron pada Natasya sambil terus berjalan."Aku takut, Mas," bisik Natasya dengan suara bergetar. "Bayinya... bagaimana dengan bayinya?""Bayinya akan baik-baik saja. Kamu juga akan baik-baik saja," ujar Aron meski dia sendiri sangat ketakutan.Mereka sampai di parkiran dan Aron langsung membuka pintu belakang mobilnya, membaringkan Natasya dengan hati-hati di kursi belakang. Mira ikut masuk un

  • Jerat Cinta Dosen Killer   Sakit Perut

    Siang itu matahari bersinar terik di atas kampus. Jam kuliah Aron dimulai tepat pukul satu siang, setelah mahasiswa selesai istirahat makan siang. Seperti biasa, Aron masuk ke kelas dengan wajah datar dan langkah mantap, membawa suasana tegang yang selalu menyertai kehadirannya."Selamat siang," sapa Aron dengan nada dingin khas dosen killer."Selamat siang, Pak!" jawab mahasiswa serempak.Aron meletakkan tasnya di meja dan mulai membuka laptop. "Hari ini kita akan membahas sistem pencernaan manusia. Tolong buka buku kalian halaman 234."Suara halaman buku yang dibuka memenuhi kelas. Mahasiswa-mahasiswa mulai fokus pada buku mereka masing-masing, tidak ada yang berani tidak memperhatikan saat Pak Aron mengajar.Natasya duduk di bangku tengah bersama Mira. Dia membuka bukunya dengan pelan, berusaha terlihat normal meski sejak tadi siang dia sudah merasakan perutnya sedikit tidak nyaman. Dia pikir itu hanya karena terlalu banyak makan siang tadi.Aron mulai menjelaskan materi dengan det

  • Jerat Cinta Dosen Killer   Jangan Merasa Bersalah

    Natasya mengangguk pelan sambil menunduk. "Maafkan aku, Mas. Ini semua salahku. Karena aku hamil, Mas jadi tidak bisa menyentuhku dan harus melampiaskan sendiri.""Natasya, bukan begitu," Aron langsung berjalan mendekat dan berlutut di depan istrinya. "Ini bukan salahmu sama sekali.""Tapi Mas jadi harus menahan hasrat sendiri. Aku tahu Mas pasti sangat tersiksa," ucap Natasya sambil air matanya mulai jatuh.Aron mengusap air mata di pipi istrinya dengan lembut. "Dengar, aku tidak tersiksa. Aku melakukan itu karena aku tidak mau mengganggumu. Kamu sedang hamil, kondisimu masih rentan. Aku tidak mau egois memaksakan hasratku padamu.""Tapi Mas juga punya kebutuhan. Aku istrimu, seharusnya aku yang memenuhi kebutuhan itu," Natasya menatap mata suaminya dengan penuh penyesalan.Sebelum Aron bisa menjawab, Natasya tiba-tiba menarik leher suaminya dan mencium bibirnya dengan lembut. Aron terkejut tapi tidak menolak ciuman istrinya. Bibir mereka bertemu dalam ciuman yang penuh emosi.Natasy

  • Jerat Cinta Dosen Killer   Menuntaskan Hasrat Sendiri

    Malam itu langit tampak gelap tanpa bintang. Hujan gerimis turun perlahan, menciptakan suara nyaman yang biasanya membuat orang mudah tertidur. Tapi malam ini berbeda untuk Natasya. Dia terbangun di tengah malam dengan tubuh yang terasa segar, tidak seperti biasanya yang selalu terasa lelah karena kehamilan. Natasya menggeliat pelan dan meraih ke samping, mencari kehangatan tubuh suaminya yang biasanya selalu ada di sana. Tapi yang dia rasakan hanya sprei dingin dan tempat tidur kosong. "Mas?" panggil Natasya dengan suara serak sambil membuka matanya perlahan. Tidak ada jawaban. Natasya duduk di tempat tidur sambil mengucek matanya yang masih mengantuk. Pandangannya menyapu seluruh kamar yang gelap, hanya diterangi cahaya remang dari lampu tidur. Aron tidak ada di kamar. "Kemana dia?" gumam Natasya sambil turun dari tempat tidur. Mata Natasya tertuju pada pintu kamar mandi yang sedikit terbuka. Ada cahaya yang merembes keluar dari celah pintu tersebut. Natasya berjalan perlah

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status