KAMAR KEDUA
Suaminya meninggal dalam kecelakaan yang meninggalkan terlalu banyak tanda tanya. Sheza kehilangan rumah, rasa aman, dan kendali atas hidupnya. Atas desakan keadaan, ia tinggal di rumah seorang pria yang hanya berniat melindungi.
Dua kamar bersebelahan. Jarak tipis yang perlahan runtuh. Awalnya sekadar kebutuhan. Lalu keheningan yang terlalu lama, tatapan yang tak ditarik, hingga satu malam di kamar kedua mengubah segalanya.
Di tengah duka dan misteri kematian suaminya, Sheza terikat pada hubungan yang tak pernah ia rencanakan; antara perlindungan, ketergantungan, dan perasaan yang tumbuh diam-diam.
(Untuk visual novel dan kabar ter-update kunjungi Instaagraam @juskelapaofficial dan Faceeboook Anda Juskelapa)
Lire
Chapter: Bab 118. Menginap di Rumah Papa“Kangen?” Satria tersenyum tipis. “Aku di sini aja.” Jawaban Satria pelan. Tangannya masih di pipi Sheza ketika wanita itu mengerjap pelan.Sheza tersenyum tipis. “Kayaknya Nay ngantuk banget tadi .…” Ia pelan-pelan hendak bangkit, tapi Satria sudah lebih dulu menopang bahunya.“Pelan,” katanya rendah.Satria membetulkan posisi Nayla lebih dulu—menarik selimut kecil ke atas tubuh putrinya, menyibakkan rambut yang menutup wajahnya. Setelah itu barulah ia menarik Sheza mendekat ke dadanya. Sheza bersandar, napasnya masih sedikit berat. “Itu kamar Nayla udah diberesin?” tanyanya pelan.“Udah,” jawab Satria. “Tadi Tuti yang bantuin. Kamu juga sempat lihat kan?” Sheza mengangguk. “Aku baru tau itu kamar Nayla. Lengkap banget. Lemarinya, mejanya, rak bukunya … Dia pasti betah.”Satria tersenyum tipis. “Memang aku bikin supaya dia betah di sini.”Sheza menoleh, menatapnya.Satria melanjutkan lebih pelan, “Aku pengin rumah ini jadi rumah yang hangat. Buat setiap anak.”Sheza mengulang pelan
Dernière mise à jour: 2026-02-19
Chapter: Bab 117. Kenangan yang Tidak Pernah SelesaiUcapan Nayla membuat Sheza diam beberapa saat. Tangannya terus mengusap rambut gadis kecil itu dengan lembut. Baru kali ini merasakan kedekatan dengan anak perempuan seumuran Nayla.Kalimat Nayla tadi masih menggantung di udara.‘Sebentar sama Papa, sebentar sama Mama.’Bahkan di telinganya sendiri pun kata-kata itu terdengar pahit. Ia membayangkan adegan yang diceritakan gadis kecil itu. Mall yang ramai. Lampu terang. Orang-orang menoleh. Nadine marah sampai harus teriak. Lalu Satria memeluknya lama, di depan umum.Kalau sampai Satria—yang jarang menunjukkan emosi di depan orang—harus memeluk Nadine seperti itu, berarti amarah Nadine benar-benar besar. Ia tahu Satria pasti mencoba meredam amarah itu dengan pelukan. Dan … yang paling membuatnya ngilu adalah, Nayla melihat semuanya.Sheza menelan pelan.Ada sesuatu yang terasa nyeri di dadanya. Bukan cemburu atau rasa ingin tahu berlebihan. Ia sedih. Sedih karena seorang anak menyimpan potongan kenangan seperti itu sendirian. Tanganny
Dernière mise à jour: 2026-02-18
