Share

3. Kaisar Iblis

Yun Guoqun tidak perlu mencari Fu Ziya ke seluruh dunia bawah, dia sudah tau dimana. Jika tertangkap oleh jendral iblis, kemungkinan terbesar mereka akan membawanya ke istana bawah, tempat itu tidak kan sulit untuk ditemukan. Sebuah kastil terbesar berdiri tak jauh dari pandangan matanya, Yun Guoqun menggenggam erat pedangnya, dia tidak akan ceroboh menyerang istana para petinggi dunia iblis dengan sembrono, pertama ia harus menemukan Fu Ziya terlebih dahulu.

Yun Guoqun berhenti di depan bangunan itu, seperti sebelumnya, dinding bangunan itu terbuka begitu saja dan membentuk pintu masuk padanya, membiarkannya masuk dengan mudah tanpa diketahui oleh penjaga yang siaga di setiap sudut.

Yun Guoqun bergerak seperti bayangan, bersembunyi saat bertemu penjaga yang sedang berpatroli, atau membunuh mereka jika mereka menemukan keberadaannya. Tempat itu sangat besar dan di penuhi dengan ruangan-ruangan seperti labirin. Yun Guoqun menempelkan tanganya ke dinding, mengalirkan kekuatannya ke seluruh bangunan, menccoba mencari keberadaan Fu Ziya.

‘ting’

Kekuatannya menyentuh sesuatu hingga menciptakan sebuah perasaan aneh dalam dirinya. Itu bukan kekuatan milik Fu Ziya. Hal itu terasa begitu kuat, namun di saat bersamaan juga terasa begitu lembut, menarik kekuatan miliknya untuk mendekat, kekuatannya begitu tertarik dengan kekuatan baru ini, baru saja ia ingin mengenali kekuatan yang terus menariknya, akhirnya ia merasakan kekuatan Fu Ziya di kejauhan, sayup namun masih kuat. Dia masih baik-baik saja.

Yun Guoqun bergerak tak terlihat, berlari menuju Fu Ziya. Tiba-tiba langkah kakinya terhenti, tak bergerak. Kakinya mengabaikan lorong kosong gelap di depannya, energinya menggapai pintu di sebelah kiri. Pintu terbesar yang ia temukan sejauh ini, berdiri kokoh dengan ukiran-ukiran tidak dikenal di depannya. Pintu berdaun ganda yang memberikan tekanan bahkan sebelum ia masuk ke dalam.

Di dalam hati, Yun Guoqun berdecak, tidak bisa menolak insting bertarungnya saat menemukan energi yang begitu kuat. Ia tidak tau apakah keputusan ini adalah hal yang tepat atau tidak, namun ia harus mengikuti suara hatinya yang memaksa untuk memasuki ruangan itu.

Pintu itu terbuka, membawa cahaya masuk sebelum tertutup rapat memberikan kegelapan yang utuh. Mata biasa tidak akan bisa melihat apapun di ruangan itu, namun tidak dengan Yun Guoqun, ia bisa merasakan seseorang berdiri di hadapannya, seolah sudah menunggu kedatangannya.

Observasi Yun Guoqun terhenti saat sesuatu menjalar datang dari arah bawah, Yun Guoqun menghindar tanpa kesulitan. Sosok itu mengeluarkan suara tidak senang, namun masih tidak mengucapkan sepatah katapun. Serangan demi serangan terus berdatangan, sesuatu terus begerak di tengah kegelapan, mencoba menangkapnya dari setiap arah, Yun Guoqun mengayunkan pedangnya dan menebasnya.

Sepertinya Yun Guoqun sudah membuat sosok di balik kegelapan jengkel, kali ini sesuatu yang lebih besar datang menyerang Yun Guoqun yang berhasil mengenai lengannya, meninggalkan bau amis darah pekat di ruang yang gelap. Yun Guoqun tidak kesakitan, akan tetapi ia bisa merasakan sesuatu menyerap habis energi dan seluruh darah di tubuhnya.

