Share

BAB 5

Author: MasYB
last update publish date: 2026-06-13 19:36:02

Mobil sedan hitam milik Direktur Li melesat membelah jalanan Kota Jiangnan dengan kecepatan tinggi. Di dalam kabin mobil yang sejuk, atmosfer terasa sangat mencekam. Direktur Li terus-menerus menyeka keringat dingin di dahinya sambil sesekali melirik tak sabar ke arah kaca spion tengah.

Di kursi belakang, Chen Fan duduk dengan tenang. Tubuhnya agak membungkuk, kedua tangannya memeluk tas ransel usang yang diletakkan di atas paha. Wajahnya menampilkan ekspresi "anak desa yang baru pertama kali naik mobil mewah"—penuh ketakutan, canggung, dan kebingungan. Namun, di balik kelopak matanya yang separuh tertutup, fokus Chen Fan sama sekali tidak berada di dalam mobil.

Indra spiritualnya (Divine Sense) yang telah menguat setelah menembus Ranah Kondensasi Qi Tingkat 3 diam-diam menyebar keluar, menyelimuti radius beberapa ratus meter di sekitar mobil. Dia bisa merasakan aliran energi perkotaan, fluktuasi emosi manusia di jalanan, hingga titik-titik energi tersembunyi di sudut-sudut kota.

‘Energi spiritual di kota ini benar-benar tipis dan tercemar,’ batin Chen Fan prihatin. ‘Pantas saja para kultivator modern di dunia fana ini sangat jarang yang bisa menembus ranah tinggi. Tanpa pil obat yang murni, mengandalkan meditasi biasa di sini sama saja dengan membuang waktu.’

Chen Fan meraba botol bambu tradisional berukuran kecil di dalam tas ranselnya. Cairan di dalamnya adalah esensi murni dari Pil Pembersih Sumsum yang sengaja dia encerkan dengan air mineral biasa. Untuk manusia biasa seperti Su Qingxue, satu butir pil utuh justru akan meledakkan meridian jiwanya karena energinya terlalu agresif. Cairan encer ini adalah takaran yang paling pas untuk menekan hawa es tanpa merusak tubuh fananya.

"Heh, bocah panti," suara ketus Direktur Li memecah keheningan dari kursi depan. "Ingat kata-kataku tadi. Begitu sampai di Rumah Sakit Pusat Jiangnan, jangan banyak bicara. Di sana ada Ketua Su dan para profesor medis terbaik. Kalau mereka tidak mengizinkanmu maju, jangan berani-berani mengeluarkan botol bambu kotormu itu. Mengerti?!"

Chen Fan buru-buru mengangguk dengan raut wajah panik. "Ba-Baik, Direktur Li. Saya mengerti. Saya hanya ingin membantu... Saya tidak akan lancang."

"Cih, kalau bukan karena aku sudah kehabisan jalan, mana mungkin aku membawa kuli bangunan sepertimu ke tempat terhormat seperti itu," gerutu Direktur Li sambil menginjak pedal gas lebih dalam.

Tiga puluh menit kemudian, mobil berhenti tepat di depan lobi utama Rumah Sakit Pusat Jiangnan—salah satu rumah sakit paling elite dan modern di negara itu. Direktur Li langsung turun dan berjalan setengah berlari memasuki gedung, sementara Chen Fan mengekor di belakangnya dengan langkah kikuk yang disengaja.

Mereka naik menggunakan lift khusus menuju lantai paling atas, area VIP Suite. Begitu pintu lift terbuka, koridor lantai tersebut tampak dijaga ketat oleh beberapa pria berjas hitam dengan badan tegap dan pelantong telinga—mereka adalah pengawal pribadi dari Keluarga Su.

Di depan ruang rawat nomor satu, berdiri seorang pria paruh baya dengan rambut yang mulai memutih di pelipisnya. Pria itu mengenakan setelan jas buatan penjahit terbaik, memancarkan aura wibawa yang sangat kuat dari seorang penguasa bisnis yang terbiasa memberi perintah. Dia adalah Su Zhengqi, Ketua Umum Su Group sekaligus ayah kandung dari Su Qingxue.