Chapter: Bab 116. Bukan Tentang MallKalimat itu membuat udara seperti berhenti sejenak. “Kalau Papa punya anak lagi … aku seneng,” lanjut Nayla. “Karena Papa nggak sendirian lagi. Apalagi sekarang ada Ibun.”Sheza menahan napas. Tangannya membelai rambut Nayla yang panjang dan lurus. Rambut lurus itu diambil persis dari mamanya. Karena Sheza melihat rambut Satria saat basah sedikit ikal. Nayla masih memeluknya dengan perasaan yang jauh lebih dewasa dari anak seusianya.Di belakang Nayla, Satria bersandar di kusen pintu teras. Tangannya terlipat di dada. Tatapannya tenang, tapi jelas memperhatikan Sheza.Sheza sadar itu.Dan tiba-tiba ia jadi salah tingkah.“Papa kamu itu …” Sheza mulai pelan, “sebenarnya nggak pernah benar-benar sendirian.”Nayla mendongak. “Enggak?”Sheza menggeleng kecil. “Papa itu kuat. Dia bisa urus dirinya sendiri.”Satria langsung menyahut, datar tapi ada nada godaannya. “Enggak juga.”Sheza menoleh cepat. “Mas .…”Satria melangkah mendekat. Berdiri tak jauh dari mereka. “Papa bisa urus banyak hal
Dernière mise à jour: 2026-02-18
Chapter: Bab 115. Rumah yang HidupSheza terbangun karena rasa mual yang datang seperti gelombang pelan tapi pasti.Selimut hanya menutup setengah tubuhnya. Semalam ia tertidur tanpa mengenakan apa pun selain celana dalam tipis yang kini sedikit bergeser di pinggulnya. Perutnya mulai terlihat membulat dengan payudara yang semakin terlihat penuh dan berisi.Sejak mereka benar-benar tidur seranjang sebagai suami istri, Satria memang memintanya seperti itu. Awalnya ia mengira bahwa itu memang cocok buat kondisinya yang sedang mabuk kehamilan parah. Tapi setelah tidur bersama Satria di sebelahnya, ia paham pria itu memang menginginkannya seperti itu. Di sela-sela tidur malam, Satria sering bergerak tanpa benar-benar bangun. Lengan besarnya akan mencari tubuh Sheza, menariknya lebih dekat. Tangannya mengusap punggungnya, turun ke pinggang, kadang berhenti di perutnya yang kini mulai membulat. Mengusap perlahan, seperti memastikan semuanya ada di tempatnya.Kadang Satria memeluknya dari belakang, dekat. Tubuh mereka menempe
Dernière mise à jour: 2026-02-17
Chapter: Bab 114. Kejutan yang Dinanti Malam itu Satria menjabat tangan Pak Salim dengan mantap dan mengangguk sopan pada Nadine. Ia pergi dengan langkah tenang dan tak menoleh lagi ke belakang.Pintu ruang privat tertutup.Beberapa detik hening tersisa di antara ayah dan anak itu.Nadine tidak langsung bicara. Ia mengusap bibir gelasnya dengan ujung jari, seperti sedang memikirkan sesuatu yang baru saja berubah arah. “Apa menurut Papi dia selalu gitu?” tanyanya akhirnya, berusaha terdengar biasa saja.Pak Salim tidak langsung menjawab. Ia memperhatikan ekspresi putrinya lebih dulu. “Gitu gimana?”“Seolah-olah dia nggak butuh siapa pun,” jawab Nadine.Pak Salim terkekeh kecil. “Dia bukan nggak butuh. Cuma orangnya nggak sembarangan.”Nadine menatap papinya. Ada kilat kecil di matanya yang jarang muncul.“Aku cuma komentar itu aja,” katanya ringan.“Tapi kamu tertarik,” potong Pak Salim lembut.Nadine tidak menyangkal. Ia hanya mengangkat bahu. “Lumayan.” Ia meneguk minumannya. “Semua teman-temanku sibuk membicarakan dia.”
