Share

Parasit

Penulis: Kuldesak
last update Tanggal publikasi: 2025-12-22 00:57:32

Chloe menyipitkan mata, berusaha menajamkan pandangannya di bawah cahaya lorong yang agak temaram.

"David?" bisiknya tak percaya.

Pria itu berdiri santai di dekat ATM, mengenakan kemeja flanel yang sangat Chloe kenali—kemeja yang ia belikan dengan uang hasil kerja sampingannya dua bulan lalu. David tampak sibuk memasukkan dompet tebal ke saku belakang celananya.

"Kebetulan aku ketemu di sini!"

Chloe baru saja akan melangkah maju, kemarahan di dada sudah meluap. Dia ingin menagih utang, ingin b
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Jerat Obsesi Ayah Tiri Lumpuh   Minta Jatah 21++

    "Hmm... Mau gaya bebas aja, Dad! Aku kan istri siaga. Siap dihantam gaya apa saja," jawab Chloe menantang."Istri siaga, hm?" kekeh Jordan. Suara baritonnya serak dan mengancam. "Kata-kata yang sangat menantang, Kitten. Mari kita lihat seberapa siaga jepitanmu menerima suamimu."Tanpa membuang waktu, Jordan merobek sisa kemejanya sendiri. Tangan besarnya langsung menyibak piama istrinya hingga tubuh Chloe terekspos polos sepenuhnya."Chloe," geram Jordan. Tangannya meremas p*yudara Chloe dengan kasar. "Kamu tahu rasanya mau gila saat aku menahan diri ketika melihat ukuran dadamu yang membesar karena menyusui ini, hm?""Ah... Dad..." Chloe mendesah, melengkungkan punggungnya. "Itu kan memang jatah anakmu. Jangan banyak protes... Kalo Daddy mau, hisap saja."Jordan menyeringai. "Ah... Tidak mau, masih ada asinya!" Jawab Jordan.Pria itu langsung menunduk, namun bukan melahap bukit dada istrinya, melainkan langsung turun ke perut, lalu membelah kedua paha istrinya lebar-lebar.Namun, tep

  • Jerat Obsesi Ayah Tiri Lumpuh   Lampu Hijau

    Dua bulan telah berlalu sejak badai menerjang keluarga Arsenio di Maldives. Musim panas kini memeluk kota Madrid, membawa kehangatan yang sejalan dengan suasana di kediaman utama Arsenio.Xavier Arsenio memang belum bisa keluar dari tabung kaca inkubatornya. Bayi micro preemie yang lahir di usia lima bulan itu kini setara dengan bayi tujuh bulan di dalam kandungan. Tubuhnya masih sangat mungil dan ringkih, kulitnya masih sewarna kemerahan transparan, dan selang kecil masih menempel di hidungnya. Namun, detak jantungnya semakin kuat. Ia menaikkan berat badannya gram demi gram layaknya seorang petarung sejati, membuktikan darah Arsenio yang mengalir deras di nadinya.Tetapi pagi ini, fokus utama Jordan bukanlah pada pangeran kecilnya yang sedang tertidur di ruang NICU pribadi sayap barat, melainkan pada wanita yang tengah duduk di tepi ranjang king size mereka."Bagaimana hasilnya, Dokter Elena?" suara bariton Jordan memecah kesunyian, nadanya sarat akan ketidaksabaran. Pria itu berdiri

  • Jerat Obsesi Ayah Tiri Lumpuh   Pamit Sang Dokter

    Pintu ganda berwarna putih gading di sayap timur mansion perlahan didorong terbuka. Nayla, dengan senyum mengembang bangga di wajahnya, memutar kursi roda Chloe agar nyonyanya itu bisa melihat seisi ruangan dengan jelas."Ta-da! Selamat datang di markas besar Tuan Muda Xavier Arsenio!" seru Nayla antusias, merentangkan kedua tangannya.Napas Chloe seketika tertahan. Matanya membulat sempurna, menyapu setiap sudut ruangan yang luasnya nyaris menyamai ukuran rumah standar di ibu kota.Ruangan itu telah disulap menjadi sebuah galaksi mini yang menakjubkan. Dindingnya dilukis dengan gradasi warna biru gelap dan navy, dipenuhi ribuan bintang yang menyala redup berkat teknologi serat optik yang tertanam di baliknya. Di tengah ruangan, tepat di bawah lampu gantung kristal berbentuk orbit tata surya, terdapat sebuah boks bayi putih yang diukir dengan inisial 'XA'."Astaga, Nayla..." gumam Chloe takjub, suaranya sedikit bergetar karena haru. "Ini... ini luar biasa indah. Kapan kau dan para pel

  • Jerat Obsesi Ayah Tiri Lumpuh   Tiba

    Pendaratan mulus jet pribadi VVIP itu menandai berakhirnya mimpi buruk di Maldives. Iring-iringan SUV antipeluru hitam membelah jalanan Madrid menuju kediaman utama keluarga Arsenio—sebuah istana abad pertengahan yang berdiri megah di atas bukit.Begitu pintu ganda raksasa itu terbuka, puluhan pelayan dan barisan pengawal menunduk hormat hingga membentuk sudut sembilan puluh derajat. "Selamat datang kembali di rumah, Tuan Besar, Nyonya Besar, Tuan Muda, dan Nyonya Muda."Donna Carmen mengibaskan tangannya. "Siapkan kamar utama di sayap timur untuk Jordan dan Chloe. Pastikan suhu ruangannya sempurna. Lalu, pastikan tim medis sudah menyiapkan ruangan khusus Xavier di sebelah kamar mereka.""Baik, Nyonya Besar."Chloe tersenyum canggung dari kursi rodanya yang didorong Jordan. "Ibu, tidak perlu repot-repot. Aku sudah merasa jauh lebih baik.""Sstt, jangan membantah," potong Carmen, merapikan selimut di kaki menantunya. "Kau baru saja memenangkan perang dan membawa penerus keluarga ini d

