Mag-log inMobil sedan hitam milik Direktur Li melesat membelah jalanan Kota Jiangnan dengan kecepatan tinggi. Di dalam kabin mobil yang sejuk, atmosfer terasa sangat mencekam. Direktur Li terus-menerus menyeka keringat dingin di dahinya sambil sesekali melirik tak sabar ke arah kaca spion tengah.
Di kursi belakang, Chen Fan duduk dengan tenang. Tubuhnya agak membungkuk, kedua tangannya memeluk tas ransel usang yang diletakkan di atas paha. Wajahnya menampilkan ekspresi "anak desa yang baru pertama kali naik mobil mewah"—penuh ketakutan, canggung, dan kebingungan. Namun, di balik kelopak matanya yang separuh tertutup, fokus Chen Fan sama sekali tidak berada di dalam mobil. Indra spiritualnya (Divine Sense) yang telah menguat setelah menembus Ranah Kondensasi Qi Tingkat 3 diam-diam menyebar keluar, menyelimuti radius beberapa ratus meter di sekitar mobil. Dia bisa merasakan aliran energi perkotaan, fluktuasi emosi manusia di jalanan, hingga titik-titik energi tersembunyi di sudut-sudut kota. ‘Energi spiritual di kota ini benar-benar tipis dan tercemar,’ batin Chen Fan prihatin. ‘Pantas saja para kultivator modern di dunia fana ini sangat jarang yang bisa menembus ranah tinggi. Tanpa pil obat yang murni, mengandalkan meditasi biasa di sini sama saja dengan membuang waktu.’ Chen Fan meraba botol bambu tradisional berukuran kecil di dalam tas ranselnya. Cairan di dalamnya adalah esensi murni dari Pil Pembersih Sumsum yang sengaja dia encerkan dengan air mineral biasa. Untuk manusia biasa seperti Su Qingxue, satu butir pil utuh justru akan meledakkan meridian jiwanya karena energinya terlalu agresif. Cairan encer ini adalah takaran yang paling pas untuk menekan hawa es tanpa merusak tubuh fananya. "Heh, bocah panti," suara ketus Direktur Li memecah keheningan dari kursi depan. "Ingat kata-kataku tadi. Begitu sampai di Rumah Sakit Pusat Jiangnan, jangan banyak bicara. Di sana ada Ketua Su dan para profesor medis terbaik. Kalau mereka tidak mengizinkanmu maju, jangan berani-berani mengeluarkan botol bambu kotormu itu. Mengerti?!" Chen Fan buru-buru mengangguk dengan raut wajah panik. "Ba-Baik, Direktur Li. Saya mengerti. Saya hanya ingin membantu... Saya tidak akan lancang." "Cih, kalau bukan karena aku sudah kehabisan jalan, mana mungkin aku membawa kuli bangunan sepertimu ke tempat terhormat seperti itu," gerutu Direktur Li sambil menginjak pedal gas lebih dalam. Tiga puluh menit kemudian, mobil berhenti tepat di depan lobi utama Rumah Sakit Pusat Jiangnan—salah satu rumah sakit paling elite dan modern di negara itu. Direktur Li langsung turun dan berjalan setengah berlari memasuki gedung, sementara Chen Fan mengekor di belakangnya dengan langkah kikuk yang disengaja. Mereka naik menggunakan lift khusus menuju lantai paling atas, area VIP Suite. Begitu pintu lift terbuka, koridor lantai tersebut tampak dijaga ketat oleh beberapa pria berjas hitam dengan badan tegap dan pelantong telinga—mereka adalah pengawal pribadi dari Keluarga Su. Di depan ruang rawat nomor satu, berdiri seorang pria paruh baya dengan rambut yang mulai memutih di pelipisnya. Pria itu mengenakan setelan jas buatan penjahit terbaik, memancarkan aura wibawa yang sangat kuat dari seorang penguasa bisnis yang terbiasa memberi perintah. Dia adalah Su Zhengqi, Ketua Umum Su