Dernière mise à jour: 2026-02-16
Chapter: Bab 113. Nilai dan PeluangRestoran tempat Satria dan keluarga Salim Prajogo Kertasoedibyo bertemu tidak terlalu ramai. Pak Salim sudah meminta sekretarisnya memesan tempat sebuah restoran umum, tapi juga private. Menekankan kesan bahwa mereka sudah biasa masuk ke ruang publik tapi juga tidak berbaur sepenuhnya. Sebuah private room dengan dinding kayu gelap dan lampu kuning hangat yang meredam suara luar menjadi pilihannya.Satria datang tepat waktu. Dengan jas navy berpotongan sederhana yang dipadukan dengan jeans dan kemeja putih. Tidak berlebihan tapi terlihat mewah dan percaya diri.Pak Salim berdiri lebih dulu.“Satria,” ucapnya hangat, menjabat tangan pria itu dengan dua tangan. “Sudah lama kita nggak duduk semeja. Maafkan kalau belakangan saya sibuknya luar biasa.” Ia menberi jeda ucapannya, “Tapi belakangan kamu juga terlihat sangat sibuk, ya.” Nada suaranya tulus. Bahkan sedikit bangga.“Masih belajar mengatur waktu, Pak,” jawab Satria ringan. “Bisnis memang butuh perhatian.” Ia tersenyum tipis.“Jadi
Dernière mise à jour: 2026-02-16

Gadis Penari Sang Presdir
==PEMENANG JUARA 3 EVENT NOVEL BERTEMA 'PRIA TERDAHSYAT'==
==PEMENANG NOVEL ROMAN TERFAVORIT GOODNOVEL VAGANZA 2021==
"Kamu, Sahara? Langsung saja, berapa harga keperawananmu? Aku yakin, kamu nggak punya banyak pilihan sekarang. Ambil ini untuk membayar tagihanmu segera. Lusa, datang ke sini." Roy Anindra Smith menyodorkan selembar cek dan kartu nama, yang membuat Sahara, seorang gadis penari sensual di club dewasa terperangah. Bagi Roy, memiliki gadis itu adalah harga mati dan penolakan adalah penghinaan. Namun, berhasil membayar dengan nilai fantastis sebuah petualangan sensasi satu malam, ternyata tak membuat Sahara jatuh ke pelukan Roy. Gadis penari sensual berusia 19 tahun, yang bersikukuh menolak perhatian Presdir raksasa bisnis properti, meski ia sendiri butuh uang. Mampukah Roy membangkitkan hasrat satu malam yang pernah ia lalui bersama Sahara, agar bisa membalaskan dendamnya pada seseorang? Apa yang membuat Roy, yang berusia lebih dua kali lipat dari Sahara, begitu ingin membuat gadis yatim piatu miskin itu agar bertekuk lutut dan tergila-gila padanya? ***Kunjungi sosial media Insstagram @juskelapa_ untuk info-info seputar karya***
Lire
Chapter: 298. Hunian Baru (TAMAT)Suatu tempat di Pulau Bali. Roy baru saja menginjak usia empat puluh tujuh tahun saat itu. Matahari baru saja melorot dari puncak kepala saat Roy baru saja tiba dari Jakarta setelah hari terakhir rapat evaluasi tahunan. Pagi tadi dia mengunjungi kantor hanya untuk menutup agenda tahunan itu dengan sebuah pidato singkat, lalu kembali terburu-buru menuju airport untuk pulang ke rumah. Siang itu Novan melepasnya di airport dengan senyum simpul berkata, “Senang bisa melihat Anda dalam balutan jas setelah sekian lama. Saya benar-benar merindukan pemandangan ini.” Roy ikut memandang tubuhnya dari atas ke bawah. Memang benar. Dia sendiri terkadang merindukan saat-saat menyimpul dasinya dengan simetris dan meletakkan penjepit emas di bagian tengah. “Aku juga merindukan saat-saat harus berdandan rapi dan mentereng hanya untuk ke rapat harian. Tapi setelah lima hari di kota ini, aku lebih merindukan anak istriku,” sahut Roy tersenyum tipis. “Anda lebih santai dan terlihat lebih bahagia,” u
Dernière mise à jour: 2022-06-13
