Share

Kurir Go Sexy

Author: Kuldesak
last update Huling Na-update: 2026-02-14 18:48:05

Matahari siang terasa menyengat di kawasan Muara Utara, gudang 47 yang dijaga oleh sekelompok preman berwajah sangar. Mereka sedang asyik bermain kartu sambil menghisap rokok kretek.

Suasana tegang itu mendadak pecah oleh deru motor butut yang mendekat. Dua sosok wanita montok dengan pakaian serba mencolok turun dari motor.

Mogi mengenakan wig panjang berwarna coklat muda dengan make-up yang ia dan Kiko sewa di Salon kecantikan pinggir jalan sebelum menuju ke arah Muara. Mereka berdua terpaksa
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Jerat Obsesi Ayah Tiri Lumpuh   Bergerak

    Tanpa memedulikan penampilannya yang kacau balau, Jordan berlari kesetanan keluar dari kamarnya. Ia bahkan tidak mengganti pakaiannya. Dengan hanya mengenakan setelan piyama hitam yang sedikit terkoyak, bertelanjang kaki, dan wajah memar, pria itu melesat menuruni tangga. Ryu dan Jerry yang mengejarnya dari belakang sama sekali tak dihiraukan."Jordan! Tunggu! Biar aku yang menyetir!" teriak Ryu.Jordan tak peduli. Pria itu melompat masuk ke dalam mobil sport Koenigsegg hitamnya. Mesin menderu buas seperti auman singa terluka, sebelum akhirnya ban mobil berdecit keras, melesat membelah hutan pinus.Di balik kemudi, dada Jordan terasa seperti dihantam godam berduri berkali-kali. Udara di dalam mobil terasa mencekik. Pandangannya mengabur oleh air mata penyesalan yang tak terbendung. "Dia tidak ada niat sekalipun untuk membunuhmu. Justru dialah yang selama ini berusaha menyelamatkanmu..."Kata-kata Ryu terus bergaung di telinga, menampar kewarasan Jordan tanpa ampun. "Brengsek... baj

  • Jerat Obsesi Ayah Tiri Lumpuh   Sesal Yang Sia-sia

    "Heh?! Siapa kamu?! Aku... di mana ini?" tanya Chloe, tubuhnya langsung menegang waspada. Tangannya yang bebas menarik selimut hingga menutupi dada.Wanita muda berparas ayu itu hanya tersenyum simpul. Dengan gerakan anggun namun terlatih, ia meletakkan nampan berisi sup dan segelas susu hangat di atas nakas, tepat di samping lampu tidur."Nona tenang saja. Nona berada di tempat yang aman," jawab wanita itu lembut dan sopan. "Sekarang, lebih baik Nona makan dulu. Tubuh Nona sudah saya obati dan beri salep di beberapa area keunguan. Pokoknya, Nona jangan berpikiran macam-macam dulu ya. Istirahat saja."Mendengar ucapan itu, mata Chloe membelalak tak percaya."Hah?! Tempat aman katamu?!" sungut Chloe, suaranya naik dua oktaf. "Aman dari mananya, Mbak?! Mbak-nya sehat? Waras? Coba lihat ini tangan saya digimanain! Dirantai kayak anjing rabies begini dibilang aman?!"Chloe menunjuk-nunjuk rantai besinya dengan wajah berang. "Saya ini habis diculik, dibekap kloroform, dilempar ke mobil van

  • Jerat Obsesi Ayah Tiri Lumpuh   Emosi Tak Terkendali

    DOR!Suara letupan peluru memecah ketegangan, menggema memekakkan telinga di dalam ruangan yang berantakan itu."AAAKHH! AMPUN!"Jerry berteriak histeris. Pria paruh baya itu langsung jatuh terduduk di atas lantai, menutupi telinganya dengan kedua tangan. Tubuh Jerry bergetar hebat, nyaris kejang karena teror yang tiba-tiba menyerang mentalnya yang belum sepenuhnya pulih.Tembakan itu ternyata tidak bersarang di kepala siapa pun. Peluru panas itu menembus lantai, hanya berjarak beberapa sentimeter dari ujung sepatu Dokter Ryu. Asap tipis mengepul dari lubang bekas tembakan.Ryu mematung. Jantung dokter itu seakan baru saja anjlok ke dasar perut. Langkahnya terhenti seketika."Selangkah lagi kamu maju, kamu akan mati," desis Jordan dengan suara yang luar biasa dingin, sedingin bongkahan es di kutub utara. Moncong pistolnya kini masih berasap, terarah lurus ke dada sahabatnya itu. "Aku tidak segan-segan menarik pelatuk ini untuk kedua kalinya, Ryu. Pergi. Tinggalkan aku sendiri."Glek!

