Share

Inti dari Samodra

last update publish date: 2025-10-26 18:02:14

Udara di ruangan bawah tanah itu terasa lain. Dingin, tapi bukan sekadar dingin suhu—melainkan dingin yang menggigit dari dalam, seperti hawa kematian yang sengaja diawetkan. Dinding logam yang berkarat, lantai yang licin oleh sisa cairan kimia, dan bau logam tua bercampur zat antiseptik menciptakan suasana yang membuat dada sesak.

Alya menatap sekeliling, menelan ludah dengan susah payah. Di depan mereka, tabu

Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • KESUCIAN GADIS DESA HANCUR DI KOTA   Penghianatan Yang Terkuak

    Hening merayap seperti asap dingin di antara mereka. Nama itu—Pak Arman—dulu terdengar seperti perlindungan. Hari ini menjadi simbol kehancuran segalanya. Keyla mundur selangkah tanpa sadar, jantungnya berdegup kencang. Seolah otaknya menolak menerima kenyataan itu."Nik… bilang kalau ini mimpi," bisiknya lirih, nyaris patah.Tapi Niko tidak menjawab. Matanya terpaku pada sosok yang dulu sangat ia hormati. Rahangnya mengeras. "Kenapa...?" ucapnya pelan, mengandung kemarahan tak terukur dan pengkhianatan yang begitu dalam. “Kenapa kau melakukan ini kepada kami?!”Pak Arman tersenyum miring. Tatapannya hampa, dingin. “Hidup ini... kau akan sadar suatu hari, semuanya cuma pilihan. Ada yang rela hancur. Ada yang rela mengorbankan orang lain demi tetap bertahan.”

  • KESUCIAN GADIS DESA HANCUR DI KOTA   Yang Kembali Dari Kegelapan

    Suara pintu yang terhempas tadi masih terasa bergema di telinga Keyla, meskipun detik demi detik telah berlalu. Sosok yang berdiri di ambang pintu itu kini semakin jelas. Bayangan masa lalu yang mereka kira sudah padam ternyata kembali dengan nyala api yang jauh lebih besar — dan lebih gelap.Pria itu berjalan perlahan mendekat. Sepatunya menyentuh lantai kayu yang mengeluarkan decit kecil, seperti lantai itu pun ketakutan. Tatapannya lurus, menusuk, dan penuh rahasia yang selama ini tenggelam bersama tubuhnya."Kau seharusnya..." suara Niko terputus, tak sanggup meneruskan. Ia tidak bisa percaya matanya sendiri."Aku seharusnya mati, ya?" jawab pria itu sambil tersenyum dingin. "Begitu juga kalian, sebenarnya. Tapi sepertinya hidup memang suka bercanda.”Keyla meras

  • KESUCIAN GADIS DESA HANCUR DI KOTA   Kegelapan Menelan Nama

    Hanya suara derit langkah dan napas yang saling bertabrakan di udara gelap itu. Lampu darurat belum menyala, hanya tatapan-tatapan yang terbiasa dengan kegelapan yang bisa bersiap mengukur bahaya.“Aditya…” Laras berbisik pelan namun tegas, memegang kuat tangannya. “Kita harus menemukan jalan keluar. Dia menguasai sistem gedung.”Napas Aditya terasa berat, emosinya berbaur dengan ketakutan. “Dia sudah lama merencanakan ini. Segalanya… dari sistem korporasi sampai sistem listrik darurat.”Di balik suara larut malam yang menelan seluruh gedung, suara Arwan terdengar lagi, bergema di dalam kegelapan: “Apa kalian mendengar suara pintu darurat yang terkunci? Itu bukan kebetulan. Dalam permainan ini… hanya yang siap membakar semua rasa takutnya yang bisa keluar hid

  • KESUCIAN GADIS DESA HANCUR DI KOTA   Saudara Dalam Gelap

    Langkah lirih Arwan terdengar jelas di lantai kayu ruang rapat itu. Wajahnya terbalut ketenangan yang merayap dan tak berperasaan. Sorot matanya tajam namun nyaris tanpa nyawa—seolah permainan hati dan pertumpahan rahasia ini bukan hanya baru dimulai, tapi telah direncanakannya jauh sebelum mereka semua lahir.Laras berdiri terpaku, matanya basah namun tak berkedip saat menatap sosok lelaki yang selama ini ia panggil "kakak". Di masa kecilnya, Arwan adalah sosok yang jarang bicara, tapi selalu ada dalam setiap momen penting—Kini, Laras tak yakin apakah sosok yang berdiri di hadapannya ini masih lelaki sama yang dulu menjaga jarak tapi diam-diam menjaganya.“Kak Arwan…” Laras memanggil suaranya tercekat. “Kenapa kau di sini… bersamanya?”Arwan tidak langsung menjawab.

