공유

BAB 4

작가: MasYB
last update 게시일: 2026-06-13 18:48:29

Rasa sakit yang membakar di dalam tubuh Chen Fan semakin menjadi-jadi seiring berjalannya waktu. Energi dari Pil Pembersih Sumsum merangsek masuk ke dalam sumsum tulangnya, memaksa keluar sisa-sisa racun fana, logam berat dari debu proyek, dan kotoran makanan yang mengendap selama puluhan tahun di tubuhnya.

"Arghhh..."

Chen Fan mencengkeram seprai kasurnya hingga kain usang itu robek menjadi serpihan. Keringat yang mengalir dari pori-porinya tidak lagi berwarna bening, melainkan berubah menjadi cairan kental berwarna hitam keabu-abuan yang mengeluarkan bau sangat menyengat—seperti bau bangkai dan karat besi yang membusuk. Ini adalah seluruh kotoran fana (Impurities) yang selama ini menyumbat jalur meridian spiritualnya.

Namun, di balik rasa sakit yang menyiksa itu, Chen Fan bisa merasakan setiap jengkal sel tubuhnya mengalami regenerasi total. Tulangnya yang semula sekeras besi biasa, kini perlahan berubah strukturnya, memadat dan memancarkan kilau putih seperti giok di bawah kulitnya. Otot-ototnya memurnikan diri, membuang asam laktat sisa kelelahan kerja kuli, menjadikannya jauh lebih lentur sekaligus kokoh.

Bummm!

Tepat pada pukul tiga dini hari, sebuah ledakan energi spiritual yang tak terdengar oleh telinga fana berdentum dari dalam Dantian Chen Fan. Gelombang kekejutan Qi melesat keluar, membentuk lingkaran transparan yang menghantam penghalang gaib di sudut-sudut kamar hingga bergetar hebat.

Chen Fan membuka matanya. Sepasang pupilnya memancarkan cahaya keemasan yang begitu pekat dan tajam, seolah sanggup menembus dinding kegelapan malam. Nafasnya yang keluar dari hidung membentuk dua larik uap putih tipis yang melayang sebelum akhirnya buyar.

Ranah Kondensasi Qi Tingkat 3!

"Akhirnya... berhasil menembus," gumam Chen Fan dengan suara yang kini terdengar jauh lebih berat, jernih, dan penuh karisma.

Dia menegakkan tubuhnya dan langsung mengernyitkan hidung. Bau busuk yang sangat menyengat memenuhi ruangan. Chen Fan melihat ke bawah; sekujur tubuhnya dari ujung kepala hingga ujung kaki tertutup oleh lapisan daki hitam pekat yang lengket.

Chen Fan segera berlari ke kamar mandi kecil di sudut kontrakannya. Di bawah kucuran air bak yang dingin, dia menggosok seluruh tubuhnya menggunakan sabun batangan murah sampai bersih. Ketika lapisan hitam itu luruh sepenuhnya, Chen Fan berdiri di depan cermin kaca yang buram.

Dia terpana sesaat menatap pantulan dirinya sendiri.

Kulitnya kini menjadi sangat halus, seputih susu namun tetap memancarkan kesan maskulin yang kuat. Wajahnya yang semula tampak kusam dan biasa saja sebagai Xiao Chen, kini memancarkan ketampanan yang luar biasa ketat. Garis rahangnya tegas, hidungnya mancung sempurna, dan sepasang matanya bersinar bagaikan bintang di langit malam. Postur tubuhnya yang setinggi 185 cm berdiri tegak sempurna, memancarkan aura keagungan seorang kaisar abadi yang turun ke bumi.

Jika Mandor Wang atau teman-teman kulinya melihat Chen Fan dalam wujud ini, mereka dipastikan tidak akan pernah mengenalnya sebagai si kuli lugu yang biasa mereka tindas.

"Kekuatan ini..." Chen Fan mengepalkan tangan kanannya.

Bletak! Bletak!

Udara di dalam genggamannya berbunyi meletup karena tekanan udara yang mendadak hancur. Chen Fan merasa bahwa dengan kekuatannya saat ini di Tingkat 3, dia bisa dengan mudah membalikkan sebuah truk tronton hanya dengan satu tangan, atau menahan peluru senapan api langsung dengan kulit fana-nya. Energi Qi di dalam tubuhnya mengalir deras bagaikan sungai yang membajir, siap dilepaskan kapan saja.