Yun Guoqun terus menghindar seraya bersembunyi di balik tiang. Samar ia melihat noda gelap di lengan kirinya, namun ia tidak akan kalah di tempat ini. Yun Guoqun mengambil nafas panjang beberapa kali, menutup mata dan memusatkan kekuatannya pada satu titik. Indranya menajam, lukanya tidak lagi mengalirkan darah, ekspresi wajahnya lebih dingin dari sebelumnya.

“Aku bisa merasakan jika kau bukan orang biasa. Tetapi, bukankah menerobos masuk ke kediaman orang lain begitu saja adalah tindakan yang tidak sopan?” suara itu lebih lembut dari yang ia pikirkan, dan terus berdengung di telinganya. Ketika suara itu terus-terusan menempel, saat itulah Yun Guoqun sadar jika sosok itu sedang menjebaknya dengan suara.

Musuh terlalu naif jika merasa bisa menaklukkannya hanya dengan suara.

Yun Guoqun menggenggam pedangnya erat, sosok itu berdiri tidak jauh, menghadap ke arahnya yang bersembunyi di balik tiang, menunggunya untuk keluar sehingga mereka bisa memulai pertarungan ini lebih serius. 

Ia berdiri, setelah membuka kedua mata, gerakannya menjadi sangat cepat, tangannya terangkat, bersiap mengayunkan pedang es yang sejak awal sudah di penuhi dengan uap dingin. Sosok itu terkejut dengan serangan tiba-tiba Yun Guoqun, dengan tangkas ia menangkis pedang es milik kaisar Yun. Dua kekuatan kuat bertemu, menghasilkan ledakkan energi yang luar biasa. Udara dingin memenuhi ruangan, diikuti oleh cahaya putih kebiruan yang berasal dari balik tameng yang menahan pedang es.

Yun Guoqun terpaku di tempat. Sosok dibalik cahaya terlihat dengan jelas, seorang wanita dengan jubah putih panjang yang menyapu lantai, rambut perak panjang yang berkibar, memperlihatkan wajah kecil pucat yang dihiasi dengan manik biru terang di matanya. Yun Guoqun tidak pernah melihat mata sebiru itu di kehidupannya.

Kekuatan pedang es jauh lebih kuat hingga berhasil menembus pertahan sosok di balik cahaya, namun dia berhasil menghindar. Sosok itu di tiba-tiba tersenyum, lengkungan pada bibirnya terlihat alami, menambah kesan indah yang sejak awal begitu terasa dari sosok itu. “Heh.. kau berhasil menghancurkan pertahananku.” sosok itu menyatukan kedua telapak tangannya dan menyentuhkannya ke lantai. Yun Guoqun sudah terlambat untuk melindungi diri, dan sulur-sulur mengerikan berhasil menahan kedua kakinya dan menyeretnya hingga terjatuh. Sulur lainnya datang, menahan seluruh tubuhnya di lantai. Yun Guoqun tidak bisa menggerakkan tangannya dengan bebas.

Sosok itu berjalan mendekat, tiap langkah yang ia hasilkan menumbuhkan bunga-bunga berwarna biru. Langkahnya begitu ringan dan tak terdengar, begitu lembut hingga bisa melelehkan.

“Kau bukan manusia biasa, apa kau dari alam atas? aku rasa kau seharusnya tahu bahwa kau tidak boleh terpengaruh oleh musuhmu. Apa kau terpesona padaku?” sosok itu tertawa renyah, masih sebuah suara yang tidak memberikan tekanan besar seperti kekuatannya. Bahkan suaranya membuatmu yakin jika dia tidak akan menyakitimu. Yun Guoqun mencoba menggerakan kedua tangannya yang terikat.

Sosok itu kini sudah berdiri tepat di hadapannya, tubuhnya menunduk, dan di saat itu Yun Guoqun bisa melihat wajah itu lebih jelas. Wajah yang benar-benar menampilkan kelembutan, dan mata itu, masih sebiru sebelumnya, namun kali ini Yun Guoqun bisa melihat kabut yang menutupi.

Di balik sosok itu, duri-duri besar sudah bersiap menembus seluruh tubuhnya, namun Yun Guoqun masih tidak bisa mengalihkan pandangan dari sosok yang masih berdiri di depannya. “Dan kau juga cukup kuat, kaisar iblis.” ia tidak perlu berpikir keras siapa sosok tersebut. Seseorang yang memiliki energi sekuat ini tidak mungkin di miliki oleh iblis biasa, dia bahkan bisa menahan pedang es cukup lama.