  • Jerat Obsesi Ayah Tiri Lumpuh   Bunir

    "Halo?! Chloe?! Sayang!! Hei, siapa kalian?! JANGAN SENTUH ANAKKU! CHLOE!! PANGGIL PAPA JIKA KAMU MASIH MENDENGAR!" Jeritan histeris Jerry menggelegar memenuhi ruang tengah rumah Dokter Ryu. Pria paruh baya itu menatap nanar layar ponsel pemberian Ryu di tangan yang panggilannya baru saja terputus secara sepihak. "Tidak... tidak! Chloe!" Jerry meremas kepalanya dengan kedua tangan, kakinya yang pincang nyaris ambruk ke lantai jika Ryu tidak segera berlari keluar dari ruang kerjanya dan menangkap tubuh pria itu."Astaga! Pak Jerry! Ada apa ini?! Kenapa Bapak berteriak-teriak? Apa kaki Bapak sakit?!" seru Ryu panik, memapah Jerry kembali ke sofa. "Dokter Ryu! Tolong saya, Dok! Tolong anak saya!" tangis Jerry pecah, ia mencengkeram jas putih Ryu dengan tangan bergetar hebat. "Chloe diculik, Dok! Ada orang jahat yang menyergapnya! Saya dengar sendiri dia berteriak minta tolong dan suara laki-laki kasar menyeretnya!"Alis Ryu menukik tajam. "Hah? Diculik? Tunggu, tunggu, Pak. Bapak tena

  • Jerat Obsesi Ayah Tiri Lumpuh   Papa, tolong...

    Dor! Dor! Dor!Suara rentetan tembakan senapan mesin tiba-tiba meledak memecah keheningan kamar hotel VIP yang berantakan.Di atas ranjang king size yang seprainya sudah kusut masai, Kiko tertidur pulas tanpa busana. Mulut asisten pribadi itu masih asyik mengenyot salah satu dada dari wanita sewaannya, persis seperti bayi besar yang kelaparan. Semalaman penuh Kiko baru menyelesaikan 'ritual pembasuh pedang' hingga tenaganya terkuras habis.Dor! Dor! Dor!"Duh! Siapa sih yang menelepon pagi-pagi buta begini?!" gerutu Kiko dengan mata masih terpejam.Kiko melepaskan mulutnya dari putik dada wanita yang masih terlelap itu. Nada dering ponsel Kiko memang sengaja ia setel dengan suara tembakan bar-bar.Tujuan Kiko hanya satu: agar ketika ia sedang di alam mimpi sekalipun, insting bertahan hidupnya langsung menyala dan memaksanya siaga satu.Dengan mata setengah terbuka dan nyawa yang belum sepenuhnya berkumpul, Kiko mengelap air liur yang menetes di sudut bibirnya menggunakan punggung tan

  • Jerat Obsesi Ayah Tiri Lumpuh   Konspirasi

    BAM!Pintu ditutup rapat, suara daun pintu berdebum terdengar bagaikan ketukan palu vonis yang menghakimi seluruh kewarasan Jordan.Pria itu terdiam mematung di tengah kamarnya yang berantakan. Kedua tangannya mengepal erat di sisi tubuhnya. Dadanya yang bidang naik-turun dengan beringas. Keheningan fajar yang tadinya terasa bagai kepingan surga, tiba-tiba berubah menjadi udara beracun yang mencekik paru-paru Jordan. Aroma manis khas tubuh Chloe masih tertinggal di udara, di seprai yang robek, dan di kulitnya sendiri. Hal itu membuat Jordan nyaris gila."Arrrrgghh!!" Jeritan putus asa Jordan menggelegar membelah kesunyian villa. Ia bukan lagi seorang boss, saat ini Jordan hanyalah seorang pria yang baru saja dicabik jantungnya.Pria itu berlari ke arah cermin setinggi tubuhnya yang menempel di sudut ruangan, lalu melayangkan tinjunya dengan kekuatan penuh. "SIAL!" PRANG!!Cermin tebal itu pecah seribu. Kepingan-kepingan tajamnya berterbangan ke segala arah, memantulkan sinar ment

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status