Namun, Chen Fan segera memejamkan mata. Mengikuti formula ingatan leluhur, dia merpraktekkan Teknik Kamuflase Seribu Wajah.

Krek... krek...

Tulang wajah dan postur tubuh Chen Fan perlahan bergeser kembali. Kulitnya yang seputih giok meredup, berubah menjadi sedikit kecokelatan dan kusam akibat ilusi energi Qi. Bahunya kembali sedikit membungkuk, dan tatapan matanya yang tajam langsung berubah menjadi redup, sayu, dan penuh keluguannya yang khas.

Dalam hitungan detik, sang kultivator sakti telah kembali bersembunyi di balik wujud Xiao Chen, si kuli proyek yang tidak menonjol.

"Penyamaran ini harus tetap dijaga sampai aku bisa mengumpulkan cukup bahan untuk meracik pil pelindung jiwa berikutnya," kata Chen Fan sambil menghela napas. Dia membersihkan sisa kuali tembaga kuno miliknya, menyedotnya kembali ke dalam cincin giok di lehernya, lalu merebahkan diri di kasur untuk beristirahat selama dua jam sebelum subuh tiba.

Pagi harinya, Chen Fan kembali ke lokasi proyek dengan pakaian singlet pudar dan celana kain kasarnya yang biasa. Namun, begitu dia melangkah masuk ke area kerja, dia merasakan atmosfer yang sangat berbeda dari biasanya.

Para pekerja berkumpul di dekat barak material, saling berbisik dengan wajah tegang. Sementara itu, di depan kantor pemasaran, Mandor Wang tampak sedang dimarahi habis-habisan oleh seorang pria paruh baya mengenakan setelan jas abu-abu mahal. Pria berjas itu adalah Direktur Li, kepala pengawas operasional dari kantor pusat Su Group.

"Bagaimana bisa hal ini terjadi di proyekmu, Wang?!" teriak Direktur Li dengan wajah memerah, melemparkan berkas laporan ke dada Mandor Wang. "Nona Besar Su tadi malam mengalami serangan penyakit mendadak setelah pulang dari sini! Beliau sekarang kritis di rumah sakit! Ketua Su sangat murka dan menuduh debu serta polusi di proyek ini yang memperparah kondisinya!"

Mandor Wang gemetaran hebat, lututnya lemas hingga hampir berlutut di tanah. "Ma-Maaf, Direktur Li! Kami sudah membersihkan area koridor seketat mungkin kemarin! Bahkan kuli-kuli saya sudah menyapunya sampai bersih! Ini... ini pasti karena cuaca kota yang sedang buruk, bukan karena proyek kami!" Mandor Wang mencoba mencari alasan, matanya melirik liar ke sekeliling lapangan mencari kambing hitam.

Tepat saat itu, mata Mandor Wang menangkap sosok Chen Fan yang berjalan melewati barak sambil memanggul cangkul.

Insting licik Mandor Wang langsung bekerja. Dia menunjuk ke arah Chen Fan dengan jari gemuknya yang gemetar. "Direktur Li! Itu! Itu kuli yang kemarin bertugas membersihkan koridor utama sebelum Nona Su lewat! Dia bekerja sangat malas dan jorok! Air pelnya bahkan membuat lantai koridor basah dan lembap, yang pasti memicu hawa dingin menyerang tubuh Nona Su! Semuanya adalah kesalahan bocah yatim piatu itu!"

Direktur Li menoleh tajam ke arah Chen Fan, matanya penuh dengan amarah yang membutuhkan tempat pelampiasan. "Kau! Kemari!"

Chen Fan menghentikan langkahnya. Di balik wajah lugunya yang tampak "kebingungan dan ketakutan", Chen Fan mencibir di dalam hati.

‘Wang serakah... kamu benar-benar bosan hidup ya, berani melemparkan kesalahan ini padaku?’ batin Chen Fan dingin. Namun, mendengar bahwa penyakit es Su Qingxue kambuh dengan kritis, Chen Fan sadar bahwa garis waktu takdirnya dengan wanita bertubuh Sembilan Yin Dingin itu bergerak jauh lebih cepat dari perkiraannya.

Chen Fan berjalan mendekat dengan langkah ragu-ragu, menundukkan kepalanya dalam-dalam. "A-Ada apa, Direktur Li? Mandor Wang? Saya... saya sudah bekerja membersihkan lantai kemarin sesuai perintah..." ucap Chen Fan dengan suara yang bergetar ketakutan, memerankan akting kuli lugu dengan sangat sempurna.