Kaisar iblis tiba-tiba berhenti, terdiam dengan pupil yang melebar. Pegangan di seluruh tubuhnya melonggar, pedang es yang bersinar terang meluncur dari belakang kaisar iblis, ujungnya yang tajam mengarah tepat pada punggung kaisar iblis. Keterkejutan kaisar iblis berakhir ketika ia menghindar. Yun Guoqun lepas, menangkap pedang es dan menggenggamnya erat, dari tangan kirinya juga muncul sebuah pedang berwarna perak yang bersiap untuk membalas setiap serangan dari kaisar iblis.

Tetapi serangan itu tidak kunjung datang, sosok itu hanya berdiri di kejauhan, Yun Guoqun tidak bisa melihat wajahnya yang tersembunyi. Ia memanfaatkan kesempatan itu untuk melarikan diri.

Kaisar iblis, Qi Yi membiarkan langkah kaki yang semakin menjauh. Matanya mungkin tidak bisa melihat apapun, tetapi tidak dengan telinganya.

Fu Ziya memberikan tatapan tidak suka pada sosok besar mengerikan yang duduk bersilang kaki di atas kursi besi yang berapi. Jendral iblis bertubuh besar dimana hampir seluruh wajahnya ditutupi oleh luka. Salah satu wajahnya dibiarkan begitu saja hingga memperlihatkan setiap luka yang ada, sedangkan sisi lainnya tertutup topeng, kepalanya ditumbuhi tanduk yang berujung runcing dan apakah itu sisik di sekujur tubuhnya? Fu Ziya ingin muntah hanya melihat penampilannya yang mengerikan.

“Katakan apa tujuanmu datang ke alam iblis, Fu Ziya?!” jendral iblis bernada memerintah, tangannya memegangi kapak besar yang bersandar di bahu, Fu Ziya berdigik.

Ia memasang wajah muak, tubuhnya sedang terikat dan kakinya tidak menyentuh tanah, belum lagi energi spiritualnya seolah diserap hingga habis, “harusnya aku yang menanyakan hal itu padamu, monster jelek! Untuk apa kau menyerang istana Xuehua dan membawa kami ke sini? Dasar pengecut! Kau bahkan tidak menunjukkan batang hidungmu saat menyerang dan sekarang kau bersikap seolah kami ke sini untuk memata-matai kalian!”

“Hah! Cerita yang bagus. Kau bahkan pintar mengarang.” Fu Ziya jengkel. Jika kekuatannya masih dalam kondisi penuh, mungkin kepala besar itu sudah terpotong sejak awal. “Hahaha, kau pikir aku bodoh?! kau pikir panah siapa yang menyerang duluan? Apa kau lupa kau menembakkan panah yang kau banggakan itu pada semua orang?”

Fu Ziya tidak merasa ada yang salah dari ucapannya, namun ketika raut wajah kaisar iblis berubah, ia menyadari jika sesuatu sedang terjadi. “Dimana kau melihatnya? Anak panah itu?” nada suara jendral iblis merendah dan dalam.

“Apa kau tuli?! aku sudah mengatakan jika kau yang lebih dulu menyerang kami di istana Xuehua dengan anak panah apimu itu! Kau juga yang memancing kami mengikutimu ke hutan kematian dan membawa kami ke sini!” entah kenapa jenderal iblis tiba-tiba marah, matanya memancarkan api yang membara, tatapannya menajam dan mematikan, menatap Fu Ziya dan sepertinya bersiap membunuhnya.

Tetapi gerakan jenderal iblis sudah terlebih dahulu dihentikan, pedang es mengarah kepadanya dan berhasil menyentuh lengannya, memberikan goresan di tangan besar bersisik. Fu Ziya menyambut rekannya dengan senyuman, Yun Guoqun membebaskannya, mereka segera keluar dari ruang kumuh dan bau.

Di luar, para bawahan jendral iblis sudah menunggu mereka. Yun Guoqun menebas semua yang menghalangi sekali ayunan, begitu juga dengan Fu Ziya, ia berusaha mengumpulkan kekuatan terakhirnya untuk mengahbisi semua iblis yang menghalangi mereka.

