Masuk“Lucu sekali, Jason Lubis. Membunuh mafia kelas kakap demi melindungiku dulu saja kau berani. Kau menghancurkan mereka dengan tanganmu sendiri tanpa berkedip. Kenapa sekarang, hanya untuk membungkam pengusaha-pengusaha yang ingin mengganggu Ethan dan Cassandra, kau seolah tidak sanggup?”Ariana mencibir, sembari melangkah satu langkah lebih dekat ke arah suaminya, dan memberikan tatapan ejekan yang jarang ia tunjukkan.Jason kemudian menatap istrinya dengan kilat mata yang berbahaya. “Ini berbeda, Ariana. Mafia punya aturan main yang jelas. Pengusaha seperti Jias dan yang lainnya, mereka bermain dengan hukum, saham, dan reputasi global. Satu langkah salah, aku tidak hanya kehilangan nyawa, tapi seluruh kekaisaran yang kubangun untuk kalian.”“Kekaisaran tidak ada artinya jika pangerannya mati karena stres atau bunuh diri!” balas Ariana sengit.“Kau pengecut jika kau membiarkan anakmu menderita hanya karena takut pada reputasi sahammu. Jika kau tidak bisa melindungi menantumu, maka jan
Malam di ruang VVIP rumah sakit itu terasa begitu hening, hanya menyisakan bunyi detak jam dinding dan dengung halus dari mesin monitor jantung yang masih terpasang di tubuh Ethan.Cahaya lampu dikurangi hingga temaram, menciptakan bayangan panjang di dinding yang menambah kesan sunyi. Ethan, yang masih bersandar lemah di ranjangnya, menoleh ke samping.Di sana, Cassandra duduk di kursi yang ditarik rapat ke sisi tempat tidur, kepalanya bersandar di lengan ranjang dengan mata terpejam karena kelelahan.Ethan mengulurkan tangannya yang masih terpasang infus dengan gerakan sangat pelan. Ia menyentuh perut Cassandra, mengusapnya dengan ujung jari dengan penuh kehati-hatian.Meski perut itu belum membuncit sempurna, Ethan bisa merasakan ada kehidupan di sana, darah dagingnya sendiri.“Aku sering memimpikan hal ini, Cassandra,” bisik Ethan dengan suara parau namun dalam.Cassandra membuka matanya perlahan, karena belum benar-benar tidur lelap. Ia mendongak, lalu menatap wajah suaminya yang
Ethan memejamkan matanya lalu menarik napas panjang dan mencoba meredam detak jantungnya yang mulai naik di monitor.“Aku belum bisa memberimu jawaban sekarang. Aku harus menganalisa semua kemungkinan. Aku harus tahu siapa saja yang benar-benar memegang surat hutang Mark dan seberapa jauh Jias Grup terlibat.”Lucas memperhatikan kakaknya itu dengan saksama. “Kau ingin bernegosiasi dengan mereka secara pribadi?”“Jika itu bisa membuat mereka berhenti mengincarnya, akan kulakukan,” gumam Ethan. “Tapi aku tidak bisa melakukan itu jika Daddy terus mengawasi setiap gerak-gerikku.”“Daddy melakukan itu untuk melindungimu, Ethan!” seru Lucas frustrasi.“Atau untuk mengendalikan aku,” balas Ethan cepat. “Ada perbedaan tipis antara perlindungan dan kurungan. Dan aku sudah cukup lama berada di dalam kurungan emasnya.”Tiba-tiba pintu ruangan terbuka pelan. Sera masuk membawa baki makanan rumah sakit dan beberapa botol obat. Wajahnya tampak sedikit lebih tenang dari sebelumnya.“Berhenti berdeba
“Kau memberitahu Daddy soal rencana pengunduran diriku?” tanya Ethan dengan kening mengkerut usai mendengar ucapan Lucas barusan.Lucas menghela napas panjang sambil melipat tangan di dada. “Aku harus melakukannya, Ethan. Daddy sudah keterlaluan. Dia membuat keputusan sepihak untuk memisahkanmu dengan Cassandra seolah kalian ini pion di atas papan catur. Aku perlu memberinya guncangan agar dia sadar bahwa dia bisa kehilangan segalanya jika terus menekanmu.”Ethan mendengus pelan, lalu sebuah senyum sinis yang menyakitkan muncul di bibirnya yang pucat.“Daddy tidak akan bisa memisahkan aku dengan Cassandra. Dia tahu itu. Jika dia berani melakukan itu, maka Lubis Corp akan jadi taruhannya. Aku akan menghancurkan sistem dari dalam sebelum aku benar-benar pergi.”“Kalau begitu jangan keluar dari keluarga Lubis,” sahut Lucas cepat.“Untuk apa keluar? Semua orang di negara ini tahu siapa Ethan Lubis. Kau pikir dengan melepas nama belakangmu, bayang-bayang Daddy akan hilang? Tidak, Ethan. Ka
Jason tidak langsung menjawab dan hanya menatap Cassandra dengan tatapan yang sangat sulit diartikan, antara benci, ragu, dan sedikit rasa hormat atas keberanian wanita itu menghadapinya sendirian.“Ethan ingin keluar dari keluarga Lubis. Dia ingin melepaskan statusnya sebagai pewaris tunggal Lubis Corp,” ujar Jason akhirnya. “Apa kau pikir aku akan menyetujui permintaan konyol itu? Tidak akan pernah!”“Tapi dia sangat tertekan, Dad,” sela Cassandra pelan.“Dengar,” Jason memcondongkan tubuhnya ke depan, dengan nada suara yang merendah namun penuh penekanan.“Ethan adalah anak pertamaku. Dia anak paling cerdas yang pernah kulihat dalam bidang bisnis dan industri. Dia aset berharga, bukan hanya bagi perusahaan, tapi bagiku sebagai ayahnya. Kekurangannya hanya satu: trauma masa lalu yang tidak akan pernah bisa hilang dari hidupnya.”Cassandra menunduk karena tahu betul betapa rapuhnya mental Ethan di balik jas mahalnya.“Dia sering masuk rumah sakit, menyakiti diri sendiri, dan mengalam
“Ya!” Lucas menyentakkan tangan ayahnya hingga terlepas.“Dia sudah menyiapkan mentalnya untuk tidak punya apa-apa, asalkan dia punya Cassandra. Dia lelah menjadi alatmu, Dad. Dia lelah hidup dalam ketakutan bahwa kau akan membuang istrinya seperti kau membuang musuh-musuhmu.”Sera kemudian mendekat untuk mencoba menengahi mereka. “Dad, Ethan melakukan ini karena dia merasa itu satu-satunya cara untuk melindungi kita semua. Dia pikir jika dia bukan lagi seorang Lubis, musuh Mark tidak akan punya alasan untuk menyerang perusahaan kita.”Jason mundur beberapa langkah hingga menabrak kursi kerjanya.Lalu jatuh terduduk, tampak seperti pria tua yang tiba-tiba kehilangan kekuatannya. “Dia ingin mundur di saat aku sudah menyiapkan segalanya untuknya?”“Kau menyiapkan penjara untuknya, Dad, bukan masa depan,” ucap Lucas pahit.“Kau memberinya emas tapi kau merantai kakinya. Sekarang dia di rumah sakit, kritis, karena dia tidak tahu lagi bagaimana cara menghadapi ayahnya sendiri tanpa harus m