"Diam kamu, sampah!" Mandor Wang maju dan langsung menendang kaki Chen Fan dengan kasar, mencoba pamer di depan Direktur Li. Tentu saja, Chen Fan sengaja membiarkan dirinya sedikit terhuyung seolah-olah dia sangat lemah, padahal tendangan Mandor Wang terasa seperti gigitan nyamuk bagi kakinya yang kini sekeras baja.

"Gara-gara kerjamu yang jorok, Nona Besar Su sekarang terbaring koma di Rumah Sakit Pusat Jiangnan! Dokter-dokter terbaik bahkan tidak tahu cara menurunkan suhu tubuh beliau yang drop hingga di bawah nol derajat!" bentak Direktur Li dengan suara keras, membuat para kuli lain semakin ketakutan. "Jika terjadi sesuatu pada Nona Su, bukan cuma kamu yang akan dipenjara, tapi panti asuhan tempat asalmu itu juga akan saya ratakan dengan tanah sebagai ganti rugi!"

DEG!

Mendengar kata-kata "panti asuhan akan diratakan dengan tanah", sepasang mata Chen Fan yang tersembunyi di balik poni rambutnya mendadak berkilat dengan seberkas aura pembunuh (Killing Intent) yang sangat pekat. Suhu di sekitar lapangan proyek tempat mereka berdiri entah kenapa mendadak turun drastis selama satu detik, membuat Direktur Li dan Mandor Wang merinding bulu kuduknya tanpa alasan yang jelas.

Chen Fan mengepalkan tangannya di dalam saku celananya. Panti asuhan dan Lin Ruoxi adalah batas suci (Bottom Line) yang tidak boleh disentuh oleh siapa pun di dunia ini. Siapa pun yang berani mengancamnya, bahkan jika itu adalah pemilik Su Group sekalipun, harus siap menerima murka sang kultivator.

Namun, Chen Fan menahan diri untuk tidak meledakkan kepala Direktur Li di tempat. Dia menarik napas dalam-dalam, mengembalikan akting lugunya, lalu mendongak dengan wajah panik.

"Ma-Maaf, Direktur Li! Tolong jangan sentuh panti asuhan saya! Saya... saya tahu sedikit tentang penyakit hawa dingin! Saat saya kecil di desa, nenek saya pernah mengajari saya resep ramuan obat tradisional untuk menghangatkan tubuh yang beku... Saya yakin obat itu bisa membantu Nona Su!" ucap Chen Fan, sengaja memberikan umpan pancingan menggunakan identitas "resep tradisional desa".

"Ha?! Resep desa katanya?!" Mandor Wang tertawa terbahak-bahak dengan nada menghina. "Dasar kuli bodoh! Dokter ahli bersertifikat internasional saja tidak sanggup, lalu kamu mau menyembuhkan Nona Su dengan ramuan rumput liar desamu? Jangan membuat lelucon di sini, Xiao Chen!"

Direktur Li juga menatap Chen Fan dengan pandangan jijik. Namun, di saat yang sama, ponsel di dalam saku jas Direktur Li berdering keras. Dia buru-buru mengangkatnya.

"Halo? Iya, Ketua Su!... Apa?! Kondisi Nona Besar semakin memburuk? Jantungnya mulai diselimuti lapisan es?!" Wajah Direktur Li memucat pasi bagaikan mayat. "Ba-Baik! Saya akan segera ke rumah sakit sekarang juga!"

Direktur Li menutup ponselnya dengan tangan yang gemetar hebat. Dia menatap Mandor Wang, lalu pandangannya beralih ke Chen Fan. Dalam kondisi panik dan putus asa karena takut kehilangan jabatannya jika Su Qingxue tewas, akal sehat Direktur Li mulai goyah.

"Kamu... bocah!" Direktur Li menunjuk Chen Fan. "Bawa ramuan desamu itu atau apa pun namanya! Ikut saya ke rumah sakit sekarang juga! Jika ramuanmu itu terbukti sampah dan memperparah kondisi Nona Su, aku sendiri yang akan memastikan kamu membusuk di penjara seumur hidup! Tapi jika kebetulan ada keajaiban... nyawamu dan panti asuhanmu aman!"