Di samping Su Zhengqi, berdiri seorang pria tua berjubah tradisional abu-abu dengan jenggot kambing putih yang panjang. Pria tua itu memegang sebuah kotak kayu kecil yang memancarkan aroma herbal yang cukup pekat. Dia adalah Tabib Sun, salah satu ahli pengobatan tradisional Tiongkok kuno (Traditional Chinese Medicine) paling terkenal di Provinsi Jiangnan yang sengaja dipanggil dengan biaya miliaran Yuan.

"Ketua Su!" Direktur Li membungkuk sembilan puluh derajat begitu tiba di depan Su Zhengqi, wajahnya dipenuhi rasa bersalah yang amat sangat. "Bagaimana kondisi Nona Besar?"

Su Zhengqi melirik Direktur Li dengan tatapan dingin yang sanggup membuat nyali pria itu menciut. "Suhu tubuh Qingxue terus turun hingga mencapai minus lima belas derajat. Jantungnya berdetak sangat lambat. Tabib Sun baru saja menggunakan jarum perak akupunktur untuk mengunci meridian utamanya, tapi itu hanya bisa bertahan selama satu jam."

Su Zhengqi kemudian mengalihkan pandangannya yang tajam ke arah Chen Fan yang berdiri di belakang Direktur Li. "Siapa dia? Kenapa kamu membawa kuli proyek yang kotor ke lantai steril ini, Li?"

Direktur Li gemetaran, namun dia memberanikan diri untuk menjawab. "Ke-Ketua Su... bocah ini adalah Chen Fan, kuli yang kemarin membersihkan koridor. Dia... dia mengaku memiliki resep ramuan tradisional kuno dari desanya yang diklaim bisa menyembuhkan penyakit hawa dingin ekstrem. Karena saya sangat mengkhawatirkan keselamatan Nona Besar, saya memutuskan membawanya kemari... Barangkali resep desa ini memiliki keajaiban..."

"Lelucon macam apa ini?!"

Sebelum Su Zhengqi sempat merespons, Tabib Sun yang berdiri di sampingnya sudah mendengus kencang dengan wajah penuh penghinaan. Dia mengelus jenggot putihnya sambil menatap Chen Fan dari ujung kepala sampai ujung kaki dengan pandangan jijik.

"Ketua Su, penyakit Nona Besar Su adalah Defisiensi Yin Mutlak yang sangat langka! Bahkan saya, yang telah mempelajari kitab pengobatan kuno selama lima puluh tahun dan memiliki gelar profesor kehormatan, harus berhati-hati dalam memberikan ramuan! Bagaimana mungkin seorang buruh kasar yang tidak berpendidikan dan berbau keringat ini bisa mengerti tentang teori meridian dan keseimbangan Yin-Yang? Membiarkannya mendekati Nona Su sama saja dengan melakukan pembunuhan!" bentak Tabib Sun dengan nada sangat angkuh.

Direktur Li langsung menciut dan menundukkan kepalanya, menyesali keputusan bodohnya karena panik tadi di lokasi proyek.

Chen Fan yang berdiri di sana dengan wajah "polos dan takut", sebenarnya sedang menganalisis aroma herbal dari kotak kayu milik Tabib Sun. Di dalam hati, Chen Fan hanya bisa mendesah menggelengkan kepala.

‘Akar Ginseng Api usia tiga puluh tahun, bunga matahari salju, dan bubuk tanduk rusa...’ Chen Fan langsung mengenali seluruh isi kotak tersebut hanya dari baunya. ‘Orang tua ini mengira dia bisa menekan Sembilan Tubuh Yin Dingin dengan obat-obatan herbal berelemen Yang fana biasa. Dia tidak tahu bahwa memasukkan energi Yang fana yang kasar ke dalam tubuh Su Qingxue saat ini justru akan memicu benturan energi yang akan menghancurkan jantung wanita itu dalam hitungan menit. Dasar tabib gadungan yang sombong.’

Meskipun tahu obat Tabib Sun akan berbahaya, Chen Fan memilih diam. Dia tahu tabiat manusia fana yang sombong; mereka tidak akan pernah percaya pada kata-kata seorang kuli sebelum mereka menabrak dinding batu dan melihat kenyataan dengan mata kepala mereka sendiri.