Chapter: 297. Puncak Rasa LengkapRoy mendorong paha Sahara agar membuka untuk dirinya. Lalu jemarinya tiba lebih dulu di bawah sana.Sahara memejamkan mata. Jemari Roy menuntunnya untuk terus membuka diri. Dia menikmati bagaimana jari Roy mengusapnya, menekannya dan membuatnya seakan terbang sejenak. Sahara menggeliat. Lalu tubuhnya menegang sejenak saat merasakan puncak kemaskulinan Roy mengusapnya. Mulut Sahara setengah ternganga menantikan dan tak lama lenguhan halus meluncur keluar dari bibirnya. Roy masuk perlahan, mendorong dan mengisi tubuhnya perlahan-lahan. “Mmmm,” lirih Sahara, menarik napas dan semakin melengkungkan tubuh untuk menerima Roy sepenuhnya.Telinga Sahara bisa mendengar napas Roy yang keras dan kasar. Seakan Roy merasakan kenikmatan yang sangat kuat hingga pria itu terlihat seperti kesakitan.Sahara memekik tertahan ketika jemari Roy kembali terjulur dan memijat di mana tempat mereka bersatu. Dia memang ingin disentuh di bagian itu. Sahara merintih. Tak lama serbuan kenikmatan itu berkumpul da
Dernière mise à jour: 2022-06-13
Chapter: 296. Aku Mencintaimu, SaharaDari ruang kerjanya di lantai satu, Roy tak lagi mendengar suara-suara dari luar. Ia baru saja membongkar lemari besinya dan mengambil beberapa lembar foto yang disukainya.“Akhirnya aku bisa meletakkan ini dalam pigura. Sungguh, aku baru sadar kalau aku sudah jatuh cinta padamu saat itu.” Roy memandang pigura foto berukuran jumbo yang baru saja disisipkannya foto Sahara. Foto ketika Sahara berulang tahun ketujuh belas sedang memeluk sebuket baby breath mengenakan blouse berwarna kuning. Dua hal yang paling disukai Roy sampai sekarang. Sahara mengenakan pakaian berwarna kuning dan tersenyum memeluk buket bunganya.Roy kembali memasukkan semua isi lemari besinya, lalu keluar ruangan itu dengan empat buah foto di tangannya. Tujuannya selanjutnya adalah kamar tidur. Sahara mungkin sudah terlelap kembali dan akan bangun tengah malam nanti. Dia akan memeluk istrinya seraya menunggu kantuk.“Lagi banyak pekerjaan, ya?” Sahara langsung menoleh saat pintu kamar terbuka.“Aku sengaja meningga
Dernière mise à jour: 2022-06-13
Chapter: 295. Menyambut Pendatang Baru“Aku kira sudah tidur,” ucap Roy, membungkuk di atas pipi Sahara dan menenggelamkan hidungnya. “Jangan basa-basi. Kamu pasti tahu kalau aku sedang menunggu. Aku ngantuk, tapi mau tidur nanggung,” ucap Sahara, meletakkan telapak tangan kirinya ke pipi Roy. “Baiklah, aku mandi sekarang. Minggu depan aku sudah bersiap menyambut tangis bayi yang ingin menyusu di tengah malam.” Roy meninggalkan Sahara di ranjang dan pergi ke ruang ganti. Saat melintasi kamar dengan balutan bath robe, dia sengaja mengerling Sahara yang mengerjapkan matanya terkantuk-kantuk. Saat keran air menyala, Sahara mengeratkan pelukannya pada guling. Pandangannya cermat memperhatikan siluet tubuh Roy di balik dinding kaca yang beruap. Bahu yang lebar, lengan yang berisi dan pinggul yang kecil. Roy memang sangat seksi, pikirnya. Di tambah dengan lembaran rambut keperakan yang muncul di antara sisiran rambut Roy yang rapi. Rambut perak itu seakan disusun untuk memberi warna kedewasaan baru pada diri Roy. “Sudah tidu
Dernière mise à jour: 2022-06-13