Chen Fan menundukkan kepalanya, menyembunyikan senyum kemenangan di sudut bibirnya. "Baik, Direktur Li. Saya akan ikut. Saya kebetulan membawa botol ramuan itu di tas saya."

Chen Fan berjalan menuju barak untuk mengambil tas ransel usangnya. Di dalam tas itu, tersembunyi sebuah botol bambu tradisional kecil yang berisi cairan murni hasil ekstraksi sebagian dari Pil Pembersih Sumsum yang dia racik semalam.

‘Su Qingxue... takdir kita akhirnya dimulai hari ini. Sembilan Tubuh Yin Dinginmu... akan menjadi batu loncatan terbaik bagi kebangkitan kultivasiku!’ batin Chen Fan dengan tekad yang membara saat melangkah masuk ke dalam mobil dinas Direktur Li yang langsung melesat membelah jalanan Kota Jiangnan menuju rumah sakit.

이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
댓글 (1)
goodnovel comment avatar
Achmad Sofian
Dungu bikin greget
댓글 더 보기

최신 챕터

  • KULTIVASI GANDA SANG KULI PROYEK    BAB 160

    ​Jejak cahaya keemasan yang ditinggalkan oleh tebasan Pedang Pemusnah Bintang perlahan memudar di tepian terjauh kuadran selatan galaksi. Ruang hampa di sekitar bekas celah dimensi hampa kini kembali bersih, tenang, dan steril dari segala bentuk ancaman purba. Tidak ada lagi sisa-sisa energi hitam kelam, tidak ada lagi lolongan monster dari dimensi luar, dan tidak ada lagi riak-riak anomali yang mampu mengganggu stabilitas tata surya.​Chen Fan melayang tegak di atas lempengan asteroid yang membeku di angkasa hampa. Jubah kekaisaran hitam keemasan dengan sulaman naga primordial yang ia kenakan berkibar perlahan diterpa angin solar yang lembut. Di telapak tangan kanannya, bilah pedang legendaris itu berdengung pelan, memancarkan pendaran emas murni sebelum akhirnya menyatu kembali ke dalam dimensi pribadinya tanpa suara.​Bagi para kultivator tingkat tinggi, dewa-dewa astral, dan penguasa sekte galaksi luar yang mengamati sisa-sisa pertempuran dari kejauhan, apa yang dilakuka

  • KULTIVASI GANDA SANG KULI PROYEK    BAB 161

    ​Matahari pagi kembali menampakkan wujudnya di ufuk timur Kota Jiangnan, menyapukan bias cahaya keemasan yang hangat dan menyegarkan ke seluruh penjuru kota. Embun pagi tampak berkilauan bagaikan jutaan butir berlian kecil yang menempel di ujung-ujung daun pohon mangga serta bilah-bilah rumput hijau di halaman Panti Asuhan Kasih Bunda. Udara pagi musim gugur berembus pelan, membawa aroma harum tanah basah yang berpadu dengan wangi masakan rumahan dari dapur yayasan yang mengepulkan asap tipis ke udara, menciptakan suasana kedamaian yang begitu kental dan menenteramkan jiwa.​Di dalam kamar lantai dua, Lin Ruoxi mengerjap perlahan, terbangun dari tidurnya dengan perasaan yang luar biasa bugar dan damai. Sisa-sisa gelombang energi spiritual dari teknik Kultivasi Ganda yang ia lakukan bersama suaminya masih mengalir lembut di dalam meridian tubuhnya, membuat setiap inci aliran darah dan pernapasannya terasa sangat ringan. Pendaran alami dari Tubuh Yin Kayu Giok di dalam dirinya mem

  • KULTIVASI GANDA SANG KULI PROYEK    BAB 159

    ​Angin malam berembus pelan membawa kesejukan akhir bulan, menyapu halaman rumput hijau di kompleks Panti Asuhan Kasih Bunda. Di bawah temaram lampu teras yang hangat, suasana terasa begitu damai dan menenangkan. Chen Fan duduk bersandar di kursi kayu jati tua, menyesap perlahan teh hitam hangat di cangkirnya, sementara Lin Ruoxi tampak asyik mengawasi si kecil Chen Ping'an yang sedang belajar merangkak di atas karpet tebal ruang tengah. Tawa renyah balita itu bergema kecil, menciptakan melodi kebahagiaan yang menyapu bersih sisa-sisa kelelahan dari dunia luar.​Namun, di balik ketenangan fana yang menyelimuti bumi itu, indra spiritual tingkat tinggi milik sang Kaisar Alkemis mendadak menangkap pergesekan halus di dimensi tinggi yang melampaui batas pemahaman makhluk biasa.​Jauh di perbatasan paling luar galaksi bima sakti, tepatnya di tubir Dimensi Hampa Tanpa Batas—sebuah wilayah mati tempat hukum fisika, gravitasi, dan waktu kehilangan bentuk aslinya—segel-segel purba pr