"Tabib Sun benar," ucap Su Zhengqi dengan suara berat, menatap Chen Fan dengan dingin. "Anak muda, aku menghargai niat baikmu yang ingin membantu. Tapi tempat ini bukan tempat bermain. Li, bawa dia keluar dari sini sekarang juga!"

"Ba-Baik, Ketua Su! Segera!" Direktur Li buru-buru menarik lengan baju Chen Fan untuk mengajaknya pergi.

Namun, tepat pada saat itu, dari dalam ruang rawat VIP terdengar suara alarm mesin medis yang berbunyi sangat nyaring dan konstan. Pip-pip-pip-pip!

Pintu ruangan mendadak terbuka, dan seorang dokter spesialis berlari keluar dengan wajah panik luar biasa. "Ketua Su! Gawat! Suhu tubuh Nona Su mendadak drop lagi hingga minus dua puluh lima derajat! Monitor jantung menunjukkan garis yang mulai mendatar! Jarum perak Tabib Sun tidak mampu lagi menahan gejolak hawa es di dalam tubuhnya!"

"Apa?!" Wajah Su Zhengqi berubah drastis. Keangkuhan seorang triliuner langsung runtuh, digantikan oleh guncangan jiwa seorang ayah yang ketakutan kehilangan putri tunggalnya.

Tabib Sun juga ikut panik. Jenggot putihnya bergetar. "Tidak mungkin! Jarum pengunci meridian saya adalah teknik warisan! Bagaimana bisa gagal?!" Dia bergegas masuk ke dalam ruangan, diikuti oleh Su Zhengqi dan Direktur Li.

Chen Fan memanfaatkan kepanikan tersebut untuk ikut menyelinap masuk ke dalam kamar rawat tanpa ada pengawal yang menyadarinya—karena dia menggunakan sedikit teknik manipulasi keberadaan agar kehadirannya terasa samar di mata orang biasa.

Di dalam kamar yang luas dan mewah itu, suhunya terasa sangat dingin seperti di dalam lemari es raksasa. Di atas ranjang rumah sakit, Su Qingxue terbaring kaku. Wajahnya yang semula cantik jelita kini memutih pucat bagaikan patung lilin, dan di sela-sela rambut hitamnya serta ujung bulu matanya, mulai terbentuk lapisan bunga es tipis yang berkilauan. Garis di layar monitor jantung bergerak semakin lambat dan lemah.

Tabib Sun dengan panik membuka kotak kayunya, mengambil sebutir pil berwarna merah menyala—Pil Yang Murni yang dia racik dengan susah payah—dan berniat memasukkannya ke dalam mulut Su Qingxue.

"Tabib Sun, apa yang akan Anda lakukan?" tanya Su Zhengqi dengan suara gemetar.

"Ini adalah pilihan terakhir, Ketua Su! Pil Yang Murni ini mengandung esensi tanaman api yang sangat kuat! Ini adalah satu-satunya obat yang bisa membakar hawa es di tubuh Nona Su!" seru Tabib Sun sambil bersiap menyuapkan pil tersebut.

"Jika kamu memasukkan pil sampah itu ke dalam mulutnya, dia akan mati dalam waktu tiga puluh detik," sebuah suara yang sangat tenang, datar, namun memancarkan otoritas yang tak terbantahkan mendadak bergema di dalam kamar tidur yang sunyi itu.

Semua orang di dalam ruangan tertegun. Mereka menoleh ke arah sumber suara dan mendapati Chen Fan—si kuli bangunan berpakaian pudar—sedang berdiri di dekat kaki ranjang dengan tangan bersedekap. Tatapan mata "lugu" yang tadi dia tunjukkan kini telah hilang total, digantikan oleh sepasang mata yang sedalam samudra dan setajam pedang, menatap lurus ke arah Tabib Sun.

"Kau... bocah sialan! Berani-beraninya kamu mengutuk Nona Besar dan menghina obat suci saya?!" wajah Tabib Sun memerah karena murka. "Pengawal! Seret kuli gila ini keluar dan patahkan kakinya!"