  • KESUCIAN GADIS DESA HANCUR DI KOTA   Luka Yang Di Bangkitkan

    Ruangan itu terasa kian sesak, meski tak seorang pun bergerak. Semuanya terperangkap antara masa kini dan potongan-potongan masa lalu yang mendadak menyeruak. Laras merasakan kedua lututnya mulai lemas. Ia bersandar pada kursi terdekat, berusaha meredakan ketegangan yang sudah menyesakkan dadanya sejak beberapa menit lalu.Pramana memutar tubuhnya sambil memandangi seluruh isi ruangan, senyum samar di wajahnya berubah menjadi sesuatu yang lebih lembut—tapi bukan ketulusan. “Sudah waktunya semua api ini membakar habis bisu yang kalian pelihara,” katanya, pelan namun penuh ancaman.“Bu Ratna...” Laras mendekati wanita paruh baya itu, memegangi lengannya yang masih gemetar. “Apa maksudmu dia pernah berjanji melindungi kami? Apa kau... apa kau menyembunyikan sesuatu dariku? Dari kami?”

  • KESUCIAN GADIS DESA HANCUR DI KOTA   Bayang-Bayang Yang Kembali

    Hujan turun deras malam itu, membasahi jalanan Jakarta yang penuh dengan lampu kota berkedip. Di dalam sebuah gedung tinggi yang tampak mewah dari luar, suasana tegang menyelimuti ruang rapat lantai dua puluh. Aditya duduk di tengah meja panjang, dikelilingi para petinggi perusahaan yang sesekali menatapnya dengan sorot mata penuh kecurigaan.Pagi tadi, dunia hiburan kembali diguncang oleh sebuah kabar mengejutkan. Foto-foto yang memperlihatkan sosok Aditya dalam keadaan tak sadarkan diri di sebuah hotel beredar luas di internet. Tidak hanya itu, sebuah video pendek yang tampak buram menunjukkan sebuah siluet perempuan masuk ke dalam kamar yang sama dengannya. Tuduhan mulai bermunculan, mulai dari skandal perselingkuhan hingga manipulasi citra. Padahal Aditya tahu, itu bukan sekadar skandal biasa—itu adalah jebakan yang disusun dengan sangat rapi.Sementa

  • KESUCIAN GADIS DESA HANCUR DI KOTA   Bayangan Yang Kembali

    Sudah hampir enam tahun sejak hujan terakhir membasuh kota. Dunia perlahan pulih, dan kehidupan seperti menemukan ritme barunya. Tapi bagi Alya, setiap kedamaian selalu menyimpan rasa waspada yang tak bisa dijelaskan. Seperti langkah kaki di koridor kosong yang

  • KESUCIAN GADIS DESA HANCUR DI KOTA   Pelarian

    Suara sirene terdengar sayup di kejauhan, disusul dentuman ban di jalan berbatu. Mobil tua milik Seno melaju kencang menembus gelap malam, menuruni lereng menuju arah luar kota. Lampu sorot dari kendaraan yang mengejar mereka menembus kabut, sesekali berpendar di

  • KESUCIAN GADIS DESA HANCUR DI KOTA   Kota

    Kota itu tidak pernah benar-benar tidur. Lampu-lampu jalan masih menyala, menyinari aspal yang basah oleh sisa hujan, seperti mata-mata kecil yang tak pernah berkedip. Di tengah hiruk pikuk malam yang diam, sebuah mobil tua melaju pelan melewati jalan belakang pa

  • KESUCIAN GADIS DESA HANCUR DI KOTA   Di Balik Bayang Rendra

    Sinta terbangun oleh suara dering ponsel yang tajam, memecah keheningan pagi di ruang redaksi. Ia menatap layar sebentar—nomor tak dikenal. Biasanya ia tidak akan menjawab, tapi kali ini entah mengapa ada dorongan untuk menekan tombol hijau.

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status