  • KULTIVASI GANDA SANG KULI PROYEK    BAB 158

    ​Matahari pagi di akhir Oktober 2026 kembali menyapukan bias cahaya keemasan yang hangat dan menyegarkan ke seluruh penjuru Kota Jiangnan. Embun pagi tampak berkilauan bagaikan jutaan butir berlian kecil yang menempel di ujung-ujung daun pohon mangga serta bilah-bilah rumput hijau di halaman Panti Asuhan Kasih Bunda. Udara pagi musim gugur berembus pelan, membawa aroma harum tanah basah yang berpadu dengan wangi masakan rumahan dari dapur yayasan yang mengepulkan asap tipis di udara, menciptakan suasana kedamaian yang begitu kental.​Di dalam kamar lantai dua, Lin Ruoxi mengerjap perlahan, terbangun dari tidurnya dengan perasaan yang luar biasa bugar dan damai. Sisa-sisa gelombang energi spiritual dari teknik Kultivasi Ganda yang ia lakukan bersama suaminya masih mengalir lembut di dalam meridian tubuhnya, membuat setiap inci aliran darah dan pernapasannya terasa sangat ringan. Pendaran alami dari Tubuh Yin Kayu Giok di dalam dirinya memancarkan rona kemerahan yang sehat di kuli

  • KULTIVASI GANDA SANG KULI PROYEK    BAB 157

    ​Matahari pagi di penghujung Oktober 2026 kembali menampakkan wujudnya di ufuk timur Kota Jiangnan, menyapukan bias cahaya keemasan yang hangat dan menyegarkan ke seluruh penjuru kota. Embun pagi tampak berkilauan bagaikan jutaan butir berlian kecil yang menempel di ujung-ujung daun pohon mangga serta bilah-bilah rumput hijau di halaman Panti Asuhan Kasih Bunda. Udara pagi musim gugur berembus pelan, membawa aroma harum tanah basah yang berpadu dengan wangi masakan rumahan dari dapur yayasan yang mengepulkan asap tipis di udara.​Di dalam kamar lantai dua, Lin Ruoxi mengerjap perlahan, terbangun dari tidurnya dengan perasaan yang luar biasa bugar dan damai. Sisa-sisa gelombang energi spiritual dari teknik Kultivasi Ganda yang ia lakukan bersama suaminya beberapa waktu lalu masih mengalir lembut di dalam meridian tubuhnya, membuat setiap inci aliran darah dan pernapasannya terasa sangat ringan. Pendaran alami dari Tubuh Yin Kayu Giok di dalam dirinya memancarkan rona kemerahan ya

  • KULTIVASI GANDA SANG KULI PROYEK    BAB 156

    ​Cahaya keemasan yang terpancar dari bilah Pedang Pemusnah Bintang menerangi kegelapan abadi di pusat Nebula Kuda Terbang, mengubah lautan gas kosmik yang semula kelam menjadi lautan pendar cemerlang yang memantulkan bayangan ribuan bintang. Chen Fan menggenggam gagang pusaka kuno itu dengan tangan kanannya. Getaran liar dari artefak tingkat dewa yang tadinya mengamuk hebat kini telah tunduk sepenuhnya, berdenyut selaras dengan detak jantung sang Kaisar Alkemis. Bagi entitas lain di alam semesta, memiliki senjata legendaris ini berarti memegang kendali atas kehancuran sebuah peradaban; namun bagi Chen Fan, pedang tersebut tidak lebih dari sebilah instrumen sederhana untuk membersihkan sisa-sisa kotoran kosmik yang berani mencemari keharmonisan semesta.​Ia melayangkan pandangannya menembus ruang hampa, melewati jutaan tahun cahaya, hingga kesadaran spiritualnya menyentuh batas luar tata surya bumi. Di sana, di sudut Kota Jiangnan yang tenang, perisai Imperial Absolute Domain ber

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status