"Tunggu!" Su Zhengqi, yang dalam kondisi putus asa namun memiliki ketajaman insting seorang penguasa bisnis, tiba-tiba menangkap sesuatu yang tidak biasa dari perubahan aura Chen Fan. Pemuda di depannya ini tidak lagi terlihat seperti kuli yang lemah, melainkan memancarkan ketenangan yang sangat mengerikan di hadapan maut.

Su Zhengqi menatap Chen Fan dengan tajam. "Anak muda, apa maksud dari perkataanmu?"

Chen Fan maju satu langkah, mengabaikan tatapan membunuh dari Tabib Sun. "Penyakit di tubuh putrimu bukan sekadar defisiensi Yin biasa. Itu adalah pembekuan meridian bawaan yang bersumber dari dalam jiwanya. Pil milik orang tua itu mengandung sifat api fana yang kasar. Memasukkannya ke dalam tubuh yang rapuh dan membeku seperti ini akan memicu efek 'air mendidih yang disiramkan ke atas kaca es'—meridian Nona Su akan pecah seketika, dan tidak akan ada dewa pun di dunia ini yang bisa menyelamatkannya."

"Kau... kau bicara omong kosong! Teori dari mana itu?!" Tabib Sun berteriak histeris, mencoba menutupi rasa gugupnya karena kata-kata Chen Fan entah kenapa terdengar sangat masuk akal di telinga medisnya.

Pip----------

Layar monitor jantung di samping ranjang tiba-tiba mengeluarkan suara berdengung panjang. Garis grafiknya telah berubah menjadi lurus sempurna. Detak jantung Su Qingxue berhenti total!

"Qingxue!!!" Su Zhengqi berteriak histeris, air matanya tumpah. Para dokter langsung bergerak panik menyiapkan alat pacu jantung elektrik (Defibrillator).

"Sudah terlambat untuk alat fana itu," ucap Chen Fan dengan tenang.

Sebelum ada yang bisa menghentikannya, tubuh Chen Fan bergerak bagaikan bayangan transparan yang tak terlihat oleh mata manusia. Dalam sekejap, dia sudah berdiri di sisi ranjang Su Qingxue, menggeser posisi dokter spesialis yang hendak menempelkan alat pacu jantung.

"Bocah gila! Apa yang kamu lakukan?!" teriak Direktur Li yang ketakutan setengah mati.

Chen Fan mengabaikan semua teriakan tersebut. Dia merobek ransel usangnya, mengeluarkan botol bambu tradisional, dan membukanya. Aroma obat yang luar biasa wangi dan segar langsung meledak memenuhi kamar rawat VIP, membuat rasa dingin yang membekukan di ruangan itu mendadak menguap dan terasa hangat dalam sekejap.

Hanya dari menghirup aromanya saja, Tabib Sun langsung membelalakkan matanya, tubuh tuanya gemetaran hebat. ‘A-Aroma apa ini?! Ini... ini adalah wangi obat tingkat suci yang hanya ada di dalam legenda kuno?!’

Chen Fan dengan cekatan menuangkan cairan hijau zamrud murni itu ke dalam mulut Su Qingxue yang membeku. Bersamaan dengan itu, Chen Fan menjulurkan dua jarinya, menekan tepat di atas dada Su Qingxue—di atas ulu hatinya—latus menyalurkan seberkas energi Yang Murni Naga Langit dari dalam tubuh kultivasinya ke dalam meridian jantung wanita itu.

Hummm!

Sebuah gelombang energi hangat tak kasat mata menyebar dari ujung jari Chen Fan, masuk membelah lapisan es di dalam tubuh Su Qingxue dengan kelembutan yang luar biasa namun memiliki kekuatan destruktif yang presisi terhadap hawa es.

Satu detik... dua detik... tiga detik...

Pip! Pip! Pip!

Layar monitor yang tadinya menunjukkan garis lurus, tiba-tiba berguncang dan kembali membentuk grafik gelombang yang stabil dan kuat! Warna pucat di wajah Su Qingxue menghilang dengan kecepatan yang terlihat oleh mata telanjang, digantikan oleh semburat merah muda yang sehat di kedua pipinya. Lapisan es di rambut dan bulu matanya mencair menjadi bulir-bulir air bersih.