Mereka hanya berdua, berada di sarang para monster, musuh silih berganti terus berdatangan. Kilatan cahaya putih dan hijau membelah lautan monster tiada henti.

Keningnya berkerut melihat Yun Guoqun melewati penjagaan dengan mudah, apalagi ketika gerbang luar istana kegelapan secara otomatis membentuk pintu dan mereka melewatinya begitu saja.

“Itu Yun-dage dan jiejie!” suara melengking Wan An menarik perhatian, ternyata keadaan di luar juga tidak lebih baik, Wan An dan Shen Xing sedang berupaya menahan setiap prajurit iblis yang terus berdatangan, Fu Ziya juga tidak bisa mengabaikan Sun Li yang masih tidak sadar di punggung Shen Xing.

“Kenapa kalian ke sini?” pedangnya terayun kedepan.

“Aku tidak ingin menjadi pengecut, kita akan mati bersama-sama!” ia bisa mengerti dengan jalan pikiran Wan An, namun Shen Xing? Mereka bahkan tidak saling kenal. Pertarungan menjadi berat sebelah, meskipun saat itu mereka di kelilingi dengan prajurit iblis, dan dua di antara mereka terluka, satu kehabisan energi dan satu lagi tidak sadarkan diri, Yun Guoqun begitu mudah menghabisi semua musuh seperti serangga pengganggu. Sekali tebasan, mereka lenyap seperti abu.

Sesuatu datang dan mendarat tepat ditengah pertempuran. Bumi bergetar dan angin bertiup kencang dikedatangnnya. Wajah jendral iblis memerah begitu keras. Kepalan pada kapaknya yang lebih besar dari manusia normal begitu kuat. Tiba-tiba saja kapak itu mengayun kepada mereka berlima. Yun Guoqun memberi kode agar ketiga temannya mundur, mereka mundur dari area pertarungan Yun Guoqun dan jenderal iblis. Fu Ziya membentuk pelindung dengan sisa-sisa kekuatannya, Wan An masih bisa menembaki para iblis yang mendekai mereka, begitupun dengan Shen Xing yang bertarung dengan tombak milik iblis yang tergeletak di tanah, sepertinya pedangnya masih belum ditemukan.

“Kau kehilangan pedangmu?” tanya Fu Ziya tidak percaya, Shen Xing nyengir tidak bersalah. “Lalu bagaimaan dengan temanmu? Apa dia baik-baik saja?” mereka berdua menggeleng. Fu Ziya tidak lagi mengatakan apapun.

Di sisi lain, pertarungan antara Yun Guoqun dan jendral iblis sudah berlangsung sejak lama. Itu adalah pertarungan sengit di mana belum ada salah satu dari mereka yang terkena serangan lawan.

Pedang bertemu dengan kapak, api bertemu dengan es, pukulan di balas pukulan, begitu seterusnya. Pertarungan mereka meninggalkan jejak yang besar, apalagi jendral iblis bertarung dengan brutal dan meninggalkan kerusakan dimana-mana. Beruntung pelindung yang dibuat Fu Ziya masih dapat menahan setiap gelombang energi dari pertarungan mereka berdua.

Yun Guoqun melompat dan menginjakkan kakinya pada kapak besi milik kaisar iblis. Pedang es di tangan kanan dan pedang perak di tangan kiri, bersilang di depan dada. Jendral iblis bisa melihat gerakan Yun Guoqun dengan jelas, ia sudah bersiap memanggil kapaknya kembali, bersiap menebas Yun Guoqun menjadi dua, hanya saja Yun Guoqun menghilang tepat saat ia mengayunkan kapaknya, begitu tiba-tiba, sedetik kemudian, pemuda itu sudah berada di belakangnya, memberikan goresan dalam pada punggung jendral iblis.

Jendral iblis meraung sambil berlutut, darah yang mengalir dari lukanya tidak main-main, belum lagi sesuatu yang dingin seakan sedang memasuki setiap sel tubuhnya secara perlahan. Pedang dingin bertengger di lehernya, harga dirinya sebagai seorang jenderal seperti dipermainkan, tangannya masih berusaha untuk meraih kapaknya, namun kapak itu sudah berada di dalam genggaman Yun Guoqun.

