Share

Hadiah Untuk Ryu

Author: Kuldesak
last update publish date: 2026-05-03 15:00:40

Di lantai yang berbeda, tepatnya di ruang Intensive Care Unit (ICU), suara makian tertahan terdengar dari atas ranjang.

"Sialan... Kepalaku rasanya seperti baru saja digilas roda tank Rusia. Dan tolong jauhkan bubur tanpa rasa itu dari wajahku!" rutuk Ryu sambil memijat pelipisnya. Selang infus masih menancap di punggung tangannya.

Krek!

Pintu geser ICU terbuka. Jordan melangkah masuk diiringi Kiko.

"Ternyata kamu masih hidup, Dokter Gila," sapa Jordan dengan nada sinis, berdiri di ujung ranjan
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Jerat Obsesi Ayah Tiri Lumpuh   Hadiah Untuk Ryu

    Di lantai yang berbeda, tepatnya di ruang Intensive Care Unit (ICU), suara makian tertahan terdengar dari atas ranjang."Sialan... Kepalaku rasanya seperti baru saja digilas roda tank Rusia. Dan tolong jauhkan bubur tanpa rasa itu dari wajahku!" rutuk Ryu sambil memijat pelipisnya. Selang infus masih menancap di punggung tangannya.Krek!Pintu geser ICU terbuka. Jordan melangkah masuk diiringi Kiko."Ternyata kamu masih hidup, Dokter Gila," sapa Jordan dengan nada sinis, berdiri di ujung ranjang dengan kedua tangan masuk ke saku celana.Ryu membuka sebelah matanya, menatap sahabat sekaligus Bos Besarnya itu dengan senyum miring yang menyebalkan. "Tentu saja aku masih hidup. Siapa lagi yang akan menyelamatkan nyawa keluargamu di masa depan jika bukan aku, Tuan Arsenio yang sombong?"Jordan terkekeh pelan. Ketegangan di bahunya luruh sepenuhnya saat ia menarik sebuah kursi dan duduk di sebelah ranjang sahabatnya. Tatapannya kini berubah serius, menyorot tajam pada dokter eksentrik di de

  • Jerat Obsesi Ayah Tiri Lumpuh   Ayo Tidur

    Setelah menjenguk buah hati mereka, kini Jordan berdiri di dekat jendela, menatap langit malam. Matanya sembab. Wajahnya pucat. "Dad," panggil Chloe lembut dari atas tempat tidur pasien."Hm?" gumam Jordan tanpa menoleh."Kemari."Jordan akhirnya berbalik. Ia berjalan mendekat dengan langkah berat yang diseret. "Ada apa, Kitten? Kau butuh sesuatu? Ingin minum?""Tidur," kata Chloe singkat, menatap tajam mata suaminya yang dihiasi lingkaran hitam pekat."Aku tidak mengantuk—""Dad, satu hari satu malam kamu tidak memejamkan mata sama sekali. Wajahmu sudah persis seperti mayat berjalan." Chloe menggeser sedikit tubuhnya yang masih kaku, lalu menepuk ruang kosong di sisi ranjangnya. "Tidur di sini. Bersamaku. Sekarang."Jordan mengerjap, menatap ranjang rumah sakit yang sempit itu dengan ragu. "Sayang, ini ranjang pasien. Sangat sempit. Tidak akan muat untuk kita berdua. Lagi pula, jahitan operasi caesar-mu masih basah. Aku takut tidak sengaja menyenggol dan menyakitimu saat tertidur na

  • Jerat Obsesi Ayah Tiri Lumpuh   Cahaya Bernama Xavier

    Setelah makan dan kondisi Chloe sudah lumayan pulih, kini pasangan suami istri itu sudah berada di ruangan NICU VVIP. Ruangan itu terasa seperti dunia lain. Suhu ruangan diatur hangat, lampu temaram.Dr. Mira, dokter neonatal yang bertugas, langsung mendekat. "Nyonya Chloe, selamat Malam. Saya senang Anda sudah bisa ke sini.""Terima kasih, Dokter," jawab Chloe, matanya sudah mencari-cari. "Di mana bayi saya?""Inkubator nomor satu," Dr. Mira menunjuk ke sudut ruangan. "Silakan. Tapi jangan menyentuhnya, ya. Hanya melihat dari balik kaca."Chloe mengangguk. Jordan mendorong kursi rodanya mendekat.Dan ketika mereka sampai di depan inkubator itu, Chloe menahan napas."Itu dia," ucap Jordan dari belakang.Sebagai seorang ibu, melihat kondisi bayi seperti dihadapkan, jelas membuat perasaan Chloe terasa perih nan sesak. Namun, Chloe harus memberikan senyum terbaik untuk ia tunjukkan kepada buah hati. Kendati sang buah hati tak mungkin melihat. "Xavi," bisik Chloe tanpa sadar.Jordan mena

