MasukAdik tiriku menuduhku membuatnya alergi, jadi ketiga kakakku mengurungku di dalam ruang bawah tanah, bahkan mengunci pintu. Aku mengetuk pintu dengan kuat dan memohon para kakakku membiarkanku keluar. Kakak pertamaku selaku orang yang hebat dalam bisnis memarahiku sebelum dia pergi. "Biasanya kamu menindas Linda, aku bisa tutup sebelah mata. Tapi kamu tahu jelas kalau Linda alergi dengan seafood, kamu malah membiarnya makan, bukankah ini sama saja mencelakainya? Kamu di dalam introspeksi diri atas perbuatanmu." Kakak keduaku adalah penyanyi terkenal, sedangkan kakak ketigaku adalah pelukis genius, mereka juga mengataiku. "Orang kejam sepertimu, bisa-bisanya pura-pura nggak bersalah dan mencari alasan, kamu di dalam saja dan introspeksi diri." Selesai berbicara, mereka menggendong adik tiri yang masih gemetar ke rumah sakit dengan cepat. Aku merasa tidak ada oksigen lagi, bahkan merasa makin susah bernapas, akhirnya aku mati di dalam. Tiga hari kemudian, saat para kakakku membawa adik tiri pulang dari rumah sakit, mereka baru ingat padaku. Hanya saja, aku sudah meninggal di ruang bawah tanah karena kekurangan oksigen.
Lihat lebih banyakJoseph langsung melempar sebuah ponsel ke William dan Albert.Mereka membuka ponsel itu dengan bingung.Detik berikutnya, ekspresi wajah mereka berubah.Di dalam ponsel itu, ada semua bukti kejahatan Linda.Sejak dibawa ke rumah, Linda sengaja menginjak mainannya, tetapi Linda membuat mereka mengira itu adalah perbuatan Rina sehingga mereka marah besar pada Rina.Sampai pada tiga hari yang lalu, Linda sengaja memberikan alergen pada Rina dan memfitnah Rina lagi.Setiap video merekam adegan di mana Rina dimarahi oleh ketiga kakaknya, sedangkan dia berdiri di samping sambil tersenyum.Albert langsung menendang wajah Linda dengan sekuat tenaga. Matanya merah saat dia berteriak dengan suara melengking,"Kami salah paham terhadap Rina selama ini. Semua itu adalah perbuatanmu?""Jangan lupa, kamu bisa dibawa ke rumah ini karena Rina!""Kenapa kamu melakukan semua itu? Kenapa?"Mulut Linda penuh darah. Tatapan matanya menjadi tegas. Dia menoleh pada ketiga kakakku dengan agresif."Lalu? Aku a
Saat Joseph berpegangan pada dinding, ponselku yang digenggam dengan erat olehnya berdering lagi.Aku meliriknya sekilas. Albert menelepon.Albert adalah seorang pelukis berbakat yang sangat menyukai warna-warna yang indah.Empat hari lalu, aku menemukan sejenis pigmen merah yang sangat langka untuk Albert. Aku percaya Albert pasti akan suka saat melihatnya.Tak disangka, aku sudah mati sebelum Albert menemukan kejutan itu.Joseph menjawab panggilan telepon. Di telepon, nada suara Albert menjadi lembut."Sudah, Rina. Jangan marah lagi.""Kamu memang sudah salah. Di mana pun kamu sekarang, cepat pulang. Kakak akan membelamu."Joseph memotong perkataan Albert dengan suara dingin,"Albert, kamu yang suruh bakar mayat itu?""Itu mungkin adalah adik kita!"Di sebelah sana, Albert tiba-tiba terdiam.Detik berikutnya, terdengar suara Albert yang gemetar."Jangan-jangan, itu benaran ....""Nggak mungkin, Rina nggak mungkin jadi begitu. Baru tiga hari dikurung di ruang bawah tanah, 'kan? Mana m
Linda datang dengan tergesa-gesa. Ketika Linda hendak menyentuh Joseph, Joseph menepis tangannya."Minggir!"Joseph berteriak dengan suara melengking. Linda ketakutan hingga terjatuh ke samping. Dia mengedipkan mata beberapa kali dan air matanya menetes.Hanya saja, kepura-puraan itu tidak mendapatkan rasa simpati dari Joseph.Mata Joseph yang merah menoleh pada pelayan yang berdiri di samping dengan gemetar. Dia membentak,"Mayat di dalam, kalian pindahkan ke mana?"Pelayan-pelayan ketakutan. Salah seorang pelayan memberanikan diri untuk menjawab."Tuan Muda Joseph, Tuan Muda Albert bilang itu terlalu menjijikkan dan menyuruh kami membakarnya!""Baru selesai dibakar ...."Mendengar itu, mata Joseph buram dan kakinya menjadi lemas. Kring ....Tepat saat itu, ponselku yang digenggam dengan erat oleh Joseph berdering.Aku meliriknya sekilas. William menelepon balik.Begitu telepon tersambung, terdengar suara William yang disertai tangisan."Rina, untung kamu angkat telepon. Itu salah pa
Saat Joseph kembali sadar, wajahnya yang galak seperti singa jantan sudah berlinang air mata.Mengapa dia bisa melupakan hal itu?Uangku telah disuntikkan pada perusahaan di saat Joseph menghadapi krisis terbesar untuk membantunya melewati masa tersulit.Joseph terlalu marah sehingga mengira aku kabur membawa uang.Berpikir demikian, hati Joseph tiba-tiba terasa sakit.Rasa sakit yang tiba-tiba di bagian dada meningkatkan kegelisahan di hatinya.Linda berpura-pura sedih saat memungut ponsel yang terjatuh ke lantai dan menyodorkannya pada Joseph.Jari-jemari Joseph gemetar. Dia memegang ponsel itu dengan erat.Joseph membuka riwayat obrolan denganku di ponselnya.Obrolan terakhir kami berhenti pada tiga hari lalu. Saking jengkel, Joseph mengetuk aksesori pelindung ponsel."Kak Joseph, jangan khawatir ...."Linda berpura-pura lemah gemulai, tetapi Joseph langsung mengentakkannya.Joseph bergegas berjalan menuju ruang bawah tanah.Joseph ingin melihat benda apa yang ada di dalam ruang baw






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Ulasan-ulasan