Chapter: 294. Menungguku Pulang“Kenapa dia jadi berubah begitu? Biasanya dia ramah denganku. Ramah dan santai. Sering cerita macam-macam soal pengalamannya kuliah di luar negeri. Tapi … tapi tadi terlalu kaku,” Sahara menoleh ke belakang tempat di mana seorang pria muda yang baru menyapanya dengan sebutan ‘Nyonya Smith’ menghilang. “Karena dia sudah memahami di mana posisinya sekarang. Bisa jadi ayahnya sudah menceritakan padanya bahwa mereka butuh untuk tetap bekerja sama dengan perusahaanku. Ini kelasmu, kan?” Roy menghentikan langkahnya di depan kelas yang bahkan Sahara juga lupa.Sahara menghentikan langkahnya di depan ruangan yang memang kelasnya. Di ruangan itu tak ada dua gadis yang dicarinya. Hanya ada teman yang tak bisa dikatakan benar-benar teman.“Mencari teman-temanmu? Mereka ada di kafetaria,” seru seorang gadis dari kursinya. Sahara tidak terlalu sering bicara dengan gadis itu. Dan gadis itu pun jarang bicara dengan siapa pun. “Hamil anak pertama? Kamu makin cantik, Ra.” Sahara sedikit terkesima. B
Dernière mise à jour: 2022-06-13
Chapter: 293. Menjelang Kelahiran“Apa aku harus mengantarmu?" Roy meraih jas di tiang besi dan memakainya. “Kamu tidak boleh berangkat sendirian,” sambungnya.Sahara tak langsung menjawab pertanyaan suaminya karena masih sibuk mematut tubuh pada cermin besar di sudut kamar. Tangannya mengusap perut berkali-kali. Hal yang membuat bentuk kehamilannya terlihat jelas.“Perutku besar banget. Ya, Tuhan … kapan lagi aku bisa langsing,” gumam Sahara. Kali ini tangannya berada di bawah perut seakan menopang kehamilannya yang dalam waktu dua minggu lagi akan segera berakhir.“Oke, kalau begitu aku akan mengantarmu. Ayo, kita turun sekarang. Jangan bicarakan lagi soal kapan akan kembali langsing.” Sahara memandang Roy dari pantulan cermin dengan mulut mencebik. Sahara sudah cukup lama tidak datang ke kampusnya. Rini mengurus soal pembelajaran jarak jauhnya dengan baik sekali. Namun, untuk pengambilan nilai di akhir semester Sahara mengatakan ingin datang ke kampus menemui dua temannya. Dan dengan usia kehamilan yang bisa membu
Dernière mise à jour: 2022-06-13
Chapter: KABAR GIVEAWAY DARI MAS WIRA & SULISHalo ....Selamat pagi Boeboo tersayang pembaca juskelapa. Semoga semuanya dalam keadaan sehat dan baik-baik saja.Di sini saya mau menginformasikan bahwa novel ISTRI NAKAL MAS PETANI sudah tamat di Bab 280. Apabila kemarin ada penulisan TO BE CONTINUED di akhir bab 280 itu adalah kesalahan penulisan dan error revisi yang terlalu lama. Jangan lupa aplikasinya di-update agar mendapat tampilan terbaru dari GOODNOVEL yang semakin kece ya. Nantinya ISTRI NAKAL MAS PETANI akan diberi bonus chapter di saat kita semua sudah rindu.Kabar gembira giveaway-nya adalah MAS WIRA & SULIS akan memberikan merchandise sederhana untuk 50 orang pertama di peringkat GEMS 1-50. Bagi yang namanya tertera di peringkat tersebut bisa mengirimkan alamat ke :ADMIN JUSKELAPA melalui pesan singkat dengan nomor 0 8 2 2 -5 7 8 5-1 2 3 8 dengan menyertakan tangkapan layar peringkat GEMS (vote).AtauBisa kirim pesan melalui sosial media inssstagram ketik : juskelapa_ di pencarian. Buat yang belum beruntung bisa men
Dernière mise à jour: 2023-07-21
Chapter: 280. Kenangan Manis Untuk Dikenang (TAMAT)Pak Gagah ikut mengangkat gelas teh dan meneguk isinya hampir setengah. Baru menyadari nikmat bertukar cerita yang selama ini diamatinya pada kaum perempuan ternyata juga bisa ia rasakan. Sungguh Pak Gagah ataupun Pak Mangun tidak pernah menyangka bahwa hal yang mereka anggap sebagai tindakan tercela bisa mereka ubah menjadi sesuatu yang membawa masa depan baik untuk desa. “Kamu memang tidak berniat menjodohkan Bagus dan Ratna, kan, Gah?” Pak Mangun meletakkan cangklong di sudut bibirnya. Pak Gagah menggeleng-geleng. “Tidak…tidak. Aku tahu maksud Effendi menekan Ajeng soal hutang dan sertifikat kebun pasti berkaitan dengan Bagus. Ratna itu mondar-mandir terus di dekat rumah sini. Setiap berpapasan jalan yang ditanya Bagus. Tapi Bagus, kan, di Riau.” Pak Mangun tergelak. “Oh, sekarang aku ingat. Karena Ratna sering ke sini kamu jadi kepikiran ide buat ngomong kalau Bagus dijodohkan dengan Ratna.” “Alasan perjodohan itu ditambah dengan banyaknya petani yang terjerat hutang di Effend
