Roman mengambil waktu berlutut di lantai, bermain dengan Dio sambil sesekali tersenyum pada Bu Ratna yang duduk kaku di sofa mengawasinya. “Jadi, gimana sekolahnya hari ini? Lega karena udah sekolah lagi?” Roman bertanya pada Dio dalam bisikan. “Aku kepengin cepat-cepat masuk SD. Kalau udah besar bisa jagain Ibu,” sahut Dio dengan suara mencicit. “Keren! Tos dulu kalau gitu! Cepat besar. Ya,” sahut Roman, menepuk-nepuk pelan pundak Dio. Sheza duduk kaku sambil memegang kopinya. Sementara Roman berbincang santai dengan mertuanya. Ia luwes, penuh senyum ramah tamah. Dari luar, semua tampak biasa. Roman hanya seorang sahabat mendiang Prabu menjenguk keluarga yang ditinggalkan. Namun mata Roman beberapa kali melirik Sheza, membaca situasi. Setelah hampir satu jam, Roman pamit. “Za, kalau ada apa-apa, tinggal telepon. Aku deket, kok.” Roman tersenyum ketika Sheza mengangguk. Ia lalu berlutut sebentar memegang bahu Dio. “Besok Om Roman datang lagi bawain seri robot yang lain, ya.” D
Last Updated : 2026-01-05 Read more