Group sekaligus ayah kandung dari Su Qingxue. Di samping Su Zhengqi, berdiri seorang pria tua berjubah tradisional abu-abu dengan jenggot kambing putih yang panjang. Pria tua itu memegang sebuah kotak kayu kecil yang memancarkan aroma herbal yang cukup pekat. Dia adalah Tabib Sun, salah satu ahli pengobatan tradisional Tiongkok kuno (Traditional Chinese Medicine) paling terkenal di Provinsi Jiangnan yang sengaja dipanggil dengan biaya miliaran Yuan. "Ketua Su!" Direktur Li membungkuk sembilan puluh derajat begitu tiba di depan Su Zhengqi, wajahnya dipenuhi rasa bersalah yang amat sangat. "Bagaimana kondisi Nona Besar?" Su Zhengqi melirik Direktur Li dengan tatapan dingin yang sanggup membuat nyali pria itu menciut. "Suhu tubuh Qingxue terus turun hingga mencapai minus lima belas derajat. Jantungnya berdetak sangat lambat. Tabib Sun baru saja menggunakan jarum perak akupunktur untuk mengunci meridian utamanya, tapi itu hanya bisa bertahan selama satu jam." Su Zhengqi kemudian mengalihkan pandangannya yang tajam ke arah Chen Fan yang berdiri di belakang Direktur Li. "Siapa dia? Kenapa kamu membawa kuli proyek yang kotor ke lantai steril ini, Li?" Direktur Li gemetaran, namun dia memberanikan diri untuk menjawab. "Ke-Ketua Su... bocah ini adalah Chen Fan, kuli yang kemarin membersihkan koridor. Dia... dia mengaku memiliki resep ramuan tradisional kuno dari desanya yang diklaim bisa menyembuhkan penyakit hawa dingin ekstrem. Karena saya sangat mengkhawatirkan keselamatan Nona Besar, saya memutuskan membawanya kemari... Barangkali resep desa ini memiliki keajaiban..." "Lelucon macam apa ini?!" Sebelum Su Zhengqi sempat merespons, Tabib Sun yang berdiri di sampingnya sudah mendengus kencang dengan wajah penuh penghinaan. Dia mengelus jenggot putihnya sambil menatap Chen Fan dari ujung kepala sampai ujung kaki dengan pandangan jijik. "Ketua Su, penyakit Nona Besar Su adalah Defisiensi Yin Mutlak yang sangat langka! Bahkan saya, yang telah mempelajari kitab pengobatan kuno selama lima puluh tahun dan memiliki gelar profesor kehormatan, harus berhati-hati dalam memberikan ramuan! Bagaimana mungkin seorang buruh kasar yang tidak berpendidikan dan berbau keringat ini bisa mengerti tentang teori meridian dan keseimbangan Yin-Yang? Membiarkannya mendekati Nona Su sama saja dengan melakukan pembunuhan!" bentak Tabib Sun dengan nada sangat angkuh. Direktur Li langsung menciut dan menundukkan kepalanya, menyesali keputusan bodohnya karena panik tadi di lokasi proyek. Chen Fan yang berdiri di sana dengan wajah "polos dan takut", sebenarnya sedang menganalisis aroma herbal dari kotak kayu milik Tabib Sun. Di dalam hati, Chen Fan hanya bisa mendesah menggelengkan kepala. ‘Akar Ginseng Api usia tiga puluh tahun, bunga matahari salju, dan bubuk tanduk rusa...’ Chen Fan langsung mengenali seluruh isi kotak tersebut hanya dari baunya. ‘Orang tua ini mengira dia bisa menekan Sembilan Tubuh Yin Dingin dengan obat-obatan herbal berelemen Yang fana biasa. Dia tidak tahu bahwa memasukkan energi Yang fana yang kasar ke dalam tubuh Su Qingxue saat ini justru akan memicu benturan energi yang akan menghancurkan jantung wanita itu dalam hitungan menit. Dasar tabib gadungan yang sombong.’ Meskipun tahu obat Tabib Sun akan berbahaya, Chen Fan memilih diam. Dia tahu tabiat manusia fana yang sombong; mereka tidak akan pernah percaya pada kata-kata seorang kuli sebelum mereka menabrak dinding batu dan melihat kenyataan dengan mata kepala mereka sendiri. "Tabib Sun benar," ucap Su Zhengqi dengan suara berat, menatap Chen Fan dengan dingin. "Anak muda, aku menghargai niat baikmu yang ingin membantu. Tapi tempat ini bukan tempat bermain. Li, bawa dia keluar dari sini sekarang juga!" "Ba-Baik, Ketua Su! Segera!" Direktur Li buru-buru menarik lengan baju Chen Fan untuk mengajaknya pergi. Namun, tepat pada saat itu, dari dalam ruang rawat VIP terdengar suara alarm mesin medis yang berbunyi sangat nyaring dan konstan. Pip-pip-pip-pip! Pintu ruangan mendadak terbuka, dan seorang dokter spesialis berlari keluar dengan wajah panik luar biasa. "Ketua Su! Gawat! Suhu tubuh Nona Su mendadak drop lagi hingga minus dua puluh lima derajat! Monitor jantung menunjukkan garis yang mulai mendatar! Jarum perak Tabib Sun tidak mampu lagi menahan gejolak hawa es di dalam tubuhnya!" "Apa?!" Wajah Su Zhengqi berubah drastis. Keangkuhan seorang triliuner langsung runtuh, digantikan oleh guncangan jiwa seorang ayah yang ketakutan kehilangan putri tunggalnya. Tabib Sun juga ikut panik. Jenggot putihnya bergetar. "Tidak mungkin! Jarum pengunci meridian saya adalah teknik warisan! Bagaimana bisa gagal?!" Dia bergegas masuk ke dalam ruangan, diikuti oleh Su Zhengqi dan Direktur Li. Chen Fan memanfaatkan kepanikan tersebut untuk ikut menyelinap masuk ke dalam kamar rawat tanpa ada pengawal yang menyadarinya—karena dia menggunakan sedikit teknik manipulasi keberadaan agar kehadirannya terasa samar di mata orang biasa. Di dalam kamar yang luas dan mewah itu, suhunya terasa sangat dingin seperti di dalam lemari es raksasa. Di atas ranjang rumah sakit, Su Qingxue terbaring kaku. Wajahnya yang semula cantik jelita kini memutih pucat bagaikan patung lilin, dan di sela-sela rambut hitamnya serta ujung bulu matanya, mulai terbentuk lapisan bunga es tipis yang berkilauan. Garis di layar monitor jantung bergerak semakin lambat dan lemah. Tabib Sun dengan panik membuka kotak kayunya, mengambil sebutir pil berwarna merah menyala—Pil Yang Murni yang dia racik dengan susah payah—dan berniat memasukkannya ke dalam mulut Su Qingxue. "Tabib Sun, apa yang akan Anda lakukan?" tanya Su Zhengqi dengan suara gemetar. "Ini adalah pilihan terakhir, Ketua Su! Pil Yang Murni ini mengandung esensi tanaman api yang sangat kuat! Ini adalah satu-satunya obat yang bisa membakar hawa es di tubuh Nona Su!" seru Tabib Sun sambil bersiap menyuapkan pil tersebut. "Jika kamu memasukkan pil sampah itu ke dalam mulutnya, dia akan mati dalam waktu tiga puluh detik," sebuah suara yang sangat tenang, datar, namun memancarkan otoritas yang tak terbantahkan mendadak bergema di dalam kamar tidur yang sunyi itu. Semua orang di dalam ruangan tertegun. Mereka menoleh ke arah sumber suara dan mendapati Chen Fan—si kuli bangunan berpakaian pudar—sedang berdiri di dekat kaki ranjang dengan tangan bersedekap. Tatapan mata "lugu" yang tadi dia tunjukkan kini telah hilang total, digantikan oleh sepasang mata yang sedalam samudra dan setajam pedang, menatap lurus ke arah Tabib Sun. "Kau... bocah sialan! Berani-beraninya kamu mengutuk Nona Besar dan menghina obat suci saya?!" wajah