Share

BAB 14 : SEBUAH CERITA

Author: Shadow.501
last update Huling Na-update: 2025-08-27 23:38:33

"Eh ya, aku hampir lupa. untuk mempersingkat waktu, dikarenakan beberapa hari lagi akan terjadi Purnama, maka kalian bentuk lah sebuah kelompok kecil untuk melawan kelompok yang lainnya...!"

"Disaat Purnama, itu adalah waktu yang paling tepat untuk berendam di dalam Kolam Suci Darah, Karena sangat efektif dalam menempa tubuh serta dapat mengeluarkan potensi yang tersembunyi dengan sangat maksimal. jadi karena alasan itulah aku mengusulkan kalian untuk membentuk sebuah kelompok itu."

Setelah menjelaskan hal tersebut, Ribuan Kultivator itu pun membentuk sebuah kelompok sesuai dengan tempat mereka berasal, lalu mereka naik bersama-sama menuju ke atas Arena untuk menantang kelompok-kelompok Kultivator yang sudah terbentuk.

Pertarungan di antara masing-masing kelompok itu pun terjadi. suasana yang sebelumnya terkesan membosankan, kini berubah menjadi lebih meriah bak sebuah Pesta sebelum berangkat untuk berperang.

Sementara itu, rombongan kecil Qin Shan kini sudah berada di sebuah ruangan.
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • KULTIVATOR TITISAN IBLIS SURGAWI   BAB 15 : MUNCULNYA MAKHLUK MITOLOGI (Qilin)

    Pagi pun menjelang, Sang Mentari perlahan membias Cahayanya. terlihat ia sedikit malu-malu memunculkan wujud aslinya. dilokasi Arena tempat Sayembara berlangsung itu, kini sudah di penuhi oleh Para Kultivator dan para penonton.Waktu berlalu begitu saja, karena disaat ini Matahari sudah sepenuhnya terlihat. meski begitu, suhu udara diarea Klan May tersebut tetap terasa stabil seperti biasanya.Itu semua karena pengaturan Geomansi yang kuat yang terpasang diantara 3 Gunung yang berdiri tinggi kokoh menjulang seakan-akan menembus Langit.Sementara itu, pertarungan pun sudah di mulai. para petarung yang masuk dalam sepuluh besar itu kini tersisa hanya 5 kelompok saja. sementara 5 kelompok yang lainnya telah tereliminasi.Uniknya, anggota yang terdiri dari 5 kelompok yang tersisa itu masing-masing kini terdiri atas 5 Kultivator. benar-benar sebuah kebetulan tanpa rencana.Sementara itu, Qin Hua sendiri tidak ada niat untuk datang ikut serta dalam Sayembara ini. ia hnya datang untuk sekeda

  • KULTIVATOR TITISAN IBLIS SURGAWI   BAB 14 : SEBUAH CERITA

    "Eh ya, aku hampir lupa. untuk mempersingkat waktu, dikarenakan beberapa hari lagi akan terjadi Purnama, maka kalian bentuk lah sebuah kelompok kecil untuk melawan kelompok yang lainnya...!""Disaat Purnama, itu adalah waktu yang paling tepat untuk berendam di dalam Kolam Suci Darah, Karena sangat efektif dalam menempa tubuh serta dapat mengeluarkan potensi yang tersembunyi dengan sangat maksimal. jadi karena alasan itulah aku mengusulkan kalian untuk membentuk sebuah kelompok itu."Setelah menjelaskan hal tersebut, Ribuan Kultivator itu pun membentuk sebuah kelompok sesuai dengan tempat mereka berasal, lalu mereka naik bersama-sama menuju ke atas Arena untuk menantang kelompok-kelompok Kultivator yang sudah terbentuk.Pertarungan di antara masing-masing kelompok itu pun terjadi. suasana yang sebelumnya terkesan membosankan, kini berubah menjadi lebih meriah bak sebuah Pesta sebelum berangkat untuk berperang.Sementara itu, rombongan kecil Qin Shan kini sudah berada di sebuah ruangan.

  • KULTIVATOR TITISAN IBLIS SURGAWI   BAB 13 : MENDOMINASI

    Tak terasa Matahari mulai merangkak menurun, meskipun dengan cuaca yang sangat cerah seperti itu, hawa di sekitarnya tidak panas dan menyengat. itulah kelebihan dari Geomansi yang terbentuk menyeluruh didalam lingkup di Keluarga Besar Klan Mey itu. "Baiklah, Arena sudah selesai sepenuhnya di perbaiki. bagi siapa saja yang ingin menantang lawannya untuk bertarung, silahkan untuk naik saja ke atas Arena ini...!" Begitu kata-kata dari seorang Juri itu selesai di ucapkan, Ribuan dari para Kultivator itu saling tatap menatap satu sama lainnya. Swwuuussshh... Swwuussshhh... Terlihat dua Kultivator saling berebutan melesat menuju ke atas panggung pertarungan itu. namun yang tidak mereka sadari adalah. satu sosok Remaja sudah tiba terlebih dahulu disana. Sosok itu terlihat sedang melakukan meditasi bak seorang Petapa Suci yang tidak peduli dengan Hukum-hukum Dunia. anehnya, tidak ada aura yang merembes keluar dari tubuhnya. Sosok Remaja itu tidak lain adalah Qin Shan. Suara-suara bisika