Tatapan Yun Guoqun sangat tajam, matanya yang gelap seperti sedang menariknya jatuh ke tempat tergelap. Ia belum pernah merasakan hal seperti ini sebelumnya, tubuhnya di paksa untuk bergetar ketakutan.

Pedang es yang berkilauan bersiap untuk mengakhiri Jenderal iblis, ketika sebuah cahaya muncul dari udara kosong.

Cahaya itu sangat terang hingga menyilaukan setiap mata yang melihatnya. Semua pertarungan berhenti begitu saja.

Cahaya itu perlahan mengabur, memperlihatkan siluet seorang wanita. “Yang mulia!” jenderal iblis tersentak saat tangan kaisar iblis menyentuh pedang es dengan tangan kosong, mengakibatkan darah mengalir ke tanah. 

Semua iblis yang ada langsung berlutut.

Tidak ada yang pernah melihat kaisar iblis. Kaisar iblis tidak pernah keluar dari istananya yang gelap. Akan tetapi, jika jenderal iblis berlutut kepada seseorang dan memanggilnya yang mulia, maka semua iblis akan percaya.

Kaisar iblis berdiri tepat di hadapan Yun Guoqun, mereka seperti sedang saling bertatapan, meskipun hanya satu orang yang benar-benar melihat di antara mereka.

Semua orang terpana, termasuk empat orang yang masih berlindung di balik pelindung.

Yun Guoqun dan kaisar iblis tidak bergerak, begitupun dengan jenderal iblis. Yun Guoqun mengikuti gerakan kepala kaisar iblis yang mengarah kepada jenderal iblis, kemudian ke arah belakang sebelum kembali kepada Yun Guoqun.”

“Kaisar Yun Guoqun.” suara itu masih selembut sebelumnya, namun apa sebelumnya ia memberi tahu namanya?

“Kita berdua sama-sama berada dalam posisi kalah.” Yun Guoqun masih belum menlonggarkan pegangan pedangnya. “Jenderalku akan mati di tanganmu, sedangkan salah satu temanmu tidak akan bisa bertahan lebih lama.” gadis Sun itu bukan temannya, bukan berarti ia akan mengabaikannya begitu saja. Para manusia fana itu ikut terdampar ke sini juga di sebabkan oleh dirinya.

“Lalu apa yang kau inginkan?” ujung bibir kaisar iblis terangkat dan tangannya melepaskan pedang es, “Aku bisa menyelamatkan teman-temanmu, namun kau juga harus melepaskan jenderalku.”

“Apa dia bercanda? Dia akan menghabisi kita semua setelah kau melepaskan jenderal iblis.” teriak Fu Ziya.

“Dage! Jangan dengarkan dia! Aku lebih memilih mati dari pada menerima tawarannya!”

Dari kejauahan Wan An juga berteriak, tetapi kaisar iblis masih menunggu jawaban dari Yun Guoqun. Ia kembali menatap mata biru milik kaisar iblis, ia beralih kepada empat orang di belakangnya, luka Wan An semakin serius, begitu pula dengan Shen Xing, energi spiritual Fu Ziya sudah di ujung batas, dan Sun Li, wanita itu tidak akan bisa bertahan lebih lama lagi.

Ia kembali beralih pada kaisar iblis, pedang es terangkat menjauh dari jendral iblis dan menghilang di telapak tangannya, pelan, Yun Guoqun menjawab, “Baiklah.” ketika itu lengkungan di bibir kaisar iblis semakin lebar.

Callme_Kiira

AN: saya menemukan komentar pembaca yang mengatakan koinnya mahal. Setiap koin setara dengan jumlah kata tiap babnya. Jadi intinya sama saja, bedanya, cerita ini babnya lebih panjang dari novel lain ~~~ Saya terbiasa bikin bab panjang... Saya juga tidak tahu jika panjang bab mempengaruhi harga koin... Dan saya juga tidak bisa mengurangi hargaya T.T mohon maafkan saya

| Sukai
Komen (1)
goodnovel comment avatar
Anggel
mahal amat cuy
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terkait

Bab terbaru

DMCA.com Protection Status