Dernière mise à jour: 2023-07-10
Chapter: 279. Impian Yang TerwujudDesa Girilayang itu terletak di kaki Merapi. Awalnya desa itu hanya berisi 12 kepala keluarga dengan 34 jiwa. Kakek buyut Pak Mangun dan Pak Gagah disebut-sebut sebagai orang pertama yang tinggal di desa itu untuk pertama kalinya. Secara geografis Desa Girilayang merupakan sebuah punggung bukit yang diisolasi oleh dua jurang di sisi sebelah barat dan timur. Itu sebabnya sebelum pembangunan jembatan seluruh warga desa harus berjalan memutari bukit dan cukup lama berada di jalan untuk bisa sampai ke kota.Pada sebuah peringatan hari kemerdekaan Republik Indonesia Wira pernah menyampaikan pidatonya yang mengatakan bahwa Desa Girilayang adalah tempat di mana semua warganya menjaga adat istiadat yang merupakan warisan leluhur. Juga melestarikan tempat-tempat wisata sejarah berikut pemandangan alam cantiknya untuk mendongkrak kemajuan desa dalam bidang pariwisata.Semua orang setuju dengan apa yang disampaikan Wira dan setuju dengan apa yang dilakukan Kepala Desa Girilayang terpilih itu u
Dernière mise à jour: 2023-07-10
Chapter: 278. Menyambut Yang KeempatMorning sickness yang dialami Sully berlangsung sampai kehamilannya menginjak usia delapan bulan. Sully mulai kuat terhadap bau-bauan dan bisa makan dalam porsi yang lebih banyak. Jika sebelumnya ia sulit menelan air dingin, masuk bulan kedelapan Sully sudah bisa memanjakan lidahnya dengan es teh manis. Seluruh keluarga besar Pak Gagah ikut senang dengan perubahan baik itu. Sully yang ceria sudah kembali. Pagi hari Sully ikut mendampingi anak-anaknya mandi dan makan. Kerjanya tak hanya bergulung di ranjang saja. Sully sudah mulai rajin seperti biasa. Ia juga mulai menggoda Wira dengan meremas bokongnya atau menggaruk perut pria itu. Wira menyambut bahagia godaan-godaan Sully. Sudah cukup lama pemenuhan kebutuhan batinnya berdasar mood istrinya itu. Menunggu belas kasihan Sully yang mau memberikan dengan sukarela tanpa mulut mengerucut. Memasuki bulan kedelapan mereka sudah kembali bercinta dengan hangat. Kehamilan yang terbebas dari morning sickness, tiga anak laki-lakinya sehat, pa
Dernière mise à jour: 2023-07-03
Chapter: 277. Dalam Sebuah PestaKedatangan keluarga Pak Gagah yang hanya berjarak seminggu sebelum pesta pernikahan Oky membuat Pak Anwar menyusun agenda sepadat mungkin untuk mengajak besan berkeliling kampunghalamannya.Hal pertama yang dilakukan Pak Anwar adalah mengajak Pak Gagah melihat kebun kelapa Sully yang dibelikan Wira. Dalam perjalanan menuju kebun itu tak lupa Pak Anwar menunjukkan jalan hasil pengaspalan yang didanai oleh Wira.“Lihat seberapa panjangnya jalan menuju ke kebun kelapa ini, kan? Nah, ini semua Bagus yang mengaspal. Warga yang sudah lama mengharapkan perbaikan jalan bisa ikut menikmati yang dilakukan Bagus. Apa yang dilakukannya ini membawa banyak kebaikan. Bahkan warga yang tidak kenal Bagus secara pribadi malah mengenal namanya. Pernah sekali waktu saya ke kebun kelapa, ada seorang pria yang baru pulang merantau menanyakan soal jalan yang bagus. Orang tuanya langsung mengatakan jalan ini diaspal menantunya Pak Anwar. Namanya Bagus.” Pak Anwar terkekeh-kekeh senang saat menceritakan kisah
Dernière mise à jour: 2023-07-01