  • Jerat Obsesi Ayah Tiri Lumpuh   Arah Pulang

    Satu minggu kemudian, lobi utama VVIP Rumah Sakit Internasional Indira Gandhi berubah menjadi pusat komando keluarga Arsenio. Tidak ada lagi ketegangan. Hanya rombongan besar yang siap menguasai wilayah udara Maldives menuju Spanyol.Xavier Arsenio sudah aman di dalam kapsul medis tercanggih, dikelilingi tim profesor yang siaga. Di tengah lobi, Jordan berdiri di samping kursi roda Chloe. Lorenzo dan Donna Carmen berdiri tak jauh, aura kekuasaan mereka sedikit melunak hari ini."Dr. Sterling, Dr. Mira," sapa Jordan sopan. "Terima kasih untuk semuanya."Dr. Sterling mengangguk. Namun Dr. Mira justru melangkah maju, menghalangi kursi roda Chloe dengan senyum mencurigakan."Tunggu dulu, Tuan Muda. Ada protokol medis terakhir yang sangat rahasia."Jordan mengerutkan dahi. "Protokol apa lagi?""Soal ritual pembasuh benda keramat, Tuan," sahut Dr. Mira lantang. Semua kepala menoleh. "Anda harus ingat, jahitan operasi caesar Nyonya Chloe belum kering. Jadi, tolong egonya dikunci dulu. Tidak b

  • Jerat Obsesi Ayah Tiri Lumpuh   Hadiah Untuk Ryu

    Di lantai yang berbeda, tepatnya di ruang Intensive Care Unit (ICU), suara makian tertahan terdengar dari atas ranjang."Sialan... Kepalaku rasanya seperti baru saja digilas roda tank Rusia. Dan tolong jauhkan bubur tanpa rasa itu dari wajahku!" rutuk Ryu sambil memijat pelipisnya. Selang infus masih menancap di punggung tangannya.Krek!Pintu geser ICU terbuka. Jordan melangkah masuk diiringi Kiko."Ternyata kamu masih hidup, Dokter Gila," sapa Jordan dengan nada sinis, berdiri di ujung ranjang dengan kedua tangan masuk ke saku celana.Ryu membuka sebelah matanya, menatap sahabat sekaligus Bos Besarnya itu dengan senyum miring yang menyebalkan. "Tentu saja aku masih hidup. Siapa lagi yang akan menyelamatkan nyawa keluargamu di masa depan jika bukan aku, Tuan Arsenio yang sombong?"Jordan terkekeh pelan. Ketegangan di bahunya luruh sepenuhnya saat ia menarik sebuah kursi dan duduk di sebelah ranjang sahabatnya. Tatapannya kini berubah serius, menyorot tajam pada dokter eksentrik di de

  • Jerat Obsesi Ayah Tiri Lumpuh   Kejar-kejaran

    BRAAAKKK!Jeep Rubicon hitam itu menghantam tanah berbatu dengan brutal setelah menabrak pembatas lalu melompati gundukan hutan. Pegas suspensi mobil Rubicon itu menjerit, memantulkan badan mobil seberat dua ton itu ke udara sebelum bannya kembali mencengkeram bumi.Brak!"Awww! Hei! Kamu gila?!"

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-04-05
  • Jerat Obsesi Ayah Tiri Lumpuh   Sarapan Beracun

    Sinar mentari pagi menembus jendela besar ruang makan Mansion Arsenio, meja panjang yang penuh dengan hidangan mewah. Namun, Chloe yang berdiri di samping kursi kosong Tuan Rumah justru menatap hamparan makanan itu dengan horor.Tubuh Chloe yang ringkih masih terasa linu di sana-sini. Semalam adala

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-17
  • Jerat Obsesi Ayah Tiri Lumpuh   Dua Pilihan

    "KIKO! KIKO! Ke mana anak sialan itu?!" Suara bariton Ryu menggelegar memecah ketegangan di lorong vila. Ia baru saja keluar dari ruangan Jordan dengan napas memburu dan wajah menahan emosi. "Hais, merepotkan sekali si Jordan ini. Seharusnya aku tidak peduli. Lagian, dia pria dewasa yang sudah je

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-04-05
  • Jerat Obsesi Ayah Tiri Lumpuh   Musang Malam Turun Arena

    "Jangan pedulikan lukaku!" bentak pria bertopeng Oni itu dari balik alat pengubah suara yang terdengar berat dan mekanis."Bagaimana aku tidak peduli? Darahmu mengalir deras sekali! Kamu bisa kehabisan darah sebelum kita sampai ke jalan raya!" bantah Chloe, menarik lengannya."Dengar, Nona! Untuk s

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-04-05
Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status