首頁 / Rumah Tangga / KAMAR KEDUA / Bab 204. Malam Penebusan

分享

Bab 204. Malam Penebusan

作者: juskelapa
last update publish date: 2026-05-14 00:06:22

(Playing track : Spin in the Dark (extended version) - Bela Vibe)

Sesaat sebelumnya suara dua motor masih meraung liar di jalan raya pelabuhan.

Brraaaammm!

Satria sudah dua kali berhasil memotong kendaraan besar untuk mempersulit si kidal. Tapi pria itu masih terus menempelinya.

Masih sejajar. Masih mencoba menjatuhkannya.

Brak!

Sekali lagi stang motor si kidal menghantam sisi kanan motor Satria.

Motor besar itu berguncang keras. Nyaris menghantam kendaraan di sisi kirinya.

Namun Satria tetap
在 APP 繼續免費閱讀本書
掃碼下載 APP
已鎖定章節
評論 (18)
goodnovel comment avatar
Tenee Syafi'i
masih deg degan bacanya thorr....dan masih penasaran mas Satria bakalan tepat waktu g yaa??? puas bgt malam ini bacanya, tengkyu othorkuu....
goodnovel comment avatar
Utie Farra
Ya Allah tengah malam yang menegangkan...terimakasih ka njus,up nya byk banget...semoga sehat selalu...
goodnovel comment avatar
Lembayung NanElok
Makasih Njuss .. sehat2, lancar2 segala aktifitas nya, berkah selalu...
查看全部評論

最新章節

  • KAMAR KEDUA   Bab 204. Malam Penebusan

    (Playing track : Spin in the Dark (extended version) - Bela Vibe)Sesaat sebelumnya suara dua motor masih meraung liar di jalan raya pelabuhan.Brraaaammm!Satria sudah dua kali berhasil memotong kendaraan besar untuk mempersulit si kidal. Tapi pria itu masih terus menempelinya.Masih sejajar. Masih mencoba menjatuhkannya.Brak!Sekali lagi stang motor si kidal menghantam sisi kanan motor Satria.Motor besar itu berguncang keras. Nyaris menghantam kendaraan di sisi kirinya. Namun Satria tetap bertahan.Ia langsung mengambil sisi kanan sebuah truk kontainer besar di depannya. Menempel sangat dekat dengan truk itu. Terlalu dekat bahkan untuk ukuran motor besar.Si kidal menyusul di sampingnya.Lalu melakukan hal yang pernah ia lakukan pada Prabu. Sengaja terus mendesak dari kanan. Berusaha kembali membuat Satria menghantam badan truk. Suara besi bergesekan nyaris terdengar. Namun tepat beberapa meter sebelum ruang di depan menutup … Satria memutar gas penuh.Brraaaammm!Motornya melon

  • KAMAR KEDUA   Bab 203. Rencana Cadangan 

    Beberapa hari sebelumnya saat Satria dan Arga sudah terlalu lelah membahas Hendra Kusuma Wijaya, ada obrolan santai yang keluar dari mulut mereka. Obrolan itu seperti janji yang tidak dramatis.Hanya obrolan pria yang membicarakan sesuatu yang terdengar seperti candaan buruk.Tentang gudang nomor tujuh belas.Tentang kemungkinan paling gila yang bisa dilakukan Satria.“Kalau gue nekat masuk ke gudang itu dan ngerampok semua isinya…” Satria memutar gelas di tangannya. “Lo bakal ngapain?”Arga langsung mendengkus. “Gue bakal cegah lo.”Satria tertawa kecil. “Segitunya?”“Karena itu ide paling goblok yang pernah gue dengar dari lo.” Arga tertawa.Julian yang duduk di sofa lain ikut tertawa pendek sambil memainkan korek api.Namun Satria tetap diam. Tatapannya serius. “Hm…” ia mengangguk pelan. “Tapi gimana kalau lo nggak bisa cegah gue?”Ruangan itu sempat hening beberapa detik. Arga menatap Satria lama sebelum akhirnya mengembuskan napas kasar.“Kalau gue nggak bisa cegah lo…” katanya p

  • KAMAR KEDUA   Bab 202. Persalinan Maju

    (Playing track : Spin in the Dark (extended version) - Bela Vibe)Satria sempat oleng ketika si kidal menghantam setangnya.Brak!Motor besarnya bergeser liar beberapa senti ke samping.Namun refleks tubuhnya bekerja lebih cepat dari rasa sakit di bahunya. Dalam sepersekian detik Satria kembali menguasai motor itu. Tangannya mencengkeram setang lebih erat sementara ban motornya kembali lurus membelah jalan.Sisi kirinya kosong.Tanpa ragu ia membelokkan motor sedikit ke kiri. Si kidal tetap menempel dari sisi kanan.Terus di sana.Terus mencoba mencari celah.Sorot mata Satria menyipit di balik visor helmnya. Ia mencoba membaca gerakan lawannya.Cara pria itu mengambil tikungan. Cara pria itu menahan stang. Cara ia menjaga keseimbangan. Dan semakin lama Satria semakin sadar satu hal.Si kidal ternyata tidak terlalu hebat dengan motor.Mungkin hari di mana Prabu kecelakaan memang berbeda. Prabu tidak sadar sedang diburu. Tidak sadar sedang diarahkan menuju kematian.Karena itu Prabu le