Chapter: 276. Resepsi dan SilaturahmiRombongan itu benar-benar ramai. Tiga generasi melalui perjalanan panjang berpindah-pindah moda transportasi. Pak Gagah yang sudah lama tidak melancong jauh bangun paling pagi dibanding yang lain. Pria tua itu mengecek semua bawaan mereka untuk kesekian kalinya.Perjalanan hari itu dimulai dengan Asmari dan seorang supir dari pabrik yang diminta mengantar ke bandara.“Asmari ikut juga, kan, Gus? Masa Hendro resepsi Asmari enggak ikut?” Belum apa-apa Pak Gagah sudah protes karena Asmari yang belakangan dekat dengan Hendro tidak terlihat memiliki tentengan.“Asmari ikut, Pak. Nanti setelah mengantar kita ke terminal keberangkatan dia titip mobil di parkir inap bandara. Asmari berangkatnya satu pesawat bersama Pretty dan ibunya.” Wira baru saja melepas Asmari untuk meletakkan mobil di parkir inap. Pak Gagah yang sedang menggendong Bima pun sepertinya masih punya banyak waktu untuk memperhatikan orang sekitar.“Bapak capek? Bima bisa diletak dulu di stroller. Gantian sama Tika. Dari tadi
Dernière mise à jour: 2023-06-30
Chapter: Novel Baru Juskelapa sudah rilis!Kamar Kedua Suami Sheza tewas dalam kecelakaan. Hanya berselang dua minggu, ia menikah dengan lelaki yang seharusnya tak ia pilih; sahabat suaminya sendiri. Pernikahan itu berdiri di atas kewajiban dan rasa bersalah. Mereka hidup serumah, menjaga batas, hingga aturan kamar kedua yang tak seharusnya dilanggar mulai meruntuhkan semua kesepakatan. Ketika waktu tak lagi berpihak dan sesuatu yang tumbuh di tubuh Sheza tak bisa disangkal, masa lalu ikut bergerak. Kematian suaminya menyisakan celah-celah kebenaran yang perlahan terbuka. Sheza harus menentukan satu hal. Menutup mata dan melanjutkan hidup atau ikut menguak rahasia yang pasti akan menyakitinya. Tayang setiap hari secara eksklusif hanya di GoodNovel Indonesia.
Dernière mise à jour: 2026-01-06
Chapter: Surat dari juskelapaSetelah jatuh bangun menyelesaikan novel Istri Nakal Mas Petani di tahun 2023 karena sebuah penyakit serius yang paling ditakuti manusia di muka bumi, saya langsung memutuskan menulis novel Atasanku, Suami Keduaku. Tujuannya saat itu hanya satu. Saya harus tetap melatih kemampuan menulis sambil berusaha untuk sembuh dan kembali sehat. Atasanku, Suami Keduaku adalah sebuah cerita rumit yang direncanakan memiliki ratusan bab tanpa kehilangan cerita si tokoh utama. Hanya menceritakan soal Arsya dan Indah. Dua manusia yang sebenarnya keinginannya sederhana saja. Ingin bahagia dengan keluarga kecilnya. Perjalanan awal menulis novel ini di 2023 yang awalnya mulus, ternyata tidak semudah menulis bab demi bab novel di masa lalu. Akhir tahun 2024 sekali lagi saya harus berjuang untuk penyakit yang sama tapi dengan jenis yang berbeda. Malah kali itu, yang menghampiri saya ikut mengganggu kemampuan saya berkonsentrasi dan fokus. Kepala rasanya penuh, tapi sulit sekali mengeluarkan kata demi kata
Dernière mise à jour: 2025-11-14
Chapter: ASK-EPILOG (Tamat)Udara lembap Morowali langsung menyapa ketika pintu bandara terbuka. Angin membawa aroma asin laut bercampur debu tanah yang khas wilayah tambang. Di pelataran, sinar matahari memantul dari mobil-mobil yang berjajar. Arsya menggandeng tangan Indah, sementara tangan satunya memegang koper kecil berwarna biru tua.“Panaanya luar biasa, Bang,” keluh Indah pelan, mengipasi wajahnya dengan kertas boarding pesawat yang sudah kusut.Arsya terkekeh, menunduk sedikit agar bayangan tubuhnya menutupi Indah. “Kita sudah terbiasa AC terlalu lama, Sayang. Ini namanya kembali ke alam. Wajahnya Rakha juga sudah merah tuh.” Ia mengerling Rakha yang berada di gandengan Indah. Arsya tersenyum, menggandeng tangan Indah yang berjalan perlahan di sampingnya. Perut Indah sudah terlihat semakin membesar di usia kehamilan lima bulan. Membuat langkahnya harus lebih hati-hati.Hari itu mereka baru tiba di Morowali bukan untuk urusan kerja melainkan kunjungan ke kediaman Vino dan Mika. SB Industrial Energy seda