  • Jerat Obsesi Ayah Tiri Lumpuh   Harga Diri Runtuh

    Hari sudah siang di ruang inap VVIP itu. Perlahan, kelopak mata Chloe yang terasa seberat timah terbuka. "Ughhh..." Chloe melenguh pelan. Bau antiseptik rumah sakit yang khas langsung menyergap penciumannya.Kesadaran Chloe belum sepenuhnya terkumpul, namun insting pertamanya sebagai seorang ibu langsung bekerja. Tangan wanita itu refleks meraba perutnya.Deg!Rata. Jantung Chloe serasa berhenti berdetak. Ingatan terakhirnya di ruang operasi yang penuh darah dan rasa sakit luar biasa menghantamnya bak gelombang pasang."Daddy..." rintih Chloe lemah. Napasnya mulai memburu, matanya mencari-cari ke sekeliling ruangan yang masih asing. "Daddy... anak kita... Perutku..."Belum sempat kepanikan menguasai dirinya sepenuhnya, sesosok tubuh besar dan hangat sudah merengkuhnya ke dalam pelukan. Jordan, yang duduk di kursi samping ranjang tanpa memejamkan mata sedetik pun sejak insiden itu, langsung menarik istrinya, membiarkan kepala Chloe bersandar nyaman di dada bidang pria itu."Sst... Sa

  • Jerat Obsesi Ayah Tiri Lumpuh   Bayi Sekecil Harapan

    Ruang Neonatal Intensive Care Unit (NICU) VVIP itu dijaga lebih ketat dari brankas bank sentral mana pun di dunia. Di balik kaca pelapis ganda, Jordan Arsenio berdiri dalam keheningan. Pria itu sudah membersihkan diri. Kemeja putihnya yang berlumuran darah dan debu bungker telah diganti dengan kemeja katun hitam berlengan panjang yang digulung hingga siku. Luka robek di tangannya pun sudah dijahit dan diperban rapi oleh tim medis. Dari luar, ia sudah kembali tampan paripurna. Namun di dalam, jiwanya masih berantakan.Mata elang Jordan tak bisa lepas dari tabung inkubator di depan. Bibirnya perlahan melengkung, mengukir senyum tipis yang sarat akan kegetiran dan cinta. Bayi laki-laki. Jagoan kecilnya lahir ke dunia. Meski separuh wajah bayi itu tertutup selang ventilator dan dadanya dipenuhi sensor medis, Jordan bisa melihat fitur yang tak asing. 'Duplikatku. Tapi pasti akan sama bandelnya seperti ibunya,' batin Jordan. Ia bahkan belum memikirkan satu nama pun untuk bayi rapuh ini.

  • Jerat Obsesi Ayah Tiri Lumpuh   Merayu Tuhan

    "Tuan! Tuan, Anda harus mundur! Biarkan mereka menyelamatkan Nyonya dan bayi Anda!"Mogi menerjang maju, mengunci kedua lengan Jordan dari belakang dengan sekuat tenaga. Pria berbadan besar itu nyaris terpelanting kala Jordan memberontak dengan tenaga brutal yang didorong oleh adrenalin dan kepanikan."Bosman! Kumohon, Nyonya Chole sudah berada di tangan yang tepat!" seru Kiko. Kiko sergap menahan bahu Jordan, mereka menarik paksa sang Bos Besar menjauh dari ranjang operasi. "LEPASKAN AKU! CHLOE! AKU INGIN MENEMANI ISTRIKU. DIA PASTI KETAKUTAN!" raung Jordan. Urat-urat di lehernya menonjol hingga nyaris pecah, matanya memerah penuh kengerian menatap pisau bedah yang kini sudah menyentuh kulit perut istrinya.Jordan menyentak lengannya hingga pegangan Kiko terlepas. Ia nyaris menerjang kembali ke meja operasi, tangannya terulur putus asa seolah ingin menggapai Chloe. "Dia sendirian di sana, Kiko! Istriku sedang bertaruh nyawa di atas meja sialan itu! Lepaskan aku, Brengsek!""Sadarla

  • Jerat Obsesi Ayah Tiri Lumpuh   Kejar-kejaran

    BRAAAKKK!Jeep Rubicon hitam itu menghantam tanah berbatu dengan brutal setelah menabrak pembatas lalu melompati gundukan hutan. Pegas suspensi mobil Rubicon itu menjerit, memantulkan badan mobil seberat dua ton itu ke udara sebelum bannya kembali mencengkeram bumi.Brak!"Awww! Hei! Kamu gila?!"

    last updateLast Updated : 2026-04-05
  • Jerat Obsesi Ayah Tiri Lumpuh   Sarapan Beracun

    Sinar mentari pagi menembus jendela besar ruang makan Mansion Arsenio, meja panjang yang penuh dengan hidangan mewah. Namun, Chloe yang berdiri di samping kursi kosong Tuan Rumah justru menatap hamparan makanan itu dengan horor.Tubuh Chloe yang ringkih masih terasa linu di sana-sini. Semalam adala

    last updateLast Updated : 2026-03-17
  • Jerat Obsesi Ayah Tiri Lumpuh   Dua Pilihan

    "KIKO! KIKO! Ke mana anak sialan itu?!" Suara bariton Ryu menggelegar memecah ketegangan di lorong vila. Ia baru saja keluar dari ruangan Jordan dengan napas memburu dan wajah menahan emosi. "Hais, merepotkan sekali si Jordan ini. Seharusnya aku tidak peduli. Lagian, dia pria dewasa yang sudah je

    last updateLast Updated : 2026-04-05
  • Jerat Obsesi Ayah Tiri Lumpuh   Musang Malam Turun Arena

    "Jangan pedulikan lukaku!" bentak pria bertopeng Oni itu dari balik alat pengubah suara yang terdengar berat dan mekanis."Bagaimana aku tidak peduli? Darahmu mengalir deras sekali! Kamu bisa kehabisan darah sebelum kita sampai ke jalan raya!" bantah Chloe, menarik lengannya."Dengar, Nona! Untuk s

    last updateLast Updated : 2026-04-05
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status