"Hah..."

Su Qingxue menghela napas panjang, kelopak matanya yang indah bergerak-gerak, dan perlahan... dia membuka sepasang matanya yang jernih, menatap langsung ke arah wajah Chen Fan yang berdiri paling dekat dengannya.

Seluruh kamar rawat VIP mendadak hening senyap. Keajaiban medis terbesar di Kota Jiangnan baru saja terjadi di depan mata mereka, dilakukan oleh seorang pemuda yang mengenakan singlet pudar si kuli bangunan.

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • KULTIVASI GANDA SANG KULI PROYEK    BAB 74

    Angin malam yang menderu di Pegunungan Kunlun membawa aroma kuno yang sarat akan energi Qi liar. Berbeda dengan Pegunungan Wudang atau Tianshan, deretan puncak di Kunlun dikenal sejak zaman purba sebagai "Urat Tubuh Naga" dari benua ini—tempat di mana batas antara dunia fana dan dimensi kultivasi terselubung menipis hingga batas tertipisnya.Di sebuah celah tebing terjal setinggi empat ribu meter di atas permukaan laut, hamparan salju abadi tampak terbelah oleh sebuah celah spasial raksasa berbentuk oval. Cahaya perak kebiruan membias dari dalam celah tersebut, memancarkan pusaran energi berdiameter lima puluh meter yang bergemuruh pelan. Inilah Pintu Gerbang Tersembunyi Kunlun, jalan lintas dimensi yang menghubungkan bumi fana dengan Ranah Tersembunyi Kunlun (Kunlun Hidden Realm).Di depan pintu gerbang spasial tersebut, berdiri dua puluh pengawal mengenakan zirah baja berwarna perunggu tebal. Masing-masing dari mereka menggenggam tombak panjang bertatahkan batu giok e

  • KULTIVASI GANDA SANG KULI PROYEK    BAB 73

    Aura membunuh yang memancar dari tubuh Gu Mu membubung tinggi, membelah gulungan awan di atas Puncak Pelangi Emas. Cahaya kebiruan dari Pedang Pusaka Pemotong Bintang kian memekatkan udara malam, memicu munculnya petir-petir halus berwarna perak di sekeliling pilar-pilar batu perunggu. Ranah Half-Step Golden Core yang diusungnya bukan sekadar gertakan; energi kehidupan yang dikumpulkannya selama seratus tahun pengasingan terkonsentrasi penuh pada mata bilah di genggamannya.Nenek Jiwa Es menggeram rendah, menghentakkan tongkat giok hitamnya ke atas tanah.SLRRRP————!Dua belas pilar es abadi setinggi sepuluh meter meledak keluar dari bawah pelataran batu, mengurung posisi Chen Fan dan Su Qingxue dalam Formasi Penjara Es Jiwa. Hawa dingin ekstrem anjlok drastis, membekukan molekul udara di sekitar mereka hingga membentuk kristal-kristal es tajam yang melayang siap menusuk."Bocah sombong!" seru Nenek Jiwa Es dengan suara melengking. "Dengan Penjara Es Jiwa milikk

  • KULTIVASI GANDA SANG KULI PROYEK    BAB 72

    Puncak Wudang di Bawah Bulan Purnama.Malam bulan purnama tiba di atas Pegunungan Wudang. Cahaya perak berdesir menyinari lautan awan yang membentang di sepanjang lembah, memantulkan bayangan gelap dari pilar-pilar batu raksasa dan kuil-kuil kuno yang berdiri tegak sejak ribuan tahun lalu. Di puncak tertinggi, Puncak Pelangi Emas, hawa dingin yang membekukan jiwa membalut setiap sudut tebing. Hembusan angin malam tidak lagi membawa aroma pinus yang menenangkan, melainkan bau tajam dari besi tua dan Niat Membunuh (Killing Intent) yang dipancarkan oleh ratusan praktisi beladiri dari sekte-sekte tersembunyi.Di tengah pelataran batu Puncak Pelangi Emas, sebuah altar perunggu kuno berdiri di bawah naungan panji-panji besar bertuliskan lambang Tiga Sekte Tersembunyi: Klan Pedang Surgawi, Sekte Lembah Es Murni, dan Klan Tinju Penguncah Jiwa.Lebih dari tiga ratus murid elit sekte mengenakan jubah putih berdada perak berdiri bersila dalam formasi melingkar. Di tangan mereka mas

