LOGINMenikah karena utang, Selina dipaksa memberikan keturunan bagi keluarga Theodore. Sialnya, sang suami justru menolak menyentuhnya dan mengabaikannya bagai pajangan. Saat keputusasaan membakar habis akal sehatnya, Selina nekat melintasi batas terlarang. Ia menyerahkan dirinya pada Edgar, paman suaminya sendiri dalam satu malam panas yang liar. Hubungan rahasia ini salah, tetapi pesona Edgar terlalu mematikan untuk dihindari. Terutama ketika ia sadar, sang paman tidak akan pernah melepaskannya lagi.
View MorePintu kayu tebal kamar mandi utama itu tertutup rapat, mengunci suara desiran angin laut dari luar dan menyisakan atmosfer ruangan yang mendadak berubah menjadi sarat akan tensi gairah pekat.Pendar remang belasan lilin aromaterapi menari-nari di atas permukaan dinding marmer hitam, memancarkan wangi lavender dan vanila yang menenangkan.Tanpa ragu, Edgar mendudukkan Selina di tepi bathtub marmer raksasa yang sudah terisi penuh air hangat berbusa melimpah dan taburan kelopak bunga mawar merah.Tangan tegap Edgar bergerak sigap tanpa jeda, melucuti gaun pantai kuning gading yang melekat di tubuh istrinya, meloloskannya hingga terhempas ke lantai bersatu dengan pakaian yang dilucutinya sendiri."Edgar, airnya... sungguh sangat hangat," cicit Selina dengan suara bergetar pelan saat Edgar menariknya masuk berendam bersama ke dalam kehangatan bathtub.Edgar tidak menjawab dengan kata-kata.Pria itu langsung memajukan tubuh tingginya, mengurung Selina di antara dinding bathtub dan dada bida
Edgar menatap kepiting pantai kecil berwarna kemerahan yang santai bertengger di atas sandal kulit mewahnya dengan raut wajah amat dingin, datar, dan tajam.Tatapan mata elangnya yang biasanya mampu membuat para jajaran direktur dan rival bisnis gemetar kini tertuju penuh pada mahluk kecil berukuran tak lebih dari kepalan tangan itu.Raut mukanya begitu serius, seolah-olah ia sedang berhadapan langsung dengan intrik bisnis paling berbahaya dari Vance Corp."Ada masalah apa hewan ini sampai berani mengklaim sandalku secara sepihak?" gumam Edgar datar dengan intonasi bariton yang berat dan intimidatif.Selina yang duduk di sofa saung pantai tak bisa lagi menahan geli di dadanya. Wanita itu tertawa terkikik seraya memegangi perutnya yang membuncit manis."Edgar, itu hanya kepiting kecil! Jangan menatapnya seolah-olah kau ingin mengajaknya bernegosiasi soal akuisisi saham!""Dia melakukan pelanggaran wilayah, Selina," balas Edgar tanpa menoleh, masih memaku pandangannya pada kepiting itu.
Edgar Anderson—seorang CEO konglomerat bernilai miliaran dolar yang biasanya berdiri di balik meja kaca megah untuk mengatur pergerakan bursa saham global, kini terpaksa berlari-lari kecil di atas pasir pantai yang lembut dengan raut wajah yang amat sangat serius.Ia melakukan itu semua hanya demi mengejar seekor burung camar lokal yang bertubuh gemuk dan menatapnya penuh tantangan dari atas batu karang.Burung itu seolah paham bahwa targetnya adalah seorang miliarder, sehingga ia sengaja mematuk-matuk topi pantai bertepi lebar milik Selina dengan pongah setiap kali Edgar mendekat."Hei, burung bodoh, kembalikan topi istriku sekarang juga!" ancam Edgar dengan suara bariton beratnya yang biasa membuat para direktur perusahaan merinding ketakutan.Burung camar itu justru mengepakkan sayapnya ribut, mencabik sedikit pita hiasan topi tersebut, lalu terbang rendah melintasi ombak.Edgar menggeram pelan, melangkah dengan kepalan tangan erat, hingga akhirnya ia melempar sebuah kerikil kecil
Cahaya matahari pagi Yunani menyusup lembut melintasi celah tirai sutra vila privat, menyiram kamar utama dengan rona keemasan yang hangat.Selina perlahan menggerakkan jemarinya, terbangun oleh harum manis wafel panggang dan aroma kopi yang menggugah selera.Di samping peraduan, Edgar sudah berdiri rapi dalam balutan kemeja putih kasual yang tergulung hingga siku.Senyum tipis yang teramat langka terhias di wajah tegap sang penguasa Anderson Group."Selamat pagi, Istriku. Waktunya menyambut pagi pertama kita di sini," bisik Edgar dengan suara bariton rendahnya yang hangat.Edgar meraih tangan Selina secara perlahan, membantu istrinya yang sedang mengandung itu untuk beranjak dari kasur empuk.Edgar membimbing Selina melangkah keluar menuju pelataran kolam renang infinity yang membelah tebing dengan pemandangan langsung menghadap laut lepas.Di permukaan air kolam yang bening bagai kristal, sebuah nampan kayu raksasa berbentuk hati sudah terapung dengan anggunnya.Di atas floating bre
Selina menggelengkan kepalanya dengan cepat, mencoba menciptakan penolakan di antara deru napas mereka yang saling berkejaran. Jantungnya bertalu begitu keras hingga dia yakin Edgar bisa mendengarnya dengan jelas. Jarak yang terlampau kikis ini membuat akal sehatnya perlahan menguap, digantikan ol
Jam dinding besar di koridor menunjukkan pukul dua dini hari ketika Selina terbangun dengan tenggorokan yang terasa sangat kering dan mencekik.Selina melangkah masuk ke dapur, berniat mengambil segelas air dingin dari dispenser. Namun, baru saja kakinya menginjak lantai marmer dapur, sebuah suara
Pintu kamar tidur dibanting dengan keras hingga menimbulkan gema yang memekakkan telinga. Rafael Theodore melonggarkan dasinya dengan sentakan kasar, lalu berbalik menatap Selina yang masih berdiri mematung di dekat pintu dengan sisa-sisa air mata yang mengering di pipinya.Atmosfer di dalam kamar
Selina melangkah pelan mengekor di belakang Luna dengan langkahnya yang pincang akibat luka lebam yang belum sembuh sepenuhnya.Benar saja, begitu mereka menginjakkan kaki di ruangan luas itu, pemandangan di depannya membuat nyali Selina menciut.Di sana sudah ada Rafael yang duduk santai sambil me






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.