Dernière mise à jour: 2025-11-13
Chapter: ASK-297Tiara bersyukur karena merasa tak perlu capek-capek diet untuk memulai pria pujaannya. Sejak awal pertemuannya dengan Eric, ia sudah tahu kalau pria itu memanggil ke ruangan karena menyukai bentuk tubuhnya. Pinggul dan pahanya berisi, dadanya padat dan memiliki belahan tinggi yang mudah terlihat dari bagian atas kemejanya. Andai waktu diminta mengulang, Tiara tak pernah menyesali pertemuan itu. Tidak apa-apa kalau ia disebut bodoh. Ia memang menyukai Eric yang kejam dan sering bicara kasar. Eric tampan dan bertubuh bagus. Eric juga selalu berpakaian layaknya eksekutif muda sukses dan mahal.Meski keseringan Eric memanggilnya hanya untuk bercinta, tapi ia juga sering dipanggil hanya untuk mendengar pria itu marah dan bersumpah serapah terhadap sesuatu. Jelas sekali kalau pria itu kesepian. Apa pun itu … ia menyukai ketika Eric tak berdaya saat bercinta dengannya. Ia menyukai Eric yang bertekuk lutut karena tergila-gila pada tiap sudut tubuhnya. Ia menyukai cara Eric yang habis-habisan
Dernière mise à jour: 2025-11-13
Chapter: ASK-296Eric memang terlihat sedikit lebih tua dibanding terakhir kali Tiara melihatnya. Setidaknya saat itu Eric tidak memiliki rambut keperakan di rambutnya. Juga, sorot pemarah dan angkuh yang selalu dilihatnya dari sosok Eric lima tahun lalu kini seakan meredup. Meski nada bicaranya masih sering terdengar tidak sabar, setidaknya kini Eric lebih mau mendengar. Tidak hanya didengarkan.Kehidupan Tiara lima tahun belakangan mirip seperti roller coaster. Kembali ke Morowali dalam keadaan hamil pasti akan membuat ia hanya ditolak mentah-mentah keluarga yang pasti mementingkan uang dan nama baik. Apalagi kalau sampai ada yang tahu bahwa ia hamil anak Eric Widjaja; pemilik Pelita Sentosa yang merupakan narapidana. Tiara memutuskan tinggal di kos-kosan eksklusif yang cukup private. Selama hampir tujuh bulan ia tinggal di sepetak kamar sambil terus berhemat dan mencari jalan keluar. Selama masa kehamilannya, Tiara mengambil kursus barista singkat selama sebulan dan empat bulan belajar membuat rot
Dernière mise à jour: 2025-11-13
Chapter: ASK-295“Ke sini … ke sini.” Tiara memimpin langkah di depan. Ia membuka pintu bagian samping dengan kode kunci otomatis. Langkahnya menuju bagian belakang rumah melewati kursi-kursi cafe yang saling bersandar di meja karena hari itu cafe tak beroperasi. “Biasanya bagian belakang sini lebih cepat penuh karena orang-orang suka pemandangan dari balkon bagian belakang. Banyak pekerja tambang dari ibukota sering mampir ke sini. Kadang mereka menggunakan WiFi di sini untuk bekerja. Hari ini aku meliburkan barista dan dua pelayan karena kubilang akan menjemput Papa Erica yang baru tiba dari luar negeri.” Tiara tertawa sumbang dan menaiki tangga. Eric mengikutinya dari belakang dengan patuh.“Siapa yang memasak roti dan kue? Kamu bisa? Belajar di mana? Atau sebelumnya memang bisa!” Eric fokus untuk memenuhi rasa ingin tahunya dengan melontarkan banyak pertanyaan. Langkahnya pelan mengikuti ke mana Tiara melangkah. Ketika wanita itu berhenti di depan sebuah kamar yang pintunya bertuliskan ‘Erica’ den
Dernière mise à jour: 2025-11-13