  • KULTIVATOR TITISAN IBLIS SURGAWI   BAB 12 : PANDANGANGAN PERTAMA

    Matahari sudah naik merangkak hampir tepat di atas Kepala. suasana dengan cuaca yang cerah itu semakin menyilaukan mata disaat Energi Spiritual dari Pedang Tumpul itu melesat ke arah Xian Long."Bajingan kecil ini, kenapa seserius ini...?"Hanya kata-kata itu yang mampu Xian Long ucapkan, di karenakan Gelombang dari Energi yang dikeluarkan oleh Pedang Tumpul itu beresonansi. berdenyut-denyut dan beriak seperti sebuah Mata Air dari Surga. seolah-olah memiliki kesadaran sendiri.Hampir saja Xian Long kehilangan fokusnya. dengan pergerakan cepat, ia mengeluarkan sebuah Artefak dari dalam Cincin Ruangnya.Kekuatan dari Dua Artefak tngkat Langit pun bertemu..."JEEDDAARRR"Terlihat kedua orang itu sama-sama terpental dan terhempas ke dinding pembatas Arena itu, untungnya sudah di pasang segel pertahanan tingkat tinggi disekitar Arena tersebut.Akan tetapi, meskipun sudah terpasang sebuah Segel Pelindung, sebuah Kawah-kawah kecil tercipta di Lantai Arena itu.Meskipun Arena itu sudah terlih

  • KULTIVATOR TITISAN IBLIS SURGAWI   BAB 11 : DI MULAINYA SAYEMBARA

    Matahari mulai terlihat merangkak, perlahan tapi pasti. Cahayanya menyelimuti Hutan yang terdapat 3 orang Manusia yang berjalan beringingan di jalan setapak Hutan tersebut. Namun Cahaya dari Matahari itu tak dapat menembus lebatnya pepohonan yang tumbuh menjulang diHutan itu. Tak ada Hewan Buas yang mendiami Hutan tersebut. karena yang terlihat berlalu lalang hanyalah beberapa sekumpulan Kera dan Beberapa Babi Hutan saja. Setelah cukup memakan waktu menyusuri Hutan itu, kini mereka berdiri disebuah Tebing yang cukup tinggi. dibawah tebing itu terlihat aliran Sungai yang jernih sekali. dan bahkan ikan-ikan yang terdapat di dalam Sungai itu dapat di lihat dengan mata telanjang biasa. Baik Qin Shan maupun Qin Hua, mereka merasa takjub dengan pemandangan itu. "Kita harus menyeberangi Sungai ini, dan ditepian Sungai ini ada Pantai disana. setelah itu kita akan berjalan lagi meghabiskan sekitar satu Dupa ke tempat tujuan Kita." Swuussshhh... Tiba-tiba selesai berkata-kata, Pri

  • KULTIVATOR TITISAN IBLIS SURGAWI   BAB 10 : RINCIAN MEMATIKAN DARI JURUS MALAPETAKA

    Suara gesekan dari kedua Rantai Besi itu berderit-derit, kedua Rantai Besi itu persis terlihat seperti Tentakel Gurita.Terlihat semakin memanjang keluar dari dalam Peti Kayu itu."Sebelumnya aku pernah mencoba melatih jurus ini, tapi tidak terlalu sempurna. namun sekarang sudah waktunya untuk mengujinya lgi."Qin Shan bergumam pelan. Cahaya Bulan kian meninggi, kini Cahayanya terlihat sangat terang. namun disaat Qin Shan mulai mengeluarkan jurus nya itu, suasana di malam itu semakin terasa mencekam."jurus pertama... NYANYIAN KEMATIAN"Qin Shan bergumam pelan lgi. sebuah jurus pertama dari jurus Malapetaka ia praktikkan. Malapetaka adalah sebuah jurus yang memiliki 3 tingkatan didalamnya.Nyanyian Kematian adalah jurus pertama dari tingkatan jurus tersebut. Cahaya Bulan yang sebelumnya terlihat sangat terang, kini tertutup oleh aura hitam yang pekat menyeruak keluar merembes seperti kabut racun yang menakutkan.Energi Qi dari dalam tubuh Qin Shan bergejolak liar, ditambah lagi dalam

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status