  • KAMAR KEDUA   Bab 201. Duel Sesungguhnya

    (Playing track : Spin in the Dark (extended version) - Bela Vibe)Satria meraih sebotol air mineral dari dalam ranselnya.Tanpa pikir panjang, air itu langsung disiramkannya ke kepala sendiri. Membasahi rambut, wajah, sampai lehernya yang panas terkena hawa api.Sisanya ia tuang ke handuk kecil yang juga diambil dari dalam tas.Handuk basah itu langsung menutupi hidung dan mulutnya.Persiapan kecil yang bahkan tadi terasa berlebihan saat ia memasukkannya ke dalam ransel. Tapi sekarang … justru menyelamatkannya.Sejak berangkat menuju gudang nomor tujuh belas, ada bayangan aneh yang terus mengganggu kepalanya. Bayangan tentang dirinya yang mungkin tidak akan dibiarkan keluar begitu saja dari tempat itu.Dan karena pikiran gila itulah, tanpa sadar ia membawa benda-benda yang bahkan tidak ia rencanakan sebelumnya.Kakinya mulai terseret saat berjalan menuju pintu gudang.Bahu belakangnya berdenyut semakin liar. Asap membuat pandangannya kabur. Tapi ia tetap memaksa bergerak. Tangannya me

  • KAMAR KEDUA   Bab 200. Luka Untuk Menang

    (Playing track : Spin in the Dark (extended version) - Bela Vibe)Tatapan Satria dan si kidal beradu di tengah kobaran api yang mulai membesar.Tatapan yang sama-sama gelisah. Sama-sama menghitung kemungkinan hidup.Mata Satria bergerak cepat. Ke ranselnya yang tergeletak di dekat kaki rak besi. Lalu ke pintu gudang yang masih terkunci rantai. Dan terakhir … ke jerigen bensin yang terguling miring, membiarkan cairannya terus mengalir pelan di lantai.Sementara itu si kidal menoleh ke arah rak roboh yang menimpa tubuh rekannya. Pria besar itu tak bergerak sama sekali di bawah tumpukan besi.Lalu matanya ikut berpindah ke pintu. Ke api. Ke bensin. Dan akhirnya … kembali ke Satria.Keduanya menyadari hal yang sama. Mereka tidak lagi sedang bertarung untuk menang. Mereka sedang berebut keluar hidup-hidup dari gudang yang sebentar lagi berubah jadi neraka.“‘Kita perlu berkas-berkas di gudang nomor tujuh belas buat jadi barang bukti.’”Suara Arga kembali terngiang di kepala Satria.Namun t

  • KAMAR KEDUA   Bab 199. Malam Kegaduhan

    Beberapa detik yang lama, gudang itu kembali sunyi. Hanya suara kipas tua di langit-langit yang berputar lambat. Berderit. Berulang. Membuat suasana terasa semakin sesak.Satria berdiri di tengah lorong gudang dengan tubuh sedikit miring. Posisi yang tampak santai, padahal seluruh ototnya sudah menegang penuh.Dua pria di depannya mulai menyebar pelan.Mengurung.Si kidal tersenyum kecil sambil memainkan sesuatu di tangannya. Cable ties hitam panjang.“Masih mau nyari handphone-nya Prabu?” tanyanya santai. “Handphone-nya udah gue remukin jadi abu. Sisanya gue buang ke sungai. Lo nggak akan bisa nemuin apa-apa buat dijadiin barang bukti.”“Kalau handphone lo? Isinya apa aja? Bisa jadi barang bukti?” Satria bertanya dengan nada penasaran yang wajar. Seperti sedang bicara dengan rekannya.“Jangan mimpi bisa pegang handphone gue.” Si kidal tertawa terbahak-bahak. “Isi handphone gue udah bukan kelas teri lagi,” lanjutnya.“Nggak perlu mimpi untuk itu,” sahut Satria. Langkahnya mundur. Kin

  • KAMAR KEDUA   Bab 78. Sedikit Refleksi

    Di malam-malam lain, Satria semakin sering duduk di tepi ranjang Sheza. Saat ia pulang larut dan mendapati wanita itu tertidur di ruang televisi dengan wajah lelah. Ia selalu mengangkat Sheza ke kamar dan duduk di tepi ranjang sejenak hanya untuk memandang wajah Sheza dan tangan wanita itu selalu m

    last update最後更新 : 2026-03-26
  • KAMAR KEDUA   Bab 71. Yang Belum Sempat Dibicarakan

    Pintu depan terbuka bersamaan dengan suara yang terlalu familiar untuk disangkal. “Ibun! Ibuuun! Kok nggak kangen aku?” Suara Dio datang lebih dulu, mendahului langkah kecilnya yang berlari masuk ke rumah. Sheza yang baru keluar dari dapur langsung menoleh, dan sebelum sempat mengatakan apa pun,

    last update最後更新 : 2026-03-25
  • KAMAR KEDUA   Bab 67. Mungkin Hanya Sebuah Kewajiban

    “Zee … kalau aku lanjut, aku nggak akan setengah-setengah.” Kalimat itu jatuh keluar tanpa tekanan dan paksaan. Justru itulah yang membuat Sheza terdiam. Ia berdiri di hadapan Satria, berusaha mencerna bagaimana ia bisa sampai di kamar ini—kamar yang tak pernah ia masuki, kamar seorang pria yang k

    last update最後更新 : 2026-03-25
  • KAMAR KEDUA   Bab 66. Wanita yang Mengendalikan Hidupnya

    Dalam beberapa hari terakhir, Sheza sedikit merasa kesepian. Bukan karena selama ia berada di rumah Satria mereka jadi sering mengobrol dan bercengkerama. Bukan itu. Malah ketika mereka berada di satu ruangan, seringnya mereka hanya diam; mendengar sendok kopi mereka beradu, penyemprot tanaman, at

    last update最後更新 : 2026-03-25
更多章節
探索並免費閱讀 優質小說
GoodNovel APP 免費暢讀海量優秀小說,下載喜歡的書籍,隨時隨地閱讀。
在 APP 免費閱讀書籍
掃碼在 APP 閱讀
DMCA.com Protection Status