  • KULTIVASI GANDA SANG KULI PROYEK    BAB 71

    Angin dingin pasca-badai di Puncak Tianshan perlahan mereda, menyisakan keheningan agung di atas hamparan salju yang kini ternoda oleh abu hitam sisa pembakaran energi Yang Murni. Di ketinggian ribuan kaki, jet taktis supersonik Tianlong-1 melayang stabil membelah samudra awan, meluncur memotong jalur udara menuju jantung ibu kota pusat.Di dalam kabin privat yang kedap suara dan berornamen kayu cendana hitam, Chen Fan duduk bersila di atas bantalan sutera. Mantel abu-abu gelapnya terhampar rapi di sampingnya. Di balik kemeja hitam yang membungkus tubuh tegapnya, pilar emas Inti Pondasi (Foundation Establishment Core) di dalam Dantiannya memancarkan pendaran cahaya suci yang kian padat dan mengkristal.Setelah menyerap sisa esensi darah murni dari Raja Darah Purba Vladis dan memurnikannya dengan Api Naga Langit, sirkulasi energi Chen Fan telah secara resmi menginjakkan kaki di puncaknya Ranah Pondasi Agung. Setiap kali napas raganya berembus, molekul udara di dalam kabi

  • KULTIVASI GANDA SANG KULI PROYEK    BAB 70

    ARGHHHHH————!Jeritan melengking yang membelah angkasa lolos dari mulut Raja Darah Purba Vladis. Suara itu bukan sekadar raungan kesakitan fisik, melainkan getaran keputusasaan murni dari makhluk yang menyadari bahwa eksistensinya yang telah bertahan selama ribuan tahun kini berada di ambang kemusnahan total.Api putih keemasan Yang Murni Naga Langit yang menjalar melalui genggaman tangan Chen Fan bekerja layaknya cairan asam panas yang membakar setiap sel di dalam tubuh Vladis. Kulit merah tembaga yang tadinya sekeras baja purba itu mulai melepuh, menghitam, lalu mengelupas memperlihatkan tulang-tulang kerangka yang berpendar dengan cahaya merah padam. Asap tebal berbau busuk dan belerang membubung tinggi, terkikis oleh angin es Tianshan sebelum sempat menyebar."Tidak... Tidak mungkin!" Vladis meronta-ronta dengan liar. Keempat sayap membran berdarahnya mengepak beringas, menciptakan badai tekanan udara yang sanggup merobek baja. Namun, cengkeraman tangan kanan Ch

  • KULTIVASI GANDA SANG KULI PROYEK    BAB 69

    Badai es mengamuk ganas di sepanjang celah Pegunungan Tianshan. Angin membekukan berkecepatan lebih dari seratus kilometer per jam menggemuruhkan salju tebal, menutupi bukit-bukit batu terjal dengan hamparan putih murni yang mematikan. Pada suhu ekstrem minus lima puluh lima derajat Celsius ini, kehidupan fana tidak memiliki tempat untuk bertahan—kecuali bagi mereka yang membawa aura kematian dan kegelapan purba.Di puncak tertinggi Tianshan, sebuah altar batu kuno melingkar berdiri megah di atas hamparan es abadi. Delapan pilar batu berukir huruf-huruf Runic purba mengelilingi sebuah peti mati batu raksasa berwarna hitam legam yang dililit oleh rantai-rantai baja perak murni.Di sekeliling altar, seratus praktisi elit Klan Darah Abadi yang mengenakan jubah bermotif mawar darah berdiri bersila. Dari telapak tangan mereka yang terluka, mengalir cairan darah merah pekat yang langsung mengalir menyusuri parit-parit ukiran altar, mengumpul masuk ke dalam celah-celah peti ma

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status