Tabib Sun memerah karena murka. "Pengawal! Seret kuli gila ini keluar dan patahkan kakinya!" "Tunggu!" Su Zhengqi, yang dalam kondisi putus asa namun memiliki ketajaman insting seorang penguasa bisnis, tiba-tiba menangkap sesuatu yang tidak biasa dari perubahan aura Chen Fan. Pemuda di depannya ini tidak lagi terlihat seperti kuli yang lemah, melainkan memancarkan ketenangan yang sangat mengerikan di hadapan maut. Su Zhengqi menatap Chen Fan dengan tajam. "Anak muda, apa maksud dari perkataanmu?" Chen Fan maju satu langkah, mengabaikan tatapan membunuh dari Tabib Sun. "Penyakit di tubuh putrimu bukan sekadar defisiensi Yin biasa. Itu adalah pembekuan meridian bawaan yang bersumber dari dalam jiwanya. Pil milik orang tua itu mengandung sifat api fana yang kasar. Memasukkannya ke dalam tubuh yang rapuh dan membeku seperti ini akan memicu efek 'air mendidih yang disiramkan ke atas kaca es'—meridian Nona Su akan pecah seketika, dan tidak akan ada dewa pun di dunia ini yang bisa menyelamatkannya." "Kau... kau bicara omong kosong! Teori dari mana itu?!" Tabib Sun berteriak histeris, mencoba menutupi rasa gugupnya karena kata-kata Chen Fan entah kenapa terdengar sangat masuk akal di telinga medisnya. Pip---------- Layar monitor jantung di samping ranjang tiba-tiba mengeluarkan suara berdengung panjang. Garis grafiknya telah berubah menjadi lurus sempurna. Detak jantung Su Qingxue berhenti total! "Qingxue!!!" Su Zhengqi berteriak histeris, air matanya tumpah. Para dokter langsung bergerak panik menyiapkan alat pacu jantung elektrik (Defibrillator). "Sudah terlambat untuk alat fana itu," ucap Chen Fan dengan tenang. Sebelum ada yang bisa menghentikannya, tubuh Chen Fan bergerak bagaikan bayangan transparan yang tak terlihat oleh mata manusia. Dalam sekejap, dia sudah berdiri di sisi ranjang Su Qingxue, menggeser posisi dokter spesialis yang hendak menempelkan alat pacu jantung. "Bocah gila! Apa yang kamu lakukan?!" teriak Direktur Li yang ketakutan setengah mati. Chen Fan mengabaikan semua teriakan tersebut. Dia merobek ransel usangnya, mengeluarkan botol bambu tradisional, dan membukanya. Aroma obat yang luar biasa wangi dan segar langsung meledak memenuhi kamar rawat VIP, membuat rasa dingin yang membekukan di ruangan itu mendadak menguap dan terasa hangat dalam sekejap. Hanya dari menghirup aromanya saja, Tabib Sun langsung membelalakkan matanya, tubuh tuanya gemetaran hebat. ‘A-Aroma apa ini?! Ini... ini adalah wangi obat tingkat suci yang hanya ada di dalam legenda kuno?!’ Chen Fan dengan cekatan menuangkan cairan hijau zamrud murni itu ke dalam mulut Su Qingxue yang membeku. Bersamaan dengan itu, Chen Fan menjulurkan dua jarinya, menekan tepat di atas dada Su Qingxue—di atas ulu hatinya—latus menyalurkan seberkas energi Yang Murni Naga Langit dari dalam tubuh kultivasinya ke dalam meridian jantung wanita itu. Hummm! Sebuah gelombang energi hangat tak kasat mata menyebar dari ujung jari Chen Fan, masuk membelah lapisan es di dalam tubuh Su Qingxue dengan kelembutan yang luar biasa namun memiliki kekuatan destruktif yang presisi terhadap hawa es. Satu detik... dua detik... tiga detik... Pip! Pip! Pip! Layar monitor yang tadinya menunjukkan garis lurus, tiba-tiba berguncang dan kembali membentuk grafik gelombang yang stabil dan kuat! Warna pucat di wajah Su Qingxue menghilang dengan kecepatan yang terlihat oleh mata telanjang, digantikan oleh semburat merah muda yang sehat di kedua pipinya. Lapisan es di rambut dan bulu matanya mencair menjadi bulir-bulir air bersih. "Hah..." Su Qingxue menghela napas panjang, kelopak matanya yang indah bergerak-gerak, dan perlahan... dia membuka sepasang matanya yang jernih, menatap langsung ke arah wajah Chen Fan yang berdiri paling dekat dengannya. Seluruh kamar rawat VIP mendadak hening senyap. Keajaiban medis terbesar di Kota Jiangnan baru saja terjadi di depan mata mereka, dilakukan oleh seorang pemuda yang mengenakan singlet pudar si kuli bangunan.Langit di atas Bandara Internasional Ibu Kota pagi itu tampak diselimuti oleh lapisan awan mendung tipis yang kelabu. Angin utara yang kering berembus kencang di sepanjang landasan pacu, membawa hawa dingin yang menusuk tulang. Kompleks penerbangan privat sektor barat, yang biasanya hanya dilintasi oleh para diplomat asing atau menteri kabinet, kini tampak dijaga oleh puluhan personel keamanan berseragam hitam tanpa atribut resmi.Sebuah jet pribadi berlogo Su Group membelah awan, melakukan pendaratan dengan mulus di landasan pacu khusus nomor empat. Deru mesin jet perlahan mereda saat pesawat itu berputar menuju pelataran parkir VIP yang terisolasi dari terminal komersial utama.Di dalam kabin jet yang mewah, Su Qingxue duduk dengan anggun di kursi kulit utama. Dia mengenakan mantel panjang berbahan wol kasmir berwarna hitam pekat yang dipadukan dengan kacamata hitam besar. Penampilannya memancarkan aura dingin seorang ratu bisnis dari selatan yang siap menaklukkan wilayah
Tiga hari setelah runtuhnya Keluarga Wang, Kota Jiangnan tampak begitu tenang di permukaan. Namun, di bawah ketenangan itu, arus energi spiritual di kediaman pribadi Su Qingxue—sebuah vila mewah yang berdiri terisolasi di puncak Bukit Wanahening—berada dalam kondisi yang teramat kritis. Vila ini sengaja dipilih karena letaknya yang jauh dari pemukiman warga, dikelilingi oleh formasi hutan pinus alami yang mampu menyamarkan fluktuasi energi berskala besar.Malam itu, jam dinding besar di ruang meditasi bawah tanah menunjukkan pukul sebelas malam. Ruangan yang dilapisi oleh dinding batu giok hitam itu tidak menyalakan lampu satu pun, hanya diterangi oleh pendaran cahaya keemasan yang keluar dari tubuh Chen Fan dan hawa perak kebiruan yang memancar dari tubuh Su Qingxue.Chen Fan duduk bersila di tengah ruangan. Kaus oblongnya telah dilepas, memperlihatkan gurat-gurat otot tubuhnya yang proporsional, dengan tato samar berbentuk naga melingkar di sepanjang tulang belakangnya. Se
Fajar belum sepenuhnya pecah di langit Kota Jiangnan, namun kegelapan malam telah digantikan oleh semburat ungu keperakan yang dingin. Di depan gerbang utama Menara Su Group, aspal jalanan masih basah oleh embun pagi. Suasana yang biasanya sepi sebelum jam kantor dimulai, kini mendadak dicekam oleh keheningan yang teramat janggal.Sebuah sedan hitam mewah bergulung pelan, berhenti tepat di depan undakan marmer menara. Pintu mobil terbuka, menampilkan sosok Wang Jiansheng, Kepala Keluarga Wang sekaligus salah satu penguasa bisnis terbesar di Provinsi Jiangnan. Pria paruh baya yang biasanya selalu tampil necis dengan tatapan angkuh itu kini tampak sangat rapuh. Rambutnya berantakan, dan gumpalan kantung mata hitam di wajahnya menceritakan bahwa dia tidak tidur semenit pun sepanjang malam.Di sampingnya, Wang Jue memegangi lengan ayahnya dengan tubuh yang masih gemetar hebat. Sisa trauma dari amukan energi spiritual Chen Fan semalam telah meruntuhkan seluruh mentalitas putra ma
Riuh rendah perjamuan di Balai Kota Jiangnan perlahan memudar seiring berjalannya malam, namun bagi Chen Fan, pertunjukan yang sesungguhnya baru saja dimulai. Di bawah pendaran lampu kristal yang mulai meredup, matanya tetap mengunci setiap pergerakan Wang Jue. Sinyal pelacak dari Regu Bayangan Gagak yang menempel di kerah jas pemuda itu berdenyut konstan dalam radar indra spiritual (Divine Sense) milik Chen Fan.Setelah ancaman dingin dari Su Qingxue, Wang Jue memilih untuk tidak melakukan konfrontasi terbuka lagi. Pria muda itu bergerak ke arah ruang privat di lantai dua balai kota, diikuti oleh dua pengawal pribadinya yang berjalan dengan langkah tegap dan waspada."Qingxue," bisik Chen Fan pelan, matanya tidak beralih dari tangga besar menuju lantai dua. "Tetaplah di sini bersama Kapten Zhang. Aku akan membersihkan beberapa lalat pengganggu di atas."Su Qingxue membalikkan tubuhnya, menatap Chen Fan dengan pandangan penuh kepatuhan dan kecemasan yang samar. "Apakah A
Gedung Balai Kota Jiangnan malam itu diselimuti kemegahan yang luar biasa. Lampu-lampu kristal raksasa yang menggantung di langit-langit aula utama memancarkan cahaya keemasan yang memantul di atas lantai marmer impor. Ratusan mobil mewah dari berbagai merek papan atas mengantre panjang di halaman depan, menurunkan para taipan bisnis, pejabat pemerintahan tinggi, hingga tokoh-tokoh berpengaruh dari seluruh penjuru Provinsi Jiangnan.Ini adalah perhelatan tahunan yang menjadi ajang pamer kekuasaan, kekayaan, dan koneksi politik. Di balik dentingan gelas sampanye dan alunan musik klasik yang lembut, transaksi rahasia bernilai miliaran rupiah dinegosiasikan di sudut-sudut ruangan.Di tengah kerumunan elit tersebut, perhatian semua orang mendadak tersedot ke arah pintu masuk utama saat sosok Su Qingxue melangkah masuk.Mengenakan gaun malam formal berwarna merah marun yang pas di tubuh indahnya, CEO wanita dari Su Group itu tampak layaknya seorang ratu yang turun dari singga
Ketenangan di lantai tiga puluh enam Menara Su Group setelah tunduknya sang ratu bisnis Jiangnan tidak serta merta membuat roda takdir berhenti berputar. Sementara Kota Jiangnan menikmati kedamaian semu di bawah perlindungan tak kasat mata dari sang Master Alkemis, di belahan utara negeri—tepatnya di dalam distrik finansial paling eksklusif di ibu kota—sebuah pergerakan rahasia berskala global sedang dikoordinasikan.Menara Tianlong, sebuah mahakarya arsitektur modern setinggi seratus delapan lantai yang dilapisi kaca antipeluru dan baja titanium, berdiri kokoh sebagai simbol kekuasaan finansial dan supranatural tertinggi. Di sinilah markas pusat Tianlong Group berada, sebuah konglomerat raksasa yang tidak hanya menguasai sepertiga perputaran ekonomi negara, melainkan juga memegang kendali atas faksi-faksi kultivasi terselubung di balik bayangan pemerintahan.Di lantai tertinggi menara tersebut, di dalam sebuah ruangan kedap suara yang dijaga ketat